
...****************...
Dara memegang dada nya mengamankan jantungnya agar tidak loncat dari tempatnya. Dara duduk di pinggiran kasur Arsen sedangkan Arsen sudah memejamkan matanya. Tidak lama Arsen sudah tenggelam di alam mimpinya.
Dara memerhatikan wajah Arsen yang terlelap.
"ganteng banget kalau lagi tidur gini" gumam Dara pelan
"tapi kalau lagi marah nyebelinnya minta ampun" ucap Dara lagi dengan gaya ingin menyentil jidat Arsen tapi tidak kena karena tidak berani
"tidur ya?" tanya bunda yang membuka pintu kamar Arsen tiba tiba
Dara menoleh ke arah bunda Ratna dengan senyum yang manis.
"iya bund" jawab Dara
Dara keluar kamar Arsen bebarengan dengan Bunda Ratna.
"Mungkin Dara ngambil langsung aja file nya di ruang kerja Pak Arsen" ijin Dara
"oh iya ambil aja, anggep rumah sendiri" ucap Bunda Ratna
Kira Dara Bunda Ratna tidak mengikutinya, tetapi ternyata Bunda Ratna mengikuti Dara ke ruang kerja Arsen.
"Kira kira kapan ra?" tanya Bunda Ratna ambigu
"apanya apa bund? " tanya Dara sambil mengecek map yang sudah berjejer rapih di meja kerja Arsen
"Kapan nikah? Bunda ga sabar pengen punya mantu lagi, liat deh rumah ini sepi kan?" keluh Bunda Ratna
Dara memandang Bunda Ratna yang memasang muka melasnya. Dara hanya membalas dengan senyuman saja, Dara bingung harus balas apa.
"emang para mba kemana bund?" tanya Dara dengan map yang sudah ada di pelukkannya
"Ga tau deh pada kemana, makanya Bunda kesepian ini" ucap Bunda Ratna pantang menyerah
"Kayanya Dara harus balik lagi ke kantor bund, udah di tunggu soalnya" ucap Dara mengalihkan pembicaraan
Bunda Ratna cemberut tidak suka, dia ingin Dara terus di rumahnya. Tapi mau gimana lagi Dara ga bisa berlama lama karena kantor membutuhkan dia.
Sesampainya di kantor benar saja Dara sudah di tunggu oleh Robi.
"ini pak" ucap Dara sambil menyerahkan filenya
"Gimana sama Arsen? udah sehatan?" tanya Robi
"Tadi sih udah minum obat pak, terus tidur deh" ucap Dara dan duduk di bangkunya
"syukurlah, dia ga masuk sehari bikin gua kalang kabut. Gua duluan ya ra, ada meeting nih" ucap Robi pamit
Dara menganggukkan kepalanya. Setelah Robi pergi Dara sibuk lagi dengan pekerjaannya. selama ini Arsen ga pernah absen jadinya sekalinya absen para sekretaris ini kalang kabutnya minta ampun, dan banyak yang harus di pending.
Tidak kerasa jam sudah menunjukkan pukul 6 sore. Sedari tadi Dara sibuk di depan komputer nya bahkan dia makan siang pun masih dengan mata yang tertuju ke komputer.
__ADS_1
selagi pokus mata ke layar komputer sebuah paperbag mendarat di mejanya. Dara mendongakkan kepala, Dara membelalakan matanya kaget karena di depannya Arsen berdiri dengan pakaian santainya.
"bapak kesini?" tanya Dara langsung berdiri dari duduknya
"memang salah?" tanya balik Arsen dengan muka songongnya
"Pak Arsen kan sakit, harus nya di rumah aja" kesal Dara
Dara memutari mejanya dan benar benar berdiri di depan Arsen. Tangan Dara menjulur ke depan ke kening Arsen.
"alhamdulillah udah ga demam" ucap Dara pelan
"kalau saya demam saya ga mungkin kesini" sindir Arsen
"Kali aja bapak nekat" ucap Dara polos
Ketika Arsen mau membalas perkataan Dara, telepon di meja kerja Dara berbunyi. Dara mengangkatnya.
"oh oke deh, nanti saya ke bawah" ucap Dara lalu menutup teleponnya
Arsen menunggu penjelasan dari Dara. Dia ingin tahu siapa yang meneleponnya.
