SELEMBAR KERTAS

SELEMBAR KERTAS
Episode 37


__ADS_3

Kirana merenung di balkon kamarnya, ratusan panggilan masuk di handphone dari Christopher tak di hiraukan nya lagi dan akhirnya...Kirana mematikan handphone nya.


Sesaat kemudian seseorang mengetuk pintu kamar Kirana, dan rupanya suara Hani sudah memanggilnya, Kirana segera beranjak dan membuka pintu, mengajak Hani untuk ikut duduk di balkon kamarnya menikmati udara malam yang lumayan dingin.


"Bagaimana pertemuannya dengan tuan Christopher Nolan, berjalan lancar?" Tanya Hani.


"Hem, lancar" sahut Kirana sambil menerawang jauh menembus gelapnya malam.


"Lalu?" Tanya Hani yang kini menatap aneh Kirana.


"Lalu aku pulang dan disni bersamamu sekarang" jawab Kirana.


"Kirana, aku serius ini..dasar kau ini" sahut Hani dengan wajah kesalnya.


"Sebenarnya apa yang ingin kamu ketahui han?"


"Ya soal kerjasama perusahaan Nolan Company lah, memang mau apa lagi, gimana..?, Kamu menyetujui nya?" Tanya Hani yang masih penasaran.


"Awalnya iya..tapi akhirnya aku tolak"


"Apa?!!, Kok bisa begitu sih Kiran, memang ada apa?" Tanya Hani terkejut mendengar apa yang dikatakan sahabatnya.


"Christopher Nolan hanya ingin kerjasama itu untuk mendapatkan ku, itu tujuan utamanya"


"Apa..!!, Astagfirullah..ada apa lagi ini.?" Ucap Hani yang makin terperanjat dan melongo mendengar apa yang baru saja dikatakan Kirana.


"Tutup dulu mulutnya Han..nanti ada yang masuk Lo" ucap Kirana sambil tertawa kecil.


Hani langsung mengatupkan kembali bibirnya, dan bersiap mendengar penjelasan Kirana.


"Cepat ceritakan padaku..SEMUANYA.. ingat Kirana..Semuanya..!!"


"Maksa?" Ucap Kirana.


"Bukan..tapi perintah!!" Sahut Hani.


Kirana tertawa kembali melihat reaksi serius sekaligus lucu dari wajah Hani.


"Jangan cengengesan..cepet Kirana, aku serius!!" Ucap Hani yang makin gak sabar.


Kirana segera mengatur duduknya, kemudian dia menceritakan apa yang terjadi antara dirinya dan Christopher, setelah itu Kirana melanjutkan cerita yang terjadi antara Alfaro dan juga Viona saat di Restoran itu.


"Lalu bagaimana sekarang tuan Christopher?"


"Ya mana aku tau Han..aku kan bukan emaknya yang harus ikut dia kemana-mana"


"Ish..emak tuan Christopher gak kepo harus ngikutin anaknya kemanapun, jangan menyangkut pautkan emak tuan Christopher, Kirana"


Kirana yang mendengar jawaban ajaib dari Hani, langsung tertawa karena sudah tidak sanggup menahannya.

__ADS_1


"Apa sih..dijawab malah makin ngakak, emang aku selucu itu?" Tanya Hani heran.


"Bukan..kamu gak lucu, tapi membuat gemes hatiku" ucap Kirana yang kemudian melanjutkan sisa tertawanya.


"Sudah deh, kalau gitu..anggap aja tuan Christopher aman nih.. lalu bagaimana dengan wanita ular yang hampir saja membunuhmu?, Aku rasanya ingin menabok nya kalau ketemu, bikin orang emosi saja"


"Aku tidak tau.."jawab Kirana


"Tuan Alfaro?"


"Mana aku tau Hani.."


"Lalu apa yang kamu tau Kirana?"


"Ya yang tadi aku ceritakan itu, apa lagi"


"Ish, kau ini, gak seru..masak cuma segitu.. lanjutan nya kan penting juga"


"Itu namanya masuk ke dalam ranah per kepoan..yang berujung ghibah..hasil akhirnya bisa menuju Fitnah dan kawan-kawan nya"


"Astagfirullah..iya maaf, suka lupa akunya Kiran.."


"Mangkanya gak usah rebutan tugas sama malaikat.." ucap kirana.


"Maksudnya?"


"Manusia sekarang ini suka lupa kalau sudah ada malaikat yang ditugaskan untuk mencatat kebaikan dan keburukan setiap orang..hingga dia sibuk mencatat dan membicarakan keburukan sesama manusia, iya kan?" Ucap Kirana.


"Berarti aku gak perlu minta maaf ke Malaikat ya..kan tadi udah kamu cegah waktu mau masuk ke acara ghibah.. hehe" ucap Hani.


"Alhamdulillah..lain kali jangan dibiasakan membicarakan orang kalau tidak ada tujuan baik di dalamnya, lebih baik kita diam, okey cantik?" Ucap Kirana.


"Tumben..bilang aku cantik..ada maunya pasti kan?" Sahut Hani mulai curiga.


