
"Eughh..."
Andita melenguh dan mengerjapkan matanya saat sinar mentari pagi menyusup masuk dari balik tirai. Ia melihat kearah sang suami yang masih tertidur pulas sambil memeluk dirinya dengan erat.
Aura ketampanan Zidan seolah tak pernah pudar sekalipun ia sedang dalam keadaan tertidur. Malah semakin nyata terlihat. Alis tebal, kelopak mata yang indah, hidung mancung, bibir sensual, rahang tegas seolah menghipnotis mata Andita dipagi hari.
Andita begitu mengagumi sosok pria yang tengah memeluknya saat ini. Pria baik, tegas, berani, dan berwibawa yang menjadikannya wanita paling beruntung didunia.
Padahal Andita sama sekali tidak pernah bermimpi jika dirinya akan bersanding dan menjadi istri atasannya sendiri. Mungkin Tuhan sedang berbaik hati padanya dengan memberinya kesempatan untuk bahagia.
"Terimakasih untuk semuanya Zidan! Aku mencintaimu!" gumam Andita pelan seraya mengelus pipi sang suami. Lalu sekilas mengecup bibirnya.
Setelah puas memandangi wajah Zidan, perlahan Andita menggeser tangan kekar itu dari atas tubuhnya lalu ia pun beringsut turun dari ranjang. Andita ingin segera membersihkan diri setelah semalam melakukan pergulatan panas yang cukup melelahkan.
Andita masih duduk ditepi ranjang sambil menutupi sebagian tubuh dengan selimut. Ia sedang mengumpulkan tenaga untuk berjalan. Area sensitifnya terasa linu. Zidan benar-benar membabat habis tenaganya. Entah jam berapa pria itu tertidur karena semalam separuh kesadarannya sudah menghilang.
Mengingat kejadian semalam benar-benar membuat Andita frustasi hingga memijat pelipisnya. Permainan ranjang Zidan sungguh liar. Pria itu bahkan belum mencapai puncaknya saat dirinya sudah kelelahan tak berdaya.
******
Andita mencoba merileksasikan tubuhnya dengan cara berendam air hangat. Ia menyandarkan punggung pada ujung bathub lalu menengadahkan kepalanya keatas. Matanya terpejam menikmati sentuhan aromaterapi yang mampu membuat pikirannya tenang. Tubuhnya terasa pegal-pegal sekali. Mungkin dengan cara berendam kesegarannya akan kembali.
Zidan membuka mata saat tangannya tak menemukan apa yang ia cari.
"Andita! Kemana dia?!"
Netranya berkeliling ke seluruh ruangan kamar namun ia tak menemukan sosok istrinya itu. Kemudian Zidan segera bangkit dari ranjang dan berjalan kearah kamar mandi.
Perlahan Zidan membuka pintu lalu ia tersenyum ketika melihat wanitanya ada didalam dan saat ini tengah berendam.
Zidan mengampiri Andita kemudian mencium pipinya.
Cupp
Sontak tindakan Zidan membuat Andita terperanjat kaget dan langsung membuka mata. Seketika Andita menegakkan tubuhnya.
"Zidan! Kau mengagetkanku!"
Zidan tergelak kecil.
"Kenapa tidak membangunkanku dan mengajakku berendam bersama, hm?" Zidan mengamati tubuh Andita yang setengah badan terekspos, memperlihatkan gunung kembarnya.
Menyadari hal itu Andita segera menyilangkan kedua tangannya ke dada dan berdecak.
"Tidurmu sangat pulas sekali! Aku tidak ingin membangunkanmu!"
"Ah begitu ya!" Zidan segera masuk kedalam bathub dan menyandarkan tubuhnya. Kedua kakinya ia luruskan dan menghimpit tubuh Andita.
__ADS_1
"Hei kau mau apa?!"
"Tentu saja berendam! Mau apa lagi?!"
"Ya sudah berendamlah! Lagi pula aku sudah selesai!"
Zidan segera menarik tangan Andita yang baru saja akan bangkit berdiri hingga tubuh wanita itu jatuh keatas dada bidangnya. Wajah Andita seketika bersemu merah saat kulitnya lagi-lagi menyentuh otot-otot suaminya itu.
"Apa kau akan meninggalkanku sendiri?!" suaranya terdengar tidak suka dengan tindakan Andita barusan.
"Bukan begitu! Hanya saja aku malu jika harus berendam berduaan denganmu!"
"Aku bahkan sudah melihat seluruh tubuhmu semalam! Kenapa kau masih malu?!"
Netra Andita membola, ia segera membalikkan tubuhnya memunggungi Zidan agar rona merah diwajahnya tidak bisa dilihat. Zidan tersenyum miring kemudian menggoda Andita dengan tangannya. Jemarinya mulai aktif menggerayangi dan meremas bulatan kenyal sang istri.
Andita menahan tangan Zidan dan menggigit bibirnya agar tak keluar de sahan yang membuat pria dibelakangnya senang.
"Hentikan Zidan! Aku ingin segera mandi! Aku mau menjenguk Ibu!"
