
Brakkk
Zidan menendang pintu ruangan tertutup itu dengan kasar. Ia berhasil masuk setelah berhasil melumpuhkan Rocky dan beberapa anak buahnya didepan. Dibantu oleh Ken dan beberapa orang suruhannya yang sudah datang.
Semua orang yang berada didalam ruangan tersebut pun langsung menoleh keasal suara. Diruangan itu hanya ada Andita, Paman Bima, Tuan Reyhan dan keempat anak buah Rocky.
"Zi-Zidan!" lirih Andita pelan dengan suara terbata-bata. Pita suaranya seakan putus setelah dicekik oleh Tuan Reyhan.
"An-dita!!!"
Jantung Zidan seakan diremas ketika melihat kondisi sang istri yang begitu memilukan. Pakaian yang basah, seluruh tubuh terikat dan wajah yang begitu pucat. Netra Zidan langsung menatap nyalang kearah Tuan Reyhan. Ia menodongkan pistolmya kearah pria itu.
"Bajingan kau Reyhan! Apa yang kau lakukan pada istriku, hah?!" Teriak Zidan dengan nafas memburu dan amarah menggebu-gebu.
Tuan Reyhan hanya tersenyum sinis tanpa menjawab apapun.
Saat Zidan hendak maju, para anak buah Rocky segera menghadang langkah Zidan. Mereka berdiri dihadapan Tuan Reyhan untuk melindunginya dan langsung menodongkan pistol mereka kearah Zidan.
Tuan Reyhan tersenyum penuh kemenangan ketika melihat kesigapan anak buah Rocky. Pria paruh baya itu dengan santainya berjalan kearah kursi yang terletak tidak begitu jauh disamping kanan Andita dan duduk disana.
"Kenapa kau tidak mengabariku lebih dulu jika kau ingin bertemu denganku Zidan? Aku merasa tidak enak hati jika kau harus menemuiku ditempat seperti ini." Dengan tidak tahu malunya Tuan Reyhan berkata seperti itu.
Ia mengeluarkan pistol dari saku jas yang ia kenakan dan mengusap pistol tersebut seolah-olah tengah mengejek Zidan.
"Simpan saja basa basimu itu tua bangka! Aku sudah tahu apa yang kau lakukan pada Ayah mertuaku! Aku sudah merekam semuanya! Aku bersumpah akan membuat perhitungan padamu!" Geram Zidan.
"Hahaha... Jadi kau juga ingin membuat perhitungan denganku?! Padahal aku sudah menganggapmu sebagai putraku meskipun kau sudah menolak perjodohanmu dengan Rachel. Tapi baiklah, tidak masalah jika kau bersikeras ingin melawanku, silahkan kau hadapi orang-orang itu lebih dulu!"
Tuan Reyhan menunjuk anak buah Rocky dengan matanya.
"Aku tidak takut! Jika kalian berani lawan aku dengan tangan kosong!" Zidan menjatuhkan senjatanya. Begitupun dengan anak buah Rocky.
Zidan mulai mengambil ancang-ancang untuk menyerang. Satu persatu mereka maju melawan Zidan.
Namun saat hampir tumbang mereka maju secara bersamaan. Hingga membuat Zidan sedikit kewalahan menghadapinya.
Tuan Reyhan yang berlagak seperti penonton tersenyum miring.
Tidak lama kemudian anak buah Rocky berhasil dikalahkan meskipun Zidan sempat mendapat beberapa pukulan diwajah dan tubuhnya.
__ADS_1
Melihat hal itu tentu membuat Tuan Reyhan menjadi ketar ketir. Ia segera menghampiri Andita dan menodongkan pistol dikepalanya.
"Zidan!" Panggil Andita yang merasa ketakutan.
Zidan yang masih terus memukul anak buah Rocky dengan tangannya langsung menoleh. Ia terkejut ketika Tuan Reyhan menodongkan pistol pada istrinya.
"Menyerah atau istrimu akan mati Zidan?!" Ucapnya.
"Bajingan kau Reyhan! Lepaskan istriku! Lawan aku jika kau memang seorang laki-laki!"
"Hahaha... Jika aku memiliki senjata ditanganku untuk apa aku bersusah payah melawanmu dengan tangan kosong?! Aku bukan lelaki bodoh seperti kau dan Ayahmu itu!"
