
•••
"buat kamu" kata Theo malu - malu sambil menyodorkan sekantong plastik yang tidak diketahui isinya apa.
"Eh? buat saya ini? makasih banget loh pak, jadi ngerepotin" kata Linda dan menerima Kanton plastik tersebut. Linda membukanya dan ternyata isinya adalah obat dan juga camilan.
Linda terkejut dengan isinya, "pak, ini banyak banget loh ..."
"Saya gak mau calon istri saya sakit" jantung Linda berdetak sangat kencang saat mendengar kalimat yang diucapkan oleh Theo.
"O-oh gitu, pak Theo mau minum apa? biar saya buatin" tanya Linda
"Kopi aja" Linda mengangguk dan dia berjalan ke arah dapur untuk membuat kopi untuk calon suami. Ea calon suami katanya mah:v
Selang selama lima sampai enam menit Linda membawa secangkir kopi panas dengan camilan yang tadi Theo beli, Linda menaruh cangkir yang berisi kopi di atas meja—Linda duduk di kursi yang kosong.
"Pak Theo kok bisa tau saya di rumah?" Tanya Linda
"Bukannya tadi kamu izin ke Tami kalau kamu sakit? Makanya saya ke sini mau cek kamu sakit beneran atau gak" kata Theo dengan nada serius
Perhatian juga kamu mas, meleleh aku.
Linda menegapkan tubuhnya, "terus pak Theo tau rumah saya dari mana?" Tanya Linda lagi
"Kamu kepo juga ya kaya Dora, saya tau dari ibu kamu" Dora katanya Linda yang cecans ini di samain kaya Dora lokal teman - teman. Sakid hati Linda:(
__ADS_1
"Pak Theo ngapain samain saya kaya Dora?!" Tanya Linda dengan nada tinggi, ya ditanya hanya tertawa cengengesan.
"Karena kamu itu banyak tanya terus poni kamu juga mirip banget kaya Dora, saya jadi inget dulu saya pernah marah waktu nonton Dora di tv soalnya dia sering nanya. Eh? Sekarang Dora nya udah mau jadi istri saya aja" jelas Theo
Hati Linda berdegup kencang saat Theo mengatakan "istri" ternyata Linda salah membayangkan sikap Theo, bagaimana tidak? Theo jika di kantor sikapnya sangat dingin dan juga pemarah, sementara diluar kantor dia lemah lembut dan juga ceria.
"Ekhem! Mendingan kamu minum obat dulu" ujar Theo
"O-oh ya, saya ke dapur dulu pak" pamit Linda—ia langsung pergi ke dapur untuk mengambil secangkir air putih untuk diminum bersama dengan obat.
Linda tidak mengetahui kalau Theo sekarang sedang menatapnya sambil tersenyum.
"Lucu juga" gumam Theo
•••
sebenarnya Theo melakukan ini untuk masa pendekatan dengan Linda, entah setan apa yang merasuki dirinya sehingga mau melakukan ini untuk Linda biasanya jika dengan perempuan lain Theo selalu bersikap dingin, tapi jika dengan Linda tidak.
Apa mungkin Theo sudah jatuh cinta dengan Linda? tidak mungkin Theo sudah banyak menolak wanita untuk menjadi pasangannya entah sudah berapa wanita yang berniat untuk menjadi kekasih Theo, sayangnya Theo selalu menolak.
Tanpa memiliki niat Theo mengusap kepala Linda, rambut yang panjang dengan warna hitam pekat, wajah yang putih dan mulus.
"cantik" gumam Theo
Theo kembali mengusap kepala Linda dengan lembut dan juga pelan, tidak lama ponselnya bergetar di kantong celana—Theo mengambil ponselnya dan melihat siapa yang menelepon.
__ADS_1
"ada apa, Will?"
"gak ke kantor? katanya ada meeting?"
"udah aku majuin meeting nya dan sekarang aku gak ke kantor"
"dimana sekarang?"
"kepo udah dulu ya sibuk banget nih"
"ehh! bilang dulu lagi dima—"
Theo langsung memutuskan sambungan telepon dengan William, bisa di deskripsikan bahwa William adalah teman Theo dari Inggris, tapi dia bisa fasih berbahasa Indonesia karena Theo lah yang mengajarkannya.
apa aku mulai jatuh cinta sama Linda? - Theo
•••
haii semuanya!!
update lagi nihh, maaf kalau ceritanya sedikit banget because my otak lagi kudet.
jangan lupa tinggalkan jejak dan like.
komen juga ya teman - teman.
__ADS_1
jangan lupa vote
salam dinosaurus~