
Hallo readersku yang baik hati... Othor mau promo Novel terbaru.
Judul: Stuck In Desire
Didalam sebuah kamar mewah dengan pencahayaan temaram, suara de sahan dan erangan seorang pria begitu mendominasi disetiap sudut ruangan.
Tanpa mempedulikan rintihan dan tangisan perempuan dibawahnya, pria itu terus memacu tubuh kekarnya tanpa henti. Bergerak liar demi mengejar kepuasannya sendiri.
"Berhenti...Aku mohon berhenti! Ini sak-kiitt...." jerit Alicia dengan berlinang air mata. Alicia merasa tubuhnya terbelah menjadi dua.
Ditengah rasa sakitnya Alicia terus memukul, mendorong, bahkan mencakar tubuh pria yang saat ini tengah menggagahinya dengan paksa supaya menyingkir dari atas tubuhnya.
Sementara kakinya dibawah sana menendang-nendang kesembarang arah hingga membuat sprei yang melapisi ranjang yang mereka tempati tampak kusut masai.
Namun seperti tuli, pria itu sama sekali tak menghiraukan ratapan Alicia. Bahkan pukulan dan cakaran yang diterimanya seolah menjadi pemantik yang membuatnya semakin bernafsu menguasai tubuh perempuan itu dibawah kungkungannya demi menuntaskan hasratnya yang sudah berada diubun-ubun.
Kesal karena perempuan dibawahnya tak mau bekerja sama, dengan gerakan kasar pria itu menyatukan kedua tangan Alicia keatas kepala perempuan itu lalu menguncinya dengan satu tangannya. Sementara tangannya yang lain mencengkeram sisi pipi Alicia hingga mulut perempuan itu membuka, lalu dibenamkannya bibirnya kedalam kelembutan bibir perempuan itu dan me.lu.matnya kuat-kuat tanpa ampun.
"Ehmph.. Hen-ti-kan...Ehmmph.. Aku mo-hon...henti-kan..." ucap Alicia dengan susah payah.
Ia menggelengkan kepalanya kekanan dan kekiri. Berusaha menghindar, namun upayanya sia-sia. Bibir pria itu sudah lebih dulu membungkam bibirnya dengan rakus.
Bahkan setengah memaksa lidah pria itu menerobos masuk kedalam rongga mulut Alicia, menjelajah dan menggoda setiap incinya.
Sialnya, ditengah ciuman panas dan menuntut itu tanpa sadar Alicia meloloskan erangan kecil yang malah membuat pria diatasnya semakin bergerak tak terkendali.
Detik demi detik berlalu. Lambat laun perlawanan Alicia mulai melemah. Ia menyerah dan pasrah. Membiarkan tubuhnya dijamah dan kuasai oleh pria yang baru saja ditemuinya beberapa jam lalu dikediaman ayahnya.
Ketika si pria menyadari tak ada lagi perlawanan dari perempuan dibawahnya, ia langsung melepaskan tangan Alicia dari cekalan tangannya. Kemudian berpindah merengkuh punggung perempuan itu, merapatkannya kedada bidangnya.
Sementara kepalanya ia benamkan diantara ceruk leher dan bahu perempuan itu.
__ADS_1
"Sshh...Eugghh..." pria itu melenguh.
Ia mempercepat tempo gerak tubuhnya dibawah sana ketika dirasa sesuatu didalam tubuhnya akan meledak. Napasnya memburu, keringatnya mengucur.
Alicia yang sudah tak memiliki tenaga hanya mampu menggigit bibir bawahnya sambil memejamkan mata menerima hentakkan demi hentakkan yang diberikan oleh si pria dengan hati berdenyut nyeri.
Hingga sampailah pada puncaknya. Dada Alicia membusung ketika milik pria itu mendesak kuat kedalam intinya. Bahkan bisa ia rasakan milik pria itu berkali-kali menumpahkan cairan hangat dan kental kedalam rahimnya.
"Mmmh...Sshh...Ahhh..."
