
Ditempat yang sama, terlihat seorang wanita sedang menemani berbincang laki-laki yang berapa kali menatap Kirana yang sedang berbahagia.
"Sepertinya kau sangat menyukai Kirana, atau masih belum iklhas nih, melepaskan dirinya?" Tanya Louise.
Christopher terdiam, mengaduk minuman yang ada di depannya sambil kemudian mengalihkan pandangannya ke Louise yang ada di depannya.
"Hem..tapi apa yang bisa aku lakukan, aku bahagia melihat Kirana juga akhir ya bahagia bersama dengan orang yang tepat" jawab Christopher sambil tersenyum paksa.
"Baguslah kalau kau bisa mengambil sikap seperti itu, karena pada dasarnya Cinta itu memang tidak bisa di paksakan" sahut Louise sambil menikmati cemilan yang ada di meja.
"Sepertinya kau juga berpengalaman dalam masalah seperti ini, atau jangan-jangan kamu pernah mengalaminya?" Selidik Christopher menatap kedua manik hitam mata Louise.
"Ish..kau ini, jangan menatapku seperti itu, aku memang pernah mengalaminya, dan terpaksa belajar mengikhlaskan hal itu..puas..?"
Christopher terkejut, lalu tersenyum dan akhirnya tertawa melihat wajah Louise yang terlihat lucu dan konyol di depan matanya.
"Eh..malah tertawa..dasar..!!" Ucap Louise yang kemudian berdiri hendak pergi melangkah, namun tangan Christopher menarik tubuh Louise hingga tidak bisa beranjak lagi.
"Disini saja, kau mau kemana?" Ucap Christopher.
"Ke kamar mandi..ikut?" Ucap Louise sambil tersenyum aneh. Lalu bergegas pergi setelah Christopher melepaskan pegangan tangannya.
"Dasar.." ucap Christopher lirih sambil menggelengkan kepala melihat tingkah laku wanita yang ada di depannya, senyumnya pun tidak sengaja merekah dari bibir Christopher Nolan mengingat tingkah konyol Louise.
*
(Memasuki Area 21++, warning!)
Malam semakin larut dan pesta resepsi itu pun akhirnya telah selesai, semua keluarga kini diantar untuk masuk ke kamar hotel mewah masing-masing yang sudah di pesan satu paket dengan acara resepsi pernikahan.
Edward menatap Alena dengan penuh cinta saat berada di balkon hotel yang telah di tempati nya malam ini, keduanya berdiri melihat pemandangan kota Paris yang begitu indah tampak membentang luas di hadapan mereka.
"Apa kondisimu sudah membaik Bee?" Tanya Edward yang kini sudah memeluk istrinya dari belakang.
Alena mengangguk, "Alhamdulillah..sudah lebih baik, hanya tubuhku kadang masih merasa lemas Honey, mungkin masih perlu banyak istirahat lagi" jawab Alena.
Edward tersenyum, mencium pipi wanita yang ada dalam pelukannya berulang kali, "lain kali hati-hati saat menghadapi musuh, setidaknya tunggu aku datang dulu Bee, apa yang terjadi padamu kemaren membuatku sangat sesak."
"Iya honey..maaf..aku terpaksa bertindak lebih dulu karena takut akan terjadi sesuatu dengan Kirana" Jawa Alena.
__ADS_1
"Hem..maafkan aku juga Bee, terlalu lama datang ke Paris, urusanku sangat banyak di perusahaan"
"Iya aku tau honey, yang terpenting kita dan keluarga semuanya selamat kan?"
"Alhamdulillah..semua karena pertolongan Allah yang selalu menjaga keluarga kita" jawab Edward. Lalu keduanya segera mengambil tempat diatas ranjang untuk beristirahat.
"Bee..,apa aku boleh_?"
"Tidak!, Ayok kita tidur" sahut Alena yang seakan tau apa maksud suaminya.
Edward tersenyum, sesaat kemudian tangannya sudah bergerak menjelajahi tubuh istrinya hingga Alena memekik, "honey..!!" Teriak Alena menahan jari jemari Edward yang ingin memasuki miliknya.
"Apa Hem..?" Ucap Edward membalas tatapan Alena dengan senyum dan kedipan mata yang begitu genit dan menggoda.
Dan bukan Edward namanya kalau tidak bisa membuat Alena akhirnya akan luluh juga untuk melayaninya malam ini, bahkan Alena sempat memimpin permainan hingga Edward dibuat menge-rang beberapa kali sebelum menyemburkan lahar panasnya.
*
Aliando yang sudah membersihkan tubuhnya, kini juga sedang memeluk Aisyah diatas tempat tidur.
"Alhamdulillah..semua acara berjalan lancar" ucap Aisyah.
"Iya Alhamdulillah..," sahut Aliando yang kini sudah membawa tubuh istrinya kedalam pelukannya, mencium keningnya dengan lembut dan menghirup harum tubuhnya lalu mencium pundaknya sejenak.
"Iya..aku ingin kita menikmati malam ini, bagaimana?" Tanya Aliando seakan mengerti akan kata hati Istrinya.
