MY CEO MY HUSBAND

MY CEO MY HUSBAND
Cinta Dan Obsesi


__ADS_3

Zoya terhenyak mendengar semua pengakuan Zidan. Tubuhnya seolah tidak berpijak pada lantai, hingga Zoya menopang tubuhnya dengan memegang kepala sofa. Ia menatap nanar pada pria yang tengah berdiri dihadapannya saat ini.


"Jika dulu kau mencintaiku bahkan menginginkanku, kenapa kau tidak mengungkapkannya Zidan? Aku mungkin akan menerimamu!" lirih Zoya.


Zidan tersenyum pahit.


"Aku bahkan nyaris melakukan itu Zoya, tapi kau lebih dulu mengatakan bahwa kau mencintai Andrew dan tengah menjalin hubungan dengannya. Menurutmu aku harus bagaimana?"


"Mengamuk? Atau memintamu untuk meninggalkannya dan pergi bersamaku? Lalu persahabatan kita hancur?! Begitu? I'm sorry, aku tidak seegois itu Zoya."


"Dan ah ya, apa kau ingat? Kau bahkan memintaku untuk berhenti memberi perhatian padamu, karena kau takut jika Andrew akan salah paham dengan hubungan kita bukan?! Aku menuruti kemauanmu itu. Aku menjaga jarak dari kalian. Meskipun hatiku sakit melakukannya!"


"Lalu sekarang apa? Kau tiba-tiba mengatakan cinta padaku hanya karena melihat tulisan difoto lama kita?" Zidan mengangkat foto ditangannya yang disodorkan oleh Zoya.


"Dan dengan teganya kau membuat istri dan calon anakku nyaris mati karena tenggelam dikolam renang!"


"Aku benar-benar tidak menyangka kau mampu melakukan hal sejahat itu Zoya! Kau bukan Zoya yang kukenal. Kau telah berubah!" hardik Zidan.


Zoya menggeleng keras kepalanya. Dadanya terasa sesak. Tangisnya mulai pecah.


"Aku melakukan itu karena aku mencintaimu Zidan! Apa kau tidak mengerti juga, hah?!"


"Apa kau bilang?! Cinta?! Dengan cara mengorbankan nyawa orang lain itu namanya bukan cinta Zoya! Melainkan sebuah obsesi dan ambisi! Apa kau tidak sadar juga?!" ucap Zidan dengan menahan geram.


"CUKUP ZIDAN!" teriak Zoya. Zoya berjalan kearah Zidan dan kembali menarik kerah jasnya sambil menangis terisak.


"Seharusnya kau senang karena aku melakukan hal itu! Jika Andita mati kita bisa bersama dan menikah! Aku akan memberikanmu keturunan yang banyak. Aku akan menjadi istri yang baik. Aku akan mengabdikan hidupku padamu. Aku akan ..."


"HENTIKAN ZOYA!!" Zidan menghempas kasar tangan Zoya dari tubuhnya. Lalu tanpa sadar tangannya melayang dan mendarat dipipi Zoya.


Plakk


Zoya jatuh tersungkur kelantai sambil memegangi pipinya yang terasa perih karena tamparan tangan Zidan.


"Zidan kau menamparku?!"


"YA! Kau pantas mendapatkan itu Zoya! Susah payah aku menahan diri untuk tidak melakukan hal kasar padamu, tapi sepertinya kau tidak akan pernah sadar dengan kesalahanmu! Kau bahkan berharap Anditaku mati?! Kau benar-benar berhati iblis Zoya!" tunjuk Zidan.


Zoya tersenyum getir dan menatap pria dihadapannya dengan tatapan penuh luka.


"Hanya karena wanita dari kalangan biasa sepertinya kau melukaiku Zidan?!"


Zidan mengepalkan tangannya kuat mencoba mengontrol emosinya kembali.


"Andita lebih baik darimu!"


"Hahaha." Zoya tertawa keras namun terdengar seperti mengejek.


