MY CEO MY HUSBAND

MY CEO MY HUSBAND
Pesta 2


__ADS_3

"Rachel, Ibu tidak menyangka tadi kau seberani itu mencium dan memeluk Zidan!" Ucap Nyonya Reyhan yang masih tidak percaya dengan tindakan putrinya.


"Apa lagi yang bisa kulakukan Bu?! Andita ada disini. Aku harus menunjukan padanya bahwa aku benar-benar calon istri Zidan! Aku yakin dia pasti melihat apa yang kulakukan tadi. Dengan begitu dia tidak akan berani meremehkanku!" Jawab Rachel dengan santainya sambil menyesap minuman ditangannya.


"Ah ya, kau benar juga! Gadis bar-bar itu kan bekerja pada Zidan. Jika dia melihat kedekatanmu dengan Zidan, dia pasti akan berpikir dua kali untuk menyakitimu!"


"Hahaha, Memangnya apa yang dia punya untuk bisa menyakitiku Bu?! Dia tidak memiliki apapun! Dia hanya karyawan rendahan!"


"Tunggu dulu Rachel, sepertinya kau salah! Lihatlah! Nyonya Liyana ada bersama dengan gadis busuk itu!"


Netra Nyonya Reyhan menyorot kedekatan Nyonya Liyana dan Andita. Rachel mengikuti sorot mata ibunya. Tentu saja dia terkejut melihat Andita sedang berbincang dengan Nyonya Liyana.


"Kenapa Nyonya Wildan bisa sedekat itu dengan Andita, Bu? Padahal mereka hanya bertemu sekali dibutik!" Kesal Rachel.


"Itu juga yang sedang ibu pikirkan. Kau lihat sikap Nyonya Wildan pada Ibu tadi ketika Ibu mengajaknya bersalaman? Cih, dia bahkan tidak menyambut uluran tangan Ibu!"


"Tapi melihat sikap Tuan Wildan tadi, sepertinya wanita itu belum mengatakan apapun pada suaminya." Sambung Nyonya Reyhan.


"Aku semakin benci melihat gadis busuk itu Bu! Kenapa dulu Dirga bisa menjalin hubungan dengannya?! Dia benar-benar lelaki bodoh!" Rachel meremas gelas yang digenggamnya sambil melihat kearah Andita dengan sorot mata berapi-api.


"Ya, dulu adikmu memang bodoh sampai-sampai menjalin hubungan dengan gadis rendahan itu! Tapi sekarang dia sudah sadar dan memutuskan hubungannya. Hanya lelaki idiot yang mau dengan gadis sepertinya!"


Ibu dan anak itu terus saja memaki dan menghina Andita, tanpa tahu apa yang akan terjadi pada mereka kedepannya.


Sementara disisi lain Dirga sedang berbincang bersama Lusy sembari menikmati minuman ditengah pesta yang berlangsung.


Tanpa Dirga sadari, Tuan Reyhan datang menghampirinya bersama dengan Ken.


"Dirga!" Panggil Tuan Reyhan.


Mendengar sang ayah memanggil namanya, Dirga langsung menoleh. Namun betapa terkejutnya dia saat melihat ayahnya datang bersama Ken. Spontan Dirga membelalakan mata sambil menelan salivanya.


A-ayah! Kenapa dia datang bersama lelaki itu?!


Wajah Dirga kembali memucat. Ken yang dapat melihat perubahan air muka Dirga, menyunggingkan sudut bibirnya.


"Sayang, bukankah itu adalah lelaki yang waktu itu menabrak mobil keluaran terbarumu?!" Tanya Lusy.


Dirga tidak menjawab. Netranya fokus tertuju pada Ken dan ayahnya. Seolah-olah dia sedang menghadapi malaikat maut. Ken dan ayahnya semakin dekat. Dirga sudah berkeringat dingin.

__ADS_1


"Dirga, kenalkan! Dia adalah Ken orang kepercayaan Tuan Zidan! Ken, perkenalkan dia adalah Dirga putraku!" Ucap Tuan Reyhan.


Ken pun mengulurkan tangannya untuk menjabat Dirga.


"Senang bisa bertemu dengan anda kembali Tuan! Saya tidak menyangka anda adalah putra dari rekan bisnis Tuan Wildan. Oh ya, bagaimana kabar anda?!" Tanya Ken.


Dengan tangan gemetar Dirga membalas uluran tangan lelaki itu.


"Ya, senang juga bertemu dengan anda Tuan! Seperti yang anda lihat, kabar saya baik." Jawab Dirga terbata.


"Jadi kalian sudah saling mengenal?" Tanya Tuan Reyhan.


