
...****************...
Dara mencoba membaca berulang ulang kali siapa tau dia salah membaca. Tapi bener dia ga salah baca, terlihat jelas kalimat 'NIKAH'. Bos yang satu ini suka banget bikin jantung obrak abrik.
Dengan malas Dara kembali lagi membuka pintu. Dia tidak memberi ijin Arsen masuk, Dara menghadang pintu masuk.
"Saya kan cuti pak" ucap Dara
"Saya tau" ucap Arsen dengan polos
"kalau bapak tau kenapa bapak kesini? bisa ga sih bapak kasih saya waktu buat diri saya sendiri?!" kesal Dara
"Saya ga pernah minta waktu kamu. Lagipula emang saya salah ke rumah sekertaris saya sendiri? Saya mau masuk" ucap Arsen yang tumben sekali ngomong panjang
Arsen memaksa masuk dan mau ga mau Dara terdorong ke belakang jadinya Arsen bisa masuk ke dalam kontrakannya.
"bapak tau apa yang bapak lakuin itu ga sopan?!" kesal Dara tambah bertambah karena Arsen yang tidak sopan masuk ke kontrakannya sembarangan
Arsen hanya mengangkat bahunya bodo amat. Dara ingin sekali memukul kepala Arsen, tapi apa daya dia adalah bosnya.
Arsen mengelilingi kamar kontrakan Dara. Ukuran kontrakan Dara mungkin hanya segede kamarnya Arsen saja.
"Kamu bisa tinggal di tempat seperti ini?" Tanya Arsen
Pertanyaan Arsen sedikit menyinggung Dara. Dara menghela napas kesal, untuk mengatur emosinya.
"Kenapa pak Kecil? saya bisa kok tinggal di tempat kaya gini. iya saya tau Rumah saya ga sebanding dengan rumah bapak" ucap Dara menyindir
Arsen menyipitkan pandangan ke arah Dara. Maksud Arsen bukan seperti itu, Kenapa sekretaris nya ini selalu berpikiran negatif mulu terhadap dirinya? Arsen benar ga bermaksud buat meremehkan tempat tinggal Sekretaris nya itu.
"kamu sakit?" tanya Arsen mengalihkan perbincangan
"engga" jawab Dara
"Lalu kenapa ga masuk kerja?" tanya Arsen
"Kan saya udah bilang kalau saya cuti. emang kalau ngambil cuti harus sakit yah" sinis Dara
"Bisa tidak kamu bicara dengan saya tidak emosi seperti itu?" ucap Arsen yang ternyata mulai jengah dengan sikap Dara
"Saya ga emosi" ucap Dara ga mau kalah
"Saya dateng ke sini baik baik Dara" ucap Arsen penuh dengan penekanan
__ADS_1
Dara berpikir sejenak, dia emang salah. insiden dia melempar botol ke arah Arsen aja dia belum minta maaf, mau bagaimana pun kelakuannya itu udah di luar batas. Arsen adalah bosnya dan Dara hanya sekretaris nya.
"Saya minta maaf" ucap Dara yang cukup bikin Arsen terkejut karena bukan itu yang Arsen pikirkan
"Saya tau, kelakuan saya udah keterlaluan. Apalagi yang kemarin saya siram sepupu pak Arsen dan Melempar pak Arsen dengan botol. Saya minta maaf" ucap Dara sambil menundukkan kepala
Dara bisa melihat kaki Arsen yang mendekat ke arahnya. Arsen mengangkat dahu Dara dan membuat Dara beradu pandang dengannya.
"Saya tidak mempermasalahkan itu" ucapan Dara berhenti. Arsen dan Dara saling menatap satu sama lain. Dara merasa terhipnotis dengan pandangan Arsen.
"Saya cuman pengen tahu alasan kamu ngambil cuti. Selama ini bahkan di saat kamu sakit kamu ga pernah ngambil ijin atau sakit. Makanya itu saya kesini hanya memastikan kamu tidak apa apa" jelas Arsen panjang
perkataan Arsen membuat Dara sedih. Matanya mulai memerah. Dara mau menahan air matanya itu tapi ga bisa, Dara ga bisa menahan untuk tidak menangis.
