
"Will you marry me?"
Zidan berlutut dihadapan Andita seraya menyodorkan kotak kecil yang berisikan sebuah cincin bertahtakan batu berlian.
Andita terpaku melihat apa yang dilakukan oleh Zidan. Tubuhnya membeku ditempat. Manik mata cokelatnya bertubrukan dengan manik mata emerald milik Zidan.
Sejurus kemudian Andita mulai tersadar. Netranya mulai berkeliling melihat keadaan sekitar. Semua orang menatap kearah mereka dengan tatapan yang beragam.
Kenapa Tuan Zidan harus berlutut seperti ini?! Aktingnya sungguh berlebihan!
Beberapa tamu undangan yang tidak mengenal Andita, begitu berharap gadis itu menerima Zidan.
Namun tidak dengan beberapa orang yang membencinya. Termasuk Rachel dan Nyonya Reyhan. Mereka begitu syock melihat Zidan berlutut dihadapan Andita.
"Apa ini Bu?! Kenapa Zidan berlutut dan mengajak gadis itu menikah?! Kenapa bukan aku Bu?!" Dada Rachel begitu sesak melihatnya.
"Ibu juga tidak mengerti ini Rachel! Ini diluar dugaan Ibu! Bagaimana bisa Zidan mengajak gadis rendahan untuk menikah dengannya?!" Nyonya Reyhan menyorot Andita dan Zidan dengan tatapan tidak percaya.
Tidak hanya Rachel dan Ibunya, Dirga dan Lusy beserta Tuan Reyhan pun juga terlihat sangat syock.
"Bagaimana bisa Tuan Zidan berlutut dihadapan Andita dan mengajaknya menikah?! Bukankah dia sudah dijodohkan dengan Kak Rachel?!" Gumam Dirga.
Tuan Zidan mengajak Andita menikah?! Sejak kapan mereka memiliki hubungan? ~Ferdy
Disaat semua orang sibuk dengan pikiran masing-masing, Zidan masih setia berlutut dihadapan Andita.
"Andita? Will you marry me?" Sekali lagi Zidan bertanya membuat Andita terkesiap.
Beberapa tamu bersorak sorai agar Andita menerima Zidan.
"Ayoo, Andita! Terima Zidan!" Terdengar teriakan Nyonya Liyana yang memprovokasi.
Betapa terkejutnya Tuan Wildan mendengar teriakan istrinya yang meminta Andita menerima Zidan.
Begitupun dengan keluarga Tuan Reyhan. Mereka tidak menyangka Nyonya Liyana mendukung hubungan Zidan dan Andita. Sungguh mereka merasa terhina sekali.
__ADS_1
Andita menarik nafas dalam-dalam. Kini netranya melihat kearah Rachel dan Nyonya Reyhan.
Kalian sudah tahu kan siapa pemenangnya!
Tidak lama Andita pun menjawab tawaran Zidan.
"Yes, I will!"
Mendengar jawaban Andita, semua tamu undangan yang hadir pun bertepuk tangan meriah. Tidak bisa digambarkan betapa bahagianya perasaan Zidan saat ini. Meskipun Andita menerimanya karena sebuah surat perjanjian, itu saja lebih dari cukup untuk memilikinya.
Zidan langsung menyematkan cincin yang dipesan khusus untuk Andita dijari manis tangan kanannya. Kemudian lelaki itu mengecup punggung tangan Andita dengan penuh rasa kasih sayang.
Para tamu kembali dibuat heboh dengan adegan tersebut. Disusul dengan tepuk tangan yang tiada hentinya.
Zidan lalu membawa Andita ketengah pesta. Ia memberi isyarat pada Ken. Ken yang paham segera memberi intruksi pada panitia acara untuk memutar musik romantis. Dan sekarang dua insan itupun mulai berdansa.
Rachel yang sudah tidak bisa membendung kekesalannya memilih untuk pergi dari pesta itu. Begitupun dengan semua keluarganya. Mereka tidak sudi melihat kebahagiaan Andita.
Tak terkecuali Tuan Wildan. Sedari tadi lelaki paruh baya itu menahan geram karena tindakan putranya.
Ditambah lagi sang istri yang mendukung hubungan mereka. Tuan Wildan merasa terkhianati dan memilih untuk masuk kedalam meninggalkan pesta yang masih berlangsung.
Lagu romantis milik penyanyi cantik terkenal Christina Perri yang berjudul A Thousand Years mengalun begitu indah.
Satu tangan Zidan memegang pinggang Andita, satu tangannya lagi bertautan dengan tangan lain gadis itu.
Perlahan Zidan dan Andita menggerakkan kakinya melangkah kesana kemari mengikuti alunan lagu. Kedua insan itupun hanyut dalam suasana yang begitu syahdu.
Beberapa tamu undangan yang hadir secara berpasangan pun ikut bergabung memeriahkan acara dansa itu. Kini pesta ulang tahun Zidan dimeriahkan dengan pesta dansa.
Heart beats fast
Colors and promises
How to be brave
__ADS_1
How can I love when I'm afraid to fall
But watching you stand alone
All of my doubt, suddenly goes away somehow
One step closer
I have died everyday, waiting for you
Darling, don't be afraid, I have loved you for a thousand years
I'll love you for a thousand more
Mungkin penggalan lirik lagu romantis yang sedang terputar ditengah pesta itu adalah gambaran perasaan Zidan pada Andita. Namun sayang Andita belum menyadarinya.
Andita hanya menganggap bahwa dirinya adalah gadis penebus hutang. Tidak mungkin seorang Tuan Zidan memiliki perasaan lebih pada gadis biasa seperti dirinya.
Zidan menempelkan keningnya pada kening Andita. Mata mereka saling bersitatap. Hindung mancung Zidan nyaris menyentuh hidung Andita. Harum nafasnya menyapu seluruh permukaan kulit wajah gadis itu.
Posisi mereka kini begitu intim. Andita bisa merasakan hangatnya nafas Zidan. Untuk sesaat dia benar-benar merasakan sesuatu yang berbeda. Ini bukan hanya sekedar akting.
Andita merasa Zidan memperlakukannya selayaknya seorang kekasih sungguhan.
Namun dengan segera Andita menepis perasaan itu. Ia tidak boleh jatuh cinta pada Zidan. Dirinya tidak boleh serakah. Baginya Zidan sudah seperti malaikat penolong untuk dirinya dan keluarganya.
Tujuan Andita mau melakukan ini karena balas budi. Alasan lainnya adalah untuk membalas Dirga dan keluarganya.
Malam kian larut. Satu persatu tamu undangan sudah meninggalkan pesta. Kini tiba saatnya juga untuk Andita pulang kerumah. Lalu dimana Ferdy?
Lelaki itu langsung meninggalkan pesta ketika Andita tengah berdansa dengan Zidan. Ah, sudah bisa dibayangkan mungkin saat ini perasaan lelaki itu tengah hancur berkeping-keping.
Ya, meskipun Andita sudah menolaknya, tetap saja mengubur perasaan yang bersemi kembali itu sangat sulit.
Ferdy masih tidak percaya bahwa Andita, gadis yang disukainya selama bertahun-tahun, malam ini menerima tawaran Zidan yang tak lain adalah atasan mereka, untuk menjadi calon istrinya.
__ADS_1
.
.