"Baik kau bilang?!" dengan tertatih Zoya bangkit berdiri.


"Wanita baik-baik tidak akan menjual dirinya! Aku bahkan tahu, bahwa pernikahanmu hanyalah pernikahan kontrak! Dia menikahimu hanya demi uang bukan?!"


"Itu bukan urusanmu!"


Zoya berdecih.

__ADS_1


"Bagaimana jika semua orang tahu bahwa ternyata menantu keluarga Wijaya adalah seorang wanita matrealistis yang rela menikah kontrak hanya karena uang? Pasti itu akan menjadi topik terhangat disemua media."


Mendengar ucapan Zoya, Zidan tersenyum skeptis.


"Apa kau sedang mengancam reputasi keluargaku? Apa ini yang kau bilang cinta? Sungguh aku tidak menyangka kau jadi serendah ini Zoya!"


"Silahkan kau lakukan apapun yang membuatmu bahagia, tapi ingat! Aku tidak akan pernah tinggal diam jika sampai kau berani mengusik kehidupan Andita! Camkan itu!"


"Dan satu hal lagi, aku rasa hubungan persahabatan kita cukup sampai disini. Aku tidak sudi memiliki sahabat yang menusukku juga keluargaku dari belakang!"


Deg


Tubuh Zoya lemas seketika. Lidahnya terasa kelu. Sebenarnya dia tidak ingin mengancam Zidan seperti itu. Tapi Zoya tidak punya cara lain agar Zidan mau melihatnya.


Sekarang harapannya seolah pupus sudah. Zidan menatapnya dengan tatapan benci. Seolah ia adalah musuh yang harus dijauhi. Dan itu membuat dada Zoya semakin sesak.


Apalagi saat Zidan memutuskan hubungan persahabatan dengannya, Sungguh suatu hal yang sangat menyakitkan bagi Zoya.


*****


Diluar, ternyata ada Andrew yang juga merasakan patah hati. Dirinya merasa terkhianati. Bahkan hatinya berdenyut nyeri saat mengetahui bahwa Zoya mencintai Zidan.


Tanpa terasa buliran bening keluar dari sudut matanya kala ia mendengar semua pengakuan Zidan dan Zoya.


Andrew sangat syok. Ia merasa menjadi orang paling bodoh karena tidak tahu apapun tentang kekasih juga sahabatnya itu.


Andrew baru sadar, ternyata lelaki yang menjadi bayang-bayang keretakan hubungannya selama ini dengan Zoya adalah Zidan. Orang terdekat sekaligus sahabatnya sendiri.


Haruskah ia membencinya setelah semua kebenaran yang ia dengar dari mulut mereka berdua?! Entahlah, Andrew sendiri pun tidak tahu harus berbuat apa.


"Aku benar-benar tidak menyangka dengan semua ini. Kenapa harus Zidan, Zoya? Kenapa kau harus mencintainya?!" lirih Andrew. Susah payah ia menelan saliva.


Andrew berusaha menenangkan diri. Rasanya ia masih belum percaya dengan kenyataan pahit yang baru saja ia terima.


*****


Merasa tidak ada yang perlu dibicarakan lagi, Zidan berbalik dan hendak meninggalkan Zoya.


Namun dengan cepat Zoya berlari kearah Zidan dan memeluk erat tubuh lelaki itu dari belakang.


"Jangan tinggalkan aku Zidan! Aku mohon! Aku mencintaimu!"


"Lepaskan aku, Zoya!" Zidan berusaha melepaskan tangan Zoya dari tubuhnya.


Zoya menggeleng keras.


"Tidak! Aku tidak akan melepaskanmu Zidan! Sudah kubilang aku mencintaimu! Tinggallah bersamaku!"


"Kau gila Zoya! Apa kau tidak memikirkan perasaan Andrew! Bagaimana jika dia tahu kelakuanmu seperti ini, hah?!" Zidan terus mencoba untuk melepaskan diri namun Zoya semakin mengeratkan pelukannya.


