MY CEO MY HUSBAND

MY CEO MY HUSBAND
Keributan Di Kantor


__ADS_3

"ANDITA!!!" Teriak Rachel begitu pintu lift terbuka. Suaranya menggema diseluruh ruangan. Semua karyawan langsung menoleh padanya. Mereka bertanya-tanya siapa gadis yang berani berteriak itu.


Rachel melangkahkan kakinya lebar kearah Andita. Sorot mata membunuh ia tunjukan pada gadis yang sudah berani merebut Zidan darinya. Dan..


Plakkk


Sebuah tamparan mendarat dipipi kiri Andita begitu Rachel berada dihadapannya. Andita tecengang mendapat serangan dadakan dari Rachel. Semua karyawan yang menyaksikan kejadian itu pun nampak terkejut. Mereka membekap mulut masing-masing. Karena tidak menyangka dengan apa yang baru saja dilakukan gadis dihadapannya ini pada Andita. Andita memegang pipinya yang terasa panas. Dia menatap Rachel dengan tajam.


"Apa yang kau lakukan, Rachel?!" Geramnya.


Plakkk


Satu tamparan lagi Rachel berikan dipipi kanan Andita. Semua orang begitu syock melihatnya. Tidak ada yang berniat untuk melerainya. Tindakan Rachel seperti mewakili perasaan beberapa karyawan yang iri terhadap Andita.


"Rachel! Hentikan!" Teriak Ferdy. Ferdy menghampiri kedua wanita itu untuk menjadi penengah.


"Apa yang kau lakukan?!" Bentaknya.


"Minggir kau! Aku ingin memberikan gadis itu pelajaran! Karena dia sudah berani merebut Zidan dariku!"


Andita tersenyum sinis pada Rachel.


"Merebut? Tidakkah kau sadar selama ini Tuan Zidan tidak mencintaimu, Rachel?! Harusnya kau malu pada dirimu sendiri, karena mengejar laki-laki yang jelas-jelas sudah menolakmu!"


"Apa kau bilang?!" Rachel tidak terima. Ia mencoba menyingkirkan tubuh Ferdy yang menghalanginya. Ingin sekali rasanya Rachel merobek mulut Andita.


"Rachel tenanglah! Apa kau tidak malu semua orang sedang menatap kearahmu?!"


"Malu?! Untuk apa aku malu? Gadis rendahan itu yang seharusnya malu, karena dia sudah berani merebut calon suamiku!"


"Ada apa ini ribut-ribut?!" Kepala divisi yang baru saja tiba menatap tajam kearah mereka bertiga.


Tidak ada yang menjawab. Rachel dan Andita sama-sama menggeram dan menghunuskan tatapan membunuh tanpa memperdulikan pertanyaan kepala divisi itu.


"Apa tidak ada yang mau menjawab?!" Kepala divisi melihat pada Rachel dan Andita secara bergantian.


"Siapa kau?! Berani sekali membuat onar dikantor ini?!" Tanyanya pada Rachel.


Rachel tersenyum smirk.


"Kau tidak tahu siapa aku?! Aku putri dari Tuan Reyhan Utomo dan aku adalah calon istri dari pemilik perusahaan ini. Aku kemari ingin memberi gadis rendahan itu pelajaran! Bagaimana mungkin dia berani menggoda atasannya hingga membuat Zidan berpaling dariku?!"

__ADS_1


"Tutup mulutmu Rachel! Aku tidak pernah menggoda Tuan Zidan! Mungkin kau yang terlalu percaya diri untuk menjadi istrinya!" Jawab Andita.


"Mana ada pencuri yang mau mengaku, hah?! Kau sudah membuat Zidan berpaling dariku, entah apa yang sudah kau lakukan padanya?! Atau jangan-jangan kau sudah menjual tubuhmu pada Zidan?!" Rachel tersenyum sinis, ia berusaha merangsek tubuh Ferdy. Tangannya terus menuding wajah Andita.


Andita tidak terima dengan ucapan Rachel.


"Kau benar-benar sudah keterlaluan Rachel! Aku tidak sehina itu!" Andita maju ingin membalas perbuatan Rachel. Hingga akhirnya terjadi aksi saling dorong mendorong dengan Ferdy ditengah-tengah mereka.


"Hentikan!" Teriak kepala divisi. Namun tidak ada yang mau mendengar. Akhirnya ia memanggil security untuk segera naik keatas.


Sementara dilobby perusahaan, Zidan dan Ken baru saja tiba. Dua orang security yang terburu-buru masuk tidak sengaja menabraknya.


"Apa yang kalian lakukan?!" Bentak Zidan.


"Ma-maaf Tuan kami tidak sengaja!"


"Kenapa kalian terburu-buru?! Apa ada sesuatu yang terjadi?!" Tanya Ken.