"Brengsek! Baiklah jika itu yang kau mau!"
Zidan segera mengambil pistol yang dibuangnya tadi ketanah. Lalu mengarahkannya pada Tuan Reyhan.
"Jika kau berani menyentuh istriku, akan ku tembak kepalamu Reyhan!"
Kini kedua lelaki itu saling menatap penuh amarah dan kebencian dengan memegang senjata ditangan mereka masing-masing.
Tuan Reyhan tersenyum sinis. Sementara Andita dan Paman Bima membulatkan netranya ketika melihat Rocky yang sudah berada dibelakang Zidan dengan memegang sebilah balok ditangannya.
Mendengar teriakan Andita, Zidan memutar kepalanya kebelakang dan..
Buggh
Rocky langsung memukulkan balok tepat dikepala Zidan hingga membuat tubuh Zidan ambruk ketanah dan kepalanya mengeluarkan darah.
"Ziiidaaaaaannn!!!" Teriak Andita histeris.
******
Andita berusaha beranjak dari kursinya namun tidak bisa karena kaki dan tangannya terikat. Ia malah jatuh tersungkur ketanah sambil menangisi kondisi suaminya yang mengenaskan.
Sementara Tuan Reyhan dan Rocky tertawa terbahak-bahak melihat keadaan Zidan yang sudah tidak berdaya. Lelaki itu tidak sadarkan diri dengan posisi tengkurap dan kepalanya bersimbah darah.
Sebelum Zidan pingsan, Rocky sedari tadi terus memukulkan balok pada tubuhnya dan menendangnya secara membabi buta.
"Rasakan pembalasanku lelaki sialan! Itulah akibatnya karena kau sudah berani menembakku!" Geram Rocky.
__ADS_1
Ya, sebelum Zidan berhasil masuk, Zidan menembak Rocky dibagian bahunya lalu memukul Rocky secara bertubi-tubi.
"Kerja bagus Rocky! Apa diluar aman?!" Tanya Tuan Reyhan.
"Anak buahnya berhasil melumpuhkan beberapa anak buahku! Sekarang lebih baik kita bawa mereka pergi dari sini selagi perhatian mereka masih teralihkan dan kita cari tempat yang lebih aman!" Usul Rocky.
"Ya kau benar! Ayo cepat!"
"Tidaakk!!! Aku tidak mau pergi dari sini! Aku tidak mau meninggalkan suamiku!!!"
"Suamimu sudah mati gadis busuk! Tidak ada gunanya kau menangisi dia!" Bentak Tuan Reyhan seraya membuka ikatan ditubuh Andita untuk membawanya pergi dari sana.
"Kalian benar-benar iblis! Aku tidak menyangka kau akan bertindak sekejam ini Reyhan!" Teriak Paman Bima. Ia juga begitu syock melihat keadaan Zidan yang mengenaskan.
"Haha.. Kau baru tahu Bima?! Maka dari itu jangan pernah bermain-main denganku!"
Rocky melepaskan ikatan yang membelit tubuh Paman Bima dikursi. Sementara tangan dan kaki Paman Bima masih terikat.
Tidak lama ponsel Tuan Reyhan berbunyi. Pria paruh baya itu terlihat gusar. Awalnya dia tidak mau mengangkat karena situasinya saat ini sedang sangat genting. Karena mereka harus segera pergi dari tempat itu. Sebelum ada yang menangkapnya.
Namun karena panggilan itu terus berdering mau tidak mau Tuan Reyhan merogoh ponsel disaku jasnya. Ia melihat nama sang putra, Dirga terpampang disana.
"Ada perlu apa anak itu menghubungiku disituasi seperti ini?! Mengganggu saja!"
Tuan Reyhan pun mengangkatnya.
"Dirga kau bisa menghubungiku satu jam lagi! Saat ini aku sedang sangat sibuk!" Ucap Tuan Reyhan. Lelaki itu baru saja akan mematikan ponselnya namun ia malah mendengar teriakan Dirga diseberang sana.
"AYAH TOLONG AKUU!!! MEREKA AKAN MEMBUNUHKU!!!"
.
.
Bersambung...
Gaess besok kyknya Author mulai sibuk sama kerjaan lain. Persiapan mau bulan puasa hihi..
Jadi mohon maaf kl updatenya agak lambreta yahh alias lama🙏😭
__ADS_1