"Asal kau tahu aku sudah memutuskan hubunganku dengan Andrew hanya demi dirimu Zidan! Aku tidak memiliki hubungan apapun lagi dengan Andrew! Aku bersumpah!"


"Kau benar-benar tidak waras!"


"Ya! Aku tidak waras! Semua karenamu Zidan. Karena aku mencintaimu!"

__ADS_1


"Zoya lepaskan!"


"Tidak! Aku tidak akan pernah melepaskanmu!"


"ZOYA!"


Dengan sekuat tenaga Zidan menyingkirkan tangan Zoya yang melingkar dipinggangnya. Dan akhirnya usahanya pun membuahkan hasil. Tangan itu terlepas.


Zidan berbalik kemudian mendorong tubuh Zoya untuk menjauh darinya. Zoya meringis saat tubuhnya kembali tersungkur kelantai. Sedangkan Zidan segera berjalan cepat kearah pintu.


"Zidaann!!!" teriak Zoya.


Ia sudah nyaris seperti orang gila yang tengah mengamuk. Tanpa kenal lelah Zoya berusaha merangkak dan menggapai kaki Zidan kemudian kembali menahannya untuk pergi.


"Aku mohon jangan pergi! Aku akan lakukan apapun untukmu asal kau tetap disini Zidan! Aku mencintaimu! Sangat-sangat mencintaimu!" pinta Zoya ditengah isak tangisnya.


"Kau gila Zoya! Kau tidak waras! Sadarlah! Aku sudah menikah! Lepaskan aku!"


"Tidak! Aku tidak akan melepaskanmu Zidan! Aku mohon tinggalkan Andita dan menikahlah denganku! Bukankah kau pernah mencintaiku?! Aku yakin rasa itu masih ada dan akan kembali tumbuh seiring berjalannya waktu!"


"Kau benar-benar membuatku muak Zoya! Sampai matipun aku tidak akan pernah meninggalkan Andita!" geram Zidan.


Ia terus menyeret kakinya mendekati pintu hingga membuat tubuh Zoya pun ikut terseret bersamanya.


"Apa kurangnya aku Zidan?! Aku lebih cantik dan lebih segalanya dari wanita itu! Kenapa kau tidak mau menatapku?!"


"Sungguh kau ingin tahu apa kekuranganmu Zoya?!" Zidan menatap benci pada wanita yang saat ini tengah menahan kakinya. Zoya mengangguk cepat.


"Kekuranganmu adalah kau itu kurang waras!"


Zidan berhasil meraih gagang pintu, kemudian dengan cepat membukanya.


Ceklek


Deg, Deg, Deg


Tatapannya langsung bertemu dengan tatapan Andrew. Andrew menatap Zidan dan Zoya secara bergantian. Ia benar-benar tidak percaya kala melihat wanitanya bersimpuh dikaki pria lain.


"Andrew."


.


.


Bersambung...


Holla readersku sayang.. maaf otor baru menyapa kalian lagi๐Ÿ™๐Ÿ˜


Otor mau minta maaf kalau alur cerita ini agak lambat dan membuat kalian kesal๐Ÿ˜”.


Pengen rasanya otor percepat tapi takut ga ngena dihati hehe. Mengingat novel ini bentar lagi juga tamat.


Jadi maafkeun otor yaa kl bikin kalian gemes-gemes gimana gituu ๐Ÿ˜๐Ÿ™


Buat kalian yang masih mau mengikuti cerita ini otor ucapin terimakasih byk dukungannyaโค

__ADS_1


Dan buat kalian yang berhenti mengikuti cerita ini pun, otor tetap ucapkan terimakasih byk krn kalian sudah dukung otor smpai sejauh ini ๐Ÿ™๐Ÿ˜Š


Lafyu Allโค๐Ÿ’›๐Ÿ’š๐Ÿ’™๐Ÿ’œ


__ADS_2