MY CEO MY HUSBAND

MY CEO MY HUSBAND
Kecelakaan


__ADS_3

Zidan membelalakan mata ketika tiba-tiba Zoya dengan nekad mencium paksa bibirnya.


Ia berusaha menghindar namun tangan Zoya begitu kuat menahan kepalanya dan terus memagut bibirnya dengan bernafsu.


Ciuman panas yang tak terduga itu berlangsung beberapa menit, sebelum akhirnya Zidan berhasil melepaskan diri dengan mendorong kuat tubuh Zoya kebelakang hingga wanita itu jatuh tersungkur kelantai.


"ZOYA! KAU SUNGGUH TIDAK TAHU MALU! " Bentak Zidan. Suara baritonnya menggema di seluruh sudut ruangan. Deru nafasnya memburu seiring dengan sorot matanya yang menghunus tajam kearah sahabatnya itu.


Dengan segera Zidan mengambil sapu tangan dari saku kemejanya. Ia langsung menghapus jejak saliva Zoya dibibirnya dan melemparkan sapu tangan tersebut tepat dihadapan Zoya.


"Kau menjijikan Zoya!"


Zoya terhenyak. Ia tidak menyangka Zidan akan bersikap seperti itu padanya.


"Zidan aku melakukannya karena aku mencintaimu! Aku ingin membuktikan bahwa sebenarnya kau juga masih memiliki perasaan kepadaku!"


"OMONG KOSONG! Berapa kali sudah kubilang aku tidak mencintaimu Zoya! Tapi sepertinya kau tidak mau mengerti juga! Jadi jangan salahkan aku jika mulai sekarang aku akan bersikap lebih kasar padamu!"


Zidan berjalan menghampiri wanita itu dengan sorot mata membunuh. Auranya tak bersahabat.


Tanpa memperdulikan Zoya yang masih meringis kesakitan, Zidan langsung menarik paksa tangannya dengan kasar. Dan segera menyeretnya keluar dari ruang kerjanya.


"Zidan! Apa yang kau lakukan?!" teriak Zoya. Berusaha melepaskan diri dari cekalan tangan Zidan namun sia-sia.


"DIAM!! Seharusnya aku melakukan ini sejak kau datang!" geram Zidan.


Zidan membuka pintu dan langsung menghempaskan tubuh Zoya keluar.


"ZIDAN!" lagi-lagi Zoya tersungkur kelantai.


Tindakan Zidan langsung menarik perhatian seluruh karyawannya. Beberapa dari mereka begitu terkejut dan mulai berbisik-bisik.


Disaat bersamaan Ken yang baru saja menyelesaikan pekerjaannya dan keluar dari ruangan, dibuat tercengang ketika melihat Zoya terduduk dilantai.


"Nona Zoya?!"


Ken memperhatikan penampilan Zoya yang nampak berantakan. Ditambah lagi saat ia melihat ekspresi Zidan yang menahan amarah. Dengan langkah cepat Ken berlari kecil menghampiri Zidan.


"Tuan! Apa ada masalah?!" tanya Ken.


"Kau urus wanita itu! Bawa dia pergi dari sini dan pastikan jangan sampai dia menginjakkan kakinya lagi diperusahaanku! Karena mulai detik ini aku tidak sudi melihat wajahnya!"


Deg


Zoya tersentak mendengar ucapan Zidan. Tangannya mengepal kuat seiring dengan air matanya yang mendesak keluar.


"Kau bilang apa Zidan? Tidak sudi melihat wajahku?! Hanya karena aku..."

__ADS_1


"KEN! APA KAU TIDAK DENGAR UCAPANKU?!" teriak Zidan. Emosinya sudah berada diubun-ubun. Ia sama sekali tidak ingin mendengar apapun lagi yang keluar dari mulut Zoya.


Semua orang yang melihat kemarahan Zidan bergidik ngeri. Tak ada dari mereka yang berani bersuara. Semuanya diam menyaksikan drama yang terjadi didepan mata.


Ken yang awalnya tengah mencerna keadaan langsung tersadar saat ia mendengar teriakan Zidan. Dengan sigap Ken pun segera menjalankan tugasnya.


"Baik Tuan! Saya akan mengurusnya!" Ken berjalan kearah Zoya dan mengulurkan tangan untuk membantunya berdiri.


Namun dengan kasar Zoya menepis tangan Ken dan menatapnya sinis.


"Aku tidak butuh bantuanmu! Aku bisa sendiri!"


"Bagus kalau begitu nona! Jadi saya tidak perlu membuang tenaga saya dengan percuma." jawab Ken datar.


Zoya tersenyum kecut. Ia bangkit sambil menepuk-nepukan pakaian dan tangannya. Lalu netranya kembali menatap Zidan dengan gamang.