Aisyah tersenyum dan kemudian membalas ciuman suaminya yang sudah mendarat dengan lembut di bibirnya, tak lama kemudian Aliando berhasil membuat Aisyah mende-sah perlahan dan kemudian penyatuan berhasil dilakukan yang di akhiri dengan suara era-ngan yang bersahutan dan akhirnya menjadi satu.
*
Bagaimana dengan Alex?, Tentu saja laki-laki satu ini tidak akan pernah bisa membiarkan tubuh istrinya kedinginan karena kurang belaian.
Dengan semua baju yang sudah berserakan, Alex kini sudah mende-sah dan menahan tubuh Istrinya yang terdorong oleh tubuhnya yang berulang kali menghujamkan senjatanya hingga Reyna menge-rang hebat saat mencapai puncak kenikmatan yang diberikan oleh suaminya.
Dan kini Alex tengah mengulanginya saat Reyna sudah membuat posisi yang memudahkannya untuk memasukinya saat melakukan pelukan dari belakang sambil berdiri. Dengan hentakan keras dari Alex akhirnya Reyna ikut memekik mencapai kli-ma-ks bersama-sama.
*
Sedangkan Alfaro kini tengah membantu Kirana melepas satu persatu pernak pernik kelengkapan gaun dan hijabnya, setelah itu Kirana segera masuk ke dalam kamar mandi.
__ADS_1
"Seger sekali.." batin Kirana yang sudah berada dalam guyuran shower yang ada di kamar mandi dengan memejamkan matanya, lalu kemudian..
"Akh..!!" Teriak Kirana terkejut saat Alfaro sudah ada di depannya tanpa memakai sehelai benangpun.
Sedangkan Alfaro segera bergerak cepat membungkam mulut Kirana dengan ciuman dan luma-tan panas hingga membuat Kirana tidak bisa berbuat apapun.
Tubuh keduanya yang polos dan masih terdiam di bawah guyuran air shower tidak menunjukkan rasa dingin sedikitpun, karena ciuman dan rangsa-ngan panas yang dilakukan oleh keduanya.
Tangan Alfaro menuntun jari jemari Kirana untuk memegang lembut miliknya, seketika Kirana terkejut saat menyadari bahwa sang pusaka sudah berdiri tegak dan menantang.
"Honey..kau..?" Ucap lirih Kirana.
"Hem..boleh?" Sahut Alfaro.
"Jangan disini" jawab lirih Kirana dan kemudian, Alfaro segera mengangkat tubuh Kirana, berjalan keluar kamar mandi dengan tubuh yang masih sama-sama basah dan sangat kelihatan se-ksi.
Detik berikutnya, keduanya sudah melakukan pergulatan panas diatas ranjang, malam ini benar-benar dimanfaatkan oleh Alfaro untuk menanamkan benihnya berkali-kali, hingga Kirana menjerit berulang kali merasakan sesuatu yang meledak nikmat bersama dengan pele-pasan yang di alaminya.
"Honey.. cukup..sshh.."ucap Kirana yang tubuhnya mulai merasa tidak sanggup lagi.
Alfaro tersenyum, "sekali lagi honey..lalu kita istirahat" ucapnya, dan kali ini Alfaro sudah meletakkan satu bantal dibawah pan-tat istrinya, dengan hentakan dan dorongan yang berulang-ulang membuat tubuh Kirana terguncang hebat.
"Honey.., ahh!!" Teriak Kirana yang merasakan tubuhnya mulai menegang menerima semua kenikmatan yang diberikan oleh suaminya yang kesekian kali, hingga akhirnya keduanya mende-sah dan menge-rang saat mencapai puncak has-rat bersama-sama.
Alfaro membiarkan miliknya masih didalam diri Kirana beberapa saat, Kirana tersenyum dan mendapat ciuman dari suaminya saat Alfaro masih mengungkungnya.
"Sepertinya ada yang tidak sabar ingin punya Alfaro junior Hem?" Ucap lirih Kirana.
"Tentu saja, apa kau tidak menginginkannya?" Sahut Alfaro masih di posisinya.
Kirana mengangguk dan membingkai wajah suaminya, "sudah lebih dari lima menit, bisa kau mengeluarkannya sekarang honey?" Tanya Kirana yang merasakan milik suaminya masih setia di dalam dirinya.
Alfaro tersenyum dan kemudian perlahan beranjak merubah posisi, merebahkan tubuhnya di samping Kirana yang masih bertahan dengan ganjalan bantal di pan-tat nya.
"Jangan beranjak kemana-mana dulu honey" ucap lirih Alfaro yang kini sudah memeluk istrinya dari samping dan mengusap lembut perut istrinya. Tak butuh waktu lama, pada akhirnya keduanya kini tidur terlelap.
Untuk pasangan yang lain, malam ini aman dan hanya menikmati waktunya beristirahat dengan baik.
Ayo waktunya VOTE VOTE VOTE.. Jangan lupa ya, ditunggu juga HADIAH, LIKE, dan KOMENnya.
__ADS_1
Ketik: Sinho Channel di YouTube, untuk menikmati Cerpen-cerpen karya Author yang tak kalah seru.
Bersambung.