
***
Seharian ini Arsen uring uringan dan tidak fokus pada pekerjaan nya. ada salah dikit langsung membentak dan marah marah.
Robi yang menemaninya dari pagi pun juga ikut bingung dan tidak tau harus berbuat apa dengan Arsen yang mulai begitu.
" sen lu kenapa sih?! " ucap Robi yang mulai kesal melihatnya
Arsen tidak menjawab dan hanya memijat mijat dahinya yang mulai pusing.
" semua karyawan yang ngasih laporan ke lu pasti kena marah semua " keluh Robi
" rob " panggil Arsen
" apaan? " tanya Robi tidak sabar
" cowok yang disukai Dara siapa? cowok yang pernah dia ajak ngobrol tempo hari? " tanya Arsen
" hah?! " kaget Robi
" jangan bilang ini semua karena itu doang?! " tebak Robi
" jawab aja! " kesal Arsen
" yah mana gua tau lah sen, gua engga 24 jam sama Dara jadi gua mana tau cowok yang dia suka " emosi Robi mulai terbawa
" bisa gila gua! " gerutu Arsen sendiri sambil mengacak rambutnya
" gua ge ikut gila jadinya! " kesal Robi
" kalau lu penasaran tanya langsung aja " saran Robi
" tapi tunggu deh, apa hubungannya dia suka cowok lain sama lu sen? " tanya Robi bingung
Arsen bukannya menjawab tetapi dia malah kembali sibuk dengan pekerjaan nya.
***
Pulang kerja Dara langsung pulang ke rumah kontrakan nya. Dia membaringkan badannya di kasur tanpa mandi terlebih dahulu.
beberapa menit kemudian Dara merasakan lapar. Karena tadi tidak sempat makan siang Di karena kan tiba tiba banyak pekerjaan yang harus di kerjakan.
" keluar apa gofood aja yah? " ucapnya sambil membuka hpnya
sebelum Dara membuka aplikasi gofood sebuah notifikasi muncul di hpnya.
• Big Boss
> sudah sampai rumah?
Dara mengerutkan keningnya Dia begitu bingung yang dimana bos nya tiba tiba ga ada ujan ga ada petir ngechat kaya gitu.
• Big Boss
> sudah sampai rumah?
^^^> sudah pak^^^
> sudah makan?
makin aneh nih bos pikir Dara. Tidak pernah Arsen mengechat dia seperti itu.
' apa salah sambung kali yah? tapi ga mungkin lah ' ucap Dara di dalam hati
" isengin aja kali yah " ucap Dara sendiri sambil tertawa sendiri
• Big Boss
> sudah sampai rumah?
^^^> sudah pak^^^
> sudah makan?
^^^^^^> belum pak, kenapa pak? mau ngasih makanan bukan?^^^^^^
> mau makan apa?
^^^> apa aja sih, Yang penting bisa di makan^^^
Setelah Dara membalas seperti itu tidak ada balasan lagi dari Arsen. tanpa ambil pusing Dara pun bergegas untuk mandi.
Setelah mandi selama 30 menit tiba tiba ada yang menggedor pintu kontrakan nya.
Dara pun membuka kan pintu, dan dia melihat seorang gojek online yang berdiri membawa bungkusan.
" maaf cari siapa yah? " kata Dara
" mba Dara bukan? " tanya mas gojek itu
" iya " jawab Dara polos
__ADS_1
" ini pesanannya " ucapnya sambil menyodorkan bungkusan yang ternyata adalah makanan
" loh saya merasa ga pesen makanan " ucap Dara bingung sambil menerima makanan itu
" tapi ini alamatnya disini mba terus penerimanya juga atas mba Dara " jelas mas gojek itu
" tapi... " ucapan Dara berhenti ketika nama seseorang terselebat di pikirannya
" oh iya mas, ini udah di bayar kan? " tanya Dara
" iya mba udah di bayar " jelas mas gojek
" oh iya makasih yah mas " ucap Dara sambil memasuki ke dalam kontrakan dan menutup pintu
Dara langsung menyambar ponselnya yang tergeletak di atas kasur.
