MY CEO MY HUSBAND

MY CEO MY HUSBAND
Ice Skating


__ADS_3

"Kau siap sayang?!" Tanya Zidan.


Andita mengangguk antusias, seraya menaruh tangannya diatas tangan Zidan.


"Tentu!"


"Kalau begitu ayo kita mulai!"


Perlahan Zidan menarik tangan Andita ketengah arena. Mereka pun mulai berseluncur bersama.


Disaat bersamaan terdengar suara musik yang terputar, mengalun begitu indah mengiringi permainan ice skating mereka.


Tentu saja itu ide Zidan. Dia yang meminta pada pihak komposer untuk memutar lagu romantis sebagai latarnya, agar kencannya dengan Andita lebih sempurna dan berkesan.


Dan lagu yang dipilih Zidan adalah lagu yang melambangkan perasaannya saat ini, Nothing's Gonna Change My Love For You milik George Benson.


Saat sepatu mereka mulai meluncur, saat juga lagu tersebut dimulai.


If I had to live my life without you near me


(Jika aku harus menjalani hidupku tanpamu didekatku)


The days would all be empty


(Hari-hari akan terasa begitu hampa)


The nights would seem so long


(Malam akan terasa panjang)


With you I see forever Oh, so clearly


(Denganmu aku melihat masa depan yang sangat jelas)


I might have been in love before


( Aku mungkin pernah jatuh cinta sebelumnya)


But it never felt this strong


(Tapi tak pernah terasa sekuat ini)


Our dreams are young and we both know


(Mimpi-mimpi kita yang masih belia dan kita berdua tahu)


They'll take us where we want to go


(Mereka akan membawa kita kemanapun kita ingin pergi)


Hold me now


(Genggamlah aku)


Touch me now


(Sentuhlah aku)


I don't want to live without you


(Aku tak ingin menjalani hidup tanpamu)


Nothing's gonna change my love for you


(Tak ada yang mampu mengubah rasa cintaku padamu)


You ought to know by now how much I love you


(Kau harus tahu sekarang betapa aku sangat mencintaimu)


One thing you can be sure of


(Satu hal yang dapat kau pastikan)


I'll never ask for more than your love


(Aku tidak akan pernah meminta yang lebih dari cintamu)


Nothing's gonna change my love for you


(Tak ada yang mampu mengubah rasa cintaku padamu)


You ought to know by know how much I love you


(Kau harusnya tahu sekarang betapa aku sangat mencintaimu)


The world may change my whole life through but


(Dunia mungkin mengubah seluruh hidupku tapi)


Nothing's gonna change my love for you


(Tidak akan ada yang mampu mengubah rasa cintaku padamu)


If the road ahead is not so easy


(Jika jalan yang akan kita hadapi tidak mudah)


Our love will lead the way for us


(Cinta kita akan menuntun kita)

__ADS_1


Like a guiding star


(Seperti bintang pemandu)


I'll be there for you if you should need me


(Aku akan selalu ada untukmu saat kamu membutuhkanku)


You don't have to change a thing


(Kau tidak perlu mengubah apapun)


I love you just the way you are


(Aku mencintaimu apa adanya dirimu)


So come with me and share the view


(Jadi ikutlah bersamaku dan berbagi pandangan)


I'll help you see forever too


(Aku juga akan membantumu melihat selamanya)


Hold me now


(Genggamlah aku)


Touch me now


(Sentuhlah aku)


I don't want to live without you


(Aku tidak ingin hidup tanpamu)


Ketika sepasang sejoli itu berada ditengah arena Ice Skating, Zidan melepaskan genggaman tangannya dari Andita. Ia membiarkan istrinya itu bermain dengan leluasa.


Begitupun dengan dirinya. Zidan mulai menggerakkan kakinya dengan lihai mengitari lapangan es itu.


Terdengar suara canda dan tawa yang menggema saat mereka tengah asyik bermain. Andita yang belum lancar dengan permainan Ice Skating, masih terlihat kaku.


Bahkan tidak jarang ia terjatuh dan hal itu membuat Zidan tertawa lepas sekaligus gemas dibuatnya. Ia menghampiri Andita lalu membantunya untuk bangkit.


