MY CEO MY HUSBAND

MY CEO MY HUSBAND
Kelahiran Baby Z


__ADS_3

"I Want You!" bisik Zidan tepat ditelinga Andita.


Suaranya terdengar parau diselimuti hasrat dan kabut gairah. Seketika tubuh Andita menegang. Ia langsung memejamkan mata saat nafas hangat Zidan membelai telinganya.


Zidan tersenyum, kemudian mulai menciumi seluruh wajah istrinya dengan penuh kasih sayang.


"Kau tak ingin melihatku sayang?" tanya Zidan.


Saat itu juga Andita membuka matanya dan tatapan mereka kembali bertemu.


"Sayang."


Zidan langsung membungkam bibir Andita.


"Eumph..ssshhh.."


Suara cecapan dan de sahan keluar dari mulut keduanya. Zidan memposisikan dirinya menyamping dan menopang tubuhnya dengan satu siku tangan agar tubuh kekarnya itu tidak mengenai perut sang istri.


Sementara tangan Andita memeluk punggung Zidan dan satu tangannya lagi menangkup rahang kokoh suaminya itu.


Mereka menikmati dan meresapi setiap sensasi ciuman yang diberikan satu sama lain untuk waktu yang cukup lama.


Andita melenguh dan membusungkan dadanya saat Zidan memasukkan dua gunung kembarnya kedalam mulutnya secara bergantian.


"Ouhhh.. sa..yang..uhhh.." Andita men de sah sembari meremat rambut Zidan.


Zidan terus melahap gunung kembar itu dengan rakus dan meninggalkan banyak tanda merah disana.


Setelah puas menyusu, kini bibir Zidan beralih turun kebawah. Ia menatap perut Andita lalu menciumnya dengan penuh kasih sayang.


"Hallo twins! Malam ini ayah akan menjenguk kalian. Kalian pasti sudah tidak sabar untuk bertemu dengan ayah bukan?" bisik Zidan. Sebuah kebiasaan baru yang selalu dilakukannya saat ia akan bercinta dengan Andita.


Andita tersenyum melihat kelakuan suaminya itu. Tak lama kemudian tubuhnya kembali menegang ketika lidah Zidan mulai bermain diarea intimnya.


"Ahh...sa..yang..ouhh..sshh..ughh!" tubuh Andita menggelinjang kesana kemari. Jemari tangannya mencengkram sprei kuat-kuat saat lidah dan jari tangan Zidan mengobrak-abrik miliknya secara bergantian.


"Kau sudah basah sayang." Zidan tersenyum puas.


Seperti biasa, ia menikmati cai ran cinta istrinya itu yang membuatnya candu. Lalu Zidan menuntun Andita untuk duduk diatas tubuhnya.


"Ouuggh..ahh" mereka mengerang bersamaan ketika mulai melakukan penyatuan. Perlahan Andita menggerakkan pinggulnya naik turun sementara tangan Zidan meremas pa yu dara Andita.


"Ahh sayang kau sungguh liar!" racau Zidan yang tengah menikmati servis dari istrinya itu.


Andita tak menggubris ucapan Zidan, ia terus memacu tubuhnya sambil menggigit bibir bawahnya.


"Ahh sa..yang ak..ku.." suara Andita tersendat saat ia akan mencapai puncak untuk kedua kalinya.


"Tahan sayang! Keluarkan bersama." Zidan segera membalikkan posisi mereka. Kini Andita berada dibawahnya.


Zidan mengguncang tubuh indah itu dengan sangat bernafsu. Namun sebisa mungkin ia mengontrol ritme gerakannya agar tak menyakiti calon buah hati mereka.

__ADS_1


"Sshhh ahh sayaang kau benar-benar nikmat! Ouhh..." de sah Zidan.


Andita hanya pasrah mengikuti permainan suaminya itu. Matanya terpejam saat Zidan menggempurnya habis-habisan.


Suara erangan dan de sahan terus keluar dari bibir mereka. Keduanya saling bertukar peluh dan saliva.


Bahkan dinginnya AC dikamar mewah itu tak menyurutkan api gairah yang tengah membakar jiwa keduanya. Tidak lama kemudian..


"Ahhh sayaaang..."


Akhirnya kedua insan itu mengerang bersamaan ketika mereka mencapai puncak kenikmatan.


Zidan menumpahkan lahar hangatnya didalam rahim Andita. Ia memperdalam miliknya agar cai ran kental itu keluar tanpa sisa.


"Terimakasih sayang! Kau hebat." puji Zidan ditengah nafasnya yang masih memburu seraya meninggalkan ciuman manis dibibir mungil istrinya.


"Kau juga sangat hebat dan gagah sayang." balas Andita.


Tatapan mereka kembali bertemu. Andita menangkup wajah Zidan dan menatapnya lamat-lamat. Sementara Zidan menopang tubuhnya dengan kedua telapak tangannya.


"Apa kau puas?" tanya Andita sembari mengatur nafasnya.


