
Di kediaman Hendra
Fiya dan Danu akhirnya sampai, mereka jalan beriringan menuju ke ruang tamu yg sudah ada Hendra dan Dista
"Mom , Dad Danu datang" Ucap Danu
"Hay sayang kamu sudah datang" ucap Dista berdiri dengan Hendra menyambut kedatangan Danu dan Fiya
"Kenalkan Dad, Mom ini Fiya yg sudah Danu ceritain ke kalian. Fiya Ini Dady dan Mommy ku " Jelas Danu memperkenalkan mereka
"Saya Hendra Dadynya Danu, dan ini Dista Mommynya Danu" Ucap Hendra
"Saya Shafiya Om, tante, panggil saja Fiya" jawab Fiya memperkenalkan dirinya
"Mari silahkan duduk" Jawab Hendra
Akhirnya Danu dan Fiya duduk berdampingan, sedangkan Mommy Dista hanya diam saja dan memperhatikan calon menantunya itu dari atas sampai kebawah. Menurutnya penampilan Fiya sangat norak dan kamupungan, sedangkan Fiya sedikit gugup melihat tatapan sinis dari calon mertuanya
"Kamu kuliah di mana, dan orang tua kamu punya pekerjaan apa " Tanya Mommy Dista sinis
"Saya kuliah di universitas xxx jurusan kedokteran tante, ,dan orang tua saya hanya seorang petani" Jelas Fiya
Dan membuat mommy Dista syok mendengar penuturan Fiya, karena Dista memang berasal dari keluarga yg bergelimang harta, dan memiliki sifat yg suka merendahkan orang dan agak sombong. Sedangkan Hendra biasa saja mendengar penuturan Fiya, karena menurutnya jika itu yg terbaik untuk putranya dia akan selalu mendukungnya
Akhirnya Danu dan Fiyabberpamitan untuk mengantar Fiya pulang
__ADS_1
"Om, tante saya permisi dulu " Ucap Fiya yg hanya di angguki oleh Hendra, sedangkan Dista hanya diam dan seolah tidak peduli
"Mom, Dad Danu anterin Fiya pulang dulu" ucap Danu pamit
"Kamu cepat balik kerumah yah Dan, ada yg Mommy pengen bicarain sama kamu" Timpal Dista ketus
"Iyya mom " Jawabnya
Di mobil Fiya hanya diam saja, Fiya mengingat sikap Mommy Dista yg sepertinya tidak suka dengannya
"Fiy kamu kenapa " Tanya Danu memulai obrolan
"Ngak apa-apa Mas "Jawab Fiya
" Aku tau pasti kamu sedang memikirkan sifat Mommy tadi"Tanya Danu, sambil melirik Fiya yg hanya diam saja
Setelah Danu mengantar Fiya pulang, Danu langsung bergegas pulang ke rumahnya, karena dari tadi mommynya terus menelponya . Setelah sampai di rumahnya, Danu bergegas ke halaman belakang tempat dimana orang tuanya berada
"Ada apa My, kenapa Mommy nelfon Danu terus" tanya Danu sedikit cemberut
"Danu, pokoknya Mommy ngak setuju kamu nikah dengan wanita itu " ucap Dista dengan tegas, sedangkan Hendra hanya diam saja melihat istrinya
"Ngak bisa gitu dong My, Fiya itu wanita baik-baik dan Danu sangat mencintainya" ucap Danu sedikit meninggikan suaranya
"Dia tuh ngak selevel dengan kita, masih banyak perempuan dia luar sana yg lebih baik dan lebih jelas bibit, bebet dan bobotnya" ucap Dista menasehati putra semata wayangnya
__ADS_1
"Tapii My Danu sudah sangat mantap ingin menikahi Fiya My" Ucapnya memelas didepan Mommynya
"Pokoknya Mommy ngak bakal ngerestuin kalian" ucapnya sudah mulai emosi dan berlalu ke kamarnya meninggalkan Danu
"Tapii Myy" jawab Danu mulai mengikuti Mommynya , tetapi di hentikan oleh Hendra
"Dan, Mommy kamu biar Dady yg ngurus, kamu tunggu disini saja" Ujar Hendra kepada anaknya
"Okey Dad" jawabnya
Lalu Hendra berlalu meninggalkan Danu dan menuju ke kamarnya ingin membujuk istrinya
"Sayang Kamu tuh kenapa sih "Tanya Hendra
" Aku tuh ngak setuju Mas kalau Danu nikah sama Wanita itu, kamu lihatkan penampilannya sangat norak "Ujarnya, karena memang Dista selalu menilai orang dari penampilannya saja
" Apa salahnya sih kalau kita membiarkan Danu memilih kebahagiaannya sendiri, kamu ngak kasihan selama ini kita selalu mengatur kehidupan Danu "Ujar Hendra dengan lembut
" Tapikan Mas "Ucap Dista menyangkal
" Soal penampilankan masih bisa di ubah, nanti setelah Danu menikahi Wanita itu, pasti Danu akan mengubah penampilan wanita itu, Aku yakin "Jawabnya , yg membuat Dista sedikit berfikir, karena yg di ucapkan suaminya itu benar
"Ini demi kebahagiaan Danu " timpal Hendra lagi, yg membuat hati istrinya luluh
"Ya sudah, demi kebahagiaan Danu " Jawabnya yg membuat Hendra tersenyum
__ADS_1
bersambung