MY CEO MY HUSBAND

MY CEO MY HUSBAND
Pesta 1


__ADS_3

Begitu melihat Tuan Wildan tengah sibuk menyalami para tamu, tentu Tuan Reyhan segera membawa keluarganya menghampiri calon besannya itu.


Tuan Wildan menyambut hangat kedatangan mereka. Bahkan Tuan Wildan sekilas memeluk Tuan Reyhan layaknya besan sungguhan. Berbeda dengan Nyonya Liyana dan Zidan, ibu dan anak itu menatap malas dan datar kearah mereka.


"Zidan, selamat ulang tahun untukmu! Semoga kau panjang umur, sehat dan sukses selalu!" Ucap Tuan Reyhan pada Zidan, setelah dirinya menyalami Tuan Wildan.


"Terimakasih Paman!" Jawab Zidan.


Nyonya Reyhan gantian maju, hendak menyalami Nyonya Liyana, namun Nyonya Liyana hanya mengatupkan kedua tangannya seraya tersenyum kecut pada Nyonya Reyhan.


Hingga membuat Tuan Reyhan dan Tuan Wildan tercengang. Karena bisanya Nyonya Liyana akan menyambut hangat uluran tangan itu dan memeluk Nyonya Reyhan dengan senang hati.


"Terimakasih sudah datang kemari, Nyonya Reyhan!" Ucap Nyonya Liyana sedikit menekankan nada bicaranya.


Nyonya Reyhan tersenyum getir, dengan berat hati dan bercampur rasa malu, iapun menarik kembali uluran tangannya.


Wajahnya sudah mulai pias. Apalagi ketika suaminya menatap tajam kearahnya. Seolah bertanya apa yang telah terjadi. Sementara Rachel yang melihat perubahan sikap Nyonya Liyana pada ibunya, sudah mulai berkeringat dingin dan gemetar, padahal suasana malam itu begitu dingin dan sejuk.


"Sama-sama Nyonya Wildan." Jawab Nyonya Reyhan dengan senyum yang dipaksakan.


"Oh ya, Zidan selamat ulang tahun untukmu Nak!" Kini Nyonya Reyhan beralih pada Zidan untuk mengalihkan perhatian semua orang yang menatapnya.


"Terimakasih Bi!"


"Oh ya, ini ada kado untukmu dari Paman dan Bibi!" Sambungnya lagi seraya menyerahkan kado yang sudah dipersiapkannya untuk Zidan.


"Terimakasih sekali lagi Bi." Ucap Zidan.


Zidan menerima kado itu dan menyerahkannya pada Ken.


Disaat bersamaan Dirga melihat kearah Ken. Wajahnya seketika berubah pucat pasi.


Dia ingat betul dengan lelaki yang pernah ia maki-maki beberapa minggu lalu karena menabrak mobil keluaran terbarunya itu.


Namun keangkuhannya sirna ketika Ken memberinya kartu nama. Saat itu juga Dirga langsung mencari tahu lewat internet, siapa sebenarnya lelaki tersebut.


Dan ternyata dia adalah Ken, orang kepercayaan Zidan. Ken yang merasa diperhatikan oleh Dirga tersenyum sinis. Dirga pun langsung menundukan pandangannya.


"Rachel, kau tidak mengucapkan selamat pada Zidan?" Tanya Tuan Wildan yang melihat Rachel hanya mematung.


"Eh, iya Paman." Rachel langsung berjalan menghampiri Zidan.


"Selamat ulang tahun untukmu Zidan!"

__ADS_1


Cupp...


Tiba-tiba Rachel mencium pipi Zidan dan memeluknya dengan erat.


Shitt! Apa yang dia lakukan?! Berani sekali dia memeluk dan menciumku!


Sontak tindakan Rachel membuat Zidan terkejut bukan kepalang, begitupun dengan semua tamu yang hadir.


Kini perhatian mereka tertuju pada adegan itu dan saling berbisik. Pasalnya Zidan tipikal orang yang tidak suka disentuh atau menyentuh gadis sembarangan.


Maka dari itu Ken pernah dibuat heran ketika awal pertemuan Zidan dengan Andita saat menolongnya dari para penjahat, Zidan nampak begitu perhatian pada Andita. Dan itu membuat Ken berpikir bahwa Tuannya memang memiliki perasaan berbeda pada gadis itu.


Meskipun Rachel memeluknya, Zidan tidak berniat sama sekali untuk membalas pelukan itu.


