
Hari ini adalah hari bahagia yang sudah lama ditunggu-tunggu oleh pemilik perusahaan properti terbesar Royal Group, yaitu Zidan Pratama Wijaya.
Pagi tadi Zidan dan Andita sudah resmi menjadi sepasang suami istri setelah mereka mengucapkan janji suci dihadapan para saksi.
Beruntung Andita masih memiliki seorang paman, adik dari mendiang ayahnya yang bisa dijadikan wali nikahnya.
Andita nampak sangat cantik dan anggun mengenakan gaun pernikahan berwarna putih gading yang sudah dirancang oleh designer kenamaan, Fennyta. Wajahnya terlihat bersinar dengan senyum yang terus mengembang ketika Zidan sudah resmi menjadi suaminya.
Dan malam ini rencananya mereka masih akan melanjutkan sebuah pesta resepsi pernikahan yang begitu megah disalah satu hotel berbintang lima.
Pesta itu akan dilangsungkan secara live dibeberapa stasiun tv lokal. Akan ada banyak kamera dan wartawan yang hadir disana dan menyorot pernikahan sang pengusaha muda.
Zidan dan Andita sama-sama mengenakan gaun dan tuxedo berwarna hitam selaras. Gaun yang dikenakan Andita malam ini cukup memikat karena modelnya yang begitu modern dan elegan. Ditambah riasan make up tipis diwajahnya, membuat siapa saja yang melihatnya pasti berdecak kagum dengan kecantikan gadis itu.
Tak terkecuali penampilan Zidan. Lelaki itu pun tampak begitu sangat gagah dengan memakai tuxedo yang membalut tubuh atletisnya. Wajah tampannya seolah tidak pernah luntur. Apalagi ditambah dengan senyum khasnya yang menawan membuat mata para gadis seakan tersihir oleh pesonanya.
Beberapa tamu yang sudah hadir pun bersorak dan bertepuk tangan meriah saat pengantin baru itu mulai terlihat memasuki pintu ballroom.
Andita melingkarkan tangannya pada tangan Zidan ketika sang suami akan membawanya keatas mini panggung.
"Zidan, aku sangat gugup sekali!" Bisik Andita.
"Tenanglah! Bukankah aku bersamamu?!" Zidan menatap penuh cinta pada wajah istrinya itu.
Para tamu seolah tersihir oleh pesona keduanya. Cantik dan tampan. Dua kata itulah yang menjadikan mereka pasangan serasi malam ini.
Setelah MC memberi kata sambutan, para hadirin pun diperkenankan menyalami kedua mempelai diatas panggung.
Sepasang pengantin baru itu dengan ramah menyambut para tamu yang datang untuk mengucapkan selamat pada mereka.
Ditengah-tengah rasa bahagia itu masih ada saja segelintir orang yang menanyakan keberadaan Tuan Wildan dan sang istri, Nyonya Liyana.
Seharusnya orang tua Zidan berada diantara pengantin baru itu bukan? Lalu kemana mereka?
Tidak ada yang tahu jika anak dan ayah itu tengah berseteru. Zidan sudah menyuruh Ken untuk menghandle semuanya agar perseteruannya dengan sang ayah tidak terendus media.
Disaat Zidan tengah fokus menyalami para tamu yang tak henti-hentinya mengular, netranya berhenti kala sepasang kekasih yang sempat membuatnya patah hati kini berada dihadapannya.
Zoya dan Andrew. Mereka berdua kini berada dihadapan Zidan dengan posisi Zoya dibelakang Andrew. Mereka berdua tersenyum pada Zidan dan Andita.
Jika dulu Zidan merasakan perih dalam hatinya saat melihat kedekatan mereka namun tidak untuk kali ini. Zidan tidak merasakan hal itu lagi karena ada Andita yang akan selalu bersamanya.
"Haii Zidan!! Selamat atas pernikahanmu, semoga kau selalu bahagia!" Sekilas Andrew memeluk Zidan.
"Aku tidak menyangka ternyata diam-diam kau sudah memiliki kekasih. Pantas saja kau selalu menghindari kami jika kami mengajakmu berkumpul! Ternyata kau menyimpan rahasia besar!" Kelakar Andrew.
Zidan tertawa renyah sembari menepuk pundak sahabatnya itu.
"Aku tidak pernah menyimpan rahasia apapun darimu Andrew! Terimakasih kau sudah mau datang kepernikahanku!"
__ADS_1
Andrew menepuk bahu Zidan.
"Sama-sama!" Lelaki itu pun gantian menyalami Andita.
"Selamat untuk parnikahanmu An.."
"Andita." Jawab Andita.
"Ah ya, Andita! Maaf aku lupa namamu, padahal namamu ada disurat undangan! Kau sangat beruntung memiliki Zidan yang kutahu dia belum pernah berkencan dengan gadis manapun!" Andrew sedikit memelankan suaranya.
Andita membelalakan matanya. Wajahnya tersipu saat Andrew mengatakan hal itu.
Benarkah begitu?!
Namun Andita hanya membalasnya dengan senyuman. Kini netra Zidan beralih pada Zoya. Gadis cantik, modis dan elegan yang dulu berhasil mencuri hatinya.
