MY CEO MY HUSBAND

MY CEO MY HUSBAND
Aku Mencintaimu


__ADS_3

Sebenarnya Andita masih ragu untuk mengungkapkan perasaannya. Dia merasa tidak pantas memiliki cinta Zidan. Pria itu terlalu baik baginya. Namun lama kelamaan Andita tidak sanggup untuk membohongi dirinya sendiri.


Semakin ia menyangkal, semakin hatinya merasa sakit. Apalagi jika mengingat mimpinya tadi, rasanya begitu sesak ketika Zidan harus meninggalkannya demi gadis lain.


Perasaan Andita semakin kuat ketika ia melihat Zidan membelanya didepan Dirga. Sungguh hatinya merasa tersentuh. Ia merasa dilindungi oleh lelaki itu.


Akhirnya Andita mulai mengumpulkan keberaniannya untuk kembali bertanya tentang perasaan Zidan padanya. Ternyata jawaban Zidan masih sama. Pria itu masih mencintai dirinya.


Ketika Zidan malah menanyakan balik tentang perasaan Andita padanya, Andita tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. Ia pun menjawabnya dengan pasti.


"Umhh, I-iya Tuan! Saya memiliki perasaan terhadap anda." jawab Andita terbata.


Mendengar jawaban yang keluar dari bibir sang pujaan hati tentu membuat Zidan bahagia.


Dia merasa penantiannya tidak sia-sia. Akhirnya Andita membalas perasaannya. Pria itu langsung membawa tubuh Andita kedalam dekapannya.


"Benarkah itu? Kau memiliki perasaan yang sama denganku?"


Andita membelalakan matanya saat Zidan langsung memeluknya dengan erat.


"Hemm. Ya Tuan." Jawab Andita seraya menganggukkan kepala.


Zidan tersenyum dibalik tubuh Andita, kemudian ia melepaskan pelukannya. Dia membelai lembut kepala gadis itu.


"Sekarang katakan!"


"Apa?"


"Perasaanmu padaku!"


"Tadi kan sudah?!"


"Kau hanya mengatakan jika kau memiliki perasaan yang sama denganku! Perasaan apa yang kau miliki untukku?"


"Perasaan.." Andita menggigit bibirnya. Pura-pura berpikir padahal ia tahu apa yang ingin Zidan dengar darinya.


"Perasaan yang sama dengan perasaan yang anda rasakan saat ini pada saya Tuan."


Zidan menghela nafas berat. Bukan itu yang ingin ia dengar.


"Baiklah aku ganti pertanyaannya. Apakah kau mencintaiku?!"


Deg


Tubuh Andita membeku ketika mendapat pertanyaan langsung dari calon suaminya itu.


Zidan menatap Andita lekat-lekat. Ia butuh kepastian tentang perasaan Andita padanya agar kedepan nanti hubungan mereka lebih kuat.


"Sa-saya..." Andita menundukkan pandangannya. Sungguh saat ini ia merasa malu ketika Zidan menatapnya seperti itu.


"Hemm, saya apa?!"

__ADS_1


"Saya.."


"Ya, saya apa?!" Zidan sudah tidak sabar mendengar pengakuan Andita.


"Ya, saya juga mencintai anda Tuan!" Andita langsung mengatupkan bibirnya rapat-rapat seraya memejamkan matanya ketika kalimat itu keluar dari bibirnya.


Zidan mengembangkan senyumnya sembari mengelus rahang Andita.


"Mulai hari ini kau kupecat menjadi karyawanku!"


Seketika Andita membuka matanya.


"Ke-kenapa Tuan?! Apa salah saya?!" Andita nampak terkejut sekaligus bingung.


"Beraninya kau mencintai atasanmu sendiri!" gurau Zidan.


"Bukankah anda yang lebih dulu mencintai saya?!" Andita tidak terima dengan pernyataan Zidan.


"Kalau begitu saya tidak jadi mencintai anda! Saya tarik kata-kata saya tadi!"


Cupp!


