MY CEO MY HUSBAND

MY CEO MY HUSBAND
Chapter 7. Masa lalu nya


__ADS_3

***


Sepanjang acara Dara terus menempel kepada Arsen. Dia tidak membiarkan Arsen sendirian, sehingga membuat seorang wanita yang terus memandangi dari tadi keluar tanduk, siapa lagi kalau bukan Naya Istri dari Kelan.


" Dara kamu mau sampai ngikutin saya terus " keluh Arsen risih


" emang kenapa? " tanya Dara polos


" saya mau ke toilet kamu ikut? " pertanyaan Arsen membuat Dara malu ketika melihat ternyata Arsen memang akan memasuki kamar mandi


" yah engga lah, kalau saya ikut emang boleh? " ucap Dara seadanya


Arsen hanya menggelengkan kepala karena tidak habis pikir dengan sekertaris nya itu. Dara bukannya pergi ketika Arsen masuk toilet tetapi dia hanya menunggu di depan toilet.


" loh Ra ngapain kamu disini? " tanya Mba Lana ketika melihat Dara berdiri di depan kamar mandi


" nungguin pak Arsen mba " jawab Dara polos


" ngapain Arsen di tungguin? kamu ini Arsen kan udah besar, udah ayo sini ikut mba " ucap Lana sambil menarik paksa Dara


Dara terlihat pasrah aja di Tarik dan di suruh untuk duduk di salah satu sofa yang berisi sanak saudara nya Arsen. Disana juga terdapat Kelan dan Naya istrinya.


" kapan nih kita bisa timang cucu? " ucap salah satu wanita yang Dara tau Dia kakak dari Bunda Ratna yang bernama Tante Ina


" iya nih kasian tuh mama nya udah pengen punya cucu " ucap Tante Elis yang merupakan Adik Dari Bunda Ratna


Dara yang mendengar ibu ibu mulai meminta cucu pun bingung. karena dia tidak tahu mereka minta cucu kepada siapa.


" kita sudah program kok Tan " jawab Kelan


Dara melihat Kelan dan Naya seperti tidak nyama dengan pertanyaan para ibu ibu.


" makanya Nay, banyak banyak istirahat terus sama berdoa biar cepat di kasih momongan " nasihat Tante Elis


" iya Tante ini juga lagi usaha " jawab Naya dengan senyum terpaksa


" kalau ini kapan nih? " ucap Tante Ina yang menepuk tangan Dara pelan


" punya anak? " pertanyaan Dara membuat semua tertawa karena mendengar pertanyaan Dara yang begitu polos


Arsen yang baru gabung pun kaget mendengar pertanyaan Dara.


" masa punya anak dulu sih Dar? " ucap Bunda Ratna gemas


" kan tadi lagi bahas cucu bund " jelas Dara


" emang kamu udah nikah sama Arsen ? " ledek Tante Ina


Dara menggeleng kan kepala


" tuh nikah dulu sayang baru punya anak " ucap mba Ayu menahan ketawa


" Jadi mas Arsen kapan nikahin Dara? " ucap Dara dengan sok imut kepada Arsen


semua orang tertawa lagi mendengar pertanyaan yang begitu gampang keluar dari mulut Dara.


Arsen yang mendengar pertanyaan Dara pun tidak menjawabnya dan mengalihkan pandangannya. Dara yang menatap Arsen pun menyadari bahwa Arsen mengalihkan pandangannya dan menatap wanita yang duduk di sebelah Kelan yaitu Naya.


***


Dara menyuci piring membantu Mba Ayu dan Mba Lana.


" sebenernya ada hubungan apa mba Naya sama Pak Arsen mba? " tanya Dara


Mba Ayu dan Mba Lana pun menengok ke arah Dara yang sedang memandang mereka berdua dengan tangan yang berbusa.


" kenapa kamu tanya gitu? " tanya mba Ayu


" seperti nya... " ucapan Dara tidak di lanjut karena merasa ragu untuk mengucapkannya


" Arsen ga ngasih tau kamu? " tanya mba Lana

__ADS_1


" engga mba " jawab Dara


Lana dan Ayu saling menatap seperti nya mereka ragu untuk bercerita tentang masa lalu Arsen kepada Dara.


" kalau mba ga mau ngasih tau juga gapapa kok, Dara Ga maksa " ucap Dara sambil tersenyum dan langsung berbalik menyuci piring


" Mereka pernah pacaran " jelas Lana


" pacaran? terus kenapa sekarang mba Naya nikah sama mas Kelan? " tanya Dara berturut-turut


sebelum Lana membuka mulut, Lana di tahan oleh Ayu untuk tidak lanjut bercerita.


" kita ga tau jelasnya kaya gimana, kamu bisa tanya langsung ke Arsen Ra " ucap Ayu penuh pengertian


Dara yang di bilang seperti itu pun tidak bisa membantah atau menggali terus informasinya.


akhirnya Dara, ayu dan Lana pun melanjutkan pekerjaannya membersihkan dapur hingga kembali bersih.


" Dara kamu buatin Arsen kopi gih " suruh bunda Ratna yang tiba tiba masuk ke dapur


Dara menoleh ke arah Bunda dan mengangguk kepala. sudah bukan hal yang baru lagi membuat kopi untuk Arsen, karena itu salah satu pekerjaan nya tiap hari.


Dara membuatkan secangkir kopi panas sesuai takaran Arsen minum. Dia mencari keberadaan Arsen yang ternyata dia berada di halaman belakang rumah.