"Aku benar-benar tidak menyangka kau akan mempermalukankanku seperti ini Zidan. Bertahun-bertahun aku mengenalmu, baru kali ini kau bersikap kasar padaku. Apa dimatamu aku sama sekali tidak berharga?!"


Zidan yang masih setia berdiri didepan pintu langsung mengalihkan pandangannya kesembarang arah.


Ia tidak menjawab sepatah katapun. Bahkan lelaki itu tidak sudi menatap wajah Zoya.


Melihat hal tersebut hati Zoya berdenyut nyeri. Bibirnya bergetar. Air matanya pun semakin berderai.


Apa semenjijikan itukah dirinya dimata Zidan?


"Baiklah jika kau tidak mau menjawab pertanyaanku. Aku akan pergi dari sini! Maaf sudah mengganggu waktumu!"


Zoya menghapus buliran bening itu. Kemudian melangkahkan kakinya meninggalkan perusahaan Zidan dengan hati remuk redam.


Setelah kepergian Zoya, Zidan kembali masuk kedalam ruangannya sambil menutup pintu dengan kasar.


Semua karyawan terlonjak kaget. Mereka hanya bisa mengelus dada sambil menggelengkan kepala.


Melihat hal tersebut Ken segera mengambil sikap. Ia memberikan ultimatum keras kepada seluruh karyawan agar mereka menutup mulut dan tidak menceritakan kejadian yang baru saja mereka lihat kepada siapapun.


Jika ada yang berani melanggar, maka mereka akan menerima konsekuensinya berupa surat pemecatan dan akan dimasukan kedalam daftar hitam sehingga mereka tidak bisa bekerja diperusahaan manapun.


Wajah para karyawan itu seketika berubah pias saat mendengar ultimatimum dari Ken.


Mereka berjanji akan merahasiakan kejadian tadi dan menutup mulut mereka rapat-rapat.


*****


Didalam mobil Zoya menangis tersedu-sedu. Ia meluapkan emosi yang tak terbendung dengan memukul-mukul stir kemudi.


Zoya benar-benar merasa buntu. Ia tidak tahu harus memakai cara apa lagi supaya Zidan mau menerima cintanya.

__ADS_1


"Aaarrggh!!" teriak Zoya frustasi.


"Kenapa mencintaimu semenyakitkan ini Zidan?! Kenapa?! Kenapa kau tidak mau memberiku kesempatan untuk memilikimu, hah?! Aku benar-benar mencintaimu, sangat mencintaimu!" Zoya meremas tangannya didepan dada seolah ia tengah merasakan kesakitan yang amat sangat dalam.


Dengan perasaan kalut dan kacau Zoya meninggalkan perusahaan Zidan. Ia melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh.


Zoya sudah tidak lagi memikirkan keselamatannya karena emosi tengah menguasai jiwanya.


Dalam perjalanan yang tak tentu arah, Zoya masih saja terus menangis. Pikirannya hanya tentang Zidan, Zidan, dan Zidan.


Tanpa sadar ia kehilangan konsentrasi dan tidak bisa mengendalikan laju mobilnya dengan benar.


Bahkan Zoya terlihat beberapa kali menerobos lampu merah dan menyalip mobil didepannya secara mendadak. Hingga membuat pengendara lain menjadi geram.


Namun Zoya sama sekali tidak peduli. Yang terpenting baginya adalah kesakitan yang ia rasakan segera hilang.


Saat Zoya akan kembali menyalip mobil, ia begitu terkejut karena dari arah berlawanan ada sebuah truk yang tengah melaju kencang kearahnya.


Beep..Beep.. terdengar suara klakson yang begitu nyaring.


"Aaaaaa!!!!! Zidaaaann!!!" Zoya berteriak histeris saat ia tahu mobilnya akan menabrak truk didepannya.


Secepat kilat Zoya membanting stir kekiri lalu menginjak rem. Namun naas karena kecepatan mobilnya yang begitu tinggi mobil tersebut oleng dan malah menabrak pembatas jalan. Hingga akhirnya...


Sreeett


Brukk


Brukk


Brukk


Jederr


Mobil mewah itu berputar dan terguling beberapa kali hingga mengeluarkan bunyi ledakan.


Beberapa pengendara yang syock melihat insiden kecelakaan itu segera menghentikan kendaraannya dan mencoba menolong Zoya.


Namun langkah mereka terhenti dan tidak ada yang berani mendekat ketika melihat pengemudi dimobil itu sudah bersimbah darah.


.


.


Bersambung...


Updatenya dikit dulu yaa dari kemaren otornya lagi sok sibuk πŸ˜πŸ™

__ADS_1


Jangan lupa like komen hadiah dan votenyaaaa kakak2 yang baik hati, tengkyuu β€πŸ’›πŸ’šπŸ’™πŸ’œ


__ADS_2