
Mata Zidan berkaca-kaca saat menatap wajah imut dan lucu bayi pertamanya.
Bahkan tangannya gemetar ketika menggendong tubuh mungil sang putra. Rasanya Zidan masih belum percaya jika sekarang dirinya telah menjadi seorang ayah.
"Putraku yang tampan." lirih Zidan.
"Kau sudah menyiapkan nama untuknya sayang?" tanya Andita yang masih terbaring lemah diatas brangkar. Saat ini mereka berdua tengah berada diruang perawatan VVIP.
"Sudah sayang. Zean Arion Wijaya. Itu nama putra kita." jawab Zidan sambil tersenyum. Ia memberi kecupan hangat dikepala putranya itu.
Setelah memberi nama pada sang putra, kini giliran sang putri yang digendong dan diberikan nama.
"Putriku yang cantik. Kau seperti ibumu! Ayah akan memberimu nama Zylvania Arandita Wijaya."
Andita tersenyum bahagia saat melihat wajah Zidan yang tak berhenti berseri menatap putra putri mereka.
Tidak lama kemudian pintu kamar terbuka. Ternyata Ibu Andita dan Nazwa yang datang bersama Ken dan Stella. Mereka menghampiri Andita dan mengucapkan selamat.
"Ibu senang akhirnya persalinanmu berjalan dengan lancar. Selamat ya nak! Sekarang kau sudah menjadi seorang ibu. Dan Ibu sudah menjadi seorang nenek." ucap Ibu Andita senang.
"Iya bu. Terimakasih." jawab Andita.
"Kakak selamat ya! Akhirnya kau memberiku keponakan kembar yang imut dan lucu-lucu!" ucap Nazwa gemas.
"Terimakasih Nazwa!"
"Tuan, Nona selamat atas kelahiran putra putri anda! Saya turut bahagia untuk kalian." ucap Ken.
"Aku juga ikut bahagia untuk kalian! Sekali lagi selamat ya Andita, Zidan!" Stella tak mau ketinggalan.
"Terimakasih Ken, Stella! Semoga kalian segera menyusul." jawab Andita.
Saat mereka sedang asyik bersenda gurau, tiba-tiba pintu kamar kembali terbuka.
Tuan Wildan dan Nyonya Liyana muncul dengan tergesa-gesa. Mereka yang baru saja kembali dari perjalanan bisnis di New York, langsung datang kerumah sakit begitu mendengar kabar bahwa Andita sudah melahirkan.
"Ayah?! Ibu?! Kalian sudah pulang?!" pekik Andita dan Zidan bersamaan.
Bukannya menjawab pertanyaan menantu dan putranya, sepasang nenek kakek itu malah lebih tertarik dengan pesona kedua cucu kembarnya.
"Cucu-cucuku!" panggil Nyonya Liyana dan Tuan Wildan senang.
******
Waktu terus berjalan.
Andita sudah kembali sehat dan bisa melakukan aktifitas seperti biasa. Namun kini ia mempunyai kesibukan baru. Yaitu mengurus kedua baby twinsnya.
Tidak ingin membuat istrinya kelelahan, Zidan mempekerjakan satu baby sitter dirumah.
Karena ia sadar jika dirinya tidak bisa selalu ada untuk menemani Andita menjaga anak-anak mereka. Sebab Zidan juga harus mengurus perusahaannya yang semakin berkembang pesat.
Ditambah lagi minggu depan Ken dan Stella akan menikah. Otomatis pekerjaan Ken sementara waktu diambil alih oleh Zidan.
Pagi ini saat Zidan akan berangkat kekantor, ia menyempatkan diri untuk bersenda gurau dengan baby twinsnya yang lucu dan menggemaskan.
Namun tiba-tiba baby Zean menangis. Membuat Zidan kalang kabut karena tak bisa mendiamkannya. Ia pun akhirnya memanggil Andita yang sedang mandi.
__ADS_1
"Sayaaang!! Cepatlah mandinya! Jagoanmu menangis!" teriak Zidan sambil menggendong dan menepuk-nepuk paha mungil baby boy-nya agar bayi itu diam.
"Eaaa..eaaa!!!" baby Zean semakin histeris membuat Zidan menggeram frustasi.
Tidak lama kemudian baby Zyl ikut menangis karena mendengar jeritan sang kakak yang sangat berisik.
"Eaa..eaaa!!!" tangisan kedua baby twins itu saling berlomba meramaikan suasana pagi hari.
"Sayaaang!!!" sekali lagi Zidan memanggil Andita yang tak kunjung menjawab.
Ingin sekali Zidan memanggil baby sitter untuk membantunya. Namun ia baru ingat jika semalam baby sitter mereka meminta izin untuk pulang kampung, sebab ibunya sedang sakit.
Alhasil sekarang Zidan harus berusaha menenangkan keduanya.
Setelah beberapa menit berlalu, akhirnya Andita keluar juga dari kamar mandi.
Bukannya panik karena sikembar menangis, Andita malah menertawakan Zidan yang kelimpungan mendiamkan putra-putri mereka.
Andita pun segera berjalan menghampiri box bayi yang terdapat baby Zyl disana dan mencoba menenangkannya.
