MY CEO MY HUSBAND

MY CEO MY HUSBAND
Chapter 23. My CEO My Husband


__ADS_3

...****************...


Dara melihat Arsen yang mondar mandir dengan telepon yang berada di telinganya. Tidak lama kemudian Robi datang dengan tergopoh gopoh, tangan yang penuh dengan file.


"Sumpah gua ga kuat kalau gini terus" ucap Robi yang terdengar oleh Dara


Dara sedang menyiapkan sarapan di dapur bersama Bi ijah. Seperti nya ada masalah di kantor karena beberapa hari ini Arsen terlihat selalu letih kalau pulang kerja.


Dara melihat Bi ijah sepertinya menyiapkan minum untuk Robi dan Arsen.


"Biar Dara aja bi" ucap Dara mengambil alih nampan yang berisikan air teh


"Tapi non... " cegah bi ijah


"Gapapa kok" ucap Dara menenangkan Bi ijah


Dara membawa nampan itu mendekati Robi dan Arsen sepertinya sedang berdebat.


"Ga bisa dong, kalau gua sendiri ga ke handle" protes Robi


"Gua ga bisa kerja sama yang lain" Tolak Arsen


"Lu kemarin sama Tio bisa Sen" debat Robi


"Karena terpaksa" ucap Arsen


"berarti bisa dong kalau terpaksa" ucap Robi ga mau kalah


"Gua ga mau. " ucap Arsen penuh dengan penekanan


Mereka belum ada yang sadar kalau dari tadi Dara ada di antara mereka. Robi menghela nafas kasar, frustasi dengan sikap keras kepala Arsen. Hingga tatapan Robi jatuh ke Dara yang masih berdiri diam. Tiba tiba sebuah ide terlintas.


"Kalau gitu suruh Dara jadi sekretaris lu lagi" ucap Robi dengan senyum jahilnya


"Gila lu!" sentak Arsen


"Aku mau kerja lagi" ucap Dara polos


"Engga, gua ga setuju. Rob lu kalau kasih saran kira kira dong" protes Arsen yang emosi juga


"Lah? kan dulu aja Dara jadi sekretaris lu Sen, berarti bisa dong? sementara aja lah Sen sumpah gua bisa tumbang kalau gini terus" ucap Robi menjual kesedihan


"Emang Tio kemana?" tanya Dara


"Resign dia, Gara gara suami lu tuh" jawab Robi


Dara meringis paham, Dia paham sekali gimana Arsen terhadap bawahannya.


"Yaudah sementara Dara aja, Dara juga bosen di rumah doang" ucap Dara senang


"Tuh istri lu aja seneng" ucap Robi


"ga bisa, kamu tau kan saya ga suka kalau kamu kerja" ucap Arsen menatap ke arah Dara


"Sementara doang mas, nanti kalau emang ada pengganti nya lagi gpp aku berhenti deh" ucap Dara, tetapi Arsen masih aja diam


"Kalau aku jadi Sekretaris kamu kita tiap hari ketemu loh mas, jadi kan kamu bisa liat aku tiap hari" ucap Dara dengan wajah genitnya ke arah Arsen


Arsen memejamkan mata, dia ga bisa menolak Dara kalau Dara udah mulai memohon kaya gini.


"Sampai ada yang baru?" ucap Arsen sontak buat Dara dan Robi tersenyum bahagia

__ADS_1


"Iya janji" ucap Dara semangat


"Oke" putus Arsen


...****************...



Dara melihat penampilan nya sendiri di kaca, Dia merasa puas. Terasa sudah lama Dara tidak mengenakan pakaian kantornya.


"Apa yang kamu pake?" tanya Arsen ketika melihat penampilan Dara


"baju lah" jawab Dara enteng sambil merapikan barang yang akan di bawa


"Ganti" ucap Arsen tegas, Dara menoleh ke arah Arsen


"apa sih mas?" ucap Dara mulai kesal karena Arsen mulai tidak jelas


Arsen berjalan ke wardrobe dan mengambil satu setel pakaian yang menurut dia tertutup. Saat kembali lagi ke kamar Arsen sudah melihat Dara tidak ada di tempat.


Arsen menghela nafas kasar lalu melemparkan setelan itu ngasal. Dara sudah duduk manis di dalam mobil. Arsen menatap sinis ke arah Dara, dan duduk di samping Dara.


"Biasa aja dong liatinnya" ucap Dara tanpa dosa


Pak Jul yang di memudinya hanya bisa terdiam. Dara risih di tatap terus sama Arsen.


