MY CEO MY HUSBAND

MY CEO MY HUSBAND
Bertemu Sahabat


__ADS_3

Saat ini Tuan Reyhan tengah menatap marah pada putranya. Tuan Reyhan begitu geram ketika Dirga tiba-tiba datang menemuinya dan mengatakan jika Zidan menarik seluruh saham dari perusahaannya.


Bagaimana mungkin perusahaan anak cabang yang baru saja didirikannya kehilangan investor terbesar mereka.


Ia yakin pasti sang putra telah membuat kesalahan fatal sehingga Zidan tiba-tiba melakukan hal itu pada mereka.


"Aku pikir setelah kau berpisah dengan gadis rendahan itu, kau akan menjadi sedikit lebih pintar Dirga! Maka dari itu aku mempercayakan perusahaan anak cabangku padamu!"


"Tapi ternyata aku salah! Kau malah membuat perusahaan anak cabangku berada diujung tanduk sekarang! Apa yang sudah kau katakan pada Zidan sehingga dia memutuskan kerja sama dan menarik investasinya dari perusahaanku, hah?!" geram Tuan Reyhan.


Kini Ayah dan anak itu tengah berada dikantor pusat milik Tuan Reyhan.


"Maafkan aku Ayah! Aku memang telah membuat kesalahan. Aku mengatakan pada Zidan jika dia akan menyesal karena memutuskan menikahi Andita. Gadis itu tidak pantas untuk menjadi pendampingnya! Aku melakukan itu karena aku ingin membela Kak Rachel."


"Apa?! Kau mengatakan hal seperti itu pada Zidan? Kau pikir Zidan orang bodoh sehingga dia bisa kau perdaya, hah?!"


Dirga hanya bisa menarik nafas dalam-dalam saat melihat kemarahan dimata sang Ayah. Ia pun merutuki kebodohannya dalam hati.


"Maafkan aku Ayah! Aku hanya ingin menjatuhkan harga diri Andita dihadapan Zidan. Tapi ternyata malah harga diriku yang jatuh."


"Apa maksudmu?!"


Mau tidak mau Dirga pun memceritakan pertemuannya dengan Zidan hari ini dikediamannya. Dirga juga mengatakan jika Zidan akan kembali menjalin kerjasama asalkan dirinya mau berlutut dihadapan Andita.


"Kenapa kau tidak melakukannya?!"


"Itu tidak mungkin kulakukan Ayah! Aku tidak sudi berlutut dan meminta maaf pada gadis murahan itu!"


"Harusnya kau lakukan saja agar Zidan mau kembali melakukan kerjasama dan menginvestasikan sahamnya pada perusahaan kita!"


Dirga tercengang mendengar jawaban sang Ayah.


"Ayah, bagaimana mungkin aku melukai harga diriku dengan berlutut dihadapan gadis murahan itu?! Aku tidak mau! Dan sampai matipun aku tidak akan sudi!"


Tuan Reyhan tersenyum sinis.


"Cih, bukankah dulu kau pernah berlutut dihadapan gadis itu untuk mengejar cintanya?! Lalu kenapa sekarang kau merasa harga dirimu akan terluka jika kau melakukan itu demi menyelamatkan perusahaanku?!"


Dirga mengusap wajah kasar. Kenapa juga ayahnya harus mengingat kesalahannya dimasa lalu?


"Aku tidak mau tahu! Bagaimana pun caranya kau harus membuat perusahaan Zidan kembali menjadi investor diperusahaanku! Karena hanya perusahaannyalah yang memiliki jaringan terluas selain perusahaan Tuan Wildan! Aku tidak peduli kau mau berlutut ataupun menangis darah sekalipun dihadapan gadis itu! Karena ini semua adalah kesalahanmu!"


"Ayah! Kenapa yang Ayah pikirkan hanya perusahaan Ayah saja?! Lagipula bukan hanya aku yang melakukan kesalahan disini. Kakak pun melakukan kesalahan! Dan aku yakin kesalahannya lebih parah dariku! Karena itu bisa merusak reputasi Ayah!"


Tuan Reyhan mengerutkan alisnya. Pria paruh baya itu menatap tajam kearah Dirga.

__ADS_1


"Apa maksudmu?! Apa Rachel juga melakukan sesuatu?!"


Dirga membuang nafas kasar. Dia tidak mau hanya dirinya saja yang dipersalahkan oleh ayahnya. Dirga pun mengeluarkan map coklat yang berisikan foto Rachel dari saku jasnya.


"Ayah lihatlah sendiri bagaimana kelakuan putri Ayah itu!"