Setelah itu perlahan Zidan mengajarinya dengan memegang kedua tangan Andita sambil berjalan mundur.


Saat Andita sudah bisa menjaga keseimbangan tubuhnya, Zidan kembali melepaskan pegangan tangannya.


"Aku yakin kau bisa sayang! Semangat!!" Zidan memberikan support dari jarak jauh.


Andita tersenyum pada Zidan seraya mengepalkan tangannya keudara untuk memberi semangat pada dirinya sendiri.


"Yeayy! Zidan! Aku bisa!" Teriak Andita dengan girangnya ketika dia mulai lancar memainkan sepatu bot berpisau itu diatas lantai es.


Dia mengangkat kedua tangannya lalu mengajak Andita untuk tos.


"Sudah kubilang kau pasti bisa sayang!"


Andita mengangguk senang. Senyum diwajahnya semakin mengembang. Seolah dia baru saja memenangkan sebuah lomba.


"Terimakasih Zidan karena kau sudah mengajariku!" Kedua tangan mereka masih saling menggenggam. Nafas keduanya yang mengeluarkan asap karena udara dingin saling menerpa kulit wajah masing-masing.


"Kenapa kau selalu mengucapkan terimakasih padaku sayang? Aku ini suamimu. Sudah sewajarnya jika aku membantumu!" Zidan merapikan rambut Andita yang berantakan.


"Apa kau masih ingin bermain?"


"Sepertinya sudah cukup."


"Benar?"


"Ya. Lagipula besok kau kan harus pergi. Aku tidak ingin kau kelelahan Zidan!" Andita menangkup rahang kokoh suaminya.


"Jangan memikirkan diriku. Pastikan saja kau puas bermain dan berkencan denganku hari ini." Zidan sedikit memiringkan kepalanya dan mengecup telapak tangan Andita yang menempel dipipinya.


"Aku puas Zidan! Sangat puas! Lagipula kita masih punya banyak waktu bukan untuk kembali berkencan?!"


"Ah ya, kau benar. Sepulang dari perjalanan bisnisku kita akan kembali berkencan. Kita akan mengadakan kencan ganda dengan Andrew dan Zoya."


Mendengar nama Zoya, perlahan Andita langsung menurunkan tangannya dari wajah Zidan.


Senyum mengembangnya pun berubah menjadi senyum canggung.


"Kenapa?" tanya Zidan yang menelisik perubahan raut muka Andita.


"Tidak. Aku hanya berpikir kenapa kita harus kencan ganda? Kenapa kita tidak mencoba mengajak Stella dan Ken juga untuk kencan bersama? Pasti akan seru!" Ucap Andita.


Padahal ketika Zidan menyebut nama Zoya, ia jadi teringat pertengkarannya kemarin malam dengan suaminya itu. Dan rasa cemburunya pun kembali hadir.


"Hemm, idemu bagus juga. Pasti dia butuh refreshing agar rambutnya tidak cepat beruban karena pekerjaan yang aku berikan."


Andita hanya tertawa menanggapi Zidan.


******


Alih-alih mengajaknya pulang, Zidan malah membawa Andita kesebuah taman. Mereka duduk bersama ditemani dinginnya angin malam


Zidan tidak langsung membawa Andita pulang kerumah karena ada hal yang ingin dia bicarakan bersama istrinya itu.


"Zidan katanya kita akan pulang? Tapi kenapa kau membawaku kemari?" tanya Andita yang sudah merasa lelah karena seharian ini bermain dengan suaminya.


"Ada hal yang ingin aku tunjukan padamu Andita."

__ADS_1


"Apa?"


Zidan mengeluarkan kembang api stick yang sedari tadi dia simpan dibelakang punggungnya.


Zidan membeli kembang api itu diam-diam saat mereka tengah berada diwisata taman bermain tadi siang.


"Tadaaa!!"


"Kembang api?!"


"Ya! Kita akan menyalakan kembang api disini!"


Andita tergelak mendengarnya.


"Tapi ini bukan malam pergantian tahun Zidan?!"


"Ckk! Memangnya hanya malam pergantian tahun saja yang boleh menyalakan kembang api?!"


"Pegang ini!" titah Zidan. Ia memberikan kembang api itu pada Andita.


Tangannya merogoh saku celana untuk mengambil korek api. Kemudian Zidan mulai menyalakan kembang api itu dan menuntun tangan Andita untuk mengarahkannya keatas langit. Dan seketika..


Duarrrr


Duarrrr


Langit yang tadinya sepi tanpa bintang kini bercahaya karena letupan kembang api yang dinyalakan oleh Zidan dan Andita.


Andita nampak terpukau dengan keindahan yang diciptakan oleh kembang api itu.


"Wah Zidan, ini indah sekali!"


Zidan sedikit memiringkan tubuhnya dan mendekap Andita dari belakang. Kedua tangannya memegang tangan Andita yang tengah memegang kembang api.


"Kau suka?" tanya Zidan tepat ditelinga Andita. Ia menopang dagunya diatas pundak sang istri.


"Hu'um!" Andita mengangguk. Netranya lebih berfokus pada cahaya yang dikeluarkan oleh kembang api itu.


Beberapa kali kembang api itu meletup diatas langit dan akhirnya lambat laun habis ditelan gelapnya malam.


Setelah selesai Zidan membalikkan tubuh Andita hingga menghadapnya. Kini mata mereka berdua saling memandang satu sama lain.


"Andita."


"Ya?!"


"Terimakasih karena kau sudah mau menjadi istriku! Terimakasih kau mau sudah menemani dan berada disisiku. Maaf jika aku belum bisa menjadi suami yang sempurna untukmu. Tapi aku berjanji, aku akan berusaha membahagiakanmu dengan caraku sendiri!" Zidan mengusap lembut pipi istrinya.


Andita begitu tersentuh dengan ucapan suaminya itu. Ia memegang tangan Zidan yang menyentuh pipinya.


"Kau bicara apa Zidan? Bagiku kau sudah sangat sempurna. Aku yang merasa malu karena belum bisa menjadi istri yang baik untukmu."


"Tidak Andita. Kau sudah melakukan yang terbaik untuk menjadi istriku."


Untuk sesaat mereka saling terdiam. Kemudian Zidan menarik nafas dalam-dalam.


"Sebenarnya selain ingin mengucapkan terimakasih, aku juga ingin meminta maaf padamu Andita."


"Minta maaf?! Untuk apa?"


"Untuk kesalahanku. Karena kemarin malam aku sudah bersikap kasar padamu."


"Maaf karena aku sudah membentak dan nyaris menamparmu Andita. Semua diluar kendaliku. Harusnya aku tidak melakukan itu." Ucap Zidan dengan penuh sesal. Wajahnya tertunduk karena merasa bersalah.


"Tidak apa-apa Zidan. Aku mengerti kau sedang marah. Kau bersikap begitu karena aku yang memancing kemarahanmu. Aku juga bersalah dan harusnya aku juga meminta maaf padamu. Maafkan aku!" lirih Andita.


Perlahan Zidan mengangkat kepalanya dan menatap istrinya itu lekat-lekat.


"Andita."


"Ya?"


"Ada yang ingin kutanyakan padamu."


"Apa?"


"Apa kau cemburu pada Zoya?"


Deg


Seketika bibir Andita terkatup rapat. Ia memalingkan pandangannya kesembarang arah. Melihat hal itu Zidan meraih dagu Andita untuk kembali menatapnya.


"Katakan! Apa kau cemburu pada Zoya, hm?"


"Apa itu penting?"


"Tentu. Aku ingin tahu perasaanmu."


Perlahan Andita menarik nafasnya dalam-dalam lalu menghembuskannya. Ia menatap manik mata suaminya itu lekat-lekat.


"Ya Zidan. Aku cemburu pada Zoya!"


.


.


Haduhh mohon maaf yaa readersku sayang baru bisa update πŸ™πŸ˜­


Jangan dihujat ya hari ini update 1 bab dulu πŸ™πŸ™πŸ™


Dari kemarin gak fokus ngetik karena authornya kurang enak body. Ngeliat layar mata kunang-kunang 😫

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan Like dan Komennya yaa πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡ tengkyuu ❀


__ADS_2