MY CEO MY HUSBAND

MY CEO MY HUSBAND
Chapter 19. Hari pernikahan


__ADS_3

...****************...


Pagi - pagi di lantai hotel keluarga Dara menginap sudah mulai ramai yang berlalu lalang. Sedangkan Dara sedari tadi belum selesai juga di make up, Mama lulu yang tidak sabar dari tadi bulak balik ke kamar Dara menginap.


"Belum ma, bentar lagi sabar kek" keluh Dara karena pusing melihat mama Lulu yang sedari tadi bulak balik ke kamarnya


"Duh lama banget sih bentar lagi acaranya di mulai loh" ucap Mama lulu


Dara melihat jam di ponselnya dan ternyata ke acara akad masih ada waktu se jam lagi.


"Masih ada se jam lagi ma, masih lama" ucap Dara mencoba menenangkan mama Lulu


" Mama mah ga tenang, pengen cepet cepet beres"keluh Mama Lulu yang sepertinya nervous. padahal yang menikah Dara, jadi kenapa harus mama nya yang nervous? harusnya kan dia kan? Dara hanya bisa menggelengkan kepala melihat Mama Lulu seperti itu.


pakaian untuk acara akad di design khusus untuk pernikahan Dara dan Arsen, Dara menyukai kebaya yang dia pakai ini.



Simple tapi terlihat anggun itulah impian baju pernikahan yang Dara mau.


Dara sudah siap dengan pakaiannya, Dara sudah di beri kabar kalau acara sudah mulai dan akad akan segera di laksanakan.


Dara keluar dari lift untuk menuju ke ballroom hotel. Dara menjadi pusat perhatian ketika memasuki ballroom hotel, kini statusnya sudah menjadi istri Arsen sepenuhnya. Dara melihat ke Arsen yang memandangnya dengan senyum yang selama ini Dara ga pernah lihat.



Dara melihat ke mama Lulu yang ternyata sudah menangis sedari awal acara mulai. Dara ikut terbawa ingin menangis juga, tapi Dara mencoba untuk tidak menangis.


Dara duduk di samping Arsen, dan tersenyum ke arah Arsen dan beberapa orang yang duduk di sekitar nya.


"Gimana nak Arsen? nda nyesel kan udah jadi suami nya nak Dara?" goda Penghulu


"Wong cantik gini, ga mungkin nyesel toh hahaha" ledek yang lain juga


Dara menahan malu di goda seperti itu, tetapi Arsen semacam di hipnotis terus menatap Dara dengan seksama.


"Nak Arsen.. eh.. nak Arsen hahaha jangan di liatin gitu Dara nya. ga akan kemana mana kok" goda Penghulu lagi, Arsen tersadar dan tersenyum tipis


"Karena kalian sudah sah, ayo Nak Dara cium tangan Nak Arsen lalu Nak Arsen juga Cium kening Nak Dara" ucap Penghulu


Dengan gerogi Dara mencoba meraih tangan Arsen, ternyata tangan Arsen dingin. Dara mencium tangan Arsen, lalu Dara bisa merasakan keningnya di cium oleh Arsen. Mereka saling menatap dan tersenyum bahagia.


Acara berjalan dengan lancar, semua bahagia di acara pernikahan Arsen dan Dara. Robi pun datang bersama keluarganya dan beberapa karyawan kantor.


...****************...


__ADS_1


Waktu berjalan semestinya. Kini Dara sudah mengganti bajunya dengan baju begitu indah bak putri di dongeng. begitupun Arsen yang Tampan menggunakan jas yang warnanya senada dengan gaun Dara.



"mewah banget yah acaranya"


"beruntung banget Dara bisa nikah sama bos nya"


"Ganteng banget lagi"


"pasti mahal nih acara"


Dan masih banyak lagi ocehan yang Dara dengar dari negatif sampai positif. Dara tidak ambil pusing, sudah cukup Dara dia buat capek dengan acara ini dan proses menuju acara ini. Dara memang menginginkan pernikahan yang mewah, tapi Dara ga sangka bakal semewah ini dan cukup bikin Dara terkagum kagum di buatnya.


"Pegel" keluh Dara sambil cemberut


Arsen mendengar keluhan Dara pun menoleh. Arsen menggenggam tangan Dara, Dara pun menoleh ke arah Arsen.


