MY CEO MY HUSBAND

MY CEO MY HUSBAND
Kisah Masa Lalu


__ADS_3

Andita segera membantu Nyonya Reyhan untuk berdiri. Padahal Ibu Andita sudah melarang anaknya itu untuk ikut campur dalam masalah mereka.


Ia tidak mau putrinya berurusan lagi dengan keluarga Reyhan. Lelaki jahat yang sudah memfitnah dan menyabotase kematian suaminya. Apalagi lelaki itu juga telah menculik Andita dan membuat menantunya koma.


"Kau tidak apa-apa Nyonya?!" Tanya Andita pada Nyonya Reyhan.


"A-aku tidak apa-apa." Jawab Nyonya Reyhan. Ia terlihat ragu saat akan menerima uluran tangan Andita.


Kini netra Andita beralih pada Lusy dan lelaki yang berada disampingnya.


"Apa yang kau lakukan Lusy?! Bukankah Nyonya Reyhan adalah calon Ibu mertuamu? Tidak sepantasnya kau bersikap kurang ajar seperti itu padanya!" Bentak Andita.


"Calon Ibu mertua?! Cih, aku tidak sudi memiliki calon Ibu mertua sepertinya! Dia bukan lagi calon Ibu mertuaku."


"Apa maksudmu?!"


"Jadi kau belum tahu Andita?! Baiklah biar ku katakan. Aku dan Dirga sudah putus! Kami tidak memiliki hubungan apapun lagi. Dan wanita tua disampingmu itu bukan lagi calon Ibu mertuaku!"


Andita terkesiap mendengar ucapan Lusy.


"Putus?! Bukankah kalian sudah bertunangan dan akan menikah?!"


"Hahaha.. Menikah?! Setelah semua yang terjadi pada keluarganya apa kau pikir aku akan tetap menikah dengan Dirga?! Tentu saja tidak! Dia sudah bangkrut dan ayahnya dipenjara karena telah melakukan tindak kejahatan. Bukankah Ayahmu yang menjadi korbannya?! Apa kata orang jika aku menjadi bagian dari keluarga narapidana?!"


"Tutup mulutmu Lusy!" Hardik Nyonya Reyhan.


"Kenapa kau tidak terima wanita tua?! Bukankah itu fakta?"


"Meskipun itu fakta, tapi tidak seharusnya kau melakukan hal serendah ini dengan mempermalukan mantan calon Ibu mertuamu Lusy!" Ucap Andita.


Lusy tertawa nyaring melihat Andita yang membela mantan calon ibu mertuanya itu.


"Wah,,,wah,, sepertinya akan ada pertunjukan yang menarik! Kau tahu sayang siapa gadis yang sedang membela wanita tua itu?" Tanya Lusy pada kekasih barunya. Lelaki itu mengangkat bahu acuh seraya tersenyum sinis.


"Dia adalah mantan calon menantunya, sama sepertiku. Bedanya adalah, hubungan gadis itu dengan putranya tidak pernah direstui. Dia selalu dihina dan direndahkan karena statusnya yang berasal dari kalangan bawah. Tapi lihatlah sekarang! Dia mencoba membela wanita tua yang sudah berbuat jahat padanya. Sungguh mengejutkan!" Ejek Lusy.


"Apa salahnya jika aku membela Nyonya Reyhan?! Anggaplah aku tidak suka ketika melihat orang lain dihina. Mungkin dimasa lalu dia pernah berbuat salah padaku. Sama seperti dirimu yang telah merebut Dirga dariku. Apa kau tidak merasa malu Lusy? Apa kau merasa dirimu lebih baik darinya hingga kau bebas menghinanya?!" Balas Andita.


"Kau?! Asal kau tahu aku tidak pernah merebut Dirga darimu! Dia yang mengejar-ngejarku karena dia sudah muak menjalin hubungan denganmu Andita!"


"Benarkah?! Meskipun begitu tapi kau menjalin hubungan dengannya disaat kami belum putus. Bukankah itu juga fakta? Jika kau adalah yang suka merebut pasangan orang lain!"


"Haha.. Merebut pasangan orang lain?! Apa kau tidak berkaca pada dirimu sendiri Andita?! Kau juga merebut Zidan dari Rachel. Apa bedanya kau dan aku, hah?!"