"Jangan tanyakan itu, karena sampai kapanpun aku tidak akan pernah puas untuk bercinta denganmu." jawab Zidan tersenyum nakal.


"Kalau begitu lakukanlah lagi! Tapi sekali saja." ucap Andita memberi penawaran. Karena ia tidak mau suaminya merasa tidak terpuaskan karena kondisinya yang tengah hamil.


"Tidak! Kita masih punya banyak waktu untuk mengulanginya nanti. Malam ini aku tidak akan membiarkanmu kelelahan menghadapi kegilaanku diatas ranjang. Bisa-bisa anak-anakku akan marah jika aku membuat ibunya lelah." Zidan terkekeh membayangkan wajah baby twinsnya yang merajuk.


"Anak-anak kita!" ralat Andita.


Zidan membaringkan tubuh kekarnya itu disamping tubuh istrinya. Tidak lupa ia menarik selimut lalu memeluk Andita begitu posesif.


"Menurutmu baby twins kita laki-laki atau perempuan?" tanya Andita. Menggenggam tangan Zidan yang tengah mengelus lembut perutnya.


"Laki-laki." jawab Zidan sembari mengendus ceruk leher Andita.


"Bagaimana jika yang lahir perempuan?"


"Tidak masalah. Asalkan itu darah dagingku dan lahir dari rahimmu, apapun jenis kelaminnya aku akan menyambutnya dengan senang hati."


Andita tersenyum lalu berbalik menghadap Zidan dan memeluk tubuh suaminya itu.


"Ayo tidur! Besok aku akan mengajakmu berkeliling kota Dubai." ajak Zidan.


Andita mengangguk. Kemudian Zidan mematikan lampu dan mereka berdua pun mulai tertidur dalam damai.


Hari-hari berikutnya di Dubai, mereka menghabiskan waktu dengan jalan-jalan, mencicipi jajanan disana dan melakukan kegiatan panas diatas ranjang.


******


6 bulan kemudian.

__ADS_1


"Sayang..sakiitt..aww..sshh!!"


"Tenang sayang tenang! Sabar! Kau pasti bisa melewati ini semua!"


"Tapi ini sakit sekali sayang! Aaaa.. Aku tidak tahan!!"


Andita mengerang kesakitan sembari memegangi perutnya yang seperti diremas. Ia mengalami kontraksi hebat.


Hari ini adalah hari dimana Andita akan melahirkan buah cintanya bersama Zidan kedunia.


Sejak pagi tadi Zidan sudah membawa Andita kerumah sakit terbaik di ibukota untuk mendapatkan perawatan.


Selama masuk kerumah sakit, Zidan terus menemani Andita. Bahkan sampai keruang persalinan.


Ia tak henti-hentinya memberi semangat dengan menggenggam dan mencium lembut tangan istrinya itu.


"Sayang, kau wanita hebat! Kau wanita kuat! Aku yakin kau pasti mampu melahirkan anak-anak kita kedunia ini! Bukankah kita sudah berjanji akan merawat mereka bersama-sama?! Bertahanlah sayang demi diriku demi anak kita. Aku mencintaimu Andita."


Tess..


Setetes buliran bening jatuh membasahi pipi Zidan. Ia benar-benar tidak sanggup melihat kesakitan yang dialami dan dirasakan oleh wanita yang dicintainya itu.


Andita juga ikut menangis ketika melihat air mata Zidan jatuh. Disaat bersamaan ia kembali mendapat kekuatan untuk melewati rasa sakit yang tengah dialaminya.


"Aku juga mencintaimu Zidan!"


Setelah mengatakan itu Andita menarik nafas dalam-dalam kemudian sekuat tenaga ia kembali mengejan.


Dan..


"Eaaa..Eaaa.." anak pertama mereka akhirnya lahir kedunia. Anak itu berjenis kelamin laki-laki.


Tak berselang lama Andita mengulangi hal yang ia lakukan sebelumnya. Andita menarik nafas dalam-dalam dan kembali mengejan.


"Eaaa..Eaaa.." anak kedua mereka pun lahir menyusul kakaknya. Kali ini anak Zidan dan Andita berjenis kelamin perempuan.


Kini lengkap sudah kebahagiaan pasangan suami istri itu. Mereka memiliki putra dan putri secara bersamaan.


Zidan mengecup pucuk kepala Andita dan berterimakasih padanya karena sudah mau bertaruh nyawa demi melahirkan anak-anak mereka.


"Sayang, terimakasih atas pengorbananmu! Aku berjanji akan selalu menjaga dan membahagiakan kalian seumur hidupku!" ucap Zidan sambil terisak.


Andita sungguh terharu mendengar ucapan suaminya. Ia tersenyum dan dengan susah payah tangannya mengusap wajah Zidan.


"Aku percaya padamu sayang."


.


.


Bersambung...

__ADS_1


Yeayy satu bab lagi tamat!


Jangan lupa Like, Komen, Hadiah dan Votenya yaa kakak2 yang baik hati, lafyuu β€πŸ’›πŸ’šπŸ’™πŸ’œ


__ADS_2