MY CEO MY HUSBAND

MY CEO MY HUSBAND
Bahagia Dan Duka


__ADS_3

"Ahh...Anditahhh..."


Zidan mengerang ketika sesuatu yang terasa sesak dibawah sana akan meledak. Zidan membenamkan miliknya lebih dalam lagi. Tangan kekarnya erat memeluk tubuh sang istri. Begitu pun dengan Andita, ia semakin mengeratkan pelukannya pada tubuh kekar suaminya itu saat dirinya pun akan melakukan pelepasan untuk kesekian kalinya.


"Zidann...ahhh..."


Akhirnya sepasang pengantin itu mengerang dan men de sah secara bersamaan. Tubuh Zidan ambruk diatas tubuh Andita ketika ia selesai menumpahkan lahar yang begitu banyak dan terasa hangat ke dinding rahim istrinya.


Zidan tidak langsung menarik miliknya keluar dari surga dunianya itu. Ia membiarkan sisa-sisa cai ran cintanya bersama Andita keluar habis didalam sana. Denyutan milik Andita pun masih terasa mencengkram miliknya.


Nafas keduanya terengah-terengah seolah mereka baru saja melakukan lari maraton ribuan kilometer.


Zidan mengecup wajah Andita yang kelelahan secara bergantian, dari mulai kening, mata, pipi, hidung dan bibirnya dengan penuh rasa cinta.


"Terimakasih sayang. Aku mencintaimu!"


Andita tidak merespon ucapan suaminya karena dirinya benar-benar kelelahan dan kehabisan tenaga setelah digempur habis oleh Zidan.


Netranya sudah terpejam meskipun nafasnya masih sedikit terengah-engah. Zidan tersenyum memandangi wajah sang istri yang tak berdaya karena ulahnya.


Zidan sudah melepaskan diri dari Andita. Ia hendak menarik selimut untuk menutupi tubuh polos mereka, namun netranya tertuju pada bercak merah yang begitu kentara diatas sprei yang mereka gunakan.


Zidan menyunggingkan senyuman saat dia mengingat dirinya begitu kesulitan untuk memasuki milik Andita tadi dan sekarang terlihat noda merah.

__ADS_1


Itu artinya Andita masih pe rawan. Ada kebanggaan yang menyusup kedalam hati ketika tahu dialah laki-laki pertama yang menggagahi sang istri.


Saat itu juga ia teringat ucapan Dirga yang pernah mengatakan bahwa Andita bukanlah gadis baik-baik bahkan Andita sudah kehilangan keperawanannya.


"Dirga ba jingan! Beraninya dia menghina istriku! Harusnya saat itu juga aku merobek mulutnya!" Umpatnya kesal.


Zidan segera menarik selimut untuk menutupi tubuh polos mereka. Lelaki itu merentangkan tangan kirinya lalu perlahan memindahkan kepala Andita pada tangan kokohnya dan menjadikannya bantal untuk sang istri. Kemudian memiringkan tubuh Andita menghadapnya.


Dengan posesif Zidan membawa tubuh mungil itu kedalam dekapannya. Tidak lama terdengar dengkuran halus yang keluar dari mulut Zidan. Ternyata ia sudah tertidur menyusul wanita yang dicintainya ke alam mimpi.


******


Jika Andita dan Zidan tengah berbahagia menikmati pernikahan mereka, namun tidak untuk keluarga Tuan Reyhan Utomo. Pernikahan Zidan dan Andita seperti duka untuk mereka.


Beberapa klien yang bekerja sama dengannya ikut memutuskan kontrak kerja sama mereka setelah mendengar kabar jika Zidan menarik sahamnya.


Itu berarti ada yang tidak beres pada perusahaan Lite Properti milik Tuan Reyhan jika sampai perusahaan sekelas Royal Group menarik saham dan membatalkan kontrak kerjasama dengannya.


Mau tidak mau Tuan Reyhan pun harus melepaskan anak cabang perusahaannya itu pada orang lain, sebelum benar-benar tenggelam dan tak ada harganya.


Sementara Dirga kini melanjutkan pekerjaannya dikantor pusat sebagai wakil direktur. Namun tentunya semua itu dibawah pengawasan Tuan Reyhan. Sebelum bergabung Tuan Reyhan sudah mengancamnya terlebih dulu, jika ia berulah lagi maka dia harus siap pergi seperti kakaknya Rachel. Lebih tepatnya diusir.


Ya, semenjak Tuan Reyhan melihat foto putrinya hari itu dia langsung murka dan memarahi Rachel habis-habisan. Karena baginya itu adalah sebuah aib.

__ADS_1


Sementara Rachel yang tidak terima dengan amukan sang ayah yang dianggapnya selalu saja memotori hidupnya akhirnya berontak. Ia memilih untuk tidak mau mengikuti kemauan ayahnya lagi yang hanya menjadikannya boneka bisnis.


Tuan Reyhan pun semakin geram ketika mendengar ucapan putrinya itu. Ia menampar Rachel kemudian mengusirnya.


Nyonya Reyhan yang mencoba memohon agar sang suami tidak melakukan hal itu ternyata sia-sia. Amarah sudah menyelimuti pria paruh baya itu hingga ia tak mau mendengar permohonan siapapun.


Sebelum meninggalkan rumah Rachel berjanji akan membalas sakit hatinya pada orang yang sudah membuatnya menderita seperti saat ini.


"Aku benar-benar akan membalas perbuatan kalian Andita, Zidan! Kalian tunggu saja tanggal mainnya!" Rachel menatap benci pada layar tv yang saat ini tengah menampilkan siaran langsung pernikahan Andita dan Zidan.


Sama seperti putrinya, ditempat berbeda Tuan Reyhan pun menggeram kesal saat melihat pernikahan Zidan dan Andita yang disiarkan langsung di televisi. Apalagi saat melihat Tuan Wildan dan istrinya ada disana. Beribu pertanyaan melingkupi pikirannya.


Apa yang sebenarnya tua bangka itu lakukan disana?!


Apa dia sudah merestui hubungan putranya dan gadis sialan itu?!


Aku harus mencari tahu soal ini!


.


.


Haiii readersku sayang.. jangan lupa tinggalkan jejak like, komen dan votenya yaa❤ Kalian kan baik-baik❤

__ADS_1


Terimakasihh🙏😘


__ADS_2