" pak Arsen " sebelum Arsen bersuara di sebrang sana Dara sudah lebih dahulu berbicara
" bapak yang pesenin saya makanan? " tanya Dara to the point
" iya " jawab singkat disana
" saya ga minta loh yah pak " ucap Dara
" maksudnya? " tanya Arsen bingung
" saya ga mau gaji saya di potong karena makanan ini " ucap Dara
" lagi pula siapa yang mau potong gaji kamu? " ucap Arsen ga abis pikir
" kan saya mewanti wanti pak " ucap Dara
" makan " perintah Arsen
" iya saya makan, tapi... "
" Dara! saya ga akan potong gaji kamu, jadi makan sekarang. " ucap Arsen penuh penekanan
" iya pak, yaudah kalau gitu saya tutup yah. malam pak " sebelum Arsen menjawab salam nya Dara sudah menutup sambungan teleponnya
" aneh banget sih " ucap dara sendiri sambil menggidig ngeri
***
Dara memasuki kantor dengan santai. sesekali Dara menyapa orang yang berpapasan dengannya jika dia mengenalnya. Keadaan kantor lumayan ramai karena yang dimana jam masuk kantor 15 menit lagi.
Dara memencet tombol lift dan pintu lift langsung terbuka. Sebelum pintu lift tertutup ada seseorang yang menahan nya dan masuk lah seorang wanita yang pakaiannya cukup terbuka dan terlihat dari dandannanya kalau wanita ini bukan sembarang wanita.
" maaf ini lift khusus, kalau buat yang tamu atau staff karyawan liftnya di sebelah " jelas Dara
Dara mengerutkan kening bingung, apa dia sekarang di abaikan? apa dia Segede ini ga keliatan? seribu pertanyaan yang terurai di kepala Dara.
lift berhenti di lantai 50 yang dimana cuman ada ruangan Arsen disana. wanita itu keluar dengan santainya. Dara yang mulai menyadari nya pun langsung menghadang wanita itu.
" maaf mbanya nyari siapa yah? " ucap Dara masih sopan
wanita itu berhenti dan menatap dara dari atas hingga bawah. Dara tidak suka tatapan itu, tatapannya seperti meremehkan dirinya.
" Arsen ada? " tanya wanita itu
" ada keperluan apa yah ? " tanya Dara
" bilang kalau sica ingin bertemu dengan nya " perintah wanita itu yang bernama sica
" mba sica siapanya pak Arsen yah kalau boleh tau? " ucap Dara
" Saya? " tanyanya sambil menunjuk diri sendiri
" saya pacarnya " ucapnya dengan percaya diri
" hah? " Dara terkejut kaget. karena baru kali ini dia mendengar kalau ada yang mengaku ngaku pacar bosnya itu.
" sica " suara Arsen membuat dua wanita itu menoleh ke arahnya
" baby!! " teriak sica dan langsung memeluk Arsen sambil menciumi kedua pipi Arsen
Dara tidak menyukainya. Dara memandang Arsen yang tersenyum seolah dia bahagia dengan perilaku sica.
mereka berdua berlalu begitu saja tanpa memperdulikan Dara yang berdiri sambil memandang punggung mereka yang hilang di balik pintu ruangan Arsen.
tes...
air mata keluar tanpa Dara sadari. Dara mengelap air mata itu.
" semua lelaki sama aja! " gerutunya ke diri sendiri
pekerjaan sudah Dara kerjakan semua. sekarang Dara sedang asik mengescrol hpnya. Robi yang di sampingnya masih sibuk dengan kerjaannya. sedangkan Arsen tidak tahu apa yang Arsen dan sica lakukan di ruangannya.
Dara mencoba untuk tidak peduli. Dari awal hubungan mereka tidak lebih dari patner bisnis bukan? Dara mencoba untuk tidak ngelewatin batas. walaupun keluarga Arsen mendukungnya tapi percuma jika hati Arsen bukan untuk Dara.
