MY CEO MY HUSBAND

MY CEO MY HUSBAND
Perdebatan Venus Dan Daffa


__ADS_3

"Benarkah kau sudah mulai mencintai anak Mami yang sudah sekarat dan mau mati itu, Na?" tanya Mami Karina memastikan.


"Iya, Mi. Dan aku nggak tahu kenapa hatiku sakit dan sedih saat melihatnya terbaring dan tak berdaya seperti ini." jawab Davina dengan nada suara yang terdengar sedih.


"Oh... baguslah. Sudah seharusnya begitu." sahut Karina sambil memeluk Davina.


Davina mengerjapkan matanya mencoba untuk memahami ucapan yang di katakan oleh Ibu mertuanya itu.


"Maksud Mami apa, ya?" tanya Davina, kemudian melepaskan pelukannya.


"Ehm, maksud Mami, bagus kalau kamu sudah mencintai David karena itu sudah seharusnya," ujar Karina.


Di dalam hati, David yang mendengarkan pengakuan cinta dari Davina pun bersorak gembira.


"Mami memang hebat! Rencana kita akhirnya berhasil!" Ucap David di dalam hati.


Tapi sesaat kemudian kaki dan badannya sudah mulai terasa pegal dan tidak nyaman karena harus berbaring di atas ranjang pasien dengan menggunakan selang infus di hidung yang tersambung dengan selang oksigen dan selang infus yang tertancap di tangannya.


Ya, semua yang terpasang di badan David sudah di pasang oleh para perawat sungguhan yang ada di rumah sakit itu.


Sebenarnya tadi David sudah meminta untuk tidak usah memakai peralatan medis untuk seseorang dengan keadaan yang kritis tetapi Maminya itu tetap kekeuh untuk memasangkan peralatan medis tersebut supaya lebih meyakinkan Davina.


"Kalau kamu sampai ketahuan lagi? Mami udah nggak mau tahu untuk bantuin kamu lagi?"


"Tapi Mi-"


"Kalau kamu nggak mau dengerin Mami, artinya kamu itu anak durhaka. Mau kamu jadi batu kayak Malin Kundang?"


Saat itu David hanya membalasnya dengan anggukan saja dan terpaksa menuruti keinginan Maminya itu.


***


"Ve, kita keluar yuk?" ajak Daffa.


Ia mulai jenuh saat menunggu di dalam kamar David apalagi saat ini Karina dan Davina masih berbicara.


"Ngapain juga lo ajak - ajakin gue?" tanya Venus dengan sinis.


Ia masih dendam dengan Daffa saat kejadian tadi pagi. Kali ini dendamnya bukan dendam yang biasa tapi dendam kesumat.

__ADS_1


Pokoknya ia itu mau berbaikan lagi dengan Daffa saat dendamnya itu sudah terbalaskan.


"Jadi? Gue itu sekarang harus ngajak siapa kalau bukan ngajak lo? Kan, orang luar yang ada di sini cuma kita berdua aja." jawab Daffa.


"Bodo amat! Gue gak mau keluar. Lebih baik lo aja yang keluar sendirian."


"Kamu kok tega banget sih, Ve? Kenapa gak mau temenin gue?"


"Emang lo itu siapa? Temen juga bukan, apalagi saudara juga bukan?" sahut Venus cepat.


"Nanti kalau gue jalan sendirian terus di culik sama orang bagaimana?"


"Emangnya siapa yang mau nyulik lo?"


"Ya, adalah. Mungkin aja kan, para perawat - perawat cantik yang ada di sini bisa aja kan mereka itu nyulik gue karena terpesona dengan ketampanan seorang Daffa?".


"Terus gue harus bilang Wow gitu?" ucap Venus ketus. "Mendingan lo langsung pergi aja deh Daff! Nggak usah banyak alasan. Kalau lo udah pergi gue mungkin merasa tenang dan nyaman. Tapi kalau Lo masih di deket - deket gue, gue itu takut nanti di seruduk kayak tadi pagi." lanjutnya berucap saat mengingat kejadian tadi pagi.


