
Hari ini tiba saatnya dimana 2 keluarga akan bertemu, yaitu keluarga Danu yg akan datang melamar Fiya serta beberapa keluarga Danu yg lainnya, yg akan menentukan tanggal pernikahan
Di kediaman Fiya juga sudah ramai, karena Kak Fida dan suaminya juga turut hadir serta beberapa keluarga lainnya. Semua yg di rumah itu sibuk mengurus semua keperluan acara lamaran nanti .
Tiba saatnya pukul 1 siang 2 mobil mewah terparkir di depan rumah Pak Yunus, ya itu adalah mobil keluarga Danu, dan semua penumpang di mobil turun satu persatu dan memasuki rumah sederhana milik Pak Yunus
Dan acarapun dimulai dan Pak Yunus yg membuka pembicaraan di tengah-tengah dua keluarga ini
"Selamat datang di rumah kami Tuan dan nyonya, maaf tempat kami sangat sederhana sekali dan jauh dari kata mewah,Maaf jika kalian merasa kurang nyaman" Ucap Pak Yunus
"Tidak masalah Pak " Jawab Pak Hendra dengan ramah, sedangkan Dista mengibas ngibaskan tangannya merasa gerah dan memperhatikan ruangan yg mereka tempati yg menurutnya sangat kumuh itu
"Tujuan kami kemari untuk meminta Fiya, untuk menjadi menantu kami, yaitu istri dari anak semata wayang kami Danu " Ucap Pak Hendra sambil menunjuk Danu
__ADS_1
"Suatu kehormatan bagi saya tuan nyonya , anda datang untuk melamar putri kami yg hanya berasal dari keluarga yg sangat sederhana" Jawab Pak Yunus merendah
"Baik, kapan kira-kira rencana tanggal pernikahannya" Tanya Pak Hendra
"Soal itu kita bisa diskusikan dengan anak-anak kita Tuan" Jawab Pak Yunus
"Bagaimana Danu Fiya, apakah kalian sudah ada rencana" Tanya Pak Hendra kepada Danu dan Fiya yg duduk berdampingan
"Kami sudah menentukannya Dad,acaranya 10 hari lagi" ucap Danu
"Saya ngikut saja Tuan" Jawab Pak Yunus
"Saya mau akad nikahnya di sebuah hotel mewah saya,dengan resepsi yg mewah" Timpal Dista dengan angkuhnya, yg membuat Bu Hana dan keluarga lainnya sedikit tidak suka dengan sikap sombong Dista
__ADS_1
"Baik Tuan, Nyonya saya ikut kalian saja " Jawab Pak Yunus
Akhirnya acara lamarannya pun selesai, mereka berpamitan untuk pulang, dan Pak Hendra dan keluarga yg lainnya salin berjabat tangan dengan keluarga Fiya kecuali Dista, Bu Hana yg sudah mengulurkan tangannya ingin bersalaman dengan calon besannya, tidak di perdulikan oleh Dista dan hanya berlalu masuk ke mobil mewahnya
Setelah keluarga Danu pulang, tersisa hanya Pak Yunus sekeluarga karena keluarga mereka juga sudah berpamitan untuk pulang . Sedangkan Bu Hana, Kak Fida dan Fiya sedang berada di dapur sambil membersihkan semua peralatan makan yg di pakai tadi
"Fiy Ibunya Danu itu sombong banget yah" Tanya Kak Fida terhadap Fiya
"Orangnya memang gitu kak, tapi kata Mas Danu, sifatnya baik kok " Jawab Fiya
"Tetap berfikir positif nak, mungkin Ibunya Nak Danu merasa kurang nyaman tadi, makanya sifatnya agak seperti itu " Ucap Bu Hana, yg memang menyadari sifat calon besannya itu memang sangat angkuh dan sombong
"Iya Bu, cuma ngak enak aja di liatnya. Bahkan tadi Fida liat, ibunya Danu tidak pernah menyentuh makanan yg sudah kita siapkan" Jawab Kak Fida
__ADS_1
"Sudahlah Nak, mungkin ibunya Danu sedang berpuasa atau sedang berdiet saja " Ucap Bu Hana yg terus memikir hal-hal positif saja
Bersambung