MY CEO MY HUSBAND

MY CEO MY HUSBAND
Chapter 20. Hari pertama jadi istri


__ADS_3

...****************...


Malam pertama terlewat dengan hanya mereka tertidur biasa. Mereka berdua lelah karena proses pernikahan yang panjang.


Dara membuka matanya. Dia sempat merasa terkejut karena pemandangan yang pertama kali liat adalah muka Arsen yang sedang tidur mengahadap nya. Lama menatapnya hingga, Dara hampir aja berteriak ketika tiba tiba mata Arsen terbuka.



"Morning" ucap Arsen dengan suara seraknya bangun tidur


Dara tersenyum canggung karena merasa terciduk.


"Morning" balas Dara


Dengan cepat Dara mengalihkan pandangannya. maksud mau turun dari kasur tapi tiba tiba tangannya di tarik. Badan Dara terbawa dan jatuh ke pelukkan Arsen. Bukannya melepaskan pelukkannya Arsen malah mengeratkan pelukkannya.


"Mass... " ucap Dara sambil memberontak


"Sebentar, sebentar aja" ucap Arsen yang malah memejamkan matanya


Dara yang mendengar nyan langsung berhenti memberontak. Dan malah memeluk Arsen dan membenamkan mukanya di dada Arsen.


Lamanya hampir lima belas menit, suara ponsel Arsen mengganggu. Dara membuka matanya, lalu melihat ponsel Arsen berbunyi dan bergetar di nakas meja samping tempat tidur. Arsen yang ga merasa terganggu, dia tidak menanggapinya.


Sering ponsel Arsen berhenti tapi giliran ponsel Dara yang berbunyi. Dengan berusaha Dara meraih ponselnya tanpa melepaskan pelukkan Arsen, terjadilah backhug. Dara melihat Mama lulu tertera di ponselnya.


"Hallo ma" ucap Dara pelan


"Kamu belum bangun Dara? ih gimana sih hari pertama jadi istri kenapa bangun siang?!" keluh Mama lulu


"Masih pagi juga" ucap Dara


"Pagi dari mana?! liat jam makanya! tut... " sambungan terputus


Dara melihat jam di ponselnya ternyata jam menunjukkan pukul set 11 siang, Dara membelalakan matanya.


"Mas ayo bangun udah siang!" ucap Dara langsung melepaskan pelukkan Arsen dan masuk ke dalam kamar mandi


sedangkan Arsen malah melilitkan selimut ke tubuhnya dan kembali tidur.


"MAS ARSEN!!!" teriak Dara yang buat Arsen seketika duduk


Arsen menghela nafas kasar, dia tidak suka jika di ganggu kalau lagi nyaman.


Sepanjang perjalanan kuping Dara terasa panas mendengar ocehan mama Lulu yang memberi wejangan ke Dara. Sedangkan Arsen hanya menatap kan wajah datarnya.

__ADS_1


"Kalian niatnya mau tinggal dimana?" tanya papa kamil


Arsen melihat kaca yang memantulkan papa kamil yang duduk di belakang mobil.


"Niatnya mau di rumah Bunda sekitar 3 atau 4 hari, terus pindah ke rumah Arsen" jelas Arsen, di balas anggukkan oleh papa kamil


"inget Dara nanti di rumah mertua kamu, kamu.. "


"iya mama Dara ngerti kok, jadi stop" potong Dara


Mama Lulu melotot ga suka ke Dara karena memotong perkataannya. Sedangkan Dara hanya tertawa ga merasa bersalah.


mereka mengantarkan mama Lulu dan papa Kamil ke stasiun kota. Papa Kamil menolak tawaran Arsen yang ingin mengantarnya, katanya mereka juga mau merasakan jalan jalan kaya orang pacaran. Terjadilah acara haru peluk peluk dan menangis antara Dara dan Mama Lulu.


Sudah di dalam mobil pun Dara masih menangis. Arsen hanya menjadi pendengar setia aja dan sesekali memberikan tisu keke Dara.


Sesampainya di rumah bunda Ratna Dara di sambut dengan gembira oleh keluarga Arsen. Banyak sanak saudara disana, mau ga mau Dara harus ramah tamah.


keluarga Arsen mengadakan makan malam. Arsen sudah duduk di bangku makan yang otomatis Dara yang duduk di sebelahnya. Dara yang ingin mengambil nasi untuk Arsen tapi sudah di dahului Naya. Naya yang ga tau malunya pun terlihat biasa aja.


