
Di Pagi hari cerah
selepas sholat subuh, Fiya seperti biasanya membantu ibunya memasak, setelah itu mereka sarapan bersama sembari berbincang
"Kak Fiya ngak kuliah? " Tanya Farhan
"Kuliah dek tapi sekitar jam 10 an " jawabnya
"Tapi kok kakak ngak bersiapp sih, kan biasanya selalu ikut sama aku meskipun kuliahnya siang , ujar Farhan karena memang biasanya Fiya selalu bareng dengan Farhan meskipun kuliahnya siang, seperti biasanya Fiya pasti mampir ke Perpustakaan sambil menunggu jadwal kuliahnya
" Kakak udah ada janji sama Mas Danu"Jawabnya
"Cieeee Liat tuh Ayah, Bu kak Fiya makin deket aja sama Mas Danu , bentar lagi bakal punya kakak ipar lagi niihh " Ocehan Farhan
"Nak meskipun kamu dekat dengan Danu, tapii harus ada batasnya yah Nak, jangan terlalu deket takut ada Fitnah " ujar Bu Hana
"Tenang aja Bu, Ayah liat nak Danu itu pria yg baik dan bertanggung jawab " timpal Pak Yunus
"Iya Bu, Mas Danu orang yg baik dan menghargai Fiya Bu "
"Ya sudah nak, kalau memang itu yg membuat kamu bahagia Ibu dan Ayah ikut seneng "
Sejujurnya Bu Hana tidak setuju dengan kedekatan Fiya dan Danu, entah kenapa ada yg mengganjal di hati Bu Hana, karena insting seorang ibu itu kuat, tapi Bu Hana berusaha menepiskan kejanggalan itu
Jam 09.30 Di kediaman Fiya, Fiya sudah menunggu Di teras rumahnya sambil memainkan ponselnya, Tak lama kemudian sebuah mobil berhenti di depan rumahnya, dan benar itu adalah Danu
"Assalamu'alaikum Fi " Ujar Danu
"Walaikumsalam Mas " Jawab Fiya dengan tersenyum
"Ayah dan ibu kamu mana " Tanya Danu
"Ayah udah ke sawah , ibu ada di dalam, bentar aku pamit dulu yah " Jawabnya dan bersamaan Bu Hana keluar dari arah dapur
"Ehh Ibu, Fiya pamit dulu yah "ujar fiya sambil mencium punggung tangan ibunya
" Bu saya Izin mau antar Fiya bu "Ucap Danu kepada bu Hana
__ADS_1
" Iya nak, kalian hati-hati yah "jawabnya
"Assalamu'alaikum " Ucap Fiya bersamaan dengan Danu
"Walaikumsalam" jawab Bu Hana
Di mobil menuju ke kampus Fiya
"Fi habis ngampus kamu mau kemana" tanya Danu
"Mungkin aku mau ke perpustakaan Mas, karena aku masuk kerja ke resto jam 5 sore sedangkan makul hari ini cuma sampai jam 2" ujar Fiya
"Aku mau ngajak kamu ke suatu tempat, kamu mau ngak, setelah itu aku akan ngantar kamu ke resto " Ucap Danu
"Mau ke mana Mas " tanya Fiya
"Ke suatu tempat , boleh yah " ucapnya dengan muka memelas
"Ya sudah Mas "
"kalau makul kamu sudah selesai, kamu hubungi aku yah "
" Wihh Makin lengket aja nihhh"Ujar Ningsi menggoda Fiya
"Ihh apaan sii, yuk masuk yuk" Jawabnya dengan muka bersemu merah
Setelah makul Fiya selesai, dia langsung menghubungi Danu , dan menunggu di gerbang bersama Ningsi
" Fii kamu makin lengket aja sama si Babang tamvan itu "Ujar Ningsi sambil menggoda Fiya
" Ihh kamu apaan sih Ning"jawabnya dengan muka memerah
"Jujur aja kamu juga ada perasaankan dengan dia " Ujarnya sambil menaik turunkan alisnya
"kalau boleh Jujur, iyya sih aku udah mulai nyaman sama Mas Danu, karena Mas Danu pengertian dan juga baik sma Ibu dan ayah dan juga Farhan " Curhat Fiya dengan Ningsi karena meraka memang tidak punya rahasia masing2
"Ya udah aku do'ain yg terbaik buat kamu"
__ADS_1
"Terimakasih yah Ningsi, kamu memang sahabat aku yg paling topp dehh" ujarnya sambil berpelukan dengan Ningsi
Tak lama berselang Farhan datang dengan sepeda motornya
"Assalamu'alaikum kak Fiya kak Ningsi" Ujar Farhan yg memang sudah mengenal Ningsi
"Walaikumsalam salam, Kamu udah pulang dek" tanya Fiya
"Iya kak, kakak mau pulang atau mau kemana" tanya Farhan
"Kakak kamu mau kencan Han, jangan di ganggu" Jawab Ningsi yg mendahului Fiya
"Wah wahh makin lengket bener nihh" ujarnya
"Duhh apaan sih kalian " ujar Fiya dengan wajah memerah
"Yaudah aku duluan yah Assalamu'alaikum " Ujar Ningsi berlari ke arah angkot
"Walaikumsalam" Jawab Fiya dan Farhan
Tak lama berselang mobil Danu tiba di depan Fiya dan Farhan
"Eh ada Farhan " Ujar Danu
"heheh iya Mas Danu " jawab Farhan
Danu mengeluarkan dompet dari saku celananya dan mengeluarkan beberapa uang seratusan dan memberikannya ke Farhan
"Ini buat jajan kamu han" sambil menyodorkan uang itu
"Eh Untuk apa Mas, ngak usah mass " Jawab Farhan menolak
"Mas ngak usah Mas, ini terlalu banyak untuk Farhan " Timpal Fiya
"Ngak apa-apa ambil aja" Ujar Danu
Terpaksa Farhan menerima uang itu
__ADS_1
dan mengucap terimakasih kepada Danu lalu berlalu pergi melajukan motornya
bersambung