Tuan Reyhan mengambil map yang disodorkan oleh Dirga. Ia membuka map itu.


Seketika netranya membulat sempurna kala melihat foto-foto Rachel dihadapannya.


"Apa-apaan ini?!" Geram Tuan Reyhan.


******


Disebuah cafe elit yang terletak dipusat kota, terlihat seorang gadis cantik bermata coklat, berambut panjang sedikit bergelombang tengah duduk sendiri ditemani secangkir hot cappucino.


Netranya menatap lurus pada sebuah surat undangan yang tengah dipegangnya. Sesekali ia tersenyum sembari menyesap hot cappucino miliknya.


Zidan, aku tidak menyangka kau akan segera menikah.


Tidak lama terdengar suara derap langkah seseorang dari belakang yang mendekat kearahnya.


"Haii, bestie! Apa kabar?!"


Gadis cantik itu pun menoleh kebelakang dan tersenyum, lalu beranjak dari duduknya untuk menyapa sahabat yang sudah ditunggunya sejak tadi.


"Kabarku juga baik! Maaf yaa aku terlambat! Kau pasti sudah lama menungguku!" Ucapnya dengan raut wajah bersalah.


Kini dua wanita itupun duduk dikursi masing-masing dan saling berhadapan.


"Tidak apa! Santai saja. Aku mengerti, kau pasti sangat sibuk dengan pekerjaanmu!"


Gadis bernama Fennyta itu pun tersenyum.


"Ya biasalah namanya juga designer terkenal. Sibuk itu biasa, hahaha!" Kelakarnya sambil mengibaskan rambut kebelakang.


Gadis dihadapannya ikut tertawa renyah.


"Ya, aku tahu itu!"


Kemudian gadis itu pun melambaikan tangan memanggil waitress.


"Kau mau pesan apa? Pesanlah! Aku sudah memesan minuman."


"Kau tidak memesan makanan?!"

__ADS_1


"Tidak! Aku masih kenyang!"


"Hemm baiklah! Aku pesan satu spaghetti dan satu mc punch! Tidak pakai lama ya!" Ujarnya pada waitress itu. Waitress itupun tersenyum mengangguk dan segera meninggalkan mereka berdua.


"Oh ya, kenapa kau tidak memberitahuku jika kau akan pulang secepat ini?! Aku kan bisa mempersiapkan diri untuk menjemputmu!" Tanya Fennyta.


Gadis cantik itu tersenyum seraya menggenggam tangan sahabatnya.


"Jika aku memberitahumu ini bukan kejutan namanya!"


"Aaa... Kau ini! Memang paling bisa mencari alasan!"


Keduanya pun tertawa.


Tiba-tiba ekor mata Fennyta tidak sengaja menangkap surat undangan yang ada dihadapan sahabatnya itu. Ia pun meraihnya.


"Eh, surat undangan siapa ini?! Apa ini milikmu?!" Tanyanya.


Gadis itu menggeleng.


"Bukan itu milik temanku! Dia akan segera menikah!"


Fennyta membaca nama calon mempelainya.


Zidan & Andita.


"What?! Jadi gadis itu temanmu?!" Fennyta membulatkan matanya.


"No! Temanku yang mempelai pria. Tapi kenapa kau terkejut?! Apa kau juga mengenal mereka?!"


"Hem, mereka berdua adalah klienku. Aku yang menjadi vendor baju pengantin mereka! Huft, aku pikir calon mempelai wanitanya adalah temanmu ternyata bukan! Lagipula tidak mungkin juga kan kau berteman dengan gadis sepertinya! Aku tahu selera pertemananmu seperti apa, haha!" Ucapnya.


Gadis itu tertegun dengan ucapan sang sahabat.


"Memang gadis seperti apa yang dinikahi oleh temanku itu?!" Tanyanya.


"Hemm, yang aku lihat dari penampilannya sih dia sepertinya bukan dari kalangan sosialita seperti kita. Aku hanya tidak habis pikir seorang Zidan Pratama Wijaya yang notabene seorang pengusaha muda, tampan, kaya dan digilai kaum hawa yang setara dengan kita, bisa-bisanya jatuh hati pada gadis biasa! Apa kau tahu? ini seperti sebuah dongeng, lucu bukan?! Haha!"


Gadis itu kembali tertegun, dia tidak menanggapi tawa dari sahabatnya itu.


Benarkah Zidan memilih gadis biasa untuk menjadi pendampingnya? Aku jadi penasaran dengan gadis itu.


.


.

__ADS_1


Bersambung...


Jangan lupa tinggalkan jejak like, komen, hadiah dan vote nyaaa 😘


__ADS_2