"Kenapa?" tanya Dara, Arsen menarik Dara Ke salah satu bangku yang kosong. Arsen mendudukan Dara di bangku kosong itu, lalu Arsen berlalu begitu aja.


Dara yang ga mau ambil pusing hanya mengangkat kedua bahunya. Dara ingin sekali melepas high heels yang dia gunakan saat ini.


Arsen Datang berjalan mendekati Dara sambil menenteng sepasang sepatu kets.


Sesampainya di depan Dara, Arsen berjongkok lalu meraih kaki Dara. Dara sempat menarik kakinya tapi di tahan oleh Arsen.


Arsen memasangkan sepatu ke kaki Dara. Dara merasa tersentuh karena Dara tau Arsen pencinta kebersihan, jadi dengan Arsen memegang kaki Dara itu suatu keajaiban bagi Dara.


"Makasih" ucap Dara memandang Arsen


"Sama sama" balas Arsen dan tersenyum hangat ke Dara


Tanpa sepengetahuan Dara di ujung ballroom acara, ada yang memandang sinis ke arah kemesraan mereka. Orang itu mengepal tangannya kesal, Dia ga suka pemandangan yang menurut dia memuakan.


Selesai Acara Dara dan Arsen langsung menuju kamar hotel mereka khusus kamar pengantin.



"Kita harus tidur di antara balon ini?" tanya Dara ketika baru saja membuka kamar hotelnya yang penuh dengan balon


Dara masuk ke dalam kamar itu diikuti dengan Arsen di belakangnya.


"Pasti buatan mba" ucap Arsen pelan


"Mba Lana sama mba Ayu?" tanya Dara dan di anggukin oleh Arsen


"Pantes" ucap Dara mengangguk angguk kepalanya

__ADS_1


Arsen mengambil ponselnya yang ada di saku jasnya. Dara yang melihat itu langsung menghampiri Arsen.


"Mau ngapain?" tanya Dara mencegah Arsen


"Bilang ke resepsionis biar di bersihkan" jelas Arsen


"Jangan nanti di liat mba-mba kita ga berterima kasih mas" ucap Dara


"Kita bisa singkirin aja" ucap Dara lagi sambil membersihkan seprai kasur yang


Dara membuka kopernya di kamar mandi, Dia ingin segera mengganti bajunya. Dara mengobrak abrik bajunya tapi ga ada baju yang normal semuanya baju haram.


"Mama pasti nih kerjaannya" gerutu Dara


"Gua harus pake baju apa atuh??" kesal Dara lagi


Dara memilih bajunya yang sekiranya tidak begitu terbuka.



Ini adalah baju yang ternormal yang ada di koper Dara. Dara membuka pintu kamar mandi. Arsen yang mendengar pintu kamar mandi terbuka pun menoleh ke arah Dara yang berdiri di ambang pintu kamar mandi.


"Kamu ga ada baju yang bener Dara?" tanya Arsen ketika sudah memandang Dara dari atas sampai bawah


"Bener kok" jawab Dara


"Itu terlalu terbuka" keluh Arsen sambil memijat pangkal hidungnya. Arsen sudah capek, pusing pekerjaan di tambah disuguhi Dara dengan berpakaian seperti itu


"Ga terlalu terbuka kok" ucap Dara ga mau kalah


"Itu terlalu terbuka Adara." Ucap Arsen penuh penekanan.


"Yah, pakaian nya yang normal ini aja. Aku ga tau baju yang aku masukin ke koper pada kemana?!" kesal Dara


Arsen menghembuskan nafas berat. Arsen pun masuk ke kamar mandi. Ga mau ambil pusing Dara pun langsung naik ke tempat tidur dan merebahkan tubuhnya di kasur.


Beberapa menit kemudian Dara mendengar pintu kamar mandi terbuka dan muncul Arsen yang sudah mengganti bajunya dengan yang lebih santai.


Arsen mengambil minum dan meminumnya. Air yang menetes dari rambutnya membasahi lehernya.



"Gua harus berapa kali istighfar yah, ganteng banget suami gua" gumam Dara pelan dan mungkin ga kedengeran sama Arsen


Dara malah salah tingkah sendiri dan menutup mukanya penuh dengan selimut.


Arsen melihat itu mengerutkan keningnya bingung, Lalu geleng geleng kepala karena tingkah absurd istrinya itu.

__ADS_1


tbc


©nukeya, 2022


__ADS_2