Zidan langsung membungkam bibir Andita dengan bibirnya. Lagi-lagi Andita terkesiap oleh tindakan Zidan. Tidak lama Zidan pun melepaskan pagutan bibirnya.


"Beraninya kau menarik kata-katamu! Kau memang tidak boleh mencintai atasanmu itu! Kau hanya boleh mencintai calon suamimu yang tampan ini! Mulai sekarang jangan memanggilku Tuan lagi! Karena kau bukan karyawanku!"


Andita mendesis, ia mengernyitkan keningnya saat mendengar ucapan Zidan.


"Lalu saya harus memanggil anda apa jika bukan Tuan?"


"Kau bisa memanggil namaku atau kalau perlu kau bisa memanggilku dengan sebutan sayang! Bukankah kita sudah resmi menjadi sepasang kekasih?!"


"Satu hal lagi kau jangan pernah berbicara formal padaku! Aku tidak menyukainya! Jika kau membantah, aku akan mengurungmu disini lebih lama!"


Glekk


Andita menelan saliva.


Apa-apaan sih dia ini!


"Tapi saya sudah terbiasa memanggil anda dengan sebutan Tu .."


Cupp


Zidan mengecup sekilas bibir Andita.


"Tuan apa yang .."


Cupp ,lagi-lagi Zidan mengecupnya.


Andita mendengus kesal sambil menutup bibirnya dengan punggung telapak tangan.

__ADS_1


"Sepertinya kau senang sekali mendapat ciuman dariku! Jika kau memanggilku Tuan lagi, aku akan terus menciummu!"


Andita tidak dapat lagi menahan senyumnya. Ia pun tertawa mendengar ancaman Zidan.


Kemudian meraih bantal yang ada disampingnya lalu memukulkannya pada dada bidang lelaki itu.


"Kenapa kau selalu mencuri ciuman dariku, Zidan!"


"Karena aku meyukainya!"


"Hishh.. Dasar laki-laki mesum!"


"Apa kau bilang?!"


Zidan menggelitik pinggang Andita hingga gadis itu tertawa terpingkal-pingkal.


"Ampuun..ampun.. Hahaha!"


Setelah puas bercanda, Zidan kembali menatap mata Andita lekat-lekat. Kedua tangannya menangkup rahang gadis itu.


"Aku mencintaimu Andita. Jangan pernah bertindak ceroboh lagi seperti kemarin! Aku benar-benar tidak sanggup kehilanganmu!"


Nyess


Hati Andita menghangat. Namun tiba-tiba ia teringat akan ayah dari calon suaminya itu.


Ya, jangan lupakan Tuan Wildan. Pria paruh baya itu pasti tidak akan tinggal diam jika tahu dirinya pun memiliki perasaan yang sama terhadap putranya.


"Tapi bagaimana dengan Ayahmu? Beliau tidak merestui hubungan kita."


"Sebenarnya aku sangat berharap ayah merestui hubungan kita. Tapi aku rasa akan sulit untuk meluluhkan hatinya dalam waktu dekat ini. Kita akan pikirkan itu nanti. Kau tidak perlu mengkhawatirkannya selama aku ada bersamamu, hem?!"


Meskipun Zidan mengatakan hal itu namun Andita tetap saja merasa tidak tenang. Apalagi Tuan Wildan mengatakan jika mendiang ayahnya dulu pernah mengkhianatinya.


"Zidan."


"Hemm?!"


"Apa kau akan selalu mempercayaiku?"


"Kenapa kau bertanya seperti itu?! Tentu saja aku akan selalu mempercayaimu. Sekarang dan seterusnya!"


Andita tersenyum simpul. Tiba-tiba Andita memeluk tubuh Zidan dan membenamkan kepalanya pada dada bidang lelaki itu. Kini giliran Zidan yang terpaku karena ulah Andita.


"Aku mencintaimu Zidan!"


Zidan mengeratkan pelukannya.


"Aku lebih mencintaimu Andita!"


.

__ADS_1


.


Maaf yaa belum bisa crazy up lagi, hari ini UP 2 bab dulu 🙏


__ADS_2