MY CEO MY HUSBAND

MY CEO MY HUSBAND
Pesona Zidan


__ADS_3

[Bu, bagaimana ini?! Aku masih takut jika Nyonya Wildan nanti akan memberitahukan kelakuan kita saat dibutik pada Ayahnya Zidan! Aku pasti langsung dipecat jadi calon menantu, hiks, hiks(emoji menangis)] Rachel.


[Tenanglah! Ibu yakin Tuan Wildan akan tetap berpihak padamu!] Nyonya Reyhan.


[Tapi aku takut Buu!] Rachel.


[Yang harus kau takutkan itu adalah Ayahmu! Bagaimana jika nanti dia tahu kelakuan kita dibelakangnya! Pasti dia akan murka!] Nyonya Reyhan.


[Aaarghh, iya aku sampai melupakan Ayah! Ayah tidak boleh tahu soal kejadian itu, Bu!] Rachel.


[Tentu saja! Jika Ayahmu tahu habislah kita!] Nyonya Reyhan.


Kedua wanita berbeda usia itu sedang sibuk berbalas pesan. Padahal mereka tengah berada didalam satu mobil yang sama menuju kediaman Tuan Wildan.


Ya, seluruh keluarga Tuan Reyhan akan menghadiri pesta ulang tahun Zidan. Tuan Reyhan beserta istri dan putrinya menaiki mobil yang sama, dengan diantar oleh supir pribadi mereka. Sementara Dirga mengendarai mobil yang berbeda.


Dia membawa mobilnya sendiri. Dirga datang bersama tunangannya, Lusy.


Selama dalam perjalanan menuju kepesta Zidan, Nyonya Reyhan dan Rachel terlihat gusar. Mereka masih merasa takut jika Nyonya Wildan akan mengadukan perbuatannya kepada suaminya, Tuan Wildan. Agar tidak membuat Ayahnya curiga Rachel menumpahkan kekhawatirannya pada sang Ibu dengan berbicara melalui pesan singkat. Hingga akhirnya merekapun saling berbalas pesan didalam mobil.


"Nanti ketika sampai dipesta kau harus bisa membuat Zidan tertarik padamu Rachel!" Ucap Tuan Reyhan yang duduk disamping supir.


Tidak ada jawaban sama sekali dari kursi belakang. Nyonya Reyhan dan Rachel masih sibuk berbalas pesan.


"Rachel! Apa kau dengar Ayah?!" Ekor mata Tuan Reyhan mulai melirik kebelakang.


"Rachel! Apa kau tuli?! Ayah sedang berbicara padamu!" Bentak Tuan Reyhan.


Mendengar bentakan dari sang Ayah, Rachel dan Nyonya Reyhan terperanjat kaget. Mereka berdua gelagapan hingga ponsel mereka nyaris jatuh dari tangan masing-masing.


"A-ayah, ada apa? Maaf aku tidak dengar! Apa ayah mengatakan sesuatu?"


Tuan Reyhan mendengus kesal.


"Memang kalian berdua sedang melakukan apa dibelakang?! Kenapa salah satu dari kalian tidak ada yang mendengar ucapanku!" Hardik Tuan Reyhan.

__ADS_1


"Maaf suamiku, aku sedang membalas pesan dari teman arisanku!" Dusta Nyonya Reyhan tergagap.


"I-iya maafkan aku juga Ayah! Aku juga sedang membalas pesan dari temanku!" Rachel ikutan berdusta.


"Huff! Dengarkan ini baik-baik Rachel. Ayah tidak akan mengulanginya lagi. Ayah ingin saat dipesta nanti, kau bisa menarik perhatian Zidan. Selama ini Ayah sudah berusaha membujuk Tuan Wildan agar bisa menerimamu didalam keluarganya, dan setahu Ayah, Tuan Wildan pun masih memihak pada kita. Sekarang tugasmu adalah membuat Zidan tertarik padamu. Kau harus bisa memberikan kesan yang baik pada Zidan dan juga Nyonya Wildan." Jelas Tuan Reyhan.


Nyess...


Air muka Rachel dan Nyonya Reyhan seketika memucat. Bagaimana mereka akan mengambil hati dua orang itu yang sudah jelas-jelas menolak mereka!


Zidan yang sudah terang-terangan menolak Rachel dan Nyonya Wildan yang baru seminggu lalu menumpahkan kekesalannya pada mereka berdua. Rasanya Rachel ingin mundur saja dari perjodohan ini. Tapi hatinya mencintai Zidan. Pantang untuknya mundur jika belum mendapatkan apa yang dia inginkan.


"Ya, Ayah. Aku akan berusaha menarik perhatian Zidan." Jawab Rachel dengan berat hati.


"Bagus! Ayah percayakan semuanya padamu. Jangan sampai melakukan kesalahan dan mengecewakan Ayah! Karena jika kau bisa masuk kedalam keluarga Tuan Wildan itu akan menjadi tambang emas bagi kita. Kau mengerti Rachel?!" Sekilas Tuan Reyhan melirik putrinya dibelakang.


