
...****************...
Dara sampai di stasiun Kota Bogor. Papa nya sudah menunggu untuk menjemputnya pulang.
Papa yang melihat Dara membawa lumayan banyak barang pun akhirnya menghampiri dan membantu membawakannya.
"Bawa apaan sih kak banyak banget" keluh papa
"Baju kotor" jawab Dara singkat
Dara yang di tatap Horor dengan papa kamil hanya tersenyum tidak merasa bersalah.
"Bukannya di kontrakan kamu ada mesin cuci" tanya papa
"Ada, tapi waktu aku yang ga ada haha" jawab Dara sambil tertawa
Papa kamil ingin rasanya menjitak kepala putrinya itu. Jauh dari rumah bukannya semakin rajin malah semakin malas.
"Acara Dian hari minggu kan? kenapa sih suruh aku buru buru buat pulang?" keluh Dara setelah baru saja mereka meninggal kan stasiun bogor dengan mobil yang di setir oleh papa kamil.
Baru Dara beberapa bulan kerja sebagai sekretaris Arsen sudah bisa beliin mobil untuk orang tuanya, walaupun bukan mobil mewah tapi Dara sudah bangga terhadap dirinya sendiri. Kalian bisa bayangin aja berapa Gaji Dara dan bonus yang Dara dapatkan sampai hanya beberapa bulan dia bisa beli mobil, tentu saja dia ga percuma cuma nerima gaji karena pekerjaannya yang seperti 24 jam dia harus siap sedia jika Arsen membutuhkan.
Sesampainya di rumah, Dara di sambut oleh mama lulu dan tentu ada adegan air mata. Dara langsung di giring masuk ke dalam rumah di sajikan makanan dan terakhir Dara beristirahat di kamarnya.
Dara memandang langit kamarnya, lama lama air mata mengalir di pipi. Dara sedang berpikir dengan jalan cerita cintanya yang sungguh tragis. Dara menghapus air mata itu, dia malas kalau harus nangis karena cinta atau lelaki. Tanpa terasa Dara tertidur begitu saja meringkuk seperti anak kecil.
Suara gaduh membuat Dara terbangun dari tidurnya, dia melihat jam dinding di kamarnya. Waktu menunjukkan pukul 11 siang, Dia ga nyangka dia bisa merasakan bangun siang hari.
Dara menghampiri mama lulu yang sibuk di dapur. Dia memeluk mama lulu dari belakang, wangi mama itu berbeda bikin nyaman.
"Mama lagi masak neng" tegur mama Lulu yang ternyata geraknya tidak leluasa kalah di peluk
"Gapapa kan aku ga ganggu" ucap Dara
Mama lulu menghela nafas kasar. Mama lulu mendiamkan Dara yang memeluk nya dan mengikuti gerak geraknya selama memasak.
"Kapan bawa pacar Ra" ucap mama Lulu
Dara yang mendengarnya langsung melepaskan pelukkan mamanya dan duduk di bangku meja makan.
"Mama mah nanyain nya itu mulu" keluh Dara
"Emang salah? kan emang udah waktunya kali, lagi pula jangan terlalu fokus kerja" ucap mama Lulu
Dara hanya bisa diam, percuma mau membalas juga nanti dia kalah kalau adu omong sama mama Lulu.
"Acara Dian minggu kan?" tanya Dara
"Iya minggu, tapi nanti sorean kita harus otw kesana. Kemungkinan kita nginap di sana" jelas Mama Lulu
"Ih kalau nginap kita mau tidur di mana ma? kan mama tau sendiri keadaan disana" ucap Dara
__ADS_1
"Gapapa lagi pula kita ga akan tidur ini" ucap mama Lulu mudah
Dara melotot kan matanya, masa dia ga tidur ga mungkin lah bisa bisa nanti senin dia tepar ga bisa kerja.
Sesampai di rumah Dian benar aja kan situasinya sangat ramai, banyak orang yang ngebantu di rumah Dian. Yang bagian dapur aja udah mulai memasak.
"Neng Dara" panggil uwa Ijah kakaknya mama Lulu
"Udah ke kamar si Dian aja, udah lama kan ga ketemu Dian" suruhnya
Dara hanya tersenyum dan menganggukan kepala. Dara menuju kamar Dian, pintu kamar Dian terbuka. Dia berdiri di bibir pintu memandang Dian yang lagi sibuk dengan catatan yang Dara ga tau.
