MY CEO MY HUSBAND

MY CEO MY HUSBAND
Andita & Dirga


__ADS_3

"DIRGA?!"


Andita terkejut saat melihat siapa orang yang baru saja ditabrak olehnya. Begitupun dengan Dirga. Ia tak kalah kaget ketika melihat mantan kekasihnya tengah berdiri dihadapannya saat ini.


"Andita?!"


Untuk sesaat kedua anak manusia yang pernah saling mencintai dan memiliki hubungan dimasa lalu itu saling menatap.


Dirga sama sekali tidak menyangka akan dipertemukan kembali dengan wanita yang dulu pernah merajai hatinya itu.


Ia memperhatikan penampilan Andita dari atas sampai bawah. Penampilannya sangat berbeda ketika terakhir kali ia melihat Andita dikediaman Zidan beberapa bulan lalu.


Dimata Dirga saat ini, Andita jauh semakin terlihat lebih cantik dari sebelumnya. Sampai-sampai matanya tidak berkedip sedikitpun.


"Maaf, aku tidak sengaja menabrakmu! Permisi!" ucap Andita cepat. Ia mulai risih karena Dirga terus saja memperhatikannya.


"Tunggu Andita!" cegah Dirga. Ia menarik lengan Andita saat Andita berbalik dan hendak pergi meninggalkannya.


Andita terkejut dengan tindakan Dirga. Ia menatap tajam tangan kekar itu dan langsung menghempaskannya dengan kasar.


"Jangan menyentuhku! Apa kau belum tahu jika aku sudah menikah?!" bentak Andita.


"Maaf." lirih Dirga.


"Bisakah aku meminta waktumu sebentar? Ada yang ingin aku bicarakan!"


"Aku tidak punya waktu! Aku harus pergi!"


Andita kembali berbalik namun Dirga langsung menghalangi jalannya hingga membuat Andita menjadi kesal.


"Aku tidak akan membiarkanmu pergi sebelum kau memberikanku waktu untuk bicara Andita!" ucap Dirga seraya merentangkan kedua tangannya.


"Hah?! Kau pikir kau siapa berani mencegahku?! Minggir!"


"Please Andita! Kali ini saja! Aku mohon!"


"Dirga! Apa yang kau lakukan?!" pekik Andita. Ia terperanjat ketika Dirga tiba-tiba berlutut dihadapannya.


Wajah Andita memerah menahan malu karena beberapa perawat dan pengunjung rumah sakit memperhatikan mereka.


"Bangun Dirga! Apa kau tidak malu dilihat oleh semua orang?!" geram Andita.


"Aku akan bangun, kalau kau mau memberikanku waktu untuk bicara Andita!"


Andita menghela nafas kasar sembari memejamkan mata.


"Baiklah! Aku akan memberikanmu waktu! Tapi hanya lima menit tidak lebih!" ucap Andita pada akhirnya.


Dirga tersenyum senang kemudian ia langsung berdiri.


"Andita, kebetulan kita bertemu disini! Ayahku sudah lama ingin bertemu denganmu. Beliau ingin meminta maaf untuk semua perbuatan yang telah ia lakukan."


"Tapi aku tidak memiliki keberanian untuk datang menemuimu dikediaman Zidan. Aku yakin suamimu pasti tidak akan mengizinkanmu pergi menemui Ayah."


"Jadi bisakah sekarang kau ikut denganku? Sebentar saja!" pinta Dirga.


"Kemana? Kerumah tahanan?!" tanya Andita sinis. Jujur saja hatinya masih terasa sakit ketika ia mengingat kematian sang ayah yang begitu tragis ditangan Tuan Reyhan.


"Jika ya, maaf aku tidak bisa! Setelah membunuh ayahku, lelaki jahat itu tidak pantas mendapatkan maaf dariku ataupun dari keluargaku!" ucap Andita sarkas. Bahkan raut kebencian terlihat jelas didalam sorot matanya.

__ADS_1


"Tidak Andita. Bukan kerumah tahanan. Kau bisa menemui Ayahku dirumah sakit ini." jawab Dirga.


Andita mengernyitkan dahi sembari menyipitkan matanya.


"Maksudmu?! Lelaki jahat itu sudah bebas?!"


Dirga menggeleng cepat.


"Belum Andita. Ayah masih menjalani masa tahanannya. Namun.. didalam tahanan Ayah mengalami gagal jantung. Kemudian polisi segera melarikan beliau kerumah sakit ini untuk mendapatkan perawatan."


Andita tercengang mendengar penuturan Dirga.


******


Dirga memohon pada Andita agar Andita mau menemui Ayahnya.


Awalnya Andita menolak, namun Dirga tidak kehabisan akal dia terus mengikuti Andita dan berlutut dihadapannya.


Hingga Andita menyerah dan mau tidak mau ia pun mengikuti permintaan Dirga.


Dengan perasaan senang Dirga membawa Andita keruang perawatan sang ayah.


Begitu sampai didepan pintu Andita ragu untuk masuk kedalam. Namun Dirga terus membujuk Andita. Dan akhirnya Andita pun melangkahkan kakinya masuk keruangan tersebut.


Disana hanya ada Nyonya Reyhan yang tengah menemani suaminya.


"Andita?! Kau disini?!" tanya Nyonya Reyhan kaget begitu ia melihat siapa yang datang. Begitu juga dengan Tuan Reyhan. Netranya membulat sempurna ketika ia melihat Andita ada diruangannya.


"Ya Bibi." jawab Andita sambil berjalan mendekat kearah brankar.


"Kami tidak sengaja bertemu diluar Ibu." ucap Dirga yang tahu keheranan ibunya.