"Bukankah semalam kau sudah bertemu Ibumu?! Ibumu juga pasti lelah karena pesta semalam! Berhentilah mencari alasan untuk menghindariku!" Bisik Zidan dengan suara serak.
Andita memejamkan mata ketika bibir Zidan mulai menciumi area lehernya. Sekeras apapun hatinya menolak namun reaksi tubuhnya berkata lain.
Zidan sedikit memutar kepala Andita kebelakang lalu mencium bibir yang terasa manis itu dengan lembut. Andita membalasnya. Seolah bibir mereka sama-sama haus akan sentuhan. Mereka saling memagut dan mengecap. Lidah mereka saling membelit satu sama lain. Satu tangan Zidan meremas pa yu dara Andita dan memilin pu tingnya yang sejak tadi sudah menegang. Sesekali terdengar erangan kecil disela-sela ciuman panas keduanya.
Zidan menggendong tubuh Andita dan membawanya kebawah shower untuk dibilas.
Zidan memutar kran shower dengan suhu air dingin. Hingga air itu kini jatuh membasahi tubuh keduanya. Andita mengalungkan tangannya pada leher Zidan. Sementara Zidan menarik tubuh Andita menempel pada dada bidangnya hingga mengikis jarak diantara mereka.
Ciuman panas pun berlanjut cukup lama. Setelah puas bertukar saliva, Zidan membalikkan tubuh Andita menghadap kedinding. Kemudian ia mulai menciumi leher, pundak, dan punggung sang istri. Tak ada yang terlewat.
"Euughh.. Zidannhh...Ahhh..." Andita melenguh dan men de sah saat jari tengah Zidan menerobos masuk kedalam miliknya.
Kepala Andita bersandar pada bahu kokoh sang suami. Satu tangan Zidan memeluk tubuh mungil itu dan meremas pa yu dara nya sementara satu tangannya lagi aktif mengobrak abrik bagian terdalam milik sang istri.
Bibirnya tak berhenti untuk tak mencium dan menyesap kulit leher Andita.
Setelah cukup lama jari itu bermain didalam sana, tubuh Andita menggelinjang dan bergetar hebat saat ia mencapai puncaknya.
"Aahh.. Zidann..."
Suara erangan dan de sahan Andita yang terdengar indah semakin membangkitkan gairah dan hasrat Zidan yang bergejolak dibawah sana. Pria itu segera membungkukan tubuh Andita. Andita yang mengerti, menempelkan kedua tangannya kedinding.
Perlahan tapi pasti, keduanya pun melakukan penyatuan untuk kedua kalinya.
******
__ADS_1
Zidan tersenyum saat mengamati wajah Andita yang tengah buru-buru melahap makanan dihadapannya.
"Hati-hati kau bisa tersedak nanti!"
Andita tidak memperdulikan ucapan Zidan karena saat ini tubuhnya benar-benar lemas sekali dan butuh asupan makanan yang cukup setelah pagi dan malam digempur habis oleh Zidan.
"Sepertinya kau sangat lapar!" Ejek Zidan sambil mencubit pipi sang istri. Kini mereka berdua tengah menikmati sarapan didalam kamarnya.
"Ya, aku sangat lapar! Dan itu semua gara-gara kau yang sudah membabat habis tenagaku!"
Zidan terkekeh mendengarnya.
"Itu baru awalnya saja! Masih ada malam dan pagi selanjutnya! Kau harus menjaga pola makanmu agar tetap fit diatas ranjang!"
"Uhukk..uhukk!" Andita terbatuk seketika matanya membulat sempurna.
"Hei, sudah kubilang kan untuk berhati-hati!" Zidan memberikan air pada Andita dan mengusap punggungnya perlahan.
Tiba-tiba pintu diketuk oleh seorang pelayan. Pelayan itu memberitahu jika Ken berada dibawah.
"Apa kau akan bekerja?!" Tanya Andita.
"Tidak! Semalam aku memberi sedikit tugas pada Ken. Mungkin dia ingin melaporkan tugasnya. Aku akan menemuinya! Kau habiskan sarapanmu!"
Andita mengangguk patuh.
"Bagaimana? Apa yang sudah kau dapatkan?!" Tanya Zidan pada Ken.
Kinii mereka berdua tengah berada diruang kerja Zidan.
"Belum ada bukti yang saya dapatkan Tuan! Kejadian itu terjadi tiga tahun lalu dan butuh waktu untuk mendapatkan bukti-buktinya. Ditambah lagi para staff lama yang bekerja pada Tuan Besar beberapa sudah ada yang mengundurkan diri." Jawab Ken.
Zidan mengusap wajah kasar.
"Kau harus berusaha lebih keras lagi Ken! Meskipun aku tidak mengenal mendiang ayah dari istriku tapi aku sangat yakin Ayah Andita tidak bersalah dalam hal ini!"
"Tentu Tuan, saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk mencari buktinya!"
"Tapi sepertinya aku mencurigai seseorang Ken!"
Ken mengerutkan keningnya.
"Mencurigai seseorang? Siapa Tuan?!"
.
.
__ADS_1
Bersambung...
Jangan lupa tinggalkan jejak ya sayangkuu 🙏😍❤