MY CEO MY HUSBAND

MY CEO MY HUSBAND
Chapter 18. Hari terakhir


__ADS_3

...****************...


Hari ini adalah hari terakhir Dara menjadi sekretaris Arsen. Selama seminggu ini Dara mengajari penggantinya, walaupun penggantinya ini lelaki tapi hatinya hello kitty di bentak dikit sama Arsen langsung menciut.


"Jadi kalau udah selesai gini kamu langsung kasi ke pak Arsen biar di acc, ok?" jelas Dara


"Baik bu" ucap Tio pengganti Dara


"Oke kalau gitu berarti udah paham yah?" tanya Dara sekali lagi, Tio menganggukan kepala tanda sudah paham


Arsen keluar dari ruangannya. Dia bersabar di ambang pintu dan memandang ke arah Dara yang belum sadar kehadirannya.


"Siang pak, ada perlu apa?" ucap Tio yang pertama menyadari Keberadaan Arsen


Dara menoleh ke arah Arsen. Arsen memberi kasih tanda untuk Dara ikuti dia masuk ke dalam ruangannya. Dara yang peka, Dara pun ikut memasuki ruangan Arsen.


Tio mengelus dada nya lega, Robi yang melihat itu menahan ketawa. Menurut Robi Tio itu penakut padahal Arsen diam aja si Tio udah ketar ketir, Robi bingung harus kasian apa ketawa.


Dara melihat Arsen meletakan sebuah paper bag yang berlogo apel ke gigit di mejanya.


"bapak beli HP baru?" tanya Dara polos. Mendengar panggilan Dara Arsen mencebik tidak suka, Dara itu cuman bisa manggil 'mas' ke Arsen kalau lagi di luar kantor.


"Buka" perintah Arsen, Dara mengangkat alis sebelah nya bingung


"Kenapa harus saya?" tanya Dara lagi


Arsen menatap dingin ke arah Dara. Dara yang mengerti akhirnya dara membuka bingkisan itu, dan ternyata benar HP berlogo apel ke gigit berwarna ungu.


Dara melihat ke arah Arsen, Arsen hanya memandang balik ke arah Dara.


"Buat aku?" Tanya Dara dengan menggunakan aku bukan Saya. Arsen menganggukan kepala tanda iya.


Dara langsung membongkar dan bener aja HP bermerek Apple itu ada di tangannya.



"Kok ungu? aku ga suka ungu" ucap Dara polos lalu tertawa


"Hehe bercanda, suka banget" ucap Dara sambil memeluk hpnya


Arsen Niatnya mau marah tapi melihat Dara yang tertawa malah tidak jadi marah dan luluh.


"Tapi ini terlalu mahal, lain kali jangan beliin kaya gini lagi ya pak" ucap Dara

__ADS_1


Arsen menarik Dara kepelukkannya, Dara terkejut ingin di lepas pelukkan nya itu tapi Arsen menahannya.


"Pak, ini kantor" ucap Dara masih memberontak


"Ini kantor saya" balas Arsen dengan songongnya


Dara tertawa di pelukkan Arsen sedangkan Arsen hanya tersenyum dengan sesekali mencium puncak kepala Dara, yah mereka sudah seberani itu skinshipnya.


Memang Dara mengambil jarak berhenti kerja nya seminggu sebelum hari H, untuk bisa mempersiapkan apa yang harus di siapkan. Buktinya sekarang dia bersama Mama Lulu pergi ke SPA buat perawatan sebelum menikah.


"seumur umur baru aku di spa gini" keluh Dara


"ya kamu punya uang tapi waktu ga ada, percuma aja kan" ucap Mama Lulu


iya juga sih, dulu Dara memang ga bisa me time karena pekerjaan yang ga bisa di tinggalkan.


"ga nyangka yah udah mau nikah aja kamu teh" ucap Mama Lulu yang matanya sudah mulai berkaca


"aku kan udah besar ma" ucap Dara


"bagi mama kamu mah masih kecil" ucap Mama Lulu


Dara yang melihat Mama Lulu yang siap menumpahkan air matanya ikut terharu juga. Dara memegang tangan Mama Lulu.


Untung di ruangan ini cuman ada mereka berdua jadi bisa nangis semaunya tanpa takut malu.


...********...


