
Suara dentuman mobil yang terdengar cukup keras sukses menarik perhatian pengguna jalan yang pada saat itu begitu ramai. Mereka semua langsung berhambur keasal suara. Begitu juga dengan sang pemilik mobil yang ditabrak.
Dirga yang baru saja akan melangkahkan kakinya masuk kedalam sebuah butik ternama bersama Lusy, begitu syock ketika melihat ternyata mobilnya yang ditabrak oleh pengemudi lain. Bagaimana dia tidak syock. Mobil yang ditabrak Ken adalah mobil keluaran terbaru yang baru saja dibelinya satu bulan lalu.
"Mobilkuuu!!!" Teriak Dirga histeris.
Dengan langkah panjang dan nafas memburu Dirga menghampiri mobilnya yang rusak. Lelaki itu refleks menjambak rambutnya dengan kedua tangannya, begitu melihat kerusakan pada mobil terbarunya .
Netranya kini mengarah pada mobil mewah yang berada dibelakang mobilnya itu. Bagian depan mobil Zidan pun mengalami kerusakan namun tidak begitu parah dibanding dengan kerusakan yang dialami mobil Dirga.
"Kau!! Keluar kau?! Apa kau tidak punya mata, hah?!" Teriak Dirga, ia menunjuk orang yang berada didalam mobil Zidan. Emosinya meluap-luap. Tangannya menggedor-gedor kaca depan mobil Zidan.
"Keluar kau!" Dirga semakin menggila saat orang yang berada didalam mobil itu tak kunjung keluar.
Ken tidak bergeming dengan teriakan
Dirga diluar. Jujur saja saat ini dirinya masih begitu syock, karena ini kali pertamanya Ken mengikuti perintah gila tuannya. Dia tidak peduli dengan mobil Dirga, yang dia pedulikan adalah keselamatan tuannya dan tentu dirinya sendiri. Sementara dikursi belakang Zidan nampak santai dan tersenyum puas melihat Dirga yang kacau.
"Ken! Apa kau tidak dengar ada yang memanggilmu diluar?!" Zidan menendang kursi yang diduduki Ken membuat Ken tersadar dari syocknya. Segera Ken membuka sedikit kaca mobil disampingnya.
"Maaf Tuan, saya tidak sengaja!" Ucap Ken datar.
"Apa kau bilang?! Tidak sengaja?! Keluar kau! Lihat bagaimana mobilku rusak karena ulahmu! Jika kau tidak becus menyetir harusnya kau tidak usah menyetir bodoh!"
Mendengar dirinya dimaki, Ken langsung menatap tajam kearah Dirga.
"Anda bilang saya apa?"
"Bodoh! Kau bodoh, bodoh, sangat bodoh!" Dirga mengucapkannya berulang kali dengan nada menggeram. Dia benar-benar kesal dengan lelaki dihadapannya ini. Bagaimana bisa lelaki itu masih bersikap santai, sementara dia sudah menabrak mobil kesayangannya.
Buggh..
Dengan kasar Ken membuka pintu mobil hingga mengenai tubuh Dirga dan membuatnya tersungkur keaspal.
"Akhh!" Pekik Dirga.
"Sayaaang!!" Teriak Lusy. " Sayang, kau tidak apa-apa?!"
Dirga tidak membalas pertanyaan Lusy. Dia memegang dadanya yang terasa nyeri akibat hantaman pintu mobil Zidan yang dibuka oleh Ken secara tiba-tiba. Didalam mobil Zidan tidak bisa menahan tawanya. Ia tertawa terbahak-bahak melihat tindakan Ken yang frontal dan ekspresi Dirga yang menyedihkan.
__ADS_1
"Apakah sakit Tuan?" Tanya Ken datar. Matanya menyorot Dirga dengan tajam. "Itu balasan untuk anda karena telah mengatai saya bodoh!"
Dengan susah payah dan dibantu oleh Lusy, Dirga mencoba bangkit.
"Kau yang salah! Kenapa kau yang marah, hah?!" Tunjuk Dirga bersungut-sungut. "Apa kau tahu berapa harga mobilku itu?!"
"Pasti harga mobil anda sangat mahal Tuan. Saya tahu jika saya salah. Tentu saya tidak akan lepas tanggung jawab begitu saja. Saya akan mengganti seluruh kerugian yang anda alami! Saya akan memberikan kartu nama saya pada anda. Anda tinggal membawa mobil anda ke bengkel untuk diperbaiki, kemudian beritahu saya berapa biayanya!" Ucap Ken tanpa rasa bersalah.
