MY CEO MY HUSBAND

MY CEO MY HUSBAND
Berkuda


__ADS_3

Sesuai dengan janjinya. Setelah sarapan Zidan akan mengajak Andita untuk berkuda. Namun sebelum itu Zidan akan mengajak Andita untuk berkeliling melihat-lihat villa pribadi miliknya.


Awalnya Zidan ingin membatalkan niatnya. Karena ia sangat khawatir dengan kondisi istrinya itu. Sebab sejak tadi pagi Andita terus saja muntah-muntah.


Zidan takut jika terjadi sesuatu pada tubuh Andita akibat terlalu banyak memakan sup yang ia buat sendiri.


Apalagi sejak tadi Zidan perhatikan, untuk berjalan saja Andita seperti orang yang hilang keseimbangan. Tubuhnya terlihat lemah sambil sesekali ia memijat pelipisnya.


Beberapa kali Zidan membujuk Andita untuk diperiksa oleh Stella, namun gadis itu kukuh tidak mau. Ia berusaha terlihat baik-baik saja agar acara liburannya tidak gagal.


Dan akhirnya Zidan pun mengalah dari pada mereka harus bertengkar, meski batinnya juga kesal karena Andita begitu keras kepala.


"Apa kepalamu masih pusing sayang?" tanya Zidan.


"Sudah tidak sayang!" Andita tersenyum sambil melingkarkan tangannya dipinggang Zidan, sementara Zidan merangkul bahu Andita.


Mereka tengah berjalan kekandang kuda. Diikuti oleh Zoya, Andrew, Ken, dan Stella dibelakangnya.


"Jika kau merasa tidak enak badan katakan padaku! Kita bisa berkuda lain waktu."


"Tenanglah sayang, aku sudah tidak apa-apa!" ucap Andita mencoba meyakinkan Zidan.


Walau sebenarnya ia masih merasakan pusing pada kepalanya. Namun Andita tidak ingin mengatakan hal itu agar tak membuat Zidan khawatir.


Sementara Zoya yang berjalan tepat dibelakang Andita dan Zidan, hanya bisa menahan kesal sembari mengepalkan tangannya saat melihat kemesraan kedua pasutri tersebut.


Zoya sedang memikirkan bagaimana caranya agar ia bisa membuat Andita menjauh dari Zidan.


Tanpa Zoya sadari, bahwa gerak-geriknya saat ini tengah diperhatikan oleh Andrew yang berdiri disampingnya.


Kenapa Zoya selalu menatap Andita dan Zidan seperti itu?!


Bukankah itu aneh?! Ada apa sebenarnya?! ~Batin Andrew.


Pandangannya secara bergantian melirik kearah Zoya, Andita dan Zidan.


******


Ketiga pasangan itu kini sudah berada dilapangan pacuan kuda.


Zidan dan yang lainnya sudah lengkap mengenakan ootd berkuda. Ia dan Andita memakai warna putih senada dengan kuda yang akan mereka tunggangi.


Kebetulan kuda itu adalah kuda kesayangan Zidan. Belum pernah ada wanita yang Zidan ajak untuk menaikinya selain istri tercintanya itu.


Meskipun dulu Zoya pernah datang ke villanya bersama Andrew, dan dia adalah wanita yang pernah dicintai Zidan, tapi Zidan tidak pernah sekalipun menawari Zoya untuk menaikinya.

__ADS_1


Disisi lain Ken dan Stella nampak kompak memakai ootd dengan atasan berwarna navy dan bawahan hitam. Sedangkan kuda yang akan mereka tunggangi berwarna cokelat.


Seperti Andita dan Zidan, kedua pasangan itu sedari tadi selalu saja berdebat setiap ada kesempatan.


Sementara pasangan Andrew dan Zoya mengenakan setelan serba hitam. Begitupun dengan kuda yang mereka tunggangi.


Kuda hitam itu adalah kuda kesayangan Andrew yang Andrew beli dari Zidan. Ia sangat menyukai kuda tersebut.


Selain karena warna hitam adalah warna favoritnya, Andrew menyukai kuda tersebut karena kuda itu begitu tangguh ketika diajak berlari.


Kini ketiga pasangan itu sudah siap untuk menunggangi kuda mereka masing-masing.


Zidan menyuruh Andita untuk naik terlebih dulu sementara Zidan membantunya dari bawah.


"Sayang aku takut!" ucap Andita ketika ia akan menginjakkan kaki pada sanggurdi yang terlampir disamping kuda putih itu.


"Tenanglah sayang! Aku ada disini. Ayo cepat naik! Aku akan membantumu dari bawah!"


"Tapi sayang! kudanya tinggi sekali!" ucap Andita yang takut ketinggian.


