MY CEO MY HUSBAND

MY CEO MY HUSBAND
Terancam


__ADS_3

Dalam perjalanan pulang Andita masih saja terus menangis didalam mobil. Andita masih tidak menyangka jika Tuan Reyhanlah penyebab ayahnya dipenjara.


Pantas saja lelaki paruh baya itu selama ini tidak menyukainya dan tidak merestui hubungannya dengan Dirga. Itu semua karena rasa benci dihatinya terhadap sang ayah.


Andita mencoba menenangkan diri, dia tidak boleh larut dalam kesedihan.


Dia harus segera menemukan bukti yang cukup kuat untuk membuktikan jika Tuan Reyhanlah yang menyebabkan rem mobil ayahnya blong hingga ayahnya mengalami kecelakaan maut.


Andita ingin membuat Tuan Reyhan mengakui semua kesalahannya sendiri dihadapan polisi.


Tiba-tiba Andita teringat Zidan. Ia yakin Zidan pasti bisa membantunya. Segeralah Andita menghubungi suaminya itu untuk memberitahukan semua informasi yang dia peroleh dari Paman Bima.


Namun kali ini ponsel Zidan malah tidak aktif. Andita merasa sangat kesal sekali. Disaat genting seperti ini Zidan malah tidak bisa dihubungi.


Akhirnya Andita berusaha menghubungi Ken, namun tiba-tiba supir memberitahu jika mobil mereka tengah diikuti oleh mobil lain.


"Nona, sepertinya mobil dibelakang sedang membuntuti mobil kita!"


Andita terkejut mendengarnya. Ia segera menengok kebelakang. Benar saja ada sebuah mobil yang terus mengikuti mobilnya. Perasaan Andita seketika menjadi tidak enak.


Apa itu orang-orang suruhan Tuan Reyhan?! Ya Tuhan bagaimana jika benar?!


"Jalan terus Pak! Jangan hiraukan mereka! Tambahkan kecepatannya!"


"Baik Non!"


Mobil Andita melaju dengan kecepatan diatas rata-rata. Namun sepertinya mobil yang membuntuti mereka tidak mau kalah.


Mereka terus membunyikan klakson agar mobil Andita berhenti. Namun Andita dan supirnya tak menghiraukan permintaan orang yang mengendarai mobil tersebut.


Akhirnya mobil dibelakang mereka juga menambah kecepatannya dan secepat kilat mereka menabrakan depan mobilnya pada bamper belakang mobil Andita.


Brukkk


"Aaaaaaa!!!!" Andita berteriak saat tubuhnya terhuyung kedepan dan membentur kursi didepannya dengan cukup keras. Tas dan ponselnya jatuh kebawah.


"Nona! Anda tidak apa-apa?!"


"Pak tolong lebih cepat lagiii!! Sepertinya mereka benar-benar mengincar kita!" Teriak Andita.


Ia begitu sangat panik dan ketakutan.


"Ya Tuhan, tolong lindungi kami!"


Andita ingin meraih ponselnya yang berada dibawah jok, namun naas lagi-lagi mobil yang mengikuti mereka menabrakkan mobilnya dari arah samping dengan tabrakan yang cukup keras.


Brukkk


"Akkhh!"


Tubuh Andita lagi-lagi tersungkur hingga kepalanya membentur pintu mobil dan itu cukup membuatnya merasa sangat pusing.


"Hallo!! Nona?! Anda dimana?! Apa anda baik-baik saja?!!" Ken yang baru saja mengangkat teleponnya tidak sengaja mendengar suara jeritan Andita disebrang sana.


Andita tidak menjawab karena ponselnya masih berada dibawah kakinya.


"Pak lebih cepat lagiii!!" Teriak Andita.

__ADS_1


Klik


Panggilan terputus saat Andita tidak sengaja menginjak ponselnya dengan kaki. Ken memandang tangannya sendiri dengan penuh tanda tanya.


"Sepertinya telah tejadi sesuatu pada Nona! Aku harus segera memberitahukan hal ini pada Tuan Muda!"


Ken segera menerobos masuk kedalam ruang meeting yang tengah berlangsung dengan tergesa-gesa. Ia yakin jika istri tuannya saat ini sedang dalam keadaan tidak baik-baik saja.


Ken segera memberitahu Zidan yang sedang memimpin rapat. Alangkah terkejutnya Zidan dengan informasi yang baru saja disampaikan oleh Ken.


Tanpa memperdulikan semua staff yang berada didalam ruangan itu, Zidan segera berlari meninggalkan ruang meeting menuju ruangan pribadinya. Yang ada dipikiran Zidan saat ini hanyalah Andita. Apa yang terjadi dengannya? Apa dia pergi dari rumah?


Sementara Ken menyuruh para staff untuk kembali bekerja karena terpaksa meeting harus ditunda.


Zidan segera mengambil ponsel yang ia tinggalkan dilaci meja kerjanya. Ia mengumpat kesal saat melihat ponselnya dalam keadaan mati. Dengan teburu-buru Zidan segera men-charge ponselnya itu.