Zidan malah terkesan mencoba untuk melepaskan diri dengan memegang bahu Rachel.


"Baik Rachel, terimakasih!" Masih terus berusaha melepaskan.


Sementara Tuan Wildan tersenyum melihat keberanian Rachel. Menurutnya jika Rachel tidak mencoba agresif lebih dulu, Zidan tidak akan pernah luluh.


Pemandangan itu tidak luput dari tatapan Andita dan juga Ferdy dari kejauhan.


"Bukankah itu Rachel kakaknya Dirga, Ta?! Berani sekali dia memeluk Tuan Zidan?! Apa dia itu kekasihnya?!"


Haish, kenapa dia menatapku seperti itu?! Apa dia sedang cemburu?!


Tiba-tiba Zidan terkikik geli dalam hatinya saat menduga Andita sedang cemburu.


Sementara Rachel sudah melepaskan pelukannya dari Zidan.


"Ini kado khusus untukmu Zidan. Semoga kau menyukainya!" Rachel menyodorkan sebuah hadiah kecil pada Zidan.


"Terimakasih!"


Nyonya Wildan tersenyum sinis kearah Rachel. Dia tidak menyangka gadis dihadapannya itu benar-benar berani sekali memeluk dan mencium putranya.


Kemudian terakhir, Dirga dan Lusy yang memberi selamat pada Zidan. Zidan sempat terkejut saat melihat Dirga. Ternyata dia adalah putra Tuan Reyhan. Kini Zidan mengerti semuanya.


"Zidan, perkenalkan dia adalah Dirga putra bungsu Paman, dan gadis ini adalah Lusy, calon menantu kami!"


"Selamat ulang tahun Tuan Zidan. Suatu kehormatan bisa bertemu dan berkenalan dengan anda! Semoga anda panjang umur dan sehat selalu!" Ucap Dirga menjabat tangan seraya memeluk Zidan.


Awalnya Zidan enggan menerima jabatan tangan Dirga. Namun demi menghargai Tuan Reyhan akhirnya Zidan mencoba bersikap biasa saja dan mengucapkan terimakasih.

__ADS_1


"Suamiku, aku kesana sebentar ya! Aku ingin menemui rekan-rekanku dulu!" Ucap Nyonya Liyana pada suaminya. Pasalnya dirinya sudah sangat bosan berada diantara keluarga penjilat.


******


Kini giliran para karyawan Royal Group yang mengantri untuk memberikan ucapan selamat pada presdir mereka, termasuk Andita dan Ferdy.


"Ta, kau memberikan kado apa pada Tuan Zidan?" Tanya Ferdy.


"Rahasia!"


"Hish!"


Mereka berdua telah sampai kehadapan Zidan. Ferdy memberikan kado dan ucapan selamatnya lebih dulu. Setelah itu giliran Andita.


Untuk sesaat Zidan terpana melihat kecantikan wanitanya itu dari dekat. Begitupun dengan Andita yang terpesona melihat ketampanan Zidan.


Tidak ingin larut dalam tatapan mematikan itu Andita segera mengucapkan selamat pada Zidan.


"Selamat ulang tahun Tuan, semoga anda panjang umur dan sehat selalu! Ini kado dari saya." Ucap Andita seraya menyodorkan kado kecil yang dibawanya.


Dengan senang hati Zidan menerima kado dari Andita.


"Terimakasih!"


Andita pun segera berlalu dari hadapan Zidan. Setelah cukup jauh dari Zidan, langkah Andita terhenti ketika Nyonya Liyana menghampirinya.


"Andita! Ini kau?! Kau sangat cantik sekali malam ini!" Seru Nyonya Wildan.


Andita tersipu mendengar pujian wanita paruh baya itu.


"Terimakasih Nyonya atas pujiannya! Mungkin ini semua juga berkat gaun yang anda belikan untuk saya!" Jawab Andita.


"Tidak! Kau memang sudah cantik sayang!"


A-apa?! Nyonya Liyana memanggilku sayang? Aaaa, beliau seperti Ibuku saja!


"Oh ya Andita, ayo ikut aku untuk menemui Zidan!" Ajak Nyonya Liyana.


"Ta-tapi saya baru saja menemuinya Nyonya!" Tolak Andita.


"Oh begitu ya. Yasudah kalau begitu kau tunggu disini sebentar! Jangan kemana-mana! Aku akan segera kembali."


.

__ADS_1


.


__ADS_2