"Ya, Ayah. Aku mengerti!" Jawab Rachel dengan suara pelan nyaris tak terdengar.


Gadis itu menggigit bibirnya sembari meremas gaun yang dipakainya. Bagaimana jika nanti ayahnya tahu kalau dia sudah membuat kesalahan?


Sementara Nyonya Reyhan berusaha menguatkan putrinya, meskipun dirinya juga tengah ketar ketir membayangkan bagaimana kemarahan suaminya jika ia sampai tahu masalahnya dengan Nyonya Wildan.


Mobil Tuan Reyhan dan Dirga sudah memasuki halaman depan kediaman Tuan Wildan. Semua anggota keluarga pun juga sudah turun dari mobil. Mereka melangkahkan kakinya menuju halaman belakang. Tempat dimana pesta berlangsung.


Sepanjang perjalanan menuju halaman belakang, Tuan Reyhan sibuk menyalami kolega bisnisnya yang berpapasan dengannya. Begitu juga dengan Dirga. Ia ikut menyalami rekan bisnis ayahnya itu, karena dia juga adalah pemimpin perusahaan anak cabang Tuan Reyhan.


Selagi ayah dan anak itu sibuk menyalami kolega bisnisnya. Nyonya Reyhan, Rachel dan Lusy melanjutkan langkahnya menuju tempat pesta. Ketika sudah sampai dihalaman belakang, netra Lusy tidak sengaja melihat Andita dan Ferdy yang sedang berbincang.


"Bibi, bukankah itu Andita? Mantan kekasih Dirga?" Tanya Lusy sembari menahan tangan Nyonya Reyhan dan satu tangannya lagi menunjuk kearah Andita dan Ferdy yang berada cukup jauh dari mereka.


Sontak Nyonya Reyhan dan Rachel menghentikan langkahnya, saat Lusy menyebut nama Andita. Ekor mata mereka mengikuti arah jari telunjuk gadis itu.


Astaga! Jadi dia benar-benar datang kepesta ini! ~Nyonya Reyhan.


"Ya, itu Andita. Dia pasti diundang karena dia adalah bawahannya Zidan!" Jawab Nyonya Reyhan.

__ADS_1


"Jadi Tuan Zidan juga mengundang para karyawannya untuk datang kepesta ulang tahunnya, Bi?" Tanya Lusy.


"Hemm."


"Ibu bagaimana ini? Gadis rendahan itu benar-benar datang kepesta Zidan! Atau jangan-jangan Nyonya Wildan mengkhususkan dia untuk datang kemari?!" Bisik Rachel pada Ibunya.


"Diamlah! Sebaiknya kita hindari gadis bar-bar itu, sebelum nantinya kita yang terkena masalah!"


"Ibu, Kakak, kenapa kalian berdiri disini?!" Tanya Dirga yang tiba-tiba datang bersama Tuan Reyhan.


"Ayo kita masuk dan temui Tuan Wildan!" Ajak Tuan Reyhan.


"Yah, tunggu! Bukankah itu Andita?! Kenapa dia berada disini?" Tanya Dirga sembari menunjuk kearah Andita.


Nyonya Reyhan dan Rachel memejamkan matanya bersamaan.


"Dirga turunkan tanganmu! Jangan sampai gadis itu melihat kau menunjuknya. Aku tidak ingin dia membuat masalah dengan kita!" Ujar Tuan Reyhan. "Lebih baik sekarang kita temui Zidan dan keluarganya!"


"Tapi aku masih bingung kenapa gadis bar-bar itu ada disini?!" Dirga masih penasaran.


"Itu karena dia adalah karyawan dari Zidan!" Jawab Nyonya Reyhan sinis.


"Apa?! Karyawan Tuan Zidan?!"


"Ssttt!! Jangan banyak bertanya! Ayo kita susul Ayahmu!" Ucap Nyonya Reyhan.


Mereka berlima pun melanjutkan langkahnya menemui Tuan Wildan.


Tuan Wildan dan Nyonya Liyana baru saja keluar dari dalam rumah untuk menyambut para tamu yang sudah berdatangan dihalaman belakang. Tidak lama Zidan dan Ken muncul dan ikut menyalami para tamu yang hadir.


Malam ini Zidan begitu sangat tampan memakai tuxedo berwarna navy selaras dengan celananya. Tubuh tinggi berisi, alis yang tebal, rahang yang tegas, hidung mancung, bola mata emeraldnya dan bibir yang sensual, semua nampak sempurna pada diri Zidan.


Para putri dari kolega bisnis Tuan Wildan yang hadir disana, begitu terpesona dengan ketampanan Zidan, mereka berharap bisa menjadikan Zidan sebagai tambatan hatinya.


Tapi sayangnya hati Zidan sudah terpaut pada Andita, gadis biasa yang mampu mengalihkan perasaannya dari Zoya.

__ADS_1


.


.


__ADS_2