"Jelas saja berbeda! Saat aku menjalin hubungan dengan Zidan, dia tidak memiliki hubungan dengan wanita manapun! Memang benar dia dijodohkan dengan Rachel tapi sejak awal Zidan tidak pernah menerima perjodohan itu. Sedangkan kau?! Kau masuk dalam kehidupanku dan Dirga. Apa sebutan yang pantas untuk gadis sepertimu?!"

__ADS_1


Seketika Lusy terdiam. Tenggorokannya terasa tercekat. Dia tidak dapat membalas kata-kata menohok dari Andita. Apalagi saat ini semua orang yang berkerumun menyaksikan perdebatan mereka mulai berkasak-kusuk tentang dirinya.


Andita yang melihat raut wajah malu dari Lusy tersenyum smirk.


"Harusnya lain kali kau berpikir jika ingin menghina orang lain Lusy. Kau tidak akan pernah tahu bagaimana kehidupanmu dimasa depan nanti?! Jangan pernah membuka aib orang lain, karena orang lain pun memiliki lidah untuk membuka aibmu!"


"Lebih baik sekarang kau pergi darisini dan bawa kekasih barumu itu!" Ketus Andita.


Lusy menggeram. Tangannya mengepal. Dia benar-benar merasa dipermalukan oleh Andita.


"Baiklah, tanpa disuruh pun aku akan pergi dsri sini! Lagipula aku juga tidak sudi berlama-lama melihat wajah kalian! Ayo sayang!"


Dengan wajah merah padam, Lusy dan kekasihnya pun pergi dari hadapan Andita dan Nyonya Reyhan. Terdengar beberapa pengunjung menyorakinya saat gadis itu berlalu dari sana.


"Huu dasar gadis tidak tahu malu!"


*****


"Bagaimana kabar anda Nyonya?" Tanya Andita. Saat ini mereka bertiga tengah berada disebuah cafe yang masih terletak didalam pusat perbelanjaan.


Nyonya Reyhan yang sedari tadi menundukkan wajahnya karena malu pada Andita, mencoba memberanikan diri menatap mantan calon menantunya itu.


"Kabarku baik Andita. Bagaimana dengan kabarmu?" Nyonya Reyhan balik bertanya dengan suara pelan.


"Kabarku juga baik Nyonya."


Untuk sesaat mereka kembali terdiam. Sementara ibu Andita memalingkan wajahnya keluar jendela. Ia tidak sudi melihat wanita didepannya itu. Karena begitu banyak kejahatan yang wanita itu dan keluarganya torehkan pada suami dan putrinya.


Andita yang menyadari hal itu memakluminya.


"Andita."


"Ya Nyonya?!"


"Aku sungguh berterimakasih karena kau sudah membelaku tadi. Aku tidak menyangka kau akan melakukan hal itu. Padahal aku sudah sering menghina, menyakiti dan melakukan banyak kesalahan padamu Andita. Saat ini aku benar-benar merasa malu dan menyesal atas semua perbuatanku." Sesal Nyonya Reyhan.


Atensi ibu Andita teralihkan pada Nyonya Reyhan. Ia menatap tajam kearah wanita itu.


"Memang sudah sepantasnya kau merasa malu Devi! Kau sudah lihat bagaimana sikap putriku bukan? Kau bisa menilainya! Meskipun dia selalu kau hina tetapi dia masih saja menghormatimu! Kau tahu kenapa? Itu karena dia memiliki etika dan moral. Tidak seperti calon menantu kebanggaanmu itu." Sahut Ibu Andita.


Andita terkejut mendengar ucapan sang ibu. Ia segera menggenggam tangan Ibunya dibawah meja.


"Ibu tenanglah!"


"Sudahlah Andita. Kita tidak perlu membuang-buang waktu disini. Bagaimana jika Zidan tahu kalau kita bertemu dengannya, pasti suamimu akan marah!" Ucap Ibu Andita seraya melirik sinis kearah Nyonya Reyhan.

__ADS_1


"Wulan, tolong maafkan aku! Aku tahu ini sangat terlambat. Tapi sungguh aku menyesali semuanya. Aku telah mendapatkan karma dari semua perbuatanku pada kalian. Karena rasa iri padamu, aku ikut membenci putrimu. Tolong maafkan aku!" Lirih Nyonya Reyhan dengan wajah tertunduk.