Setelah bayi cantik itu tenang, Andita menaruhnya diatas kasur. Dan sekarang giliran ia menenangkan jagoan kecil mereka.
Andita mengambil baby Zean dari gendongan Zidan dan mempuk-puknya.
Zidan menghela nafas lega sembari mengurut pelipisnya karena merasa pusing.
"Ooo pantas saja menangis, ternyata popoknya penuh ya sayang! Ck! Ayahmu memang tidak peka!" ucap Andita pada baby Zean. Ia menaruh baby Zean disebelah baby Zyl lalu mengambil popok baru dilemari.
"Sini biar aku saja yang gantikan popoknya!" tawar Zidan.
"Tidak usah! Kau kan harus kekantor."
"Hallo boy! Ayah yang akan menggantikan popokmu! Kenapa tidak bilang jika popokmu penuh?! Hm? Senang membuatmu ayahmu panik?!" gurau Zidan seolah sedang memarahi putranya.
Spontan Andita memukul bahu suaminya itu sembari mengulum senyum.
Sementara baby Zean menatap ayahnya dengan tatapan sulit diartikan.
Saat popok akan diganti, tiba-tiba..
Cuuurrr
Jagoan kecil itu mengeluarkan air mancur tepat mengenai wajah sang ayah.
"ASTAGAAA!!!" pekik Zidan.
"Ppfffttt,,hahaha!!" Andita tak bisa lagi menahan tawanya. Begitu juga dengan sikembar.
Mereka seolah kompak mengerjai sang ayah. Hingga Zidan yang awalnya sempat kesal karena ulah baby Zean kini ikut tertawa ketika melihat raut bahagia diwajah istri dan anaknya itu.
******
Hari demi hari berlalu. Kebahagiaan akhirnya menyelimuti keluarga Zidan dan Andita.
Malam ini Andita tengah berdiri didepan box bayi sikembar. Dengan tatapan lembut ia menatap wajah damai kedua putra-putrinya yang tengah tertidur pulas.
Tanpa terasa bulir bening keluar dari sudut mata Andita ketika ia mengingat kembali perjalanan hidupnya yang begitu berat ketika ditinggal sang ayah.
__ADS_1
Penuh perjuangan dan luka. Pernah dikhianati dan dihina.
Namun Tuhan begitu baik saat ia dipertemukan dengan CEO tampan, kaya, dan bertanggung jawab.
Andita tidak pernah menyangka bisa menikah dengan Zidan. Lelaki berwatak keras namun setia dan tegas. Bahkan mencintainya dengan sangat tulus dan berani berkorban untuknya.
Terimakasih Tuhan untuk segalanya. Kau telah memberikanku suami yang baik dan putra putri yang sangat menggemaskan. Puji Andita dalam hati.
"Kau sedang apa sayang?"
Tiba-tiba Zidan datang dan mendekap erat tubuh Andita dari belakang lalu mencium kepalanya dengan penuh kasih sayang.
Andita tersadar kemudian mengeratkan pelukan tangan Zidan.
"Sedang memandangi putra putri kita." jawab Andita, tersenyum. Tanpa mengalihkan pandangannya dari baby twins.
"Semenjak ada mereka kau jadi jarang memandangiku!" keluh Zidan sembari menopang dagunya di bahu Andita.
"Kenapa? Kau cemburu?!"
"Hemm."
"Ck! Kau ini! Mereka kan anak-anakmu! Kenapa harus cemburu?!" decak Andita.
"Because you're only mine!"
Zidan membalikkan tubuh Andita menghadapnya dan langsung me lu mat bibirnya dengan lembut.
Andita tak tinggal diam. Ia mengalungkan tangannya keleher Zidan lalu membalas ciuman suaminya itu.
Setelah puas saling memagut bibir dan bertukar saliva, keduanya mengatur nafas. Kemudian Zidan menempelkan keningnya pada kening Andita dan memandang wajahnya lekat-lekat.
"I love you my wife!" ucap Zidan.
Andita tersenyum lalu sekilas mencium bibir Zidan.
"I love you too my husband!"
...πΉπΉπΉ THE END πΉπΉπΉ...
Hallo readersku sayang!!! Akhirnya kisah Zidan dan Andita tamat juga π
Happy Ending ya gaes β€
Author mau ngucapin terimakasih yang sebesar-besarnya untuk kakak2 semua yang sudah berbaik hati memberi dukungan Like, Komen, Hadiah, dan Vote pada karya receh author ini dari awal membaca ππ
Tanpa kalian 'Aku mah apa atuh?' π
Semoga kebaikan kalian dapat ganjarannya, dan semoga kalian selalu diberi kesehatan dimanapun kalian berada. Aamiinπ
Dan Author juga minta maaf yang sedalam-dalamnya jika selama kalian membaca cerita ini ada yang kurang berkenan dengan penulisannya ππ
Rencananya setelah novel ini author akan buat kisah cinta baby twinsnya Zidan dan Andita saat mereka beranjak dewasa.
Kira-kira kisah cinta siapa dulu yaa yang akan author buat?! Kisah si tampan Zean atau si cantik Zylvania?!
Kita lihat saja nanti hehe
__ADS_1
Salam sayang dari author remahan untuk readers2ku yang kece badai, muaachh πβ€ππππ