"Jika tidak tinggi bukan kuda namanya, tapi keledai! Kau ini ada-ada saja! Sudah cepat naik!" ketus Zidan.


Andita mencebikkan bibirnya. Dan Akhirnya ia pun memberanikan diri untuk menaiki kuda tersebut.


"Mudah bukan?!" ucap Zidan ketika Andita sudah berada diatas kuda berwarna putih itu disusul olehnya yang duduk dibelakang Andita.


Disisi lain, baik Andrew dan Zoya belum ada yang menaiki kuda mereka. Zoya enggan menaiki kuda itu. Sebab ia sudah mewanti pada dirinya sendiri untuk menjaga jarak dari Andrew.


"Naiklah! Aku akan membantumu!" titah Andrew pada Zoya.


"Kau saja yang naik! Aku akan berjalan!" jawab Zoya acuh. Tanpa menolehkan pandangannya sedikitpun pada Andrew.


Seketika Andrew menarik tangan Zoya hingga tubuh Zoya berbalik menghadapnya dan tatapan mereka bertemu.


"Sebenarnya ada apa denganmu Zoya?! Kenapa kau berubah drastis seperti ini, hah?!" geram Andrew yang sudah tidak bisa menahan rasa kesalnya sejak kemarin siang.


"Lepas Andrew! Atau semua orang akan melihat kearah kita!" ucap Zoya dengan penuh penekanan.


"Biarkan saja semua orang melihat dan tahu seperti apa hubungan kita! Aku tidak peduli!" Andrew semakin mengeratkan cekalan tangannya.


"Sekarang katakan siapa lelaki yang sudah membuatmu berubah seperti ini Zoya?! Apa dia lebih kaya sehingga kau bersikeras ingin berpisah dariku hah?!" cecar Andrew.


Zoya menatap nyalang pada Andrew sambil tersenyum sinis.


"Aku rasa aku tidak perlu menjawab pertanyaanmu itu Andrew! Kenapa kau bersikap seolah peduli padaku setelah aku mengatakan ingin berpisah darimu, hah?! Kemarin-kemarin kau kemana saja?!"

__ADS_1


"Selama ini aku yang selalu mengejarmu. Aku yang selalu ada untukmu dan aku juga yang selalu mengalah padamu. Apa kau tau bagaimana sakitnya menjadi aku?! Tapi sekarang tidak lagi!"


"Mulai detik ini kau bebas melakukan apapun yang kau mau! Begitupun denganku! Aku ingin hubungan kita berakhir sampai disini. Lebih baik kita jalani saja hidup kita masing-masing!"


Deg


Deg


Deg


Jantung Andrew berpacu dua kali lebih cepat. Dadanya bergemuruh seiring dengan nafasnya yang memburu saat Zoya mengatakan ingin mengakhiri hubungan mereka.


"Mudah sekali kau mengatakan hal itu Zoya!"


Tanpa diduga Andrew menarik tubuh Zoya hingga merapat pada tubuhnya. Lalu mencium paksa bibir wanita itu dengan beringas.


Zoya membelalakan matanya saat mendapat serangan dadakan dari Andrew. Ia berusaha melepaskan diri namun tenaga Andrew jauh lebih kuat darinya.


Satu tangan Andrew menahan pinggang Zoya, satu tangannya lagi menahan kepalanya agar ciumannya masuk lebih dalam.


Andrew terus saja memagut dan me lu mat bibir Zoya tanpa memperdulikan rintihan wanita itu yang minta dilepaskan.


Andrew hanya ingin memberi Zoya pelajaran agar wanitanya itu sadar bahwa sampai kapanpun dia tidak akan pernah melepaskannya.


Zoya yang nyaris kehabisan nafas langsung menginjak kaki Andrew sekuat tenaga agar lelaki itu berhenti mencumbunya.


"Akh!" pekik Andrew saat sepatu boots milik Zoya menginjak kakinya.


Dan, Plakkk


Saat itu juga Zoya langsung mendaratkan tamparan diwajah tampan lelaki itu.


"KAU BENAR-BENAR BRENGSEK ANDREW!!! AKU TIDAK AKAN PERNAH MEMAAFKANMU!" teriak Zoya yang nampak kacau. Airmatanya sudah berderai.


Zoya menghapus bekas ciuman Andrew dari bibirnya dengan punggung telapak tangannya sendiri.


Setelah itu ia langsung menaiki kuda hitam milik Andrew dan mulai menungganginya dengan kecepatan penuh.


"ZOYA!!!" teriak Andrew. Ia berusaha memanggil kekasihnya namun suaranya tenggelam oleh suara ringkikan kuda yang tengah berlari.


.


.


Bersambung..

__ADS_1


Wahh yang komen sama yang like pada kemana nih?? Pada sibuk bikin kue lebaran yaa hahaha


__ADS_2