" pak, kopinya " ucap Dara sambil menaruh kopi di meja


" kenapa ga di dalem aja pak? kan mereka belum pada pulang " ucap Dara


" pusing saya di dalam " singkat Arsen


" kenapa pak? " tanya Dara penasaran


" saya udah tahu topik pembicaraan nya apa " ucap Arsen


" emang apa? " tanya Dara bingung


" pernikahan " jawabnya lalu menyeruput kopi yang Dara buat


" kamu bilang saya sensian? " tanya Arsen


" iya " jawab Dara tanpa di saring


" maksud saya tuh emang kenapa gitu? kan bisa aja biasa aja, jawab aja gitu belum siapa atau apa kek " cerocos Dara


" capek saya jawabnya " keluh Arsen


" itu mah emang bapak aja ga mau sosialisasi " gerutu Dara


" saya masih denger loh dar " ucap Arsen


Dara hanya cengengesan tanpa takut Arsen ngamuk


" pak Arsen? " panggil Dara


Arsen menoleh ke arah Dara dan dara sedang menatapnya.


" boleh dara tanya? " izin Dara


" silahkan " jawab Arsen


" apa hubungan bapak sama mba Naya? " tanya Dara


Arsen terdiam tidak menjawab pertanyaan Dara. Dara yang merasa sudah kelewatan batas pun ikut terdiam.


" maaf bukan maksud saya... "


" dia mantan pacar saya " ucapnya memotong ucapan Dara


" kami berpacaran lumayan lama " jelasnya


Dara masih terus diam untuk mendengarkan lanjutannya.

__ADS_1


" selama kami berpacaran, kami tidak memiliki masalah apa pun. Hingga suatu saat perusahaan sedang down dan membuat saya sibuk. saya tidak pernah lagi menghubungi nya bahkan bertemu pun jarang. Hingga dimana disaat ayah saya meninggal dan itu membuat saya terpuruk. Pekerjaan semua saya yang handle bahkan saya tidak sempat untuk pulang ke rumah. Lalu, di saat saya sedang berjuang untuk bangkit dia datang kepada saya lalu memberikan sebuah undangan pernikahan nya " ucapannya berhenti sejenak


Arsen menarik napas pelan untuk melanjutkan perkataannya.


" Dan yang saya lebih kaget dan kecewa, dia menikah dengan sepupu saya " ucapnya, dia mengusap mukanya dengan kasar


" Saat saya tanya kenapa dia melakukan itu kepada saya, padahal dia tahu bahwa saya mau serius kepadanya. dia hanya menjawab bahwa saya tidak punya waktu untuk dia dan tidak mencintai dia lagi. padahal saya kerja mati Matian untuk dia juga " Arsen mengepalkan tangannya erat


Dara yang melihat itu pun langsung menggenggam tangan Arsen dengan kedua tangannya.


" mungkin dia bukan yang terbaik buat bapak. biarkan dia bahagia dengan pilihannya pak dan bapak berhak bahagia. apa yang bapak lakuin sudah benar kok, tinggal sekarang gimana bapaknya mau maju atau diam di tempat " ucap Dara dengan tatapan lembutnya sambil tersenyum


Arsen seketika terpesona melihat bahwa Sekertaris ternyata bisa bijak juga.


" menurut kamu harus bagaimana? " ucap Arsen


" maju pak, bapak harus menata masa depan bapak. kalau kaya gini terus kapan ada kemajuan? di luar sana banyak kok cewek yang baik " ucap Dara menyemangati Arsen


Arsen tertawa kecil melihat Dara yang mencoba untuk menyemangati nya.


***


masuk jam kerja tiga puluh menit lagi. Dara sudah berada di depan lift tetapi dia belum memencet tombol lift itu. Dia malah mengobrol di depan lift dengan Rika divisi pemasaran.


" ganteng banget sih gila " ucap Rika heboh


" bener banget mba nyuci mata lah kita " ucap Dara ga kalah heboh


" jadi nanti istirahat kita kesana? " tanya Rika


" harus dong " ucap Dara semangat


mereka berhigh-five dan tidak sadar bahwa di belakang mereka ada Arsen dan robi.


" hmm " dehem Arsen


" kok gua denger suara pak Arsen yah mba? " tanya Dara polos


Rika menoleh ke arah belakang dan melihat Arsen disana. pintu lift karyawan terbuka dan membuat Rika langsung terburu buru memasuki lift tidak lupa di menunduk memberi salam ke Arsen.


" loh mba kemana? kita kan belum beres " keluh Dara


" mau sampai kapan kamu disini Dara? " suara Arsen membuat Dara menoleh


" eh bapak " ucap Dara santai


" saya kira saya berhalusinasi denger suara bapak. eh ternyata, bapak ada beneran toh " ucap Dara


akhirnya mereka bertiga memasuki lift khusus petinggi.


" mau kemana nih Ra sama Rika? " tanya Robi


" ke cafe kopi yang baru itu loh pak " jelas Dara


" ngapain? " tanya Robi


" cuci mata " ucap Dara


" nyuci mata di kamar mandi " celetuj Robi


" bukan nyuci mata pake air pak " ucap Dara


" terus pake apa? " tanya Dara bingung


" pake cogan " santai Dara


Arsen langsung membalikkan kan badan dan sekarang dia berhadapan dengan Dara dan Robi. Dara dan Robi pun terkejut melihat Arsen yang berbalik dengan cepat.


TBC


©nukeya

__ADS_1


__ADS_2