Pria itu mengerang dan mendesah panjang dengan kepala mendongak. Mulutnya terbuka matanya terpejam. Sungguh baru kali ini ia merasakan sensasi nikmat luar biasa sekaligus berbeda ketika dirinya bercinta.
Entah mengapa tubuhnya benar-benar merasa terpuaskan. Bagaimana tidak? ini pertama kalinya ia bercinta dengan seorang perawan.
Ya, Alicia adalah perawan pertamanya dan ia bangga menjadi lelaki pertama yang menyentuh perempuan itu membuat rasa obsesi posesif dalam jiwanya menggelegak.
Setelah selesai menuntaskan hasratnya, dengan napas tersengal pria itu pun ambruk diatas tubuh Alicia. Dan kembali membenamkan wajahnya diantara ceruk leher dan bahu perempuan itu sambil menghidu aromanya dalam-dalam.
Alicia tak menjawab. Dengan dada naik turun menahan segala perasaan dihatinya, Alicia langsung memalingkan wajahnya kearah lain, bersamaan dengan airmatanya yang kembali mengalir.
Mendapati hal tersebut pria itu menipiskan bibir, merasa tersinggung. Baru kali ini ada perempuan yang berani memalingkan wajahnya disaat ia memujinya. Entah mengapa membuatnya merasa... kesal.
Kesal?
Ya kesal! Sebab biasanya para perempuan yang sudah bercinta dengannya akan dengan senang hati menerima pujian darinya dan bergelung manja merapatkan diri memeluk tubuh kekarnya.
Tapi perempuan ini malah bersikap kurang ajar. Jangankan memeluk, berterimakasih saja tidak.
Akan tetapi pria itu mencoba memaklumi. Sebab ia tahu percintaan panas yang mereka lakukan tadi adalah yang pertama bagi perempuan itu. Wajar saja jika perempuan itu merasa syock karena tindakannya yang brutal.
Setelah beberapa lama terdiam dan napasnya mulai teratur, pria itu mengangkat kepalanya. Menatap wajah Alicia lekat lalu mendekatkan hidungnya ke sisi pipi perempuan itu. Menggeseknya dengan sikap menggoda sebelum akhirnya melabuhkan kecupan disana membuat Alicia tersentak kaget dan tubuhnya kembali menegang.
__ADS_1
"Istirahatlah. Aku akan memberimu waktu dua puluh menit. Setelah itu kita lanjutkan lagi."
Deg
Mata Alicia membeliak sempurna. Sontak ia menatap wajah pria yang berada tepat dihadapan wajahnya saat ini dengan tatapan marah.
Ingin sekali ia menampar dan mencakar wajah pria ini. Meluapkan segala emosi yang berkecamuk didalam dadanya. Sayangnya ia tak memiliki cukup tenaga untuk melakukan itu.
Apa pria ini sudah gila?! Apa pria ini pikir dirinya ini adalah ja lang yang bisa dipakainya dengan sesuka hati?!
Alicia mengepalkan erat tangannya ketika nuansa sesak dan panas melingkupi rongga dadanya lalu merambat naik kekerongkongannya hingga menciptakan bulir bening dimata indahnya.
Sementara sang pria yang melihat perempuan dibawahnya yang tampak kacau sedang menatapnya dengan tatapan terluka dan mata berkaca-kaca, menyeringai tipis.
Tanpa kata ia mengecup sekilas bibir ranum Alicia yang bengkak karena ulahnya sebelum akhirnya ia bangkit dari tubuh perempuan itu sambil mengenakan kembali celana panjangnya.
Dengan bertelanjang dada dan tanpa menengok kebelakang, ia meninggalkan Alicia seorang diri didalam kamar.
Membiarkannya menangis meratapi nasib sebelum nantinya ia kembali lagi untuk memuaskan diri terhadap perempuan itu.
.
.
Bersambung...
Jangan lupa mampir yaa 🙏❤️☺️
.
__ADS_1
.