MY CEO MY HUSBAND

MY CEO MY HUSBAND
Butik


__ADS_3

Beberapa hari kemudian, pasca operasi dilakukan kondisi kesehatan Ibu Andita sudah mulai membaik. Ibu pun sudah dibawa pulang kerumah. Namun, ibu masih tetap harus berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui perkembangan kesehatannya kedepan. Ibu juga masih harus meminum beberapa obat-obatan yang diresepkan oleh dokter untuk menghindari reaksi penolakan ginjal barunya.


Selama ibu berada dirumah, Andita dan Nazwa begitu telaten merawatnya. Bu Ira pun terkadang suka datang kerumah untuk menemani Ibu mengobrol. Zidan dan Ferdy juga hampir sering datang menjenguk Ibu Andita. Namun mereka tak pernah datang secara bersamaan. Otomatis rahasia Andita tentang hubungannya dengan Zidan masih aman dari Ferdy.


Andita tidak bercerita pada Ferdy, karena ia tidak ingin Ferdy menilai dirinya buruk. Meskipun Andita tahu lambat laun pasti semuanya akan terungkap. Disisi lain Andita juga belum mengatakan apapun pada ibunya. Sejauh ini ibunya hanya mengetahui hubungannya dengan Zidan hanya sebatas antara atasan dan bawahan.


Hari ini, dikantor begitu heboh sekali. Pasalnya minggu depan adalah hari ulang tahun dari presdir Royal Group. Biasanya setiap tahun presdir mereka akan mengadakan pesta meriah dikediamannya, (kediaman Tuan Wildan). Dan hal ini menjadi kesempatan bagi mereka untuk bisa memberikan kado terbaik kepada atasannya itu. Beberapa relasi bisnis Zidan pun akan turut hadir disana.


Disaat karyawan lain heboh berbicara tentang kado apa yang akan mereka hadiahkan, Andita justru malah terlihat murung. Netranya melihat kesekeliling pada semua rekan kerjanya itu. Dirinya sedang memikirkan bagaimana jika Zidan benar-benar menikahinya? Apakah dia sanggup menghadapi hujatan dari rekan-rekannya nanti?


"Huff!" Andita menghembuskan nafas berat.


"Kau kenapa Andita?! Sepertinya kau tidak bersemangat hari ini? Apa kau sakit?" Tanya Ferdy yang memang sedari tadi memperhatikan Andita yang tidak ikut menyumbang suara.


"Eh, tidak apa-apa Fer. Aku baik-baik saja." Dusta Andita dan Ferdy pun percaya.


"Oh iya Ta, untuk acara ulang tahun Tuan Zidan nanti kau mau memberinya kado apa?"


Andita terlihat bingung.


"Ah iya kado apa ya? Aku belum memikirkannya Fer!"


"Hemm.. Bagaimana kalau besok siang kita pergi bersama-sama untuk mencari kado Tuan Zidan, Ta? Besok kan hari libur." Ajak Ferdy.


"Ah ya bolehlah Fer. Lagipula aku juga tidak tahu kado apa yang pantas untuk Tuan Zidan." Jawab Andita jujur. Ferdy membalas dengan anggukan.


Tiba-tiba ponsel Andita bergetar. Ada satu pesan masuk ke nomornya.

__ADS_1


Tuan Zidan?


[Minggu depan adalah ulang tahunku. Kau harus datang! Jangan lupa bawa kado spesial untukku dan berdandanlah yang cantik!] Zidan.


Haissh apa maksudnya berdandan yang cantik?!


[Kado spesial apa yang ada inginkan dari saya Tuan? Saya harap anda tidak meminta kado yang mahal diluar jangkauan saya.] Andita.


[Apa saja terserah kau! Aku tidak meminta kado mahal. Asalkan itu tulus darimu aku akan menerimanya!] Zidan.


[Baiklah Tuan! Saya memang sudah berencana besok siang akan pergi bersama Ferdy untuk mencari kado ulang tahun untuk anda.] Andita.


Apa?! Dia ingin pergi bersama Ferdy?! Ini tidak bisa dibiarkan!


[Tidak boleh! Kau tidak boleh pergi dengan siapapun! Kau harus pergi mencari kadonya sendiri! Jika kau pergi bersama orang lain aku tidak akan mau menerima kado darimu!]


"Haishh! Kenapa dia menyebalkan sekali!" Gerutu Andita. Gadis itu meletakkan ponselnya diatas meja dengan perasaan kesal.


"Eh, bukan apa-apa Fer! Oh ya Fer, maaf sepertinya besok aku tidak akan bisa pergi denganmu, karena tiba-tiba aku ada urusan mendadak." Dusta Andita.


"Benarkah?" Ferdy nampak kecewa. Andita melihat itu. Dirinya menjadi merasa tidak enak.


"Baiklah tidak apa-apa Ta. Aku akan pergi sendiri saja!" Ucap Ferdy akhirnya.


******


Keesokan harinya.

__ADS_1


Rencana pertama Andita adalah mengunjungi sebuah butik untuk mencari gaun pesta. Pasalnya Andita tidak memiliki gaun lagi dirumah. Dia hanya memiliki dua gaun pesta. Satu gaun sudah sangat usang dan ukurannya pun sudah tidak muat lagi ditubuhnya.


Sementara gaun yang satunya adalah gaun yang telah di rusak oleh Nyonya Reyhan tempo hari ketika mereka bertemu direstoran. Jika mengingat hal itu, rasanya hati Andita kembali sakit.


Namun tiba-tiba dia mengingat jika dirinya akan menikah dengan Zidan. Itu berarti dia akan kembali berhadapan dengan keluarga mantan kekasihnya itu. Karena Rachel sudah pasti tidak akan terima jika tahu Zidan memilihnya.


Aku memang pernah berniat membalas perbuatan Dirga dan keluarganya. Tapi aku tidak pernah menyangka akan membalasnya melalui Tuan Zidan.


Andita sudah sampai disebuah butik kenamaan. Dia melangkahkan kakinya masuk kedalam. Dibutik ini menyediakan gaun-gaun pesta yang sangat cantik dan elegan. Tentu harganyapun sudah bisa diprediksi. Semua gaun dibanderol dengan harga diatas satu juta.


Karyawan butik menyambut Andita dengan senyum ramah. Mereka memperkenalkan pada Andita beberapa desain terbaru dari butik mereka. Namun netra Andita langsung tertarik pada sebuah gaun V-neck Long Dress yang terpajang tidak jauh dari tempatnya berdiri. Andita lalu menghampiri gaun berwarna pastel itu.


"Cantiknya!" Andita berdecak kagum.


"Mbak, maaf saya mau tanya, untuk gaun yang ini berapa harganya ya?" Tanya Andita pada salah satu karyawan butik.


"Oh, kalau untuk gaun yang ini sudah terjual Nona, karena sudah ada yang memesannya lebih dulu. Sebentar lagi gaunnya akan segera diambil." Jelas karyawan butik itu.


"Oh begitu ya." Andita nampak sedikit kecewa.


"Nah itu dia orang yang memesan gaun ini Nona!" Ucap karyawan itu lagi sambil menunjuk pada dua orang yang baru saja masuk kebutik.


Andita mengikuti arah telunjuk karyawan butik itu, seketika netranya membulat sempurna.


.


.

__ADS_1


Bersambung..


Jangan lupa tinggalkan jejak yaa readersku sayang, biar otor semangat updatenya, terimakasih 🙏


__ADS_2