" Dar? " panggilan Robi mengalihkan tatapan dara dari hpnya
__ADS_1
" sibuk ga? " tanya Robi lagi
" engga, kenapa emang pak? " tanya Dara
" tolong ke ruangan pak Toni yah " ucap Robi
" pak Toni bagian HRD? " tanya Dara
" iya, minta resume pegawai yang ngelamar kemarin " jelas Robi
" loh emang perusahaan buka lowongan kerja? " ucap Dara
" iya, buat jadi driver. gua ga sanggup kalau jadi sekertaris sama driver juga Ra. makanya itu gua minta ke Arsen buat cari driver yang bisa Anter jemput dia " jelas Robi lagi
" udah gede aja masih di Anter jemput segala. apa gunanya SIM! " gerutu Dara yang masih terdengar oleh Robi
Robi ketawa mendengar gerutuan Dara.
" udah sana ambilin " perintah Robi yang masih tertawa
" Dara aja deh yang milih yah pak? " tawar Dara
" kenapa gitu? " ucap Robi bingung
" Dara mau cari yang ganteng, lumayan kan menyegarkan mata kalau kerja " ucap dara sambil terkekeh
" Arsen ganteng noh bisa liat tiap hari lagi " ledek Robi
" pak Robi ga asik ah! " keluh Dara sambil berlalu untuk ke ruangan pak Toni
***
Seperti biasa Dara pulang dengan jalan kaki sambil bersenandung. tiba tiba ponselnya berbunyi, ketika melihat siapa yang menelepon membuat Dara menghembuskan napas.
Dara menggeser ikon yang berwarna ijo
" Hallo pak " ucap Dara
" dimana? " tanya Arsen di sebrang sana
" mau pulang pak " ucap Dara
" naik apa? " tanya Arsen
" jalan kaki " jawab Dara singkat
" sendirian? " tanya Arsen lagi
Dara mengehentikan langkahnya dan menatap jengkel ke handphone nya.
" berdua...tut...Tut..Tut " sambungan langsung terputus
" kaga sopan amat sih nih bos main putusin telepon aja! " gerutu Dara
dara kembali melanjutkan Langkahnya. ketika sudah mendekati kontrakan nya Dara melihat seorang laki laki yang bersandar di pintu mobil seperti model iklan mobil.
ketika semakin dekat Dara menyadari bahwa pria itu Arsen bosnya.
" bapak ngapain disini? " tanya Dara ketika sudah mendekat ke arah Arsen
" dimana? " tanya Arsen ambigu
" Dimana apanya? " tanya Dara bingung
" orangnya? " ucap Arsen yang makin ga jelas
" orang apanya... " ucapan Dara terhenti ketika tau apa yang Arsen maksud
" saya ga pernah bilang kalau saya pulang sama orang pak " jelas Dara
" kamu bilang tadi berdua dara. " ucap Arsen penuh penekanan
" saya belum selesai bilang bapak udah matiin teleponnya " ucap Dara yang sudah mulai emosi
emosi dara sudah berada di puncak. sedari pagi dia sudah menahannya mungkin sekarang waktunya untuk melepaskan nya.
" jadi sama siapa?! " ucap Arsen dengan nada yang mulai meninggi
" SAMA BAYANGAN PUAS! " teriak Dara yang membuat Arsen melotot kaget
mata Dara mulai berkaca kaca. kebiasaan dara ketika emosi pasti dia slalu menangis terlebih dahulu.
Arsen yang melihat perubahan Dara pun mulai merasa khawatir. Dia mencoba memegang bahu Dara tetapi di tepis oleh dara.
" bapak pulang aja, saya lelah " ucap Dara mencoba untuk pergi tetapi di tahan oleh Arsen
Dara menunduk kan kepalanya untuk menghindari tatapan Arsen. Sebuah pelukan pun Dara dapatkan. Arsen memeluk Dara dengan lembut dan itu membuat tangisan Dara tumpah di pelukkan Arsen.
dia bingung kenapa dia bisa sekesal ini melihat Arsen bersama wanita lain?
apa dia mulai menyukai Arsen?
__ADS_1
TBC
@nukeya