
"Swiiiiing! "
Pisau yang dilempar oleh si pria pelontos melesat cepat di udara menuju tengkuk Raja Satria. Ketika ujung pisau itu tinggal beberapa senti jaraknya dari kulit Raja Satria, tiba-tiba pria itu menunduk dan menekuk tubuhnya ke bawah.
Kemudian kaki kanannya secara gesit menjulur ke atas dan menendang bagian bawah pisau, membuat pisau itu berputar arah. Dengan gerakan lincah Raja Satria menendang gagang pisau dengan kuat.
"Swiiiiing! "
"Jleb! "
Pisau itu melesat cepat menancap pada kening pemiliknya sendiri. Si pria pelontos ambruk seketika dengan wajah berlumuran darah.
Kemudian Raja Satria kembali menerjang prajurit-prajurit pemberontak yang menghadangnya.
"Trang.. trang.. trang.. ! "
"Bugh.. bugh.. bugh..! "
Beberapa prajurit yang terkena sabetan pedang jatuh bergelimpangan. Raja Satria terus maju bersama pasukan Kaisar Haocun mendesak pasukan pemberontak untuk mundur.
Tiba-tiba Eldrige datang mendekat. Sepertinya ada sesuatu yang ingin disampaikan oleh peri itu.
"Yang Mulia. Saya merasakan ada energi sihir di istana ini yang siap dibangkitkan untuk mempertahankan istana dari para pemberontak. "
"Maksudmu semacam pelindung? "
"Benar Yang Mulia. "
"Kalau begitu kita harus menemui Kaisar Haocun. "
Mereka kemudian mendekati Kaisar Haocun dan mengajaknya ke tempat yang terlindung.
"Ada yang ingin saya sampaikan Yang Mulia." Raja Satria berbicara dengan serius.
"Ada apa? "
"Eldrige berkata bahwa dia merasakan ada kekuatan sihir yang bisa melindungi istana ini."
"Benarkah? " Kaisar Haocun menoleh pada Eldrige.
"Benar Yang Mulia, saya bisa merasakannya. Apakah Yang Mulia mengetahui sesuatu? " Matanya yang merah memandang ke arah Kaisar Haocun.
"Sebenarnya ada sebuah legenda tentang makhluk mitos pelindung Kerajaan Baiyun."
Kaisar Haocun menghela napas sambil memandang kedua orang kawan barunya yang sedang menunggu penjelasannya.
"Kalian bisa melihatnya di mana-mana sebagai simbol Kerajaan Baiyun. "
"Maksudnya Naga? "
"Benar. Seekor Naga Emas! Diceritakan bahwa Naga Emas itu hanya bisa dibangkitkan oleh pemimpin sejati bangsa Baiyun. Tapi sayangnya, sekarang kisah Naga Emas hanya dianggap sebagai dongeng. "
__ADS_1
"Bagaimana cara membangkitkan Naga Emas itu? "
"Dalam cerita turun temurun, dikisahkan ada seorang pemuda yang memanggil Naga Emas dengan cara mengucurkan tiga tetes darahnya pada tanah. Hanya itu yang kutahu, bahkan nama Naga Emas itu tidak diketahui. "
"Baiklah, kita pikirkan lagi nanti. Malam ini kita harus bisa mengusir para pemberontak dari istana." Ucap Raja Satria.
Mereka akhirnya kembali memasuki arena pertarungan. Kali ini posisi mereka ada di pelataran istana yang berlantai batu hitam yang mengkilat. Di tengah-tengah pelataran itu, terukir gambar Sang Naga yang memiliki lima cakar di masing-masing kakinya.
"Pangeran Chong? "
Kaisar Haocun terkejut melihat pamannya itu datang dengan menaiki kudanya. Matanya yang sipit menatap dingin ke arah keponakannya. Senyuman di bibirnya menyerupai seringai yang mengerikan.
"Menyerahlah, keponakanku tersayang!"
"Sudah kuduga bahwa pamanlah yang berada di balik peristiwa kudeta ini."
"Kau memiliki jiwa yang lemah, keponakan. Kerajaan Baiyun membutuhkan seorang pemimpin yang kuat agar bangsa ini tidak direndahkan oleh bangsa lain. Jadi menyerahlah! Aku akan mengirimmu pada leluhur kita tanpa rasa sakit. "
Pangeran Chong melompat turun dari kudanya. Dia menghunuskan pedang ke arah Kaisar Haocun. Melihat hal itu, Jenderal Shi segera menghadang. Namun Kaisar Haocun segera mencegah, telapak tangannya menahan dada Jenderal Shi.
"Biarkan aku yang mengurusnya. Percayalah padaku! "
Jenderal Shi mengangguk dan mempersilakan Kaisar Haocun. Kaisar Haocun maju, tangannya memegang pedang yang menyentuh tanah.
"Aku siap, Paman! "
*****
Pangeran Chong mengambil langkah pertama. Pria itu melompat ke udara dengan pedang terhunus ke arah Kaisar Haocun.
"Hyaaat! "
"Trang! "
Pedang Kaisar Haocun, beradu dengan pedang Pangeran Chong. Kedua pedang saling mendorong dengan sekuat tenaga dari para pemiliknya.
"Sreeeet! "
Mereka berdua terhempas ke belakang beberapa langkah. Kemudian kembali saling menyerang dengan gerakan melayang di udara.
"Trang.. Trang.. Trang..! "
Pangeran Chong menyerang bertubi-tubi dengan gerakan yang sangat cepat, pedangnya berayun laksana kilat yang menyambar-nyambar.
Kaisar Haocun terdesak mundur, ayunan pedangnya adalah gerakan pertahanan dari serbuan lawan. Berkali-kali tubuhnya terkena sabetan pedang Pangeran Chong, dan darahnya menetes setiap kali pria itu mengerakkan tubuhnya.
Pangeran Chong adalah pria yang cerdas dan berhati dingin. Dia mampu memprediksi kemampuan lawan dan memaksimalkan kekuatannya sendiri. Kini dia hanya menunggu Kaisar Haocun kehabisan tenaga dan menghancurkannya.
"Selamat tinggal, keponakan! "
"Cras...Sreeet! "
__ADS_1
Pangeran Chong menyeringai kejam. Dengan sebuah sabetan yang kuat, Pangeran Chong menghempaskan tubuh Kaisar Haocun ke tanah.
"Bugh! "
Kaisar Haocun terkapar tak berdaya. Darah segar menyembur dari mulutnya. Di perutnya, terdapat luka sayatan yang dalam. Darah yang keluar menggenangi tubuhnya dan mengaliri goresan gambar Naga Emas yang terukir di pelataran istana.
Matanya yang mulai redup, menatap ke arah Pangeran Chong yang datang mendekatinya.
"Aku memberimu kematian yang sempurna. Lihat! Darahmu memberi warna pada simbol Kerajaan Baiyun."
Semua orang yang menyaksikannya merasa ngeri dan terharu, bahkan di dalam hati para prajurit pemberontak. Menyaksikan pembantaian seorang Kaisar adalah hal yang sangat menyedihkan.
Tepat setelah Kaisar Haocun menutup mata, Pangeran Chong mengacungkan pedangnya.
"Kaisar Haocun telah tiada! Seluruh rakyat Baiyun mulai sekarang harus tunduk padaku. Akulah Kaisar baru kalian!"
Sorak-sorai dan pekik kemenangan dari para pendukung Pangeran Chong menggema di udara.
Namun tak lama kemudian, semua mata terbelalak karena menyaksikan sesuatu yang sangat ganjil. Darah Kaisar Haocun yang mengaliri goresan gambar Naga Emas tiba-tiba memancarkan sinar kuning keemasan yang sangat menyilaukan.
Lantai batu hitam di pelataran istana Baiyun bergetar hebat seperti gempa. Bahkan Pangeran Chong sampai melongo melihat batu-batu hitam yang melekat di tanah, tiba-tiba berhamburan ke segala arah.
Ada sinar yang sangat terang berusaha menyeruak keluar dari dalam tanah. Semua orang menahan napas menunggu kemunculan sesuatu yang pastinya sangat besar dan mengagumkan.
"Duaarr! "
Sepasang mata reptil berwarna kuning kemerahan mengintip dari dalam lubang. Kemudian perlahan-lahan kepala yang sangat besar keluar. Di atas kepala itu ada dua sungut yang panjang berwarna merah menyala.
Kemudian sepasang kaki dengan cakar yang besar dan tajam keluar dan menancap pada lantai batu. Hal itu menimbulkan bunyi berdebum yang sangat kencang. Lalu diikuti oleh sepasang kaki belakangnya yang merambat naik ke permukaan.
Orang-orang yang menyaksikannya langsung mundur ketakutan.
Makhluk itu kemudian melompat ke udara, memamerkan tubuhnya yang melengkung-lengkung panjang seperti ular. Sisiknya yang mirip koin emas, bergemerincing saat tubuhnya bergerak. Dan ekornya yang menyerupai ekor ikan gabus, mengibas-ngibas di udara.
"Naga Emas! "
Raja Satria berseru kagum memandang makhluk mitologi yang agung itu. Meskipun Raja Satria memiliki ketakutan terhadap ular, namun dia tidak merasa ngeri melihat Naga Emas.
Naga Emas terbang meliuk-liuk mengelilingi angkasa, seakan sedang meregangkan tubuhnya setelah sekian lama terkurung dalam tanah.
Kemudian Naga Emas menukik kebawah, ke arah Kaisar Haocun yang tergeletak di lantai dan menyambar tubuhnya menggunakan cakar depannya yang menyerupai cakar rajawali.
Tubuh Kaisar Haocun dibawa ke udara kemudian dilemparkan oleh Naga Emas itu. Namun anehnya tubuh itu tidak jatuh dan hanya tertahan dan melayang di udara.
Naga Emas membuka mulutnya yang lebar dengan gigi-gigi tajam dan lidahnya yang bercabang menjulur keluar. Ada cahaya yang sangat terang bagaikan sorot lampu sebuah mercusuar, keluar dari mulutnya dan menyinari tubuh Kaisar Haocun.
Untuk sesaat tubuh itu hanya diam di udara, namun beberapa saat kemudian tubuh Kaisar Haocun mulai terlihat bergerak dan kembali bernapas.
Terdengar suara-suara helaan napas lega dari para pendukung setia Kaisar Haocun.
Kemudian, sepasang mata Kaisar Haocun yang terpejam tiba-tiba terbuka. Seluruh tanda-tanda kehidupan mulai terlihat pada pria itu. Sang Naga Emas telah berhasil membawa kembali Kaisar Haocun dari gerbang kematian.
__ADS_1