"I-iya Tuan! Di ruang kerja karyawan bagian penjualan sedang ada keributan. Ada seorang gadis yang membuat onar dengan mengaku-ngaku sebagai istri dari Tuan Zidan!" Jelas security itu.


Sontak Zidan dan Ken terkejut dan saling berpandangan.


Zidan langsung berlari kearah lift pribadinya disusul oleh Ken, tanpa memperdulikan para staff yang menyapanya sepanjang ia masuk kedalam gedung. Zidan takut terjadi sesuatu pada Andita. Sementara dua security tadi segera menaiki lift lain.


******


Rachel terus saja memaki Andita dihadapan semua orang. Dia benar-benar seperti orang yang kehilangan akal. Bagi Rachel jika dia tidak dapat memiliki Zidan, maka gadis lainpun tidak boleh memilikinya. Apalagi Andita.


Semua orang kewalahan melerai dua wanita itu. Pasalnya tidak ada yang mau mengalah.


"Aku tidak pernah akan membiarkanmu bersama Zidan! Dia hanya akan menjadi milikku bukan milikmu!" Sekuat tenaga Rachel berusaha melepaskan diri dari cekalan tangan para karyawan yang memegangi tangannya. Jarinya terus menuding wajah Andita.


"Lakukanlah apa yang ingin kau lakukan Rachel! Tapi aku yakin semuanya akan sia-sia!"


"Dasar wanita ******! Seharusnya aku membunuhmu!"


"HENTIKAN RACHEL!!!"


Semua orang terkesiap melihat atasan mereka yang sudah berada diruangan itu. Zidan menyorot tajam kearah Rachel seolah ingin memakannya hidup-hidup.


Rachel membeliakkan matanya ketika melihat Zidan. Beberapa karyawan yang memegangi Rachel mulai melepaskan cekalan tangannya.

__ADS_1


Zidan berjalan dengan dada bergemuruh menahan amarah. Dia benar-benar tidak menyangka jika Rachel berani datang kekantornya hanya untuk membuat keributan. Tangannya mengepal. Mungkin jika Rachel laki-laki, Zidan tidak akan menahan diri untuk tidak menghajarnya. Zidan tidak bisa menerima siapapun yang menghina Andita.


"Apa yang membawamu kemari sehingga kau membuat keributan dikantorku, hah?!"


Rachel terdiam. Tubuhnya sudah gemetar melihat kemarahan dimata Zidan. Padahal tadi dia sudah seperti orang kerasukan ketika menghina Andita. Namun didepan Zidan, Rachel tidak berani berkutik.


"A-aku.."


Zidan melangkahkan kakinya maju kearah Rachel. Telunjuknya menuding wajah gadis itu.


"Apa maumu, hah?! Aku tidak mengerti, gadis dari kalangan terhormat sepertimu suka sekali menghina orang lain? Apa itu memberi kepuasan bagimu?!"


"Zidan aku hanya.."


"Aku minta pada kalian semua dengarkan ini baik-baik!" Potong Zidan netranya masih berfokus pada Rachel.


"Gadis dihadapanku ini bukanlah calon istriku! Bukankah semalam kalian sudah tahu siapa gadis yang aku pilih?! Dan aku harap kalian bisa menjaga sikap kalian pada Andita. Jika aku mendengar lagi ada yang menghinanya, kalian akan berhadapan langsung denganku, mengerti!"


Seketika kata-kata Zidan membuat seluruh karyawan yang berada diruangan itu terdiam. Mereka hanya menganggukan kepala. Setelah memarahi Rachel, Zidan membalikkan badannya. Dua security yang dipanggil kepala divisi tadi sudah berada diatas. Zidan memberi perintah lewat matanya agar security itu membawa Rachel keluar.


"Bawa gadis itu keluar! Jangan biarkan dia masuk kekantor ini lagi!"


Rachel terhenyak mendengar ucapan Zidan, ia tidak menyangka Zidan akan mengusirnya seperti ini.


"Zidan, tolong dengarkan aku dulu! Kau tidak bisa mengusirku seperti ini! Aku sama sekali tidak bermaksud untuk menghina Andita! " Rachel masih berusaha membela diri.


Namun Zidan sama sekali tidak menghiraukannya. Netranya malah melirik kearah Andita yang berdiri disamping Ferdy. Lalu segera ia menarik tangan gadis itu dan membawanya pergi bersamanya.


Semua orang menatap nanar kepergian Zidan dan Andita.


"Mari Nona ikut kami!" Ucap salah satu security pada Rachel. Tangannya hendak menyentuh tangan Rachel namun segera Rachel menepisnya.


"Lepaskan! Aku bisa sendiri!" geramnya.


Aku berjanji, aku pasti akan membalasmu Andita.


.


.


Upadate 3 bab jangan lupa tinggalkan jejak ya gaess 🙏

__ADS_1


__ADS_2