Mba lana dan Mba Ayu menelepon Dara untuk janjian mau shopping. Mereka bertemu tanpa sepengetahuan Arsen. Arsen sibuk dengan kerjaannya, bahkan Dara jarang berchat ria bersama Arsen karena Arsen yang seperti nya tidak memiliki waktu.


"hari ini kita bakal bikin Arsen bangkrut" ucap Mba lana semangat


"Mas Arsen udah keluar uang banyak mba buat pernikahan kami" jelas Dara ga enak


"Tenang Dara, mau udah banyak sekali pun uang Arsen ga akan abis percaya sama mba" ucap Mba Ayu dan di anggukin oleh mba Lana


"hmm kalau gitu.... Dengan senang hati kita shopping!!" ucap semangat Dara


"Lets goooo!!! " sahut Mba lana dan Mba Ayu


Mereka benar benar melakukan menguras uang Arsen. Dari toko satu ke toko satu lainnya Dara dan para mba berbelanja, Tapi namanya Dara dia tetapi tidak seboros itu buktinya tengtengan dia cuman satu beda dengan Lana dan Ayu.


"Ayok Ra, kamu mau beli apa lagi nih?" tanya Lana

__ADS_1


"ini aja udah cukup" ucap Dara mengacungkan paper bag satu yang berada di tangannya


"Cuman satu? ga kurang? " tanya Lana


"Puasin sekarang Ra sebelum nikah, apalagi kalau udah punya anak. belanja kaya gini pasti susah" jelas Ayu dan di anggukin oleh Lana


"Gitu yah mba? tapi uangnya Arsen... " ucapan Dara terhenti karena rangkulan dari Lana


"Tenang ade ipar kuh... mau kamu borong satu toko aja Arsen ga akan bangkrut iya kan mba Ay?" ucap Lana


"iya, kamu sebagai sekretaris pasti tau kekayaan Arsen segimana dong hahaha" ucap Ayu


Mereka serempak tertawa. Arsen di kantor merasakan kupingnya panas seperti ada yang membicarakannya di belakang.


Dan mereka melanjutkan kembali berbelanja kali ini paper bag Dara bertambah. Hari itu mereka benar benar puas buat menyenangkan hati dengan berbelanja.


"Gimana belanjanya?" tanya Arsen di sebrang sana


Arsen menelepon Dara ketika Dara baru aja selesai bersih bersih dan rebahan di kasurnya.


"Seneng" ucap Dara


"Kok kamu bisa tau aku belanja?" tanya Dara kali ini Dara sudah mulai berbicara dengan informal selayaknya pasangan, tapi tidak dengan Arsen. Arsen masih baku katanya dia tidak terbiasa.


"Saya dapat laporannya" jelas Arsen


"Hehehe" Dara terkekeh


"Saya senang" ucap Arsen


"Senang kenapa?" Dara bingung


"Dengan kaya gitu secara tidak langsung saya sudah membahagiakan kamu" ucap Arsen yang cukup membuat Dara terharu dan meleleh


"Makasih" ucap Dara


Dara beruntung mendapatkan Arsen. Dia tidak menyangka kalau dia yang akan menjadi pendamping Arsen. Pernikahan yang Dara impikan akan segera menjadi kenyataan, Dara harap semuanya lancar hingga Hari H.


tinggal menghitung hari lagi ke Hari H Mama lulu sudah sibuk menyiapkan sana sini. Bahkan dekor sudah sedikit banyak sudah mulai di lakukan. Papa Kamil pun juga membantu melakukan persiapan pernikahan. Sanak saudara sudah menginap di rumah dara.


Dara memang mengadakan pernikahan ballroom hotel bintang lima. Arsen yang memesan ballroom hotel beserta dengan kamar sekitar 2 lantai semua kamar di pesan oleh Arsen. Di lantai pertama keluarga Arsen sedangkan di atasnya keluarga Dara. Semua sewa hotel dan kamar uangnya dari uang pribadi Arsen, bahkan papa Kamil sempat terharu karena keluarga Dara benar benar ga mengeluarkan uang sama sekali semua nya Arsen. Arsen bilang dia tidak mau membebankan orang tua Dara, dan bener Dara juga terharu dengan sikap dan tindakan Arsen.


tbc

__ADS_1


©nukeya, 2022


__ADS_2