Kemudian dia mengeluarkan dompetnya dari saku celana lalu menyodorkan selembar kartu namanya pada Dirga. Dirga menatap Ken penuh amarah. Dia mengambil kartu nama itu dengan kasar.
"Aku tidak akan pernah melupakan kejadian ini!" Ucap Dirga.
"Terserah anda!"
Ken kemudian kembali kedalam mobil, lalu meninggalkan Dirga dan kekasihnya itu begitu saja. Dirga menatap kartu nama yang dipegangnya. Ia melihat nama perusahaan yang tertera disana.
Royal Group?
******
"Ibuuu!" Teriak Rachel begitu dirinya sampai dirumah.
Nyonya Reyhan yang sedang serius menonton drama korea kesayangannya terperanjat ketika mendengar teriakan putri sulungnya itu.
Rachel menghempaskan dirinya duduk disamping sang Ibu, lalu memeluknya dengan sangat erat.
"Ibuu! hiks,,hiks,,hiks,,!"
"Hey, tenanglah Rachel. Ada apa denganmu? Kenapa sampai dirumah kau malah menangis? Apa tadi kau sudah bertemu dengan Zidan?"
Rachel mengusap airmatanya kemudian mengangguk pelan.
"Aku sudah bertemu dengannya Bu! Dan Ibu tahu apa yang dia katakan?" Tanya Rachel ditengah isaknya.
"Apa? Dia mengatakan apa padamu?"
"Dia mengatakan secara terang-terangan bahwa dia menolak perjodohan ini Buuu!! Hiks,,hiks,,hiks,," Rachel kembali memeluk Ibunya dengan erat. "Bahkan Zidan juga mengatakan padaku bahwa dia sudah memiliki kekasih!"
"Apa?! Zidan sudah memiliki kekasih? Tapi selama ini Tuan Wildan tidak pernah mengatakan apapun pada Ayahmu jika Zidan sudah memiliki kekasih! Lagipula jika memang itu benar, kenapa Zidan tidak segera membawa kekasihnya kehadapan Tuan Wildan?"
__ADS_1
"Entahlah Bu. Aku tidak peduli soal itu! Aku hanya ingin Zidan kembali padaku!" Rengek Rachel seperti anak kecil.
"Justru kau harus peduli, siapa yang menjadi kekasih Zidan itu! Jika kita sudah tahu siapa orangnya, kita akan segera menyingkirkannya! Dan Zidan akan kembali padamu." Ucap Nyonya Reyhan seraya melepas pelukannya dari Rachel dan menatap putrinya itu lekat-lekat.
Rachel mencoba mencerna kata-kata ibunya barusan. Ada benarnya juga apa yang dikatakan ibunya.
"Ya, kau benar Bu! Jika Zidan memang memiliki kekasih kita harus segera mencari tahunya. Setelah itu kita singkirkan dia."
Nyonya Reyhan mengangguk sepakat. Tiba-tiba Rachel teringat akan sesuatu.
"Oh ya Bu, apa kau tahu hari ini aku bertemu dengan siapa dikantor Zidan?!" Kini nada bicara Rachel sudah normal kembali, tidak seperti tadi yang merengek-rengek manja.
"Mana Ibu tahu! Memang siapa yang kau temui disana?"
"Andita!"
"Apaa?! Gadis rendahan itu disana?!"
"Hemm!" Rachel mengangguk.
"Sedang apa dia dikantor Zidan?"
"Zidan mengatakan jika Andita bekerja dikantornya."
"Benarkah? Beruntung sekali dia bisa bekerja pada perusahaan sekelas Royal Group!" Ucap Nyonya Reyhan meremehkan.
Rachel mengangkat bahu acuh. Kemudian dia menepuk jidatnya.
"Astaga!"
"Ada apa?!"
"Aku tadi sempat memamerkan diri padanya sebagai calon istri Zidan. Bagaimana jika dia sampai tahu jika Zidan dan aku belum tentu menikah? Mau taruh dimana mukaku Bu! Dia pasti akan balas menghinaku!"
Nyonya Reyhan berdecih melihat kekonyolan putrinya.
"Jika kau tidak memberitahunya, dia tidak akan pernah tahu! Maka dari itu, sebelum Zidan berada dalam genggaman kita, mulai sekarang berhati-hatilah dengan mulutmu!" Ujar Nyonya Reyhan mengingatkan.
.
__ADS_1
Bersambung..
Jangan lupa tinggalkan jejak yaa gaes 🙏