
Setelah perbincangan singkat itu selesai. Vera langsung kembali kedalam kamar tidurnya untuk beristirahat. Pasca operasi ia memang harus banyak istirahat dan tidak boleh banyak beraktivitas apalagi memikirkan hal yang berat.
"Ve, maksud kamu apa sih nanya seperti tadi ke ibu aku?" tanya Davina saat mereka sudah berada di kamar tidur.
"Gak ada maksud apa-apa, kok. Aku hanya ingin mendengar jawaban ibu kamu aja tentang apa yang kamu alami sekarang. Kamu dengar kan tadi, kalau ibumu lebih memilih untuk memaafkan dari pada membenci."
Davina menghela nafas panjangnya, sekarang ia mengerti kenapa ibunya itu dengan mudah memaafkan ayahnya. Hati ibunya itu terlalu baik dan berjiwa besar.
...***...
Daffa tersentak kaget saat merasakan tepukan di bahunya. Saat ia membalikkan tubuhnya, ia melihat ibunya David yang sedang berdiri di depannya.
"Oh My God. Masalah besar datang." ucap Daffa di dalam hati.
"Selamat siang, Aunt?" Daffa menyapa Karina dengan tersenyum canggung.
"Selamat siang. Boleh Bibi bicara sama kamu, Daffa?"
"Tuh kan, ujung - ujungnya gue lagi yang kena." pekik Daffa di dalam hati.
Gleg!
Daffa menelan salivanya susah payah setelah ia mengiyakan permintaan Ibu dari temannya itu.
Karina mengajak Daffa untuk berbicara di luar kantor, jadi ia mengajak Daffa di sebuah cafe yang tak jauh dari perusahaan.
"Apa yang terjadi sebenarnya di antara mereka berdua?" tanya Karina to the point. Sudah dua hari dia tidak bisa menghubungi putranya itu. Bahkan setiap kali dia datang atau menelepon ke rumah baru David, asisten rumah tangganya bilang kalau David dan Davina sudah tidak pulang selama dua hari ke rumah mereka."
"Maksud Bibi Karina apa, ya?" Daffa bertanya balik. Ia sudah berjanji untuk membantu David, jadi kali ini ia akan berpura-pura tak tahu saja.
"CK!"
"Kamu jangan coba menyembunyikan apapun dari Bibi ya Daffa! Bibi sangat yakin, kamu itu pasti sudah tahu kan, apa yang terjadi di antara David dan Davina?"
Sekali lagi Daffa meneguk salivanya. Memang insting seorang Ibu itu sangat kuat. Buktinya anaknya berkelakuan aneh saja langsung tahu.
"Bibi Karina tersayang, aku itu serius nggak tahu lo masalah David dan Davina?" ujar Daffa dengan tatapan yang meyakinkan. Padahal dalam hati, ia sudah merutuki kesialannya yang selalu terseret dalam urusan keluarga David.
"Beneran kamu nggak tahu?"
"Enggak Bibi. Emang ada apa sih?" kali ini Daffa pura - pura bertanya.
"Dia itu sudah nggak pulang selama dua hari kerumahnya, Daffa."
__ADS_1
"Mungkin David pulang kerumah Apartemennya, Aunt" jawab Daffa.
"Mungkin juga, soalnya Bibi juga belum sempat mengecek Apartemen David. Tapi anehnya, kenapa David nggak mau angkat telepon dari Bibi ya?"
"Daffa saja baru datang tadi. Dan David katanya sedang meeting. Tadi Daffa juga sudah tanya ke sekertarisnya katanya David lagi ada projects besar, mungkin saja David sedang sibuk untuk fokus ke projects itu, Aunt."
...***...
"Na, malam ini kita nongkrong ke Cafe, yuk? Aku dengar ada band baru loh yang akan nyanyi di sana dan suaranya juga bagus loh." tutur Venus membujuk. Semoga saja Davina tak curiga atau menolak.
"Emang besok pagi kamu nggak kerja, Ve?"
"Ehm, kayaknya enggak. Lagi males, gak ada kamu soalnya."
"Nanti kerjaan kamu menumpuk gimana? Apalagi kalau nanti kamu sampai di pecat gimana, Ve?"
