MY CEO MY HUSBAND

MY CEO MY HUSBAND
Kedatangan Zoya


__ADS_3

Mendengar kabar jika Zidan mengalami koma, Zoya segera bertandang kerumah sakit tempat Zidan dirawat.


Awalnya designer cantik itu sama sekali tidak tahu menahu tentang musibah yang menimpa Zidan.


Ia baru mengetahui kabar tersebut setelah melihat tayangan di salah satu stasiun televisi yang mengabarkan tentang penangkapan seorang pengusaha properti ternama yaitu Tuan Reyhan Utomo yang menculik menantu dari pengusaha Tuan Wildan Wijaya.


Berita itu cukup heboh dan mengejutkan dikalangan pengusaha.


Pasalnya ketika berita itu mencuat kepermukaan perusahaan Tuan Reyhan langsung mengalami krisis yang cukup parah hingga perusahaannya terancam pailit.


Namun bukan berita tentang Tuan Reyhan yang membuat Zoya tertarik. Melainkan berita tentang Zidan.


Zoya begitu syock ketika mendengar kabar bahwa Zidan mengalami pukulan keras dibagian kepala yang dilakukan oleh salah satu penjahat saat akan menyelamatkan istrinya hingga menyebabkan lelaki itu mengalami pendarahan hebat dan koma.


Untuk memastikan kabar tersebut, Zoya menghubungi Nyonya Liyana. Dan Nyonya Liyana membenarkan kejadian yang dialami putra dan menantunya beberapa hari lalu itu.


Zoya pun tidak membuang waktu. Ia segera pergi kerumah sakit. Padahal jadwal pekerjaannya saat ini begitu padat karena minggu ini dia akan meluncurkan salah satu gaun yang telah dirancangnya selama berbulan-bulan untuk acara fashion show di Singapura.


Begitu sampai di ruang perawatan Zidan, Zoya langsung berlari kearah lelaki yang tengah terbaring lemah diatas brankar itu. Kebetulan saat Zoya masuk diruangan itu tidak ada siapapun.


Ia memeluk tubuh Zidan dan langsung menangis tergugu diatas dadanya.


"Zidan sebenarnya apa yang terjadi padamu? Kenapa keadaanmu jadi seperti ini?! Bangunlah Zidan. Ini aku Zoya!"


Sebelum Zoya menjalin hubungan dengan Andrew, Zoya dan Zidan memang sangat dekat. Bahkan Zidan selalu ada disaat Zoya membutuhkannya.


Oleh sebab itu Zoya merasa tidak canggung jika hanya sekedar memeluk lelaki itu. Tanpa Zoya ketahui jika sebenarnya dulu Zidan memiliki perasaan terhadapnya.


Disaat bersamaan Andita masuk kedalam ruangan tersebut. Andita yang baru saja menemui Stella diruangannya nampak terkejut ketika melihat seorang wanita berada diruang rawat suaminya dan kini tengah memeluk tubuh suaminya itu.


Bukan hanya memeluk, wanita itu bahkan mencium kening Zidan yang dibalut perban.

__ADS_1


"Si-siapa kau?!" Sentak Andita seraya melangkahkan kakinya kearah brankar.


Zoya yang juga terkejut mendengar suara dibelakangnya segera membalikkan tubuhnya.


"Andita."


"Zoya?!"


Kedua wanita itu saling bersitatap. Mereka berdua sama-sama terkejut. Netra Andita kini beralih pada tangan Zoya yang tengah menggenggam tangan Zidan.


Zoya yang menyadari tatapan Andita segera melepaskan tangan Zidan darinya lalu menghapus airmatanya.


"Maafkan aku Andita. Aku harap kau tidak salah paham. Maksud kedatanganku kemari aku ingin menjenguk Zidan." Ucap Zoya cepat. Ia takut Andita akan marah.


Andita mencoba tersenyum meskipun sebenarnya ia masih tidak menyangka jika Zoya seberani itu memeluk dan mencium Zidan disaat dirinya tidak ada.


"Terimakasih Zoya!" Hanya itu yang bisa Andita ucapkan.


Melihat tindakan Andita, membuat Zoya merasakan desiran aneh dihatinya.


Tiba-tiba ada perasaan tidak rela ketika melihat Zidan mendapat perhatian dari wanita lain. Padahal jelas-jelas Zoya tahu jika Andita adalah istri Zidan.


"Apa yang sebenarnya terjadi Andita? Kenapa kalian bisa mengalami hal semengerikan ini?" Tanya Zoya yang mencoba menghilangkan kecanggungan diantara mereka.


Andita menatap Zoya lalu mengajaknya berbicara diluar.


******


Kini Andita dan Zoya tengah duduk dikursi ruang tunggu, didepan kamar Zidan.


Seketika netra Zoya membola saat Andita menceritakan semua hal yang baru saja menimpanya bersama Zidan.

__ADS_1


Tadinya Andita tidak ingin menceritakan hal itu pada siapapun.


Namun berhubung Zoya adalah sahabat suaminya akhirnya iapun bercerita.


"Aku tidak menyangka jika Tuan Reyhan sejahat itu pada Ayahmu, Andita."


Andita tersenyum kecut.


"Ya, aku pun sama sekali tidak menyangka jika ada orang sejahat dan selicik Tuan Reyhan. Tapi semuanya sudah terjadi. Mereka juga sudah mendapat hukumannya. Yang aku harapkan sekarang adalah Zidan segera sadar dari komanya."


Zoya mengamini perkataan Andita.


"Sepertinya Zidan sangat mencintaimu Andita. Itu terbukti dari usahanya yang ingin menyelamatkanmu dari para penjahat itu."


Andita tersenyum namun senyuman itu menyiratkan luka.


"Ya, dia memang sangat mencintaiku. Aku beruntung memilikinya. Dan aku baru menyadari itu sekarang."


"Kenapa? Apa sebelumnya kau tidak mencintai Zidan?"


"Aku hanya gadis dari kalangan biasa Zoya. Aku tidak seberani itu untuk mencintai seorang Zidan. Tapi karena dia terus meyakinkanku dengan usahanya, maka aku memberanikan diri untuk mencintainya."


Zoya termangu mendengar penuturan Andita. Selama dia mengenal Zidan, yang Zoya tahu Zidan adalah tipikal pria yang sulit menjalin hubungan dengan wanita lain selain dengan dirinya. Walaupun hubungan mereka hanya sebatas pertemanan.


Zoya tersenyum getir. Ternyata dirinya belum cukup mengenal Zidan dengan baik. Meskipun selama ini Zidan selalu ada untuknya.


Kenapa tiba-tiba aku jadi memikirkan Zidan?


.


.

__ADS_1


__ADS_2