"Aku lapar lagi, bisa buatkan aku makannya nggak..aku temani yok..soalnya masakan kamu paling enak Han"


"Tuh kan...emang dasar..yok buruan!!" Ucap Hani menarik tangan Kirana untuk ikut masak ke dapur bersamanya.


**


Alfaro terdiam di dalam kamar, dirinya menangis merasakan sesak di dadanya. Bayangan akan kematian anak istrinya menghinggapi pikirannya hingga tak sanggup lagi menahan air mata yang akhirnya tumpah.


Tak lama kemudian datang Ronan yang sebelumnya di hubungi oleh Alfaro untuk menemaninya di Apartemen nya, sekaligus ingin membicarakan masalah penting tentang perusahaan.


Ronan yang sudah hapal dengan kode pintu Apartemen Alfaro, segera masuk dengan rasa was-was, dan dirinya bisa sedikit lega saat melihat Alfaro ternyata ada didalam kamarnya, menunduk menyembunyikan wajahnya ke dalam rangkulan tangannya, dan bersandar di pinggiran kasur.


"Alfaro..are you okay?" Tanya Ronan sambil menepuk pelan bahu sahabatnya.


Alfaro masih terdiam tak bergeming, begitu juga Ronan yang hanya duduk disebelah Alfaro tanpa berkata apapun, hingga akhirnya menegakkan kepalanya kembali.

__ADS_1


"Aku memutuskan hubunganku dengan Viona Ron" ucap Alfaro lirih.


"Kapan?" Tanya Ronan.


"Tadi, saat ada di Restoran"


"Lalu bagaimana reaksi Viona, apa dia menerimanya?"


"Tentu kau tau apa yang terjadi Ron, begitulah Viona, dia tidak akan pernah rela melepaskan ku, dan aku sekarang sangat takut dengan apa yang akan terjadi selanjutnya"


"Tenang lah Faro, kita akan menghadapinya bersama, setidaknya kau sudah berani mengambil keputusan yang tepat untuk memutuskan hubunganmu dengan Viona saat ini, sebelum dia menghancurkan segalanya"


"Iya, aku juga merasa heran, saat aku mengucapkan putus dengannya, ada perasaan lega yang tidak bisa aku mengerti, rasanya ada beban yang terangkat dari tubuhku" ucap Alfaro sambil menatap ke depan seakan mencari jawaban.


Ronan tersenyum, memeluk Alfaro sejenak untuk menguatkan hatinya, diapun sebenarnya sangat takut dengan apa yang akan terjadi esok, karena dia sangat tau kalau Vaden Fernandez tidak akan tinggal diam begitu saja.


"Kita harus bersiap untuk kehilangan segalanya Faro, Vaden Fernandez pasti akan mengambil tindakan atas apa yang kau lakukan" ucap Ronan menatap lekat mata Alfaro.


"Aku akan menjual semua aset ku untuk menutup hutang kita padanya, bagaimana menurutmu?"


"Apa?, Maksudmu?" Ucap Ronan terkejut.


"Aku ingin tau rincian yang jelas sisa hutang kita padanya, aku akan menjual semua mobil mewahku, Apartemen dan beberapa aset tanah ku...kalau masih belum cukup, terpaksa Agensi SEM akan aku lelang..yang penting perusahaan kita masih bisa bertahan" ucap Alfaro sambil menatap sahabatnya yang masih nampak terkejut dengan keputusannya.


kemudian Ronan tersenyum, lalu berdiri dan menarik tangan Alfaro.


"Sudah, jangan dipikir terlalu serius dulu..aku tadi membelikan mu cemilan, kita makan di meja tengah, sekalian kita menonton Film, rasanya sudah beberapa tahun, kita tidak melakukan hal ini, bagaimana??" Tanya Ronan sambil tertawa dan merangkul Alfaro.


"Boleh juga, bagaimana kabar Hani?" Ucap Alfaro menggoda Ronan.


"Kau sendiri, bagaimana kabar Kirana?"


"Aku disini yang bertanya duluan, harusnya kau jawab pertanyaan ku.. dasar!, Lagian aku tidak pantas untuk Kirana, dia terlalu sempurna untuk orang sepertiku" Ucap Alfaro dengan wajah menunduk.


"Jawabanku juga sama, aku merasa persis seperti mu, mereka para bidadari berwujud manusia, sedangkan kita..?"


"Manusia penuh Dosa" sahut lirih Alfaro.


"Tapi aku ingin berusaha"


"Maksudnya?" Tanya Alfaro bingung.


"Besok aku mau ke Islami center yang ada di pusat kota, aku ingin belajar Agama kembali, kita sudah tersesat terlalu jauh Faro, dan aku tidak ingin terlambat lagi, mungkin kau ingin ikut?" Tanya Ronan berharap.


"Entahlah..aku pikirkan nanti" jawab Alfaro.


Ronan tidak berucap lagi, dan segera menyiapkan cemilan untuk dinikmati sambil menonton Film kegemaran mereka.


Bersambung.

__ADS_1


Jangan lupa VOTE.. HADIAH.. LIKE.. KOMEN.


__ADS_2