MY CEO MY HUSBAND

MY CEO MY HUSBAND
Masa sih? ..


__ADS_3

•••


Posisiku masih sama kaya sebelumnya dimana ada Linda yang lagi tiduran, walaupun agak pegel sih. Entah sebenernya aku dirasuki sama apa sih? Kok aku bisa punya perasaan sama Linda?.


Aku liat kayanya Linda tidurnya pules banget dah. Dia lagi tidur aja masih keliatan lucu.


"Kenapa sih kalau aku ngeliat kamu itu pasti langsung deg-degan, kan aneh aja gitu" gumam ku


Ponselku ternyata bunyi lagi pasti dah si William. Pas aku liat—eh bukan William dong! Ternyata ibu, pasti nanya yang aneh - aneh nih. Jawab? Gak? Jawab aja deh!


"Kenapa ibu?"


"kamu masih di rumah Linda?"


"Masih, emang kenapa?"


"gak kenapa - napa kok, nanya doang"


"Theo kira apaan! Udah dulu ya Bu ini Linda nya bangun"


"THEO KAMU HABIS NGAPAIN SAMA LINDA?!!"


"SUMPAH BU! THEO GAK NGAPA - NGAPAIN SAMA LINDA!!"


Pusing dah punya ibu kek gitu, daripada dilanjutkan lebih baik memutuskan sambungan telepon. Bisa - bisa budeg nih Kupingku.


"Hmm ... Pak Theo?" Aku langsung usap - usap kepalanya lagi biar anteng tidurnya, "kenapa?" Tanyaku

__ADS_1


"Sekarang jam berapa?" Tanya dia


Aku lihat jam tanganku yang berwarna emas ternyata udah jam 10.35 AM, gak kerasa sumpah. Kenapa aku betah banget ya di rumah Linda? Sampe jam segini lagi.


"Udah mendingan?" Linda mengangguk lucu. Sabar Theo tenangkan jiwamu dan juga pertahankan image mu yang jutek ini.


"Kalau di luar kantor kamu bisa manggil saya pake nama aja" ujarku


Linda menggeleng pelan, "bapak kan paling tua dan saya masih muda"


"Ya udah panggil sesuka kamu aja"


"Gimana kalau saya panggil kakak? Kak Theo?"


TULUNG JANTUNG KU GAK KARUAN!! SUMPAH LINDA INI JELMAAN APA SIH SEBENARNYA?! KENAPA DIA BISA BIKIN JANTUNG ORANG DEBAR - DEBAR SIH?!.


"Buat apa sih?"


"Ini aku buat teh, kak Theo mau?" Tanya dia, aku cuman ngangguk doang. Siapa sih yang gak mau di buatin teh sama calon istri, eh apaan sih!!


"Boleh .."


Linda menaruh secangkir teh di meja terlihat teh yang masih hangat, aku mengambil teh tersebut perlahan aku menyesap secangkir teh yang hangat dan manis.


"Eumm .. kak Theo gak ke kantor lagi?" Tanya dia, aku menaruh teh tersebut ke tempat semulanya, "emang kenapa?"


"Eh? Gak kenapa - napa, takutnya aja kak Theo di kantor banyak kerjaan terus di tunda cuman buat ke rumah aku" gumam Linda

__ADS_1


Aku kembali menyesap secangkir teh, kenapa Linda bisa khawatir gini ya? Jadi gemes. Oh tuhan!! Ingatlah Theo kamu harus menjaga image jutek mu ini.


"Sudah mendingan? Jika sudah aku harus kembali tadi ibu menanyakan aku, jadi aku harus pulang ke rumah" bohongku, Sebenarnya aku masih pengen lama - lama sama Linda, tapi senyuman Linda gak baik buat jantung ku.


"Yap! Aku sudah membaik dan terima kasih kak Theo sudah mau menemani ku. Salam untuk ibu juga ya kak"


Aku cuman ngangguk—aku mengambil jas ku yang tergeletak di sofa.


"Ayo kak aku anter sampe depan gerbang"


"Ga-gak usah, mending kamu disini kayanya badan kamu juga masih lemes. Ya udah, aku pulang dulu" kataku sambil berjalan keluar rumah Linda.


"Ya udah hati - hati ya kak, salam buat ibu" aku cuman ngangguk.


"Masa sih aku cepet banget jatuh hati sama Linda?" Gumamku


•••


Hayoo dikit kan?


Sebenarnya otakku lagi buntu jadi belum bisa ngetik cerita ini panjang.


Jadi maafkan saya ini ya teman - teman:(


Jangan lupa tinggalkan jejak dan like


Ayo bantu like ya teman - teman!!

__ADS_1


Karena kalian adalah penyemangat aku:>


__ADS_2