SELEMBAR KERTAS

SELEMBAR KERTAS
Episode 1


__ADS_3

"Pengumuman, kereta akan akan segera tiba, di mohon untuk mundur ke belakang garis kuning! terimakasih." Suara pengeras suara di stasiun kereta .


" Hemm, sudah waktunya untuk pergi." Ucap salah satu gadis yang berdiri dan bersandar di salah satu tiang penyanggah di stasiun tersebut.


Gadis itu menggunakan jaket Hoodie berwarna pink yang sedikit lebih besar dari pada tubuhnya, jaket itu menutupi dari pinggul sampai ujung kepalanya, dan mengunakan masker, headset, serta celana training casual berwarna hitam dan bergaris putih dan sepatu Kets berwarna hitam bergaris putih, serta tas cross body backpack berwarna hitam.


Gadis itu berjalan santai sambil mendengarkan musik kesukaan nya fly Afril Lavigne, menuju ke gerbong kereta.


"There's a light inside all of us, It's Never hiding you have to light it." Gadis itu bernyanyi dengan suaranya yang begitu lembut dan indah, dan dia sama sekali tidak perduli sama orang-orang yang sedang menatapnya di sepanjang perjalanan nya. (Bisa baca sambil langsung dengerin musiknya yg berjudul Fly Afril Lavigne.)


Sesampainya di gerbong kereta dia duduk di samping seorang pria yang sedang membaca koran harian, gadis itu sempat telihat tidak sengaja menginjak kaki pria tersebut dan dia tidak perduli sama sekali dengan apa yang terjadi dan dengan siapa dia duduk dekatnya.


"Hei! anu dek!, permisi!." Saut pria itu sambil melambai kan tangannya di depan gadis itu.


"Oh iya, ada apa ya?," Gadis itu menjawabnya dengan suara yang datar.


"Anu maaf dek! bisakah adek sedikit lebih berhati-hati!, karena habis ini akan ada istri saya yang sedang hamil duduk disini," Pria itu menyuruh gadis tersebut untuk lebih berhati-hati sambil tersenyum.


"Oh, maaf kak tadi saya tidak lihat, kalo begitu saya berdiri saja!, biar istri kakak lebih leluasa saat dia duduk di sini," Ucap gadis itu sambil membuka maskernya dan segera berdiri bersandar di tiang tepat disebelah dudukya yang tadi.


"Terimakasih dek, tapi biarkan aku saja yang berdiri!," Ucap pria tersebut.


"Gak apa-apa, biar saya saja yang ber." Tiba tiba ada seorang wanita hamil bersama seorang suster yang mendampingnya, dia berjalan menuju ke kursi kosong di sebelah pria tersebut.


"Permisi!," ucap wanita hamil tersebut sambil tersenyum.


"Oh, silahkan kak." Ucap gadis tersebut sambil memberikan ruang untuk dia lewat.

__ADS_1


"Perkenalkan ini istri saya, namanya Siska dan di sampingnya adalah Rika, suster pribadi kami, Ohya! hampir lupa Perkenalkan namaku Wahyu dan namamu siapa dan mau kemana sendirian?," Pria tersebut memperkenalkan diri dan istri serta susternya.


"Saya Fey saya mau pergi ke rumah kakak saya." Ucap gadis tesebut sembari melepaskan tudung jaket serta headset nya.


"Oh Fey yah!, nama yang bagus dan cantik seperti orang nya, tapi kalo dilihat-lihat lagi, sepertinya kita pernah bertemu, tapi dimana yah?, kakak lupa!." Ucap Siska sambil mengerutkan alisnya serta memegang dagunya sambil melihat Fey dari ujung kaki sampai ke ujung kepalanya.


"Ah, bisa saja kakak, mungkin kakak salah lihat kali, kakak juga cantik kok!." Ucap Fey sambil tersenyum.


"Dik!, kamu duduk saja, biar kakak yang berdiri, sekalian temenin istri kakak ngobrol biar gk bosan!," Ucap pria itu sambil berdiri dan mempersilahkan Fey untuk duduk di samping istrinya tersebut.


"Terimakasih kak." Dengan senang hati Fey pun duduk di sebelah isterinya.


"Kak sudah berapa bulan?." Tanya Fey.


"Ini sudah 7 bulan!." Jawab siska sambil tersenyum dan mengusap perut nya.