Setelah ponsel menyala barulah terpampang pada layar tersebut beberapa panggilan tak terjawab dari Andita dan juga ada pesan masuk didalamnya.


Kenapa banyak sekali panggilan dari Andita? Apa yang terjadi dengannya?!


Zidan segera membaca pesan tersebut. Andita mengatakan jika dirinya akan pergi kesebuah cafe karena ada keperluan yang sangat mendesak.


Andita! Dia benar-benar tidak mendengar kata-kataku!


******


Setelah berkali-kali mobilnya mendapat hantaman dari arah belakang dan samping, akhirnya mobil Andita menyingkir kebahu jalan.


Andita bertambah syock dan ketakutan ketika melihat dua orang laki-laki berbadan besar turun dari mobil yang menabrak mobilnya.


Dok dok dok


Dua orang itu menggedor-gedor kaca mobil Andita dengan cukup keras dan menyuruh mereka untuk segera turun dari mobil.


"Bagaimana ini Pak?! Mereka sepertinya sekelompok penjahat!"


Andita bergidik ngeri melihatnya. Beberapa kali ia menelan saliva.


"Nona tunggu disini!! Saya akan menghadapi mereka!"


"Tapi Pak?!"


"Tidak apa-apa Nona! Anda tenang saja!"


"Hati-hati Pak!"


"Baik Non!"


Supir Andita segera keluar dari mobil. Ia mencoba melawan para penjahat itu. Namun sepertinya dua orang penjahat itu membawa senjata tajam. Tidak lama supir Andita pun tumbang dengan luka tusukan diperutnya.


"Tidaakkk!!" Andita menjerit histeris dari dalam mobil ketika melihat para penjahat itu terus saja memukul supir pribadinya.


Disaat para penjahat masih fokus pada sang supir, Andita memanfaatkan kesempatan untuk kabur. Namun sayang para penjahat itu telah lebih dulu melihatnya.


"Mau kemana gadis cantik?! Kau tidak akan pernah bisa kabur dari kami!"


"Siapa kalian?! Apa yang kalian inginkan?!"

__ADS_1


"Bos kami menginginkanmu sayang! Jadi lebih baik kau ikuti kami selagi kami memintamu baik-baik, jika tidak kau akan celaka!"


"Cuihh! Aku tidak sudi mengikuti kalian! Memang siapa bos kalian berani-beraninya dia melakukan ini padaku?! Apakah Tuan Reyhan?!"


Para penjahat itu saling pandang.


"Sepertinya kau terlalu banyak bicara sayang! Lebih baik sekarang kau ikut kami!"


Satu penjahat menarik tangan Andita. Andita segera menepisnya dan menendang alat kelamin lelaki itu.


"Akkh! Gadis sialan!"


"Kalian pikir aku takut, hah?!"


"Sepertinya nyalimu besar juga cantik! Kau ingin bermain dengan kami?! Baiklah! Jangan salahkan kami jika tubuhmu akan mengalami luka-luka!"


Penjahat itu meregangkan otot-ototnya. Lalu satu persatu maju menghadapi Andita dengan tangan kosong. Dengan seluruh kemampuannya Andita mencoba melawan dengan ilmu bela diri yang dia punya.


Beberapa kali dia berhasil menghindar dari serangan penjahat itu dan memberi pukulan pada wajah mereka.


Namun tindakan Andita semakin membuat penjahat itu berang.


"Gadis sialan! Tenagamu boleh juga!"


Akhirnya mereka maju bersama-sama dan memberi serangan balik pada Andita. Dua lawan satu membuat Andita kewalahan hingga membuatnya tidak fokus dan mendapat tendangan dari salah satu penjahat dibagian perutnya.


"Aakhhh!!!"


Tubuh Andita tersungkur kebelakang, sampai ia muntah darah.


"Hahaha! Bukankah kami sudah bilang lebih baik kau mengikuti kami selagi kami memintamu secara baik-baik! Tapi kau malah menantang kami! Dasar gadis tidak tahu diuntung!" Ejek penjahat itu sambil menjambak rambut Andita.


"Akkhh,, lepaskan aku bedebah!"


"Lebih baik sekarang kita bawa gadis itu dan segera pergi dari sini! Sebelum ada yang melihatnya!" Ucap penjahat satunya.


"Ya, bos benar!"


"Ayo bangun!"


"Tidak!! Lepaskan aku! Bajingan kalian!"


Duk


Penjahat itu memukul tengkuk Andita hingga ia tak sadarkan diri.


"Merepotkan saja!"


.


.


Haiii readersku sayang.. otor updet lagi nihh.. tapi hanya 2 bab yaa 😁 Harusnya 3 bab yang kalian sudah baca itu untuk tgl 25, karena otor updatenya kemaleman jadi dari sistem NT dialihkan ke hari ini hehehe


Tapi tak apalah yang penting kalian happy, otor jg happy šŸ˜


Jangan lupa tinggalkan Like, Komen, Hadiah, dan Votenya yaa

__ADS_1


Ikan teri dimakan Hiu\= TengkyuuušŸ™


__ADS_2