"Wih udah mau nikah aja nih" ucap Dara
Dian menoleh ke arah Dara dan tersenyum "Kapan nih nyusul? " ledek Dian
"Ihhh... Lu sama nya kaya Mama ah" rajuk Dara ga suka
"Yaampun ka, jelas kali kalau Bibi Lulu ngomongin nikah. buktinya sekarang aja lu gua langkahin" ledek nya dengan bangga
"Bocah" ucap Dara sambil menoyor kepala Dian
Dara duduk di kasur Dian yang ternyata kamarnya sudah di sulap menjadi kamar pengantin.
"Gua bukannya ga mau nikah, tapi calonnya aja ga ada" jelas lirih gua
"Ada lah ka, belum ketemu aja namanya" ucap Dian
"Tante Dara... Tante Dara" suara panggilan dari Dion keponakan Dian
Muncul lah bocah umur 9 tahun di depan kamar Dian.
"Tante Dara ada yang nyariin di depan" jelas Dion
Dara mengerutkan keningnya, siapa yang datang? setau dara ga ada yang tau rumah sodara Dara.
Akhirnya Dara pun keluar rumah, dan ternyata di luar rumah sudah ribut dengan satu objek. Dara menatap ke sekeliling, kalau ternyata dia adalah termasuk objek keributan itu.
"Neng siapa itu? " tanya mama lulu yang ternyata udah ada di samping Dara
Dara menggelengkan kepala tanda tidak tahu.
Dara berjalan maju dan ternyata di depan sana Arsen berdiri di samping mobilnya dengan pakaian kantornya. Terlihat Arsen kepanasan dengan tangan yang menghalau sinar matahari.
Arsen menoleh ke arah Dara dengan tampang yang lumayan dingin dan cukup bikin Dara deg degan. Ada keperluan apa bos nya kesini? padahal dia yakin pak Robi udah menyampaikan kalau dia cuti lagi.
Dara dengan hati hati menghampiri Arsen. Dara merasa kalau suasana hati Arsen lagi ga baik baik aja.
"Pak Arsen ada perlu apa ke sini?" tanya Dara
__ADS_1
Ketika Arsen mau menjawab, Arsen melihat Mama lulu mendekat jadi buat Arsen tidak jadi menjawab.
"Siapa Neng?" tanya mama Lulu ke Dara kepo
Dara memejamkan mata nya, mama nya ini ga tau situasi apa yah? bukan saatnya mama nya menanyakan itu, dia ga mau mamanya tau kalau bos nya ini dingin sedingin kulkas.
"Dia bos aku ma" jelas Dara
Mendengar jawaban Dara, Mama Lulu dengan antusias menyapa Arsen.
"Yaampun, saya ga tau kalau bapak bos nya anak saya" ucap Mama Lulu
"Ayok masuk dulu panas kalau di luar kaya gini, mau minum apa? " tawar mama lulu
"Apa aja tante" jawab Arsen
Arsen di giring mama Lulu ke salah satu rumah sodaranya untuk duduk. Karena ga ada sofa, mau ga mau Arsen duduk di lantai yang di lapisi karpet.
"maaf Pak keadaan rumah saya kaya gini" ucap Dara ga enak, Arsen menggelengkan kepala tanda tidak masalah
"Dara" panggil Arsen dengan suara bariton nya
Dara menoleh ke arah Arsen, begitupun Arsen memandang Dara.
"Saya dengar dari Robi kalau kamu akan menikah?" tanya Arsen
Dara membelalakan matanya, Dan mama Lulu yang mau menyuguhi minum terkejut mendengar pertanyaan Arsen.
"Dara mau nikah?" tanya mama lulu
Arsen menoleh ke mama lulu bingung.
"Pacar aja ga punya gimana mau nikah" sarkas Mama lulu yang cukup bikin Dara malu di depan Arsen
"Jadi ga nikah?" tanya Arsen lagi
"Gini pak, yang mau nikah itu adik sepupunya. Tapi kalau Soal Dara saya udah pikirin, kemungkinan saya bakal suruh Dara taaruf aja" ucap mama Lulu dengan mudah
"Mama" kesal Dara
"jangan tante, tunggu saya" ucap Arsen ambigu
"Maksud Pak Arsen apa ya?" tanya mama lulu bingung
"Saya akan bawa orang tua saya ketemu sama tante dan om, Saya akan menikahi putri tante yaitu Dara" jelas Arsen
Dara terkejutnya bukan main, dengan Arsen yang dateng ke sini aja udah bikin kaget di tambah sama perkataan Arsen yang seperti lamaran. Ini gila!! Arsen gila!!!
tbc
©nukeya, 2022
__ADS_1