"Biarin aja kalau di pecat. Lagian nggak ada kamu, Na?"
"Aku itu nggak mungkin di pecat, Na. Kamu tenang aja. Karena Pak Presdir kan lagi bucin sama kamu, jadi amanlah." ucap Venus di dalam hati.
"Jadi, kamu mau nggak nih? Soalnya aku harus booking dulu loh baru bisa masuk."
"Males aku,Ve. Aku lagi pengin di rumah aja."
Venus yang tadinya sedang berbaring langsung merubah posisinya jadi duduk saat Davina menolak ajakannya.
"Ehm, tapi sebentar saja ya."
"Iya, iya Davina, sayang." balas Venus sambil memeluk Davina dengan riang. Langkah pertamanya sudah berhasil untuk mengajak Davina ke cafe One Night.
...***...
Daffa yang sudah tiba di kantor David sedang bersiul senang karena ia sudah berhasil meyakinkan Ibunya David dengan perkataannya.
Beruntung Karina langsung pergi karena ada urusan yang mendadak. Jadi untuk saat ini David aman.
Daffa melirik ke arah jam tangannya, sesuai dengan informasi yang di berikan oleh Hilda bahwa seharusnya, lima menitan lagi David akan keluar dari ruang meeting.
Saat pintu ruangan meeting terbuka, Daffa langsung menghampiri David dan mengajaknya untuk masuk kedalam ruangannya.
"Tadi nyokap lo datang kesini?" ujar Daffa setelah mereka duduk di hadapannya.
"Ngapain?"
__ADS_1
"Mau cari lo sebenarnya. Tapi tadi dia liat gue dan gue yang malah di interogasi sama nyokap lo."
"Terus?"
"Apanya yang terus? Bisa - bisa nabrak nanti." gurau Daffa.
"Banyaklah. Hampir gila gue di introgasi sama nyokap lo! " Jawabnya.
"Lebay banget lo Daff!" Cetus David.
"By the way, jam lima sorean nanti kita harus sudah tiba di Cafe One Night."
"Tadi pagi lo bilang, kita kesananya itu jam tujuh malam. Kalau kasih info yang bener dong! Jangan berubah - ubah, Daffa!" Protes David dengan nada suara yang sudah naik satu oktaf. "Rasanya gue pengin ngomong kasar kalau liat wajah lo!" Sambung David.
"Ish, jangan emosi dulu. Gue bakal jelasin?"
"Cepetan! Gue dengerin. Awas aja kalau nggak beres. Malam nanti gue bakal suruh orang buat culik dan sekap lo di dalam lift."
"Emang sialan lo, Vid! Sudah gue bantuin secara gratis tapi masih aja lo ngacem gue! Bisa gue tuntut lo nanti!"
Sedangkan David yang mendengarkan ucapan Daffa hanya memutar bola matanya malas. Sebenarnya David sudah malas mendengar ucapan dari Daffa. Tapi kali ini ia harus lebih banyak bersabar.
"Jadi bagaimana?" tanya David sambil mengangkat sebelah alisnya.
"Pukul lima sore nanti, lo itu ada meeting dengan klien yang ada di sana?"
"Apa? Meeting? Ngapain juga gue harus meeting sore - sore kesana? Kan sudah lewat jam kantor. Gue nggak mau!"
"Kata sektretaris lo, ini meeting yang sangat penting dan nggak bisa diresechedule dan nilai projects juga sangat besar, kalau lo nggak temuin client lo, bisa hilang tuh projects milyaran rupiah."
"Males gue. Mending lo aja yang wakilin."
...**********...
Hay... hay! Kalian yang sudah baca Bab ini jangan lupa kasih likenya dong untuk author.D
Kalau ada yang mau ngasih 🌷atau ☕ juga boleh kok hehehe. Seperti biasa author juga mau mengingatkan pada para reader ku. Yuk, kasih sajen votenya untuk author. Komentarnya juga jangan sampai lupa yah~
Author selalu menunggu komenan dari kalian loh😁
Makasih...
Bersambung....
__ADS_1
Terima kasih sudah membaca. Maaf jika masih banyak typho.
Jangan lupa like, komen, vote dan juga hadiahnya.