MY CEO MY HUSBAND

MY CEO MY HUSBAND
Chapter 16. Semua dadakan kaya tahu bulat


__ADS_3

...****************...


Dan benar terjadi, setelah Dara keluar dari rumah sakit. Arsen langsung menghubungi mama Lulu secara pribadi kalau dia mau datang ke rumah dengan niat baik.


Mama Lulu mengoceh ke Dara kalau ini termasuk dadakan, karena apa? Mama Lulu harus menyiapkan untuk menyambut keluarga Arsen secepat mungkin.


"Harusnya kamu bilang sebulan sebelumnya Dara" ucap mama Lulu memarahi Dara


"Aku juga ga tau" ucap Dara


"Masa kamu ga tau sih?! jadinya ini kita dadakan banget mesen sana sini nya" keluh mama Lulu


"Yaudah seadanya aja" jawab Dara gampang


"Seenaknya, mama ga mau yang biasa aja" ucap Mama Lulu


Sanak Saudara pun sudah datang ke rumah Dara untuk membantu. Padahal dia hanya Lamaran saja bukan langsung nikah, tapi mamanya sudah heboh banget.


Banyak anak kecil yang membuat rumah Dara bising, Sedari tadi Dara diam di kamarnya aja. Dian sepupunya yang kemarin nikah menemaninya.


"Ciee jadi juga nyusul" ledek Dian


"Ga nyangka gua ge" ucap Dara


"Ternyata jodoh lu bos sendiri yah ka. udah ganteng, mapan, baik lagi" ucap dian memuji Arsen


"Ganteng sama mapan sih ok, lu ga tau aja kalau dia itu ga baik Di" ucap Dara


"Terus kalau ga baik kenapa lu mau nikah sama dia ka?" tanya Dian penasaran


"Hmm... Dia ga jahat juga sih, cuman yah gitu sulit di tebak" ucap Dara


"Alaahhh... alasan aja lu ka haha" tawa Dian


Semua Sodara berdecak kagum karena tahu siapa yang akan melamar Dara. Gimana ga kagum coba? Arsen itu kaya, ganteng dan berlatar belakang yang baik. Mungkin Dara aja yang beruntung mendapatkan Arsen.


Dara udah ga tau lagi reaksi Bunda Ratna ketika Arsen bilang akan menikahi Dara. Karena semenjak Dara sakit Dara belum melihat Bunda Ratna atau ga para kakak dari Arsen.


Dara melihat nuansa rumahnya seperti akan ada acara besar, terlihat bahan masakan yang begitu banyak. Sodara mama Lulu membantu memasak dan Papa kamil sedang berkumpul bersama sodara lain dan tetangga di sekitar rumah.


Tukang Dekor selesai mendekor Ruang tamu di rumah Dara. Dara melihat hasilnya cukup memuaskan. Dengan waktu yang minim Mama Lulu bisa memilih dekor yang pas dan disukai oleh Dara.



Semua biaya untuk lamaran ini tentu dari Arsen, Arsen dengan pengertiannya memberi sejumlah uang dengan nominal yang tinggi ke Mama Lulu. Awalnya Mama Lulu menolak tetapi Arsen memaksa dan mau ga mau Mama Lulu menerimanya.


"Ga nyangka yah di keluarga kita ada yang nikah juga sama Sultan" ucap Bibi Sri ibunya Dian


"Bener banget, beruntung nya Dara haha" ucap Bi tuti


Dan masih banyak lagi perkataan yang mengagul agul kan Arsen.

__ADS_1


"Dara kamu udah panggil Mua nya? " tanya mama Lulu


"Udah" jawab singkat Dara


"Atuh Dara semangat lah, jangan lemes kaya gitu napa" tegur bi sri


Dara hanya memberikan senyum terpaksa nya aja.


Dara bukannya ga bahagia, Dara bahagia cuman yah itu Dara ga suka nya dadakan. Seakan akan kaya Arsen terpaksa menikah sama Dara.


Sering ponsel Dara berbunyi, Dara melihat nama 'Big Boss'. Dengan segara Dara mengangkat teleponnya.


"Halo" ucap Dara


"Gimana? ada yang kurang?" tanya Arsen di sebrang sana


"Ga ada" jawab singkat Dara, posisi Dara sekarang lagi di dalam kamarnya sendirian


"Ada apa?" tanya Arsen seolah peka


"Gapapa Kok"


"Apa Dara? beri tahu saya, kalau kamu tidak beri tahu saya saya ga akan tahu kalau kamu kenapa? " ucap Arsen


"Aku deg degan, gimana respon tante Ratna?" ucap Dara


"Kamu ga perlu nanya respon Bunda kaya mana, sudah pasti senengnya bukan main. Asal kamu tahu Bunda excited banget tentang lamaran ini" jelas Arsen


Dara tersenyum dalam diam, perkataan Arsen bikin ada kupu kupu di perut Dara.