"Saya ijin ke bawah sebentar" ucap Dara tanpa menunggu persetujuan Arsen Dara sudah melesat ke dalam lift
...****************...
Sudah harusnya pulang, Dara bersiap siap untuk pulang. Keberadaan Arsen? Dara ga tau, sesampainya dia dari ambil paket Dara udah ga liat Arsen lagi bahkan di ruangan pria itu pun ga ada. Dara pikir Arsen sudah pulang, dengan santai Dara memasukan barangnya ke dalam tas. Dara memasuki lift dengan sesekali bersenandung.
Dara mengutak ngatik ponselnya, dia akan pulang naik ojek online. Karena hari ini kerasa banget capenya Dara ga sanggup untuk pulang jalan kaki.
Tin..
tin...
tin...
Dara yang merasa kebisingan dengan suara kelason mobil pun mengalihkan pandangannya ke depan. Di depan sana mobil Arsen terparkir dengan kaca mobil terbuka. bisa terlihat jelas Arsen memandang tajam ke arah Dara.
Dengan malas Dara menghampiri mobil Arsen. Dia membungkukkan sedikit badannya mensejajarkan kaca mobil.
"Saya kira Bapak sudah pulang" ucap Dara
"Masuk" perintah Arsen
"Ga usah pak, saya sudah pesan ojek online" tolak Dara sambil menunjukkan ponselnya
Arsen memberikan tatapan jengahnya. Dia turun dari mobil lalu memutari mobilnya dan membukakan pintu penumpang mobilnya. Dara membelalakan kaget, gimana ga kaget? Arsen melakukannya di depan perusahaan dan banyak karyawan yang melihat kejadian ini.
Dara merasa ga enak kalau menolak lagi, akhirnya terpaksa Dara pun masuk ke dalam mobil. Banyak pasang mata dan cibiran dari beberapa karyawan yang memang tidak suka Dara.
Menurut meraka Dara itu sombong karena dia termasuk tangan kanan Arsen yang merupakan pimpinan perusahaan. Padahal bukan sombong, tapi karena mereka belum kenal Dara aja.
"lain kali bapak jangan gitu ya" ucap Dara
__ADS_1
Arsen menoleh ke arah Dara dan kembali lagi fokus ke depan jalan.
"Saya takut malah banyak gosip" ucap Dara lagi
"Mungkin nama bapak nanti jelek di perusahaan" jelas Dara lagi
Arsen masih diam saja mendengar keluh kesah Dara.
"Kita harus jaga batasan" ucap Dara lagi
Dara memerhatikan wajah Arsen yang terlihat tidak suka dengan penjelasan Dara.
"Saya rasa yang tidak di luar batas" ucap Arsen
"Tapi... "
" jangan bilang, kamu suka sama saya? " potong Arsen dengan percaya diri
"Hah?!" kaget Dara
"Jangan menyukai saya, karena saya tidak akan berpacaran dengan karyawan sendiri" ucap Arsen
Dara yang mendengarnya dongkol. Dia jujur dia sepertinya suka sama Arsen tapi denger Arsen ngomong gitu kaya aja di tolak secara halus kan?
"Saya Tau bapak kan emang belum move on" ucap gua
ciittt....
Arsen menginjak Rem dadakan. kalau saja Dara ga pakai seatbelt mungkin kepalanya udah terantuk kena dasbor mobil.
"BAPAK GILA!" pekik gua
"KAMU YANG GILA! tadi apa kamu bilang? " sentak Arsen
Dara menciut takut. posisinya sekarang Arsen begitu dengannya, mata Arsen terlihat tidak suka dengan omongan Dara.
Dara tidak menjawab. bukannya menjauh Arsen malah mendekati mukannya ke muka Dara. muka mereka begitu dekat walaupun Dara sudah mundur.
"bapak jangan deket deket" cicit Dara yang tidak di dengar Arsen
"Saya tidak suka kamu membahas itu" ucap Arsen penuh penekanan
"Paham Dara?" ucap Arsen
Dara langsung menganggukkan kepala tanda setuju. Arsen kembali ke posisi semula, sedangkan Dara mengatur nafas dan jantung nya yang berdebar begitu keras.
Arsen kembali menjalan kan mobilnya seperti tidak terjadi apa apa.
ini gila, bos nya gila! seharian ini udah berapa kali dia bikin Dara senam jantung seperti ini!!
TBC
©nukeya, 2022
__ADS_1