"Mas kenapa sih ih?" kesal Dara


"Mulai besok, baju kaya gini harus di musnahkan" ucap Arsen dan pandangannya kembali ke depan


"Kenapa emang? Jelek ya? " tanya Dara


"Terlalu terbuka" ucap Arsen, Dara tercengang kaget. Dara melihat pakaiannya, menurut dia pakaiannya ga terlalu terbuka. Ini pakaian yang biasa dia pakai waktu masih jadi sekretaris nya tapi Arsen ga pernah protes.


"Welcome back Dara"ucap Robi sambil salaman dengan Dara


" Terima kasih pak Arsen" ucap Dara tersenyum manis


bruk!!


Arsen menutup pintu ruangannya kaya di banting. Dara hanya bisa menggeleng geleng kan kepalanya.


"Kenapa lagi tuh?" Tanya Robi bingung


"Biasa ngambek, karena katanya pakaian yang aku pake terlalu buka katanya" jelas Dara


"Hah?" Robi bingung, Robi memerhatikan pakaian Dara


"Kayanya bisa aja deh" ucap Robi lagi


"Lebay aja dia tuh" ucap Dara sambil terkekeh


Hari pertama kerja, Dara harus mengikuti meeting. Yang hadir dalam meeting kepala devisi seluruh bagian. Dara memerhatikan Robi yang sedang presentasi sedangkan Arsen juga sama memerhatikan juga dengan wajah datarnya.


Dara duduk di sebelah Arsen. Dara tidak sengaja menjatuhkan pulpen, Walaupun Arsen begitu tetapi dia selalu memerhatikan gerak gerik Dara.


Dara menunduk ke kolong meja untuk mengambil pulpen, Arsen menyadari itu langsung memegang dan menutup ujung meja agar Dara tidak kena ujung meja.


perbuatan Araen tidak luput dari karyawan yang tersenyum gemas melihat sikap Arsen ke Dara.


Meeting berjalan dengan lancar. Dara memberikan laporan hasil meeting itu ke Arsen, Dara memerhatikan Arsen yang serius, iman Dara merasa tergoda.

__ADS_1



"Itu udah selesai" ucap Arsen kembali membaca bukunya


Dara masih diam di tempat dengan memandang Arsen. Karena keberanian dan kenekatan, Dara menghampiri Arsen.


cup!


Dara mencium pipi Arsen cuman kecupan karena secepat kilat. Setelah itu Dara langsung berlari keluar ruangan Arsen. Arsen cukup terkejut, dia terdiam lalu senyum kecil terbit di bibirnya.


...****************...


Arsen terheran heran karena waktu keluar dari ruangannya meja Dara kosong.


"Yuk" ajak Robi


"Dara kemana?" tanya Arsen


"Dia makan sama temen temennya" jelas Robi


Arsen langsung mengeluarkan ponselnya dan memang Dara memberikan kabar kalau makan siang dia sama temennya.


Robi melihat muka Arsen kembali asem, Robi menghela nafas kasarnya.


"Biarin aja kali Sen, kangen kangenan mereka tuh" jelas Robi. Tapi namanya Arsen dia ga peduli pendapat orang lain.


Mereka berjalan menuju loby untuk ke parkiran. Arsen akan makan siang di luar karena sekalian ketemu klien, niatnya dia ingin membawa Dara tetapi Dara sudah hilang begitu aja itu yang cukup buat Arsen kesal.


Dara melihat ponselnya yang beberapa kali berdering tapi di hiraukan oleh Dara.


"Gimana Ra nikah sama CEO?" Tanya Nana teman Dara


"Enak lah pasti, pas nih buat judul cerita 'My CEO My Husband' Hahaha" ucap Cinta salah satu teman Dara juga


"Biasa aja lah, ga ada yang spesial haha" jawab Dara sambil tertawa juga


"Enak nya sekarang kalau beli barang ga liat harga lagi kan Ra?" ucap Cinta lagi


"Iya sih, beda waktu pas ngekost dulu haha" ucap Dara ga munafik


"Tapi... ihh anjir suami lu ra!" teriak Nana sambil menunjukkan ke arah luar


Dara menoleh dan ternyata memang Arsen di luar berdiri bersama Robi.



"Dulu gua sempet percaya tau" ucap Cinta tiba tiba


"Percaya apaan Cin?" tanya Nana


"Gosip pak Arsen sama pak Robi" jelas Cinta serius


"Gosip apaan?" tanya Dara yang mulai penasaran


"Kalau mereka pacaran" ucap Cinta tanpa di filter


"Anjir!! suami gua normal tauu!!" protes Dara


"Yah iya setelah nikah sama lu gua jadi ga percaya" jelas Cinta


Nana tertawa melihat Dara yang panik. Ucapan Cinta cukup buat Dara buat berpikir soalnya selama menikah Dara sadar kalau di antara mereka ga ada malam pertama.

__ADS_1


tbc


©nukeya, 2022


__ADS_2