"Bagaimana keadaanmu Paman? Lama kita tidak bertemu!" tanya Andita datar.


Lelaki paruh baya yang tengah terbaring lemah diatas brankar itu menatap Andita dengan tatapan sulit diartikan.


"Seperti yang kau lihat, keadaan Paman begitu lemah dan tidak berdaya." jawab Tuan Reyhan seraya tersenyum tipis. "Bagaimana kabarmu?" tanyanya.


"Baik! Sangat baik!" jawab Andita lugas.


"Syukurlah!" sejenak Tuan Reyhan terdiam. Kemudian ia kembali berbicara.


"Andita." lirih Tuan Reyhan.


"Ya?"


"Karena kau ada disini, Paman ingin meminta maaf secara langsung atas semua kesalahan yang pernah Paman lakukan dulu pada mendiang ayahmu. Maukah kau memaafkan kesalahan Paman?"


"Paman sadar, ini tidak akan mudah bagimu. Tapi.. Paman tidak tahu sampai kapan umur Paman akan bertahan. Paman hanya ingin pergi dalam keadaan tenang." ucap Tuan Reyhan penuh penyesalan.


Seketika netra Andita berkaca-kaca. Ia menggigit bibir bawahnya menahan tangis.


Ya, meskipun Andita membenci Tuan Reyhan karena pria itu telah membunuh Ayahnya, namun Andita masih memiliki hati nurani. Mana mungkin ia tidak memaafkan orang yang tengah terbaring lemah dan tidak berdaya.


"Aku..Aku memaafkanmu Paman!" jawab Andita dengan menundukkan pandangannya. Seketika airmatanya ikut jatuh membasahi pipinya.


"Tegakkan pandanganmu Andita! Lihat Paman! Paman sungguh meminta maaf! Paman menyesal telah melakukan semua itu! Paman.." suara Tuan Reyhan tercekat karena ia tidak sanggup lagi berkata-kata.


Andita segera menghapus airmatanya dan menegakkan kembali pandangannya menatap Tuan Reyhan.

__ADS_1


"Sudah Paman sudah! Aku sudah memaafkanmu!" ulang Andita saat ia melihat Tuan Reyhan yang mulai terisak.


*****


"Terimakasih Andita, kau sudah mau memaafkan Ayahku!" ucap Dirga.


Setelah menjenguk Tuan Reyhan, Dirga mengajak Andita duduk sebentar ditaman belakang rumah sakit. Ia juga ingin meminta maaf pada mantan kekasihnya itu karena dulu pernah menyakitinya.


"Semua manusia pasti pernah melakukan kesalahan Dirga. Namun yang paling baik dari yang berbuat salah adalah yang mau bertaubat." jawab Andita.


Dirga tersenyum mendengar jawaban Andita.


"Kau semakin dewasa Andita." puji Dirga.


Andita hanya membalasnya dengan senyuman simpul.


"Kalau begitu apakah kau mau memaafkanku juga?" dari arah samping Dirga menatap wajah Andita lekat-lekat.


Andita menoleh dan kini netranya bertemu dengan netra Dirga. Tatapan mereka saling mengunci. Ini pertama kalinya Andita menatap kembali wajah mantan kekasihnya itu dari dekat.


Tidak ingin larut ia segera membuang pandangannya kesembarang arah.


"Aku..aku sudah memaafkanmu!" jawab Andita terbata.


"Benarkah?!" tanya Dirga tidak percaya. Ia refleks meraih tangan Andita dan menggenggamnya dengan erat. Hingga membuat Andita kembali terkejut dan menatap tajam kearah lelaki itu.


"Dirga!" Andita berusaha menarik tangannya kembali namun Dirga menahannya.


"Katakan sekali lagi kalau kau sudah memaafkanku!"


Andita menatap kesal pada lelaki dihadapannya saat ini.


Baru Andita akan membuka mulut, tiba-tiba terdengar geraman tajam dari arah belakang tempat Andita dan Dirga duduk.


"SINGKIRKAN TANGAN KOTORMU DARI TANGAN ISTRIKU BRENGSEK!"


Andita dan Dirga terhenyak dan segera menoleh kebelakang. Saat itu juga tubuh mereka menegang. Dan mata mereka membelalak sempurna.


"Zidan?!" ucap Andita dan Dirga bersamaan.


.


.


Bersambung...


Hay Hay Hay,, otor mau curhat dikit yaa..


Ceritanya 2 hari lalu novel receh otor ini dpt rekomendasi lagi dari pihak NT.


Pastinya otor seneng dong karena pembaca bertambah πŸ™πŸ˜


Tapi otor sedih karena ada pembaca yang kasih rating rendah 😭 padahal dari awal selalu rating 5, skrg jd 4,7 semenjak kemarin dpt rekomendasi huhuu


**Meskipun cerita otor ini ga jelas dan jauh dari novel2 best seller lainnya, tapi ini hasil karya sendiri.


No jiplak-jiplak! Jadi tolonglah jika kalian tidak suka lebih baik diskip aja ga usah dibaca atau kasih rating rendah, bikin semangat menulis otor jadi menurun kan πŸ˜”πŸ˜­**


Dan buat pembaca setia yang masih mengikuti cerita remahan otor ini, otor ucapin trmksh banyak yaa kakak2 untuk like, komen, hadiah dan votenyaπŸ™πŸ˜˜ semoga kalian selalu diberi kesehatan❀

__ADS_1


Ikan hiu makan tomatt, I lafyu So much πŸ˜β€πŸ’›πŸ’šπŸ’™πŸ’œ


__ADS_2