"Huwaaaaaaaa" Dara menangis kencang dan cukup memekak telinga
Arsen kaget kalau Dara menangis seperti itu. Dengan segera Arsen memeluk Dara dan menepuk nepuk punggung Dara agar Dara tenang.
"Saya ga tau, saya emosi banget liat muka bapak" ucap Dara di pelukkannya Arsen
Arsen tidak menjawab, Arsen masih dengan posisi yang sama mendekap Dara.
"Bapak masih cinta sama mba Naya?" tanya Dara yang tiba tiba
"Bapak tau gimana bapak natap mba Naya?" ucap Dara, Arsen masih diam tidak menjawab
"Tatapan cinta pak. Bapak natap dia dengan tatapan cinta" rengek Dara
"Saya ga suka itu" ucap Dara jujur
"Apa selama ini bapak anggap saya itu cuman sekretaris aja?" ucap Dara pelan
Arsen masih diam dan menatap Dara. Ini gila, Dara sangat menantikan jawaban Arsen. Dia pengen Arsen menjawab kalau sebenernya Arsen menganggapnya lebih.
"Saya ga bisa jawab" ucap Arsen akhinya
Dara kecewa dengan jawaban Arsen. Dara langsung menjaga jarak terhadap Arsen.
...****************...
Setelah kejadian itu Dara sudah menanamkan diri bahwa Arsen menolaknya. Arsen hanya menganggapnya sekretaris dan tidak lebih.
"Dar, File yang projek pak Hardian udah beres?" tanya Robi
"Udah pak, aku kirim lewat email ya" ucap Dara dan langsung mengirim emailnya
__ADS_1
Akhir - Akhir ini pekerjaan memang lagi banyak, Dara dan Arsen kalau bertemu pun hanya membahas pekerjaan.
Ponsel Dara berbunyi tanda pesan masuk, Dara mengecek ponselnya ternyata mama nya menghubunginya.
• **mama 🤗
> Minggu ini jadi pulang kan? Acara Dian hari minggu kan, kalau bisa kamu ambil ijin jadi sabtu udah disini**
Dara menghela nafas, mama tercintanya ini kalau langsung nyuruh itu seenaknya. Dara menoleh ke arah Robi dan memandang Robi lama.
Robi yang merasa di perhatikan dan menoleh ke arah Dara. Robi sempat terkejut karena Dara memandang nya dengan wajah sok imut nya.
"Pak Robi" panggil Dara
"Apaan?! ngomong aja, gua ngeri liat muka lu yang kaya gitu" ucap Robi
"Boleh ga kalau saya cuti lagi" ucap Dara hati hati
Robi mencebik ga suka, Karena dia tahu kalau Dara cuti pasti kerjaannya malah tambah banyak.
"Kemarin lu udah cuti sekarang masa cuti lagi sih Ra? liat kerjaan kan lagi numpuk" Keluh Robi sambil menunjuk ke arah tumpukan file
"Cuman hari jumat aja pak, soalnya sabtu sama minggu saya ada acara. Jadinya jumat saya minta cuti untuk siap siap pulang ke rumah saya" jelas Dara
"Gabisa pulang kerja pas jumat aja" tawar Robi
"Saya mau nya gitu, tapi banyak hal yang harus saya urus" ucap Dara
"Emang ada acara apa sih?" tanya Robi
"Nikahan pak" jawab gua
"HA?! lu mau nikah? serius! kok gua tau. kalau gitu yaudah gpp gua ijinin cuti, gua ga mungkin ngelarang orang mau nikah" ucap Robi tanpa mendengar penjelasan dari Dara.
Dara yang tadinya mau membuka suara dia kembali merapatkan mulutnya. Ijin sudah dia dapatkan dia ga mau nanti kalau dia buka suara malah batal lagi.
"makasih pak" ucap Dara
Dara membereskan pekerjaan hari itu juga agar dia sore sekarang bisa langsung Otw Bogor. Seharian ini Dara ga melihat Arsen karena kata Robi Arsen lagi ada pertemuan penting, Dara ga ambil pusing toh jawaban yang dia butuhkan sudah terjawab.
kalau Arsen menolaknya, dia hanya Cinta sepihak dan sikap Arsen kepadanya hanya sebatas bos dan sekretaris nya.
tbc
©nukeya, 2022
__ADS_1