Zoya tersenyum sangat manis lalu mengulurkan tangannya untuk menyalami Zidan.
"Selamat atas pernikahanmu Zidan! Aku juga tidak menyangka jika kau akan menikah secepat ini! Kenapa kau tidak memberitahuku? Malah menyuruh Ken mengantarkan undanganmu padaku!"
"Maafkan aku, Zoya! Akhir-akhir ini aku memang sangat sibuk. Maka dari itu aku meminta Ken untuk mengantarkan undangannya padamu!" Dusta Zidan.
"Ah, begitu ya?! Tidak apa-apa! Kau tahu, vendor yang mengurus baju pengantinmu ini adalah sahabatku, Fennyta! Kau semakin tampan saja mengenakan baju pengantin ini!" Puji Zoya.
"Oh ya? jadi dia adalah sahabatmu! Ucapkan rasa terimakasihku padanya karena dia sudah menjadikanku pria tampan yang berdiri disamping gadis cantik ini!" Zidan merangkul bahu Andita.
Jadi ini gadis pilihan Zidan?! Cantik. Tidak seperti gadis biasa yang dikatakan oleh Fennyta.
Zoya pun menyalami Andita dan memeluknya.
"Selamat ya atas pernikahanmu Andita! Zidan adalah sahabatku dan Andrew. Mulai sekarang kau pun sudah menjadi bagian dari persahabatan kami!" Ujar Zoya dengan senyum ramahnya.
"Terimakasih Nona!"
"Jangan memanggilku Nona! Panggil saja aku Zoya! Zo-ya."
Andita tersenyum dan mengiyakan ajakan Zoya yang menjadikannya sahabat.
"Oh ya, dimana Paman Wildan dan Bibi Liyana?! Sedari tadi aku tidak melihatnya!"
Zidan dan Andita saling berpandangan. Namun tiba-tiba para wartawan heboh menyorot seseorang yang baru saja masuk kedalam ballroom.
Netra semua tamu pun tertuju pada kedua orang itu termasuk netra Andita dan Zidan.
Ayah, Ibu!
******
Tuan Wildan dan Nyonya Liyana berjalan menghampiri kedua mempelai. Zidan dan Andita yang masih nampak terkejut dengan kedatangan mereka pun segera turun dari atas panggung untuk menghampiri keduanya orang tuanya itu.
__ADS_1
Kini Ayah dan anak itu kembali berhadapan. Namun tanpa diduga Tuan Wildan memeluk tubuh tinggi sang putra.
Zidan begitu terharu kemudian ia membalas pelukan ayahnya itu.
"Terimakasih Ayah! Terimakasih karena kau sudah bersedia hadir dipernikahanku!"
"Jangan besar kepala! Aku hadir karena aku tidak ingin media mengetahui perseteruan diantara kita! Apalagi jika sampai terdengar oleh rival perusahaanku, pasti mereka akan mencari celah untuk menghancurkanku!" Bisik Tuan Wildan.
Seketika senyum senang diwajah Zidan memudar berganti dengan senyuman getir.
"Tidak apa Ayah! Aku tetap menghargai kedatanganmu!"
Sementara Nyonya Liyana dengan senyum bahagianya langsung memeluk gadis cantik yang selama ini ia impikan menjadi menantu keluarga Wijaya itu.
Saking bahagianya, Nyonya Liyana sampai menitikkan air mata.
"Selamat sayang atas pernikahanmu! Akhirnya Zidan berhasil melewati semua rintangan dan menjadikanmu istrinya! Semoga kau selalu bahagia. Aku percayakan putraku yang keras kepala itu padamu!"
Andita terharu mendengar ucapan Nyonya Liyana. Ia pun sampai ikut menitikkan airmatanya.
"Terimakasih Nyonya atas kepercayaan anda pada saya! Saya akan selalu mencintai dan menjaga putra anda dengan sepenuh hati saya!"
"Tidak! Jangan memanggilku Nyonya! Panggil aku Ibu! Karena sekarang kau adalah bagian dari keluarga kami! Ayo katakan!" Pinta Nyonya Liyana.
Andita semakin terharu dibuatnya.
"I-Ibu!" Seketika Andita langsung menghambur memeluk ibu mertuanya itu. Zidan yang melihatnya ikut terharu.
Kemudian Nyonya Liyana gantian memeluk putra satu-satunya itu.
"Ibu bahagia sekali, akhirnya kau berhasil membawa Andita kepelaminan! Ibu yakin kau tidak akan menyesal memilihnya!" Bisik Nyonya Liyana.
"Terimakasih atas doamu Ibu! Aku menyayangimu!"
"Oh ya Andita, dimana Ibumu? Aku ingin bertemu dengannya!" Tanya Nyonya Liyana setelah melerai pelukannya dari Zidan.
"Mari Nyo, ehm, maksudku Ibu! Mari aku antar menemui Ibuku!"
Andita pun membawa Nyonya Liyana menemui Ibunya dan Nazwa. Sementara Zidan dan Tuan Wildan membaur dengan para tamu undangan lainnya.
.
.
Jangan Lupa Tinggalkan Jejak
Like, Komen, Hadiah dan Votenya
Supaya Author lebih semangat update! ๐๐
__ADS_1