Dara terdiam menatap sinis ke arah Naya yang ga peka. Arsen yang merasa Dara marah pun mencoba menggenggam tangan Dara, bukannya luluh Dara malah nambah emosi ketika Naya mengambil lauk buat Arsen.


"Naya harusnya kamu ngambilin buat kelan" tegor Bunda Ratna


"Kan sekalian tante" balas Naya


Naya yang menjadi perhatian di meja makan pun langsung tertunduk. Sedangkan Kelan sudah bodo amat.


Dara kesal karena Arsen bisanya diem aja ga menolak atau membelanya. Arsen seperti sapi yang di cocok idungnya kalau di depan Naya.


Selesai makan malam Dara ga bicara sama sekali sama Arsen. Bahkan Arsen nanya pun cuman di jawab SPJ ( singkat padat dan jelas).


Dara duduk di depan meja rias. Kamar Arsen yang dulunya kamar yang lelaki belum nikah tapi setelah menikah kamarnya berubah menjadi kamar lelaksi yang sudah menikah.


Seperti setiap malam Dara melakukan skincare, sedangkan Arsen duduk di kasur dengan ipad yang berada di pangkuannya. Sesekali Arsen melirik ke Dara tapi sama sekali Dara ga peka. selesai skincare Dara langsung naik ke kasur dan merebahkan diri di samping Arsen tanpa bicara ke Arsen.


Arsen merasa aneh karena biasa nya Dara ga diem kaya gini pun mencoba untuk mencairkan suasana.


"Kamu tidur?" tanya Arsen. Ga ada jawaban dari Dara


"Dara?" panggil Arsen sekali lagi, dan ga ada jawaban lagi


Arsen menaruh ipadnya dan merebahkan badannya menghadap Dara yang membelakanginya. Arsen mencoba memeluk perut Dara dari belakang. Badan Dara menegang kaget karena pelukkan Arsen.


"jangan peluk peluk" sentak Dara, bukannya ngelepasin malah ngeratin.

__ADS_1


"ihhh... " kesal Dara dan membalikkan badannya


"Kenapa Mas Arsen ga bela atau nolak?! " cecar Dara. Arsen terdiam tidak menjawab


"Kenapa diem? ga bisa jawab?! " kesal Dara


"ini udah malem, apa harus bahas sekarang?" ucap Arsen


"Iya dong! kalau ga mau bahas sekarang, jangan peluk aku! " ucap Dara lalu membelakangi Arsen kembali


Arsen menghela nafas berat. lalu bangkit duduk.


"Ok kita bahas" ucap Arsen tegas


Dara pun ikut duduk menghadap Arsen. memandang Arsen serius.


"Mas masih sayang sama mba naya?" tanya Dara


"Dara gapapa kalau emang mas masih sayang, tapi kalau emang gitu mas kenapa nikahin Dara?" ucap Dara dengan mata yang berkaca kaca


"Bukan gitu" ucap Arsen


"Dengerin saya" ucap Arsen memegang kedua bahu Dara


"Saya sama dia udah jadi masa lalu. Kamu tanya saya sayang dia apa ga? jawabannya yah engga, saya sekarang cuman sayang sama kamu Adara" ucap Arsen pertama kalinya mengutarakan perasaannya.


"Jadi jangan pernah berpikiran kaya gitu, inget itu" ucap Arsen tegas


"Tapi... " ucapan Dara terhenti karena Arsen yang memeluk nya


tangisan Dara malah kencang, Hari ini kenapa dia sensitif sekali? mungkin emang waktunya dia dapat tamu.


mereka berdua berakhir dengan tidur bersama hanya tidur tidak lebih dan saling ber pelukkan.


Sanak sodaranya Arsen memang menginap semalam di rumah. memang rutinitas setiap ada acara pasti aja menginap nya di rumah Arsen.


Suara gaduh di lantai bawah terdengar sampai ke kamar Arsen Dara. Dara merasa terganggu, dia membuka matanya dan ternyata Arsen masih tertidur. Dara pelan pelan mengalingkan tangan Arsen dan dia turun dari kasurnya.


Dara membuka pintu kamar tidurnya dan bener aja terdengar jelas banget ada keributan di lantai bawah. Dari atas Dara melongo, Dara masih mengamati apa yang terjadi dan tidak menyadari kalau kepala Arsen ikut melongo di samping muka Dara.


"Kanapa?" Tanya Arsen, Dara berjengit kaget dan menoleh ke arah Arsen. Dara hanya menggelengkan kepala tidak tahu.


prang!


tbc

__ADS_1


©nukeya, 2022


__ADS_2