"Tidak juga Tuan. Kami hanya bertemu sekali beberapa minggu lalu saat saya tidak sengaja menabrak mobil putra anda!" Jelas Ken.


Tubuh Dirga seketika membeku. Dia takut Ken akan memberitahu ayahnya, bahwa dia sudah memaki-maki lelaki itu.


"Bagaimana mobil anda Tuan? Apa sudah diperbaiki? Beberapa minggu ini saya menunggu tagihannya dari bengkel, tapi tidak ada satupun yang datang pada saya."


"Kerusakannya tidak terlalu parah Tuan. Anda tidak perlu khawatir. Saya sudah membawanya ke bengkel langganan saya untuk diperbaiki."


Cih, aku tidak benar-benar mengkhawatirkan mobilmu! Aku hanya ingin melihat bagaimana keangkuhanmu didepan ayahmu sendiri.


Jlebb


Kata-kata Ken kembali membuat Dirga tidak berkutik. Tuan Reyhan yang sedari tadi menjadi pendengar, mencoba untuk mencerna ucapan Ken.


Tidak becus menyetir?! Apa Dirga sudah menghinanya?


"Ah, bukan begitu maksud saya Tuan. Waktu itu saya hanya merasa syock ketika melihat mobil saya..."


"Ken!" Tiba-tiba Zidan memanggilnya.


Mereka pun menoleh pada Zidan.


"Maaf Tuan Reyhan, Tuan Dirga, sepertinya Tuan Zidan membutuhkan bantuan saya. Silahkan kalian kembali menikmati pestanya. Saya permisi!"


Ken berbalik meninggalkan mereka dengan perasaan puas. Dia yakin Tuan Reyhan pasti akan memarahi Dirga. Dan benar saja sepeninggal Ken, Dirga langsung dicecar pertanyaan oleh ayahnya.


"Apa maksud kata-katanya tadi? Apa kau sudah menghinanya?!" Suara Tuan Reyhan terdengar geram. Dirga bergidik melihat ekspresi ayahnya.

__ADS_1


"Ti-tidak Ayah! Bukan begitu, aku hanya.."


"Diam kau! Aku yakin kau sudah membuat kesalahan padanya. Aku baru saja ingin mendekatkanmu dengannya agar kerja sama diantara perusahaan kita dengan Zidan berjalan lancar. Tapi kau?! Benar-benar tidak berguna! Aku tidak mau tahu, kau harus bisa mengambil hatinya lagi. Karena Zidan tidak akan mau mendengarkan saran siapapun jika menyangkut perusahaannya kecuali saran dari lelaki itu! Kau mengerti?!"


Dirga hanya bisa mengangguk pasrah. Kemudian Tuan Reyhan meninggalkan mereka berdua.


******


"Apa yang sedang kau bicarakan dengan mereka?!" Tanya Zidan saat Ken sudah berada dihadapannya.


"Tidak ada Tuan. Saya hanya memberi sedikit pelajaran pada Dirga!"


Zidan yang mengerti maksud Ken tergelak kecil.


"Kau memang selalu bisa membuatku bangga!" Puji Zidan.


Ken mengangkat kedua bahunya acuh. Tidak berselang lama Nyonya Liyana menghampiri mereka ketika Zidan sudah selesai menerima ucapan selamat dari para karyawannya.


"Zidan!" Panggil Nyonya Liyana.


"Ada apa Bu?!"


"Ayo, ikut Ibu sebentar! Ibu akan mengenalkanmu pada gadis yang pernah Ibu ceritakan padamu!" Ajak Nyonya Liyana sembari menarik tangan Zidan.


Refleks Zidan melepaskan cekalan tangan sang ibu.


"Ayolah Bu! Sudah berapa kali kukatakan, aku sudah memiliki kekasih! Sebentar lagi aku akan mengumumkannya disini!"


"Ya, ya, ya! Setelah ini kau boleh mengumumkan pada seluruh tamu undangan disini jika kau sudah memiliki kekasih! Tapi lebih baik sekarang, kau ikut Ibu dulu! Ibu yakin kau tidak akan menyesal karena Ibu sudah mengenalkanmu padanya!"


Nyonya Liyana kembali menarik paksa tangan Zidan. Ia yakin putranya tidak akan menolak Andita. Karena dia ingat betul saat Zidan menolong Andita dari amukan Rachel direstoran, putranya terlihat begitu melindungi Andita.


Apalagi alasannya, jika bukan sang putra memiliki perasaan pada gadis itu.


"Andita!" Panggil Nyonya Wildan saat langkahnya sudah mendekati gadis itu.


Seketika netra Zidan membulat sempurna ketika ibunya memanggil nama Andita.


.

__ADS_1


.


__ADS_2