
Fiya menuju di kamar kakaknya sementara Farhan duduk berbincang di ruang tamu bersama Mas Hamzah dan juga Ustadz Khairil
"Assalamu'alaikum Kak" Ucap Fiya setelah memasuki kamar kakaknya, yg di sana sudah ada Kak Fida dan kedua anaknya
"Walaikumsalam Fiya, kamu datang sejak kapan dan sama siapa" Tanya Kak Fida
"Barusan kok Kak, aku bareng Farhan, dia ada di depan" Jawabnya
"Tumben kamu ke sini ada apa Fi" Tanya Kak Fida karena Fiya memang jarang kerumah kakaknya karena sibuk kuliah
"Ada sesuatu yg mau aku ceritakan Kak" Jelasnya
"Ada apa Fii, ayo ceritakan kakak jadi penasaran" Jawab Kak Fida dengan penasaran
"Kemarin Mas Danu ngelamar aku Kak" Jawabnya dengan sedikit gugup
"Tuh kan bener apa yg kakak bilang, kalau Danu itu suka sama kamu" Jawabnya antusias
Tiba-Tiba Hamzah masuk kedalam kamar bersama Farhan karena ustadz Khairil sudah pulang , dan Farhan langsung mengajak keponakannya bermain di luar.
"Lagi ngomongin apa nih, kelihatanya serius sekali" Ucap Mas Hamzah dan duduk di samping Istrinya
"Ini Mas, katanya Fiya di lamar sama Danu, menurut kamu gimana Mas ? " Jelas Kak Fida kepada suaminya
"Menurut Mas sih tergantung Fiya nya gimana, kalau udah merasa cocok yah lanjut aja, tapi gimana dengan kuliah kamu Fiy"
"Benar kata Mas Hamzah Fiy , kuliah kamu gimana, masa mau berhenti sihh! " Timpal Kak Fida
"Aku baru mau bicarain ini sih sama Mas Danu, kalau Mas Danu mau aku tetap kuliat aku lanjutkan tapii kalau Mas Danu keberatan mungkin aku akan berfikir lagi, karena bagaimana pun aku juga punya impian"Jawab Fiya
__ADS_1
"Ya sudah kamu bicarakan dulu sama Danu" Jawab Mas Hamzah
"Iyya Fiy, kalau Danu ngak keberatan, kita tinggal lanjut ngomong serius antara orang tua kita dan orang tua Danu"Timpal Kak Fida
"Iyya Kak "
Keesokan harinya Fiya dan Farhan melajukan motornya menuju di tempat dimana mereka menimbah ilmu
"Kak ,Farhan berangkat yah Assalamu'alaikum" Ucap Farhan pamit setelah mengantar kakaknya ke depan kampusnya
"Walaikumsalam, Kamu hati-hati yah dek " Jawab Fiya , dan berlalu menuju kelasnya, karena hari ini makul nya pagii
Setelah makulnya selesai akhirnya Fiya dan Ningsi berlalu ke Kantin
"Fiy kamu kemana aja kemarin sama Babang Tamvan itu " Tanya Ningsi terhadap Fiya
"Duhh aku lupa ceritain ke kamu " Jawab Fiya sambil senyum senyum
"Makan dulu, nanti aku ceritain " Jawabnya
Setelah mereka selesai makan, Fiya dan Ningsi menuju taman yg biasa mereka tempati untuk mengobrol sambil menunggu Makulnya
"Ayo dong Fiy, cepet ceritain, aku udah penasaran banget nihh" Ucap Ningsi dengan Nada memaksanya
"Kemarin tuhh Mas Danu ngajakin aku ke restoran Xxxx yg tempat dan makanannya mahal banget" Ujar Fiya
"Woww Ternyata dia benar-benar Sultan yah Fiy, terus apa yg terjadi selanjutnya" Ucap Ningsi dengan nada memaksa
"Terus Mas Danu ngelamar aku Ning"Jawab Fiya dengan sedikit mengecilkan suara
__ADS_1
" Apaaaa, Bang Tamvan Ngelamar kamu"Dengan suara yg sedikit keras
"Duhh pelan-pelang dong ngomongnya Ning, nanti ada yg denger" jawabnya sambil menutup mulut Ningsi yg terus menganga
"Terus kamu Terima atau ngak" tanyanya
"Belum Sih, tapi aku di kasi waktu 3hari untuk mikir" jawabnya
"Yah sudah kamu sholat istikharah dulu, dan meminta petunjuk, dan jangan lupa harus minta restu dulu sama orang tua" jawabnya menasihati Fiya
Setelah makul Fiya selesai, dia langsung bergegas ke tempat kerjanya, Restoran malam itu tidak terlalu ramai, sehingga Fiya tidak terlalu sibuk
"Fiy tolong kamu anter ini ke meja pojok sana" Ucap mbak Widi
"Baik mbak " Lalu Fiya menuju ke meja yg ditunjuk mbak Widi
Fiya melihat pria yg berada di meja itu merasa tidak asing , dan ternyata benar, dia adalah Ustadz Khairi
"Kamu Fiya kan, adiknya Fida"Tanya ustadz Khairil terhadap Fiya
" Iya ustadz sya Fiya, Ini pesananya"ujar Fiya Sambil menyiapkan pesanan Ustadz Khairil diatas meja
"Kamu bekerja di sini " Tanya Ustadz Khairil
"Iya ustadz , saya bekerja paruh waktu di sini" Jelas Fiya
"Terimakasih sudah mengantar pesanan saya" ucap ustadz Khairil
"Iya ustadz, saya permisi ke dalam dulu" ucap Fiya kepada Ustadz khairil, dan di angguki oleh ustadz khairil
__ADS_1
Bersambung