Ibu Andita membuang pandangannya kearah lain. Ia tidak sanggup menahan tangisnya yang nyaris mendesak keluar.


"Iri?! Iri dalam hal apa Nyonya?" Tanya Andita yang memang tidak mengerti maksud dari ucapan Nyonya Reyhan.


"Iri karena suamiku selalu mengejar cinta Ibumu. Padahal saat itu aku tengah mengandung Rachel. Tapi Reyhan selalu memikirkan Wulan dan tidak pernah menganggapku ada." Ucap Nyonya Reyhan sendu.


"Maaf Nyonya, sungguh aku masih tidak mengerti apa maksud anda."


Nyonya Reyhan menarik nafas dalam-dalam lalu mulai menceritakan semuanya.


Sebenarnya Wulan dan Reyhan dulu dijodohkan. Karena paksaan dari ayahnya, mau tidak mau Wulan menerima perjodohan tersebut.


Padahal dirinya sudah memiliki tambatan hati sendiri, yaitu Hadi. Hanya saja hubungan keduanya tidak direstui ayah Wulan, karena Hadi waktu itu belum memiliki pekerjaan tetap.


Seminggu sebelum acara pernikahan dilangsungkan, Wulan dibuat terkejut ketika mengetahui bahwa Tuan Reyhan memiliki wanita lain yang bernama Devi, yaitu Nyonya Reyhan yang sekarang menjadi istrinya.


Wulan mengetahui hal itu saat memergoki Reyhan dan Devi tengah berbelanja keperluan bayi disebuah toko.


Wulan yang penasaran pun menghampiri mereka. Dan lagi-lagi Wulan dibuat terkesiap ketika Devi mengatakan bahwa dia adalah istri Reyhan. Mereka sudah menikah siri dan akan segera memiliki anak.


Tentu saja tindakan Devi yang memberitahukan hal itu pada Wulan, membuat Reyhan marah. Karena awalnya Reyhan hanya bermain-main saja dengan Devi. Tapi dengan Wulan, Reyhan sungguh mencintainya.


Devi yang tidak terima Reyhan mempermainkannya dan lebih memilih Wulan menjadi sakit hati. Ia menaruh kebencian pada wanita itu.


Sementara Wulan, ia tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk segera memberitahukan kenyataan tersebut pada sang ayah. Karena dirinya pun tidak mencintai Reyhan.


Namun karena ayah Wulan memiliki hutang pada keluarga Reyhan, akhirnya Wulan tetap dipaksa menikah dengan Reyhan.


Wulan yang tidak sudi menjadi istri kedua, menceritakan hal tersebut pada Hadi. Ia meminta Hadi untuk menikahinya dan membawanya pergi.


Awalnya Hadi menolak karena ia tidak mau menikah tanpa restu orang tua. Akan tetapi Wulan terus mendesaknya dan mengancam akan bunuh diri daripada dia harus menikah dengan Reyhan.


Setelah memikirkannya secara matang, mau tidak mau Hadi menuruti permintaan kekasihnya itu. Ia membawa lari Wulan tepat dihari pernikahannya. Dan itu membuat Reyhan geram hingga ia terus mencari tahu siapa lelaki yang berani membawa kabur calon istrinya tersebut.


Tepat dihari yang sama Wulan menikah dengan Hadi walaupun secara siri. Dengan didampingi adik kandungnya yang menjadi wali. Adik lelaki Wulan pun tidak menyukai Reyhan. Hingga ia membantu kakaknya untuk melarikan diri.


Wulan dan Hadi baru mengesahkan pernikahan mereka secara hukum negara setelah setahun Hadi mendapat pekerjaan tetap di ibukota.


Sementara Reyhan mau tidak mau akhirnya mengesahkan pernikahannya secara negara dengan Devi, karena wanita itu terus mendesaknya melalui kedua orang tua Reyhan. Devi hanya ingin kelak ketika anaknya lahir anaknya itu memiliki wali yang sah.


Tapi pernikahan mereka hambar, karena Reyhan belum bisa melupakan Wulan. Hingga ia berniat membalas dendam pada Hadi.


.

__ADS_1


.


__ADS_2