"Cewek ataupun cowok kakak gk begitu perduli, yang penting semoga bayinya sehat, normal dan juga lancar saat proses persalinan nanti dan kalo cewek semoga kayak ibunya atau kayak kamu," Jawab Wahyu sambil tersenyum.


"He-he-he, aku doain kak! semoga lancar, ohya! kakak suster tadi pergi kemana?," Tanya Fey.


"Oh Rika?, katanya dia akan duduk di gerbong yang sebelah bersama Suter yang lain!." Jawab Wahyu.


"Wah banyak sekali susternya" Sahut Fey.


"Iya, maklum lah, ini anak pertama kami, jadi kami masih belum berpengalaman bagai mana menjaga dan mengurus anak kami yang belum lahir ini." Ucap Wahyu sambil mengusap tangan nya ke perut istrinya.


Kamipun mengobrol di sepanjang perjalanan, dan tak terasa kami sudah tiba di tempat tujuan kami (stasiun) sesampainya di stasiun, kamipun berpisah.

__ADS_1


Fey pun berjalan sembari menutupi wajahnya kembali menggunakan tudung dan maskernya, dia berlari menyusuri trotoar yang ada di sepanjang jalan menuju ke sebuah taman umum.


"Ugh, aku harus menjaga tubuh ku agar tetap fit, yah ini memang permintaan ku setiap aku berkunjung ke sini." Ucap Fey sambil berlari sejauh 1 kilo meter, dan berhenti tepat disebuah taman untuk menunggu jemputan nya.


Sesampainya disana aku pun segera menghubungi seseorang untuk segera menjemputku di taman, 3 menit pun berlalu sejak Fey menunggu di taman, tiba-tiba ada seorang pria berteriak memanggil namanya dari kejauhan "Fey!" Fey pun menoleh dan berteriak "Hey kakak."


"Maaf tadi kakak tunggu di mini market sambil cas HP, sekalian ini kakak belikan minuman kesukaan mu." Pria ini bernama prash, dia adalah kakak ipar Fey, pras seorang pria berbadan tegap dan ganteng, dia berumur 30 tahun dan dia sudh menikah selama empat tahun dengan kakak ku, dan dia juga berprofesi sebagai dokter di rumah sakit umum bersama kakak ku.


"Terimakasih kak!." Saut Fey sambil naik ke mobil kakak prash untuk pulang kerumah.


"Ohya Fey, sebelum pulang kakak harus ke rumah sakit dulu untuk bertemu dengan kakak Restu dan aron terlebih dahulu." ucap kak pras sambil mengemudikan mobilnya.


Restu adalah kakak kandung ku dia hampir mirip denganku dan banyak yang bilang kita ini kembar dan cuma beda 9 tahun dari ku dan Aron adalah keponakan ku, dia berusia 2 tahun dan dia sangat lucu.


Aku di tahun ini berusia 17 tahun, kali ini tujuan ku pergi kerumah kakak bukan karena cuma kangen, tapi aku akan menetap sementara di sini sekaligus pindah sekolah, dikarenakan alasan tertentu aku harus pindah dari sekolah lama ku dan jauh dari kedua orang tua ku.


Sesampainya di rumah sakit aku pun turun bersama kakak prash dan bergegas ke ruangan kakak Restu untuk memberi tau kalau aku sudah sampai.


Sesampainya di ruangan kak Restu, disana aku cuma melihat Aron yang sedang bermain dengan mainannya sendirian, aku berfikir Aron pasti sangat ganteng saat sudah dewasa nanti, kulitnya yang putih bersih dan matanya yang begitu indah.


Aron pun berteriak memanggil ku saat melihatku bersama kakak prash dengan ekspresi yang sangat menggemaskan "Ak ue. (kak Fey)" wah betapa imutnya dia saat memanggil nama ku, aku jadi ingin mencubit pipi tembem nya itu, aku pun mendekat dan mencium serta mencubit pipi nya, sembari dia mengatakan "ak ao aing. (kak ayo main)" huah betapa lucu nya dia.


"Fey kakak mau mencari kak Restu dulu, tolong jaga Aron sebentar!." Pinta kak pras


"Ok, siap kak!." Saut Fey.


Di tempat lain.

__ADS_1


Say! kesini sebentar! bukannya dia adalah gadis yang bersama kita saat berada di kereta, dia sangat mirip, potongan rambut serta wajahnya dan pakaiannya begitu sama persis.


__ADS_2