"Tapi kamu merasa enak, kan? Di seruduk kaya tadi pagi?" Daffa malah menggoda Venus.


"Enak gundulmu!!" Seru Venus kesal.


Sedangkan Mami Karina yang melihat dan mendengar perdebatan yang terjadi antara Venus dan Daffa hanya bisa menggelengkan kepalanya dan berucap di dalam hati, "Bisa - bisanya Daffa dan Venus saling ribut seperti itu macam kartun Tom and Jerry saja."


Terlintas di pikiran Karina untuk menyuruh Daffa dan Venus keluar siapa tahu saja mereka bisa secepatnya jadian kan. Jika mereka berdua bisa memanfaatkan waktu dengan baik. Kemudian Karina mulai berjalan ke arah Daffa dan Venus.


Sedang Venus yang sedang melihat Ibu Bosnya sedang menghampirinya, dia pun langsung menundukkan kepalanya. Ia pun merasa tidak enak karena tadi sudah membuat keributan.


"Daffa, Venus? Apa kalian bisa keluar sebentar. Bibi hanya tidak ingin perdebatan kalian akan menggangu suasana yang ada di ruangan David."


"Bisa Bibi." jawab Daffa dengan senyuman gembiranya. Ya, Daffa sangat bahagia akhirnya bisa keluar dari ruangan yang sudah membuatnya merasa tak nyaman. Karena mencium bau ruangan dari rumah sakit yang khas itu.


"Baik, Nyonya. Maafkan kami kalau tadi sudah membuat sedikit keributan." ucap Venus.


Lalu Venus dan Daffa pun melangkahkan kakinya keluar dari kamar. Mereka berdua kini sedang duduk di depan ruang rawat David.


Dan selama beberapa menit saja mereka berdua masih sama - sama terdiam. Dan tiba-tiba saja perut Venus berbunyi hingga Daffa menatap ke arah Venus dan tertawa terbahak-bahak.


"Gak ada yang lucu, Ya!" Tukas Venus sambil berdiri. Lebih baik ia langsung mencari makan dan minum daripada harus berdebat dengan Daffa.

__ADS_1


"Tunggu! Kamu mau kemana, Ve?" tanya Daffa karena melihat Venus sudah membalikkan badannya dan hendak berjalan meninggalkan dirinya.


"Aku mau ke kantin. Mau pergi makan." jawab Venus ketus.


"Kalau gitu gue ikut juga."


Venus pun memilih tidak menjawabnya, karena kalau ia menjawab sudah di pastikan Daffa pasti akan bertanya tentang hal lainnya dan itu juga semakin membuang-buang energinya.


***


"Mi, Venus pergi kemana?" tanya Davina saat menyadari jika Venus dan Daffa sudah tidak ada di dalam ruangan David.


"Mereka tadi pergi keluar, Na. Tadi Daffa bilang katanya dia merasa bosan, Na. Mungkin saja mereka lagi di kantin" jawab Mami Karina.


"Oh...."


Dan tiba-tiba saja perut Davina berbunyi karena lapar. Tadi dia memang belum sempat untuk makan siang karena harus buru - buru datang ke rumah sakit untuk melihat keadaan David.


"Ya ampun. Kamu belum makan siang, Na?" tanya Mami Karina saat mendengar suara perut dari Davina.


"Belum, Mi."


"Kalau begitu kamu susulin mereka aja ke kantin, sayang. Mami gak pengin kalau nantinya menantu kesayangan Mami ini sakit."


"Tapi David bagaimana, Mi?"


******


Hay... hay! Kalian yang sudah baca Bab ini jangan lupa kasih likenya dong untuk author.D


Kalau ada yang mau ngasih 🌷atau ☕ juga boleh kok hehehe. Seperti biasa author juga mau mengingatkan pada para reader ku. Yuk, kasih sajen votenya untuk author. Komentarnya juga jangan sampai lupa yah~


Author selalu menunggu komenan dari kalian loh😁


Makasih...


Bersambung....


Terima kasih sudah membaca. Maaf jika masih banyak typho.

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, vote dan juga hadiahnya.


__ADS_2