MY CEO MY HUSBAND

MY CEO MY HUSBAND
Kilas Balik


__ADS_3

Tiga tahun lalu...


Setelah pengangkatan Hadi sebagai orang kepercayaan Tuan Wildan, banyak sekali orang yang menyanjungnya karena kegigihan, kejujuran dan tanggung jawabnya dalam bekerja. Namun tidak sedikit pula orang yang iri padanya termasuk Tuan Reyhan.


Sebab, selain diangkat menjadi orang kepercayaan diperusahaan itu, gaji yang diterima Hadi pun menjadi naik berkali-kali lipat. Hadi mendapatkan fasilitas yang mewah, namun ia tidak pernah menggunakannya selain mobil dari perusahaan.


Selain fasilitas, Hadi juga mendapat kewenangan hak dalam mengambil keputusan jika Tuan Wildan tengah berhalangan dalam memimpin perusahaannya.


Selama menjadi orang kepercayaan di Arion Company, Hadi seperti bayangan Tuan Wildan, berani dan tegas dalam mengambil keputusan. Hingga membuat Tuan Wildan berdecak kagum atas kinerjanya.


Dan hal itu membuat Tuan Reyhan semakin iri hingga ia berencana melakukan sesuatu pada Hadi.


Awalnya Tuan Reyhan menghasut Hadi dan mengajaknya untuk bekerja sama membangun perusahaan sendiri daripada hanya menjadi bayangan dan pesuruh Tuan Wildan saja.


Tuan Reyhan memprovokasi, jika Hadi memiliki perusahaan sendiri dan maju, tentu namanya yang akan melambung dan dikenal banyak orang, bukan nama Tuan Wildan.


Namun karena kesetiaannya, Hadi menolak mentah-mentah tawaran rekan kerjanya itu. Ia tidak akan pernah mengkhianati kepercayaan Tuan Wildan sampai kapanpun. Dan penolakan Hadi itu tentu saja membuat Tuan Reyhan merasa geram dan sakit hati.


Ia merasa usahanya gagal untuk menjauhkan Hadi dari Tuan Wildan dan merebut posisinya. Tuan Reyhan pun berjanji akan menghancurkan reputasi Hadi dan akan segera menendangnya dari Arion Company dengan caranya sendiri sampai Hadi tak memiliki apapun lagi.


Malam itu disaat kantor sepi dan semua karyawan sudah pulang , diam-diam Tuan Reyhan menyusup masuk kedalam ruang rahasia penyimpanan data perusahaan bersama dengan orang suruhannya.


Karena orang suruhan yang dibawanya itu sudah ahli dalam hal merampok maka dengan mudah pintu ruangan itu dibobol, setelah sebelumnya CCTV dirusak. Tuan Reyhan akhirnya mendapatkan apa yang dia cari.


Dengan keahliannya pula dia memanipulasi laporan keuangan dan penyalahgunaan aset perusahaan lalu menaruhnya dilaci meja kerja Hadi.


Tindakannya itu ternyata diketahui oleh Bima yang pada saat itu kembali kekantor karena ada berkasnya yang tertinggal. Diam-diam Bima memvideokan perbuatan Tuan Reyhan dan orang suruhannya itu. Ia tidak berani mendekat karena orang suruhan Tuan Reyhan membawa senjata tajam.


Bahkan untuk memanggil security pun ia tidak bisa. Hingga akhirnya Bima memutuskan untuk segera pergi dari sana secara perlahan-lahan.


Namun naas saat akan meninggalkan ruangan itu, Bima menyenggol sesuatu hingga menimbulkan bunyi dan menarik perhatian Tuan Reyhan dan orang suruhannya.


Tentu saja Tuan Reyhan langsung menyuruh orangnya untuk segera mengejar Bima. Beruntung Bima lolos dari kejaran orang suruhan Tuan Reyhan dan mencari tempat persembunyian yang aman untuknya.


Setelah kejadian malam itu, Bima pun mendengar kabar jika keesokan harinya Hadi ditangkap polisi. Ingin rasanya Bima menolong temannya, namun ia sudah mendapat ancaman lebih dulu dari nomor tak dikenal.

__ADS_1


Lalu tidak lama Bima mendengar jika Hadi mengajukan penangguhan penahanan dengan jaminan uang, dan iapun bebas bersyarat. Mengetahui hal itu Bima segera menghubungi Hadi dan mengatakan semuanya yang ia ketahui.


Bima pun mengajak Hadi untuk bertemu ditempat rahasia. Mereka saling bertukar informasi. Hadi mengatakan jika setelah penangkapan dan kebebasannya ia selalu diteror oleh orang misterius.


Bima mengatakan bahwa ia juga mengalaminya. Mereka diteror oleh nomor yang sama. Bima meyakini jika peneror itu adalah Reyhan.


Bima menceritakan semua perbuatan Reyhan pada Hadi. Hadi begitu terkejut ternyata dalang dari penangkapannya adalah rekan kerjanya sendiri. Ia berniat untuk memberi pelajaran pada lelaki paruh baya itu.


Namun naas saat Hadi dan Bima akan menuju kediaman Tuan Reyhan, ternyata rem mobil Hadi blong. Tentu saja hal itu membuat mereka berdua panik. Saat itu Hadi yang tengah menyetir meminta pada Bima untuk segera keluar karena mobil yang mereka tumpangi akan mengalami kecelakaan.


Awalnya Bima enggan meninggalkan Hadi, namun Hadi tetap memaksanya keluar dan menyuruh Bima untuk membawa ponselnya sebagai bukti jika ia pun sebenarnya hanyalah korban dari Reyhan.


Dengan berat hati Bima meninggalkan Hadi sendiri didalam mobil. Ia segera meloncat keluar dan terguling ke aspal. Beruntung alat bukti yang ia bawa didekap dengan erat sehingga tidak mengalami kerusakan yang parah.


Tidak lama terdengar benturan cukup keras.


Duarr


Mobil Hadi menabrak pembatas jalan lalu berputar dan langsung terperosok kejurang.


Tiba-tiba salah satu diantara mereka ada yang melihat Bima dan langsung berusaha mengejarnya.


Secepat kilat Bima segera berlari dan bersembunyi meskipun tubuhnya juga banyak mengeluarkan darah.


******


Mendengar semua cerita dari teman dekat ayahnya itu Andita tidak bisa lagi membendung airmatanya. Ia begitu syock.


Bibirnya terkatup rapat. Andita tidak menyangka jika Tuan Reyhan akan memfitnah ayahnya seperti itu.


"Jika kau tidak percaya dengan ceritaku, kau bisa melihat videonya didalam ponselku Andita!"


Paman Bima menyodorkan ponsel yang selama ini ia jaga, karena itu adalah alat bukti satu-satunya dari kejahatan Tuan Reyhan yang ia punya. Dengan tangan gemetar Andita meraih ponsel berwarna hitam itu dan memutar video didalamnya.


Adegan demi adegan Andita lihat, sampai ia mendengar kata-kata yang cukup menyakitkan bagi hati seorang anak.

__ADS_1


Kau lihat saja Hadi, setelah ini hidupmu akan hancur! Namamu akan rusak dan kau akan dipenjara untuk hal yang tidak kau lakukan! Hahaha!!


Didalam video itu Tuan Reyhan tertawa bersama orang suruhannya setelah ia berhasil memanipulasi semuanya.


Siapa itu?! Hardik Tuan Reyhan ketika mendengar sesuatu jatuh diluar sana. Bima yang masih memvideo segera mematikan ponselnya dan berusaha lari dari kejaran orang suruhan Tuan Reyhan.


Andita membekap mulutnya sendiri. Dadanya begitu sesak. Tiba-tiba hinaan yang dilontarkan Tuan Wildan pada dirinya tentang sang ayah waktu itu berputar seperti kaset dikepalanya.


Kau tidak dapat membohongiku seperti Ayahmu dulu, yang nyaris membuat perusahaanku bangkrut karena kelicikannya!


Apa kau ingin mengikuti jejak Ayahmu juga dengan memanfaatkan putraku?!


Tangis Andita semakin menjadi. Ponsel yang digenggamnya jatuh begitu saja diatas meja. Andita menangkup wajahnya dengan kedua telapak tangan.


Hatinya benar-benar hancur berkeping-keping. Tenyata Ayahnya selama ini difitnah dan orang yang memfitnahnya adalah orang yang selama ini menghina dirinya. Bahkan Andita sempat menjalin hubungan dengan putranya.


Selain menfitnah Tuan Reyhan juga dengan tega menyabotase kematian sang Ayah, meskipun mereka belum memiliki bukti yang kuat soal itu. Tapi Andita yakin yang dikatakan oleh Paman Bima adalah kebenaran.


Paman Bima yang melihat Andita menangis tergugu mencoba menguatkan.


"Maaf Andita, aku belum bisa melakukan apapun untuk mendiang Ayahmu. Selama tiga tahun ini aku hidup dalam bayangan dan kejaran anak buah lelaki biadab itu! Bahkan keluargaku pun harus aku sembunyikan dari mereka agar tetap aman."


"Aku pernah berusaha mendatangi rumah lama kalian untuk memberitahukan hal ini padamu juga Ibumu, tapi tetanggamu mengatakan jika rumah lama kalian telah dijual dan kalian juga telah pindah."


"Aku benar-benar tidak punya harapan saat itu. Namun setelah melihat pernikahanmu dengan putra Tuan Wildan ditelevisi, aku bertekad untuk mencari keberadaanmu kembali dan berharap kau bisa menegakkan keadilan untuk Ayahmu sendiri."


Mendengar ucapan Paman Bima, Andita segera menghapus air matanya. Ia tidak boleh lemah.


"Kau benar Paman! Aku harus menegakkan keadilan untuk Ayahku sendiri! Aku tidak akan membiarkan Tuan Reyhan hidup dengan tenang, setelah apa yang dia lakukan pada Ayah dan Paman! Aku akan membalasnya!" Ucap Andita dengan sorot mata yang menyiratkan kebencian.


.


.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2