...****************...


Suara mama Lulu sudah mulai terdengar dari jam 3 subuh. Dara sudah siap tinggal di make up, tadi Dara sarapan saja di suapin oleh mama Lulu.


para bocil masih pada tidur jadi belum terlalu ramai. Ibu Ibu yang sudah bangun sedangkan bapak bapak yang terjaga, padahal ini acara lamaran aja tapi berasa nikahan.


Balutan kebaya modern sangat pas di tubuh Dara. Inilah definisi Terima beres, bahkan kebaya pun sudah di siapkan oleh Bunda Ratna. Bunda Ratna memesan di butik langganan hanya untuk Dara.



Dara sangat menyukainya, sangat sangat menyukainya. Riasan di muka Dara pun benar benar simple dan tidak terlalu tebal, cantik alami Dara masih terlihat.


"Wis... kakak gua jadi cantik" ucap Ervan adik Dara


"Cantik kan gua" ucap Dara memutar badannya memperlihatkan hasil selama berjam jam


"Cantik cantik" ucap Rahbian yang berdiri di samping Ervan


Suara hiruk pikuk di luar sudah terdengar. Makanan pun sudah jadi dan tertata di teras rumah.


__ADS_1


Jantung Dara semakin berdebar bukan kencang lagi tapi kaya mau copot. Dari tadi Dara duduk gelisah menunggu keluarga Arsen datang.


Keluarga Arsen belum datang, waktu kedatangan telat ternyata mungkin karena macet atau apa gitu.


Dara berdoa kalau acaranya lancar dan Arsen sampai dengan selamat.


Dara menghembuskan nafas lega ketika mendengar suara sodara nya kalau keluarga Arsen sudah tiba. Dian segera memberi tahu Dara kalau keluarga Arsen baru saja tiba, dan sudah memasuki rumah Dara dan duduk di ruang tamu yang memang menjadi tempat acaranya.


Hening, Acara sudah mulai dan hanya terdengar suara tetua dari keluarga Dara yang berbicara. Dara tidak bisa mendengar jelas apa yang mereka bicarakan. Hingga tiba tiba Dian masuk ke kamar dan merangkul Dara untuk jalan keluar kamar.


Saat keluar kamar, pandangan Dara langsung ke arah Arsen yang duduk dengan pakaian yang senada dengan dirinya.



Arsen pun sempat terpesona melihat kecantikan Dara. Dara terlihat lebih berbeda dari biasanya, Dara yang merasa diliatin pun langsung salting.


Dara duduk di antara papa kamil dan mama Lulu. Dara mengatur nafas nya agar dia tidak gerogi.


"Nih Kak Arsen, Dara nya sudah ada. Jadi kita langsung tanyakan aja yah ke neng Dara. Neng Dara mau kah Neng Dara menerima lamaran Nak Arsen untuk menjadi istrinya?" ucap tetua


Dara menatap ke sekeliling, sepertinya mereka menunggu jawaban dari Dara.


"Bismillah, Saya Terima" ucap Dara sambil tersenyum manis


Semua yang ada disana langsung mengucapkan Alhamdulillah dan bernafas lega. Bahkan muka Arsen yang tadinya terlihat tegang pun menjadi lega, dia tersenyum sangat tipis ke Dara. Pandangan yang sungguh langka.


Setelah itu mereka Bertukar cincin satu sama lain, dan sekaligus menetapkan tanggal baik untuk prosesi akad.


Acara inti selesai, mereka semua bebas untuk makan. Sedangkan Dara dan Arsen diam duduk berdampingan.


"Pak Arsen mau makan?" tawar Dara


"Rasanya aneh" ucap Arsen ambigu


"Aneh? kan belum nyobain" jawab Dara yang tidak mengerti arah bicara Arsen


"Maksud saya kamu manggil saya bapak? ini saya Adara" ucap Arsen


"Saya tau, bapak itu pak Arsen bukan orang lain" jawab Dara polos


"Saya calon suami kamu, dan kamu masih manggil saya bapak" sarkas Arsen


Dara baru mengerti, tapi memang dia sudah terbiasa dengan panggilan itu mana mungkin di ubah.


"Panggil saya mas" ucap Arsen


"Hah? mas? " kaget Dara


Dara tersenyum canggung sedangkan Arsen memandang Dara dengan merengutkan keningnya seperti menunggu Dara untuk memanggilnya dengan sebutan 'mas'.


tbc

__ADS_1


©nukeya, 2022


__ADS_2