MY CEO MY HUSBAND

MY CEO MY HUSBAND
Permintaan Venus


__ADS_3

Venus masih diam.


"Lagian, lo itu kenapa harus marah-marah sih? kayak gak pernah ciuman aja?!"


Venus masih memilih untuk diam. Karena ia malas untuk menanggapi ucapan dari Daffa.


"Ve, maafin gue ya please. Dan apapun yang lo mau bakalan gue turutin deh." ucap Daffa sekali lagi. Ia pun sebenarnya merasa bersalah karena sudah membuat Venus tadi pagi menangis. Baginya pria sejati itu tidak akan membuat seorang wanita menangis dan seharusnya membuatnya merasa bahagia.


Venus pun masih terdiam sambil mencerna ucapan dari Daffa tadi.


"Ekhm. Beneran nih, lo itu mau ngabulin semua permintaan apapun dari gue?" tanya Venus memastikan.


"Ya," jawab Daffa di sertai dengan anggukan kepalanya.


"Benar? Janji?" tanyanya lagi.


"Ya, dan gue janji." jawab Daffa serius.


"Kalau begitu, rekam dulu ucapan lo tadi buat jadi bukti bahwa lo gak akan mengingkarinya nanti." pinta Venus.


Ia memang harus memiliki bukti yang kuat agar Daffa akan menepati janjinya. Tanpa pikir panjang Daffa pun langsung mengeluarkan ponselnya dan merekam ucapannya kemudian Daffa langsung mengirimkan rekaman itu ke WhatsApp milik Venus.


Saat bukti record yang sudah di kirimkan oleh Daffa sudah masuk ke WhatsApp milik Venus. Venus pun dengan cepat langsung menyimpannya. Bahkan ia juga membuat salinan recorder itu ke emailnya.


"Jadi? Lo itu mau minta apa dari gue?" tanya Daffa dengan cepat.


"Kalau gitu tolong belikan gue ponsel baru, tas branded, berlian limited edition atau mungkin mobil baru juga ya?" ucap Venus.


Kalau Daffa akan memberikan semua yang sudah di ucapkan olehnya tadi semua yang di mintanya tidak akan sebanding dengan rasa kesalnya sekarang, bukan?


"Apa?!" Seru Daffa.


Daffa sangat terkejut saat mendengar permintaan dari Venus yang sepertinya akan memeras semua isi dompetnya itu dan membuatnya bangkrut jika Daffa akan menuruti semua permintaan dari Venus.


"Ve, kamu minta salah satu saja ya," pinta Daffa mencoba untuk bernegosiasi dengan Venus.


"No! Terserah lo itu sanggup atau nggak yang penting gue mau cabut dulu. Dan jangan lupa sama janji lo tadi! Karena apa yang udah gue minta harus segera lo turuti. Bye!" Bantah Venus tegas kemudian dia beranjak dari duduknya dan mulai berjalan meninggalkan Daffa.

__ADS_1


"Eh? Tunggu Ve! Kita masih belum selesai bicara?" teriak Daffa saat Venus hendak berjalan meninggalkan ruangan kantin.


"Apa lagi sih, Daff?"


"Kasih gue waktu buat mikir dulu ya. Karena untuk membeli berlian limited edition itu yang paling susah." ucap Daffa sambil mencurahkan keluhannya.


"Ya sudah,"


"Rasain Lo buaya darat! Gue itu emang sengaja buat meras lo dan bikin lo itu bangkrut. Biar gak bisa tebar pesona lagi." ucap Venus di dalam hati yang merasa senang sudah berhasil membuat Daffa akan bangkrut.


***


"Na, kok cepet banget sih kamu sudah balik ke sin" tanya Karina heran, saat Davina sudah masuk kembali kedalam ruangan David.


Bukannya tadi, menantunya itu bilang ingin pergi makan ke kantin? Beruntungnya tadi ia dan David sudah selesai bicara dan sudah mengatur adegan apa yang akan di lakukan selanjutnya.


"Iya, Mi. Tadi aku nggak jadi pergi ke kantin. Aku cuma beli roti aja di sekitaran sini aja." jawab Davina.


"Loh, kenapa kamu cuma makan roti aja?" tanya Karina khawatir.


Ia takut kalau Davina nanti sakit karena kekurangan makan. Mana menantunya ini badannya terlihat kurus.


Sedangkan David yang masih mendengarkan percakapan antara ibu dan istrinya itu. Ia pun bersumpah akan memberikan Davina makanan yang banyak setelah ini. Biar perlu membuat Davina gemuk, sehingga tidak ada pria lain yang akan melirik istrinya lagi.


"Bagaimana keadaan David sekarang, Mi? Apa dia sudah sadar?" tanya Davina yang masih mengkhawatirkan keadaan David.


"Belum. Tapi tadi waktu kamu pergi, Mami melihat David mulai menggerakkan tangannya. Mami sempat panggil dokter tadi, katanya jika ada reaksi seperti itu mungkin gak lama lagi David akan sadar." jelas Mami Karina.


"Syukurlah kalau begitu,"


Kemudian Davina duduk di kursi yang berada di samping ranjang pasien. Davina menatap David dengan sedih. Ia juga takut jika David sadar nanti, David akan mengalami gegar otak dan memorinya akan hilang.


David yang sudah merasa tidak tahan lagi untuk segera mengakhiri aktingnya dia pun akhirnya menggerakkan tangannya secara perlahan-lahan.


Davina yang melihat gerakan tangan dari David langsung memanggil ibu mertuanya.


"Mami, jari David tadi gerak lagi, Mi!" Seru Davina.

__ADS_1


Sontak saja Karina pun langsung melirik ke arah David yah memang sudah bisa menggerakkan jarinya sedikit.


Dalam hati Karina berdecak kesal. "Ini anak kenapa gak sabaran banget sih?!"


Ya, karena sebelumnya Karina sudah berpesan pada David, agar David bisa akting sedikit lama lagi. Karena ia ingin mendengarkan lagi pengakuan dari Davina untuk putranya sekali lagi. Sekalian ia juga akan merekamnya sebagai kenang - kenangan. Kapan lagi kan, bisa menonton kisah dramatis sepasang suami istri secara nyata?


"Kamu tunggu di sini dulu ya, Na. Mami mau panggilkan dokter."


"Iya, Mi."


Saat Karina akan melangkahkan kakinya untuk keluar mencari dokter yang sudah dia sewa ia pun berpapasan dengan Daffa dan Venus yang sudah ada di depan pintu.


Karina sendiri merasa heran, kenapa Davina tidak curiga sama sekali dengan scene yang sudah ia buat. Seharusnya scene itu bisa dengan mudahnya di tebak oleh menantunya itu.


Ya, karena pertama David itu hanya di rawat di rumah sakit biasa. Kedua kenapa Karina tidak langsung memencet bel yang ada ruangan pasien itu?


Mungkin saja rasa panik dan cintanya itu membuat semuanya tidak kelihatan jelas di mata Davina. Makanya, jika ada orang yang bilang Love is blind itu memang tidaklah salah. Intinya yang jelek aja bisa kelihatan cantik dan tampan. Dan yang gendut bisa kelihatan kurus.


"Bibi!" Daffa terkejut sambil mengusap dadanya saat berpapasan dengan Karina.


"Daffa, Bibi minta tolong ke kamu. Tolong panggilkan dokter itu untuk masuk keruangan David." ucap Karina sambil memberikan kode dengan mengedipkan matanya.


Dan Daffa pun menangkap dengan jelas maksud dari kode kedipan mata itu. Dan tak menunggu lama Daffa pun langsung bergegas menuju ke ruangan dokter palsu itu.


*****


Hay... hay! Kalian yang sudah baca Bab ini jangan lupa kasih likenya dong untuk author.D


Kalau ada yang mau ngasih 🌷atau ☕ juga boleh kok hehehe. Seperti biasa author juga mau mengingatkan pada para reader ku. Yuk, kasih sajen votenya untuk author. Komentarnya juga jangan sampai lupa yah~


Author selalu menunggu komenan dari kalian loh😁


Makasih...


Bersambung....


Terima kasih sudah membaca. Maaf jika masih banyak typho.

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, vote dan juga hadiahnya.


__ADS_2