
"Na, kenapa kamu komat - kamit macam Mbah dukun ya?" tanya Venus heran. Pasalnya sedari tadi Davina terus saja menggerutu dan mengomel tak jelas bahkan saat mereka sudah berada di dalam taxi sekalipun suara gerutuan dari Davina masih terdengar.
"Mana ada, saya komat - kamit dari tadi." ujar Davina yang mengelak. Rasanya ia ingin sekali memukul seseorang karena masih merasa kesal dengan David.
"Dasar sok kegantengan, sok kecakepan, dasar buaya! Sudah tahu tadi David nanyi itu buat istrinya tapi tetap saja para wanita itu nyosor terus. Udah kayak banteng aja." gerutu Davina.
"Yang kamu maksud buaya itu suami kamu kan, Na?" Rasanya Venus ingin tertawa sekarang. Sepertinya Davina sedang cemburu melihat David yang di dekati oleh parah wanita yang ada di cafe tadi.
"Ya, dia itu buaya. Dan sok nyanyi pula.Padahal suaranya aja jelek udah kaya kaleng rombeng."
"Ya ampun Davina. Telinga lo sepertinya yang rusak deh, orang suara suami lo itu suaranya bagus banget. Kalau suami lo itu jadi boyband K-Pop pasti dia bakalan terkenal banget tau nggak sih, Na."
Sebenarnya saat Davina mengajak Venus untuk segera pulang, Venus sudah memberitahukan lagi kepada Davina bahwa mereka tidak bisa keluar dengan mudah karena ada pihak security yang sedang berjaga di depan pintu Cafe.
Tapi Davina tidak peduli dan menulikan pendengarannya. Ia langsung berjalan ke arah pintu keluar dan meminta security untuk segera membuka pintunya juga. Ia bahkan mengancam kalau pintu cafe itu tidak di buka maka ia akan mengangkat kursi yang ada di cafe tersebut untuk memecahkan kaca pintu cafe.
Security yang sedang berjaga itu tentu saja tidak ingin Davina membuat kekacauan jadi security itu pun membiarkan Davina untuk keluar begitu saja.
"Na, lebih baik kita pergi ke karaoke saja daripada kamu menggerutu tidak jelas dari tadi," usul Venus. Pusing dan sakit juga dari tadi mendengar suara gerutuan dari Davina yang tidak enak untuk di dengar.
"Ide yang bagus. Kamu mau ke tempat karoke yang mana, Ve?" tanya Davina sambil mengangkat sebelah alisnya. Setidaknya dengan bernyanyi dapat mengurangi rasa kekesalan di hatinya itu.
__ADS_1
"Di dekat rumah kamu aja, Na. Sebelumnya kamu telepon Ibumu dulu biar nggak khawatir, Na."
"Oke, aku akan telepon Ibu dulu."
Setelah Davina selesai menghubungi ibunya dan mengatakan akan pergi ke karaoke.Davina pun langsung mematikan teleponnya kembali Untuk malam ini, dia tidak ingin menerima telepon dari siapapun.
Saat mobil Taxi yang mereka tumpangi itu berhenti di parkiran tempat karaoke, Davina buru - buru langsung menarik tangan Venus untuk turun.Ia sudah tidak sabar untuk bernyanyi dan berteriak dengan sepuasnya.Saat mereka berada di depan recepsionis, mereka melakukan booking room dengan ukuran small dengan durasi dua jam karena satu jam terlalu singkat waktunya. Kini Davina dan Venus pun melangkah masuk kedalam room karaoke yang sudah di pesan tadi. Kemudian Davina langsung mengambil mic dan mencari lagu yang akan dia nyanyikan. Sedangkan Venus sedang sibuk membalas chat dari Daffa yang sudah di kirim Daffa sepuluh menitan yang lalu.
Kalian ada di mana?
Itulah isi pesan yang di kirimkan oleh Daffa.
Tetapi saat memorinya memutar kembali tentang kejadian Daffa saat naik di atas panggung, Venus malahan membalasnya dengan kata-kata yang agak menyebalkan.
Jadi orang kepo banget sih Lo...
Tidak lama kemudian masuk pesan balasan dari Daffa dan mereka berdua pun saling berbalas pesan.
Daffa: Oh, jadi sekarang lo udah berani sama gue ya. Gue aduin sama ke bos lo biar lo segera di pecat dan biaya - biaya yang sudah lo keluarin untuk membeli tas dan baju lo itu hilang seketika.
Venus: Dasar pengadu jelek! Gue dan Davina sedang ada di karaoke. Sepertinya tadi Davina cemburu saat melihat si bos di pegang - pegang dan di kelilingi oleh para wanita yang ada di cafe itu.
__ADS_1
Daffa : Masa sih? Kalau begitu, coba lo pancing Davina. Dan liat gimana reaksinya lagi?"
Venus: Lo kira Davina itu ikan apa pakai di pancing segala. Sudahlah jangan chat gue lagi, karena gue mau nyanyi.
Daffa: Tapi gue akan tunggu balasan dari lo sepuluh menitan lagi tentang perasaan Davina yang sekarang pada David. Dan lo itu tahu sendirikan, kalau nggak ada kabar dari Davina gue bakal bilang ke David biar lo itu di pecat dan nggak bisa di terima kerja di mana pun.
"Sialan kau Daffa!" Maki Venus di dalam hati.
******
Hay... hay! Kalian yang sudah baca Bab ini jangan lupa kasih likenya dong untuk author.D
Kalau ada yang mau ngasih 🌷atau ☕ juga boleh kok hehehe. Seperti biasa author juga mau mengingatkan pada para reader ku. Yuk, kasih sajen votenya untuk author. Komentarnya juga jangan sampai lupa yah~
Author selalu menunggu komenan dari kalian loh😁
Makasih...
Bersambung....
Terima kasih sudah membaca. Maaf jika masih banyak typho.
__ADS_1