
Raja Satria pergi menemui Kaisar Haocun bersama rombongannya. Dia bermaksud untuk berpamitan kepada penguasa Kerajaan Baiyun itu.
"Kenapa terburu-buru, Yang Mulia? " Tanya Kaisar Haocun.
"Saya sudah berhasil menemukan Ratu Gita. Dan juga sudah lama saya meninggalkan Kerajaan Elfian."
"Ya, saya mengerti. " Kaisar Haocun mengangguk memaklumi keadaan mereka
Kaisar Haocun kemudian mengantarkan tamu-tamunya sampai ke luar. Di pelataran, Naga Emas masih melingkar dengan gagah. Raja Satria memberi salam kepada penghuni totem itu mewakili rombongannya.
Naga Emas merendahkan kepalanya dengan hormat. Kemudian mata reptilnya memandang Ratu Gita yang sedang menggendong bayinya.
"Saya ingin membantu menghilangkan efek obat dalam tubuh Ratu Gita. " Ucap Naga Emas.
Ratu Gita terkejut karena Naga Emas bisa mengetahui kondisinya. Wanita itu menoleh pada suaminya dan melihat pria itu mengangguk. Ratu Gita menyerahkan bayinya pada Raja Satria, kemudian segera berjalan menghadap Naga Emas.
Naga Emas membuka mulutnya lebar-lebar di hadapan Ratu Gita seolah-olah hendak menelannya, membuat semua yang menyaksikan menahan napas karena ngeri.
Ada aliran udara yang keluar dari mulut Naga Emas yang menerpa seluruh tubuh Ratu Gita. Rambut wanita itu berkibar-kibar ke belakang.
Whuuush...
Tiba-tiba dari dalam mulut Naga Emas, keluar sebutir mutiara sebesar kelereng yang mengeluarkan sinar kuning. Mutiara itu mengambang di udara dan perlahan-lahan bergerak mendekati Ratu Gita.
Tanpa sadar Ratu Gita membuka mulutnya, dan mutiara itu secara ajaib tertelan ke dalam mulutnya. Setelah itu Ratu Gita tampak lemas dan tidak sadarkan diri.
Pangeran Gaurav langsung menyambar tubuh sepupunya itu. Melihat hal itu Raja Satria segera memberikan bayinya kepada Eldrige lalu segera mengambil alih tubuh istrinya dari pelukan Pangeran Gaurav.
"Sayang, apa kau baik-baik saja? " Raut wajah Raja Satria terlihat cemas.
Perlahan-lahan wanita dalam pelukannya itu membuka matanya dan memandangi wajah Raja Satria.
"Aku sekarang mengingatmu. "
Jemari lentik wanita itu meraba wajah Raja Satria. Bibirnya tersenyum dan ada setetes air menggenang di sudut matanya. Di dalam otaknya, potongan-potongan memori yang hilang itu kini telah kembali. Bagaikan rangkaian puzzle yang telah tersusun lengkap.
"Aku sangat senang mendengarnya. " Bibir Raja Satria yang berwarna merah ceri tampak bergetar karena hatinya dipenuhi rasa haru.
"Aku sangat mencintaimu." Ucap Ratu Gita lirih.
"Aku juga sangat mencintaimu, Sayangku! " Raja Satria mengecup istrinya dengan penuh kasih.
Eldrige bahkan sampai meneteskan air mata menyaksikan adegan itu. Dia mengetahui penderitaan yang telah mereka lalui selama beberapa bulan ini.
Pangeran Gaurav juga ikut merasa bahagia untuk mereka berdua. Beberapa kali pewaris tahta Kerajaan Watu Ijo itu menyusut hidungnya dengan sapu tangan sutra berwarna hijau.
"Terima kasih Naga Emas." Ucap Ratu Gita dengan tulus.
"Sama-sama Yang Mulia. " Jawab Naga Emas.
Makhluk itu kemudian menatap Eldrige. Dia melihat tali merah tak kasat mata yang terikat pada pergelangan tangan kanannya terhubung dengan tangan kiri bayi perempuan dalam gendongannya.
*****
Mereka menaiki kereta kuda setelah menuruni ratusan anak tangga di depan pelataran istana Baiyun. Ketika kereta melewati gerbang, mereka berpapasan dengan rombongan pemberontak yang tertangkap.
Pangeran Chong yang berwajah dingin duduk di atas kuda dengan tangan terikat. Sedangkan teman-temannya, Tuan Liu dan Chen, berjalan kaki dengan tangan terikat juga.
__ADS_1
Saat Chen melihat Ratu Gita duduk di dalam kereta kuda, pria itu memandangnya dengan sedih.
"Fen! "
Ratu Gita melihat Chen dengan wajah ketakutan. Tangan wanita itu meremas gaunnya.
Melihat hal itu Raja Satria langsung menutup tirai agar penculik itu tidak bisa memandangi istrinya.
Tak lama kemudian, Nona Bao Yu datang sambil menangis histeris. Wanita bangsawan itu berteriak-teriak meminta agar keadilan ditegakkan dan Kaisar Haocun mau membebaskan ayah dan tunangannya.
"Tegakkan keadilan! " Teriakan Nona Bao Yu terdengar menyedihkan.
Kereta kuda yang dinaiki Raja Satria dan rombongannya terus melaju, meninggalkan istana Baiyun dan segala permasalahannya.
Mereka diantar melewati jalan-jalan utama kota Baiyun yang ramai sampai ke perbatasan kota yang sepi.
"Hentikan keretanya! Kami berhenti di sini. " Perintah Raja Satria.
Kusir menghentikan laju kereta, lalu rombongan itu turun. Kemudian Raja Satria menyuruh kusir untuk kembali. Meskipun merasa aneh, namun kusir itu tetap patuh dan menghela kuda-kudanya pergi menjauh.
Setelah kereta kuda itu hilang dari pandangan, Eldrige segera membuka lubang dimensi. Mereka semua memasukinya dan berteleportasi ke istana Elfian.
Mereka keluar dari lubang dimensi ke ruang tamu Wisma Raja. Ratu Gita langsung berpamitan pergi ke kamar untuk menidurkan bayinya.
"Besok aku akan pulang. " Ucap Pangeran Gaurav.
"Apa Eldrige perlu mengantarmu? "
"Boleh saja. "
"Baik Eldrige. " Jawab Pangeran Gaurav.
Eldrige membungkuk hormat kepada Raja Satria, kemudian melangkah pergi.
Tak lama kemudian Raja Satria menemui penjaga di depan kediamannya untuk segera mengumumkan kepulangannya kepada Dewan Kerajaan dan mengatakan akan mulai bertugas lagi besok.
Penjaga itu terlihat kaget melihat Raja Satria yang tiba-tiba keluar dari bangunan Wisma Raja. Setahunya, Raja Satria belum kembali. Namun penjaga itu dengan patuh melaksanakan perintah Raja.
"Kau sudah pulang, Sepupu? " Seorang wanita cantik berambut coklat keemasan datang dari arah taman.
"Elok? Kapan kau datang? " Raja Satria mendekati wanita itu dan memeluknya.
"Aku sudah di sini selama tiga hari. Kudengar kau mencari istrimu, apa sudah ketemu? "
"Syukurlah aku berhasil menemukannya. " Raja Satria menggandeng sepupunya itu untuk masuk.
Pangeran Gaurav memandang tidak suka ke arah Raja Satria yang sedang bergandengan tangan dengan seorang wanita.
"Gaurav, kenalkan ini Puteri Elok! "
"Wow, sungguh kejutan! Saya tidak menyangka bisa bertemu Yang Mulia di sini. " Wanita itu berjalan anggun mendekati Pangeran Gaurav.
"Kalian saling mengenal? "
"Tidak! "
"Iya! "
__ADS_1
Mereka berdua menjawab bersamaan membuat Raja Satria curiga. Pria itu mengamati Pangeran Gaurav yang memalingkan wajahnya ke arah jendela tanpa mau melihat Puteri Elok yang dari tadi mencuri-curi pandang padanya.
"Duduklah, Sepupu! Akan kupanggil Ratu Gita." Raja Satria melangkah masuk ke kamar.
Puteri Elok berasal dari Kerajaan Alsatia, ibunya adalah adik kandung dari ayahanda Raja Satria.
"Berhentilah pura-pura tak mengenalku! " Wanita itu terlihat kesal dengan sikap Pangeran Gaurav.
"Saya memang tidak mengenal Tuan Puteri. "
"Oh ya? Lalu kenapa kau mengirimkan ini padaku? " Puteri Elok menarik kalung yang dipakainya dan menunjukkannya pada Pangeran Gaurav.
"Pasti pamanku yang mengirimnya. "
"Kalau begitu, tolong kembalikan padanya! " Wanita itu menyerahkan kalung itu pada Pangeran Gaurav.
"Maaf, saya bukan kurir! " Setelah mengatakan hal itu, Pangeran Gaurav segera pergi dari sana meninggalkan wanita itu sendirian.
"Dasar pria sombong! " Gerutu wanita itu.
Saat itulah Raja Satria datang bersama Ratu Gita. Mata Raja Satria mencari-cari keberadaan Pangeran Gaurav.
"Dimana Gaurav? "
"Dia sudah pergi." Jawab Puteri Elok dengan kesal.
"Sayang, ini Elok sepupuku. Kurasa kau belum pernah bertemu dengannya. "
"Salam Ratu Gita, saya Puteri Elok dari Kerajaan Alsatia. "
"Namaku Gita. Kau cantik sekali Puteri Elok. " Puji Ratu Gita dengan tulus.
"Terima kasih, Yang Mulia. Maaf saya tidak bisa menghadiri pernikahan kalian karena waktu itu sedang bersekolah di asrama. "
"Apa kau sekarang sudah lulus? " Tanya Ratu Gita.
"Iya! "
"Selamat ya, sekarang kau sudah memasuki dunia orang dewasa. "
"Saya ingin melihat keponakan kecil, bolehkah? " Wajah Puteri Elok terlihat berharap.
"Tentu saja. Ayo! " Ratu Gita mengajak wanita cantik itu ke kamarnya.
"Wah, menggemaskan sekali! "
Wanita itu memekik tertahan. Diciuminya bayi yang tengah tertidur di ranjang itu dengan hati-hati agar tidak sampai membangunnya.
"Saya sangat suka dengan anak kecil. " Kata Puteri Elok.
"Menikahlah dan kau bisa memiliki bayi sebanyak yang kau mau! " Raja Satria tiba-tiba datang di belakang mereka.
"Sebenarnya aku sudah dijodohkan." Wanita itu tiba-tiba duduk tegak dengan ekspresi serius.
"Benarkah, dengan siapa? " Raja Satria merasa